
Galen menghela nafas begitu matanya menatap tamu yang datang ke club miliknya. Manager club milik Galen ini menemui Galen yang ada di ruang pribadinya dan mengatakan ada tamu penting yang ingin bicara dengan Galen. Betapa terkejutnya Galen menatap jika daddy nya ada di lantai dua club miliknya.
" Untuk apa daddy kemari? Ada hal penting apa yang daddy ingin bicarakan? " Tanya Galen langsung bertanya to the point tanpa basa basi sama sekali.
" Kau marah pada ku karena menghukum mu? " Daddy Joaquin malah balik bertanya.
" Marah? Bukankah daddy yang marah pada ku.. " Galen mengambil duduk di samping daddy Joaquin. Memesan Tequila untuk menemaninya mengobrol.
" Tolong ganti pesanannya dengan jus buah saja.. Dia tidak boleh minum alkohol.. " Perintah daddy Joaquin pada bartender yang bekerja di lantai dua Heaven Ares.
Bartender ini tidak langsung menuruti perintah daddy Joaquin, memilih untuk melihat ke arah Galen sebentar. Galen pun mengangguk, mengambil jalan aman daripada nanti daddy nya mengomel panjang lebar.
" Ada apa dad? " Tanya Galen mengulangi pertanyaannya.
" Kau sedang menyelidiki keberadaan Luce? " Galen mengangguk membenarkan.
" Sudah menemukan petunjuk? " Daddy Joaquin kembali bertanya.
" Sudah jika daddy tidak menghalangi semua upaya ku mencari istri ku.. " Galen melirik daddy Joaquin dari ekor matanya. Ingin melihat bagaimana ekspresi daddy Joaquin menanggapi perkataannya.
" Hahahahaha.. Kau kesal? Makanya, kalau punya mulut itu dijaga setiap tutur katanya.. Apa pernah daddy mengajari mu untuk menyakiti wanita seperti yang kau lakukan pada menantu ku? "
" Aku sudah menyesal dad.. Jadi jangan halangi usaha ku menemukan istri ku.. "
" Tapi Luce belum ingin bertemu dengan mu, Galen.. Tunggulah sampai dia bisa menata hatinya.. "
Obrolan kedua pria berbeda generasi ini terhenti saat bartender yang diperintah untuk mengambil minuman Galen tadi, datang membawa jus orange. Hanya itu yang ada di dapur Heaven Ares, sehingga tidak ada pilihan lagi selain jus orange.
Galen sebenarnya tidak terlalu suka yang masam-masam, tapi tidak ada pilihan lain. Minum beralkohol saat ini, sama saja mempercepat usahanya untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Terakhir kali dirinya masuk rumah sakit, dokter sudah mengultimatum Galen untuk memperhatikan kesehatannya sendiri.
Meski masih sering bandel, karena dirinya berganti mengkonsumsi nikotin. Tapi setidaknya, nikotin memiliki jangka waktu lebih panjang daripada alkohol. Artinya, Galen masih bisa hidup sampai sepuluh tahun ke depan dengan mengkonsumsi nikotin. Dia butuh sesuatu untuk mengalihkan rasa sakit di kepalanya karena memikirkan masalah rumah tangganya.
Galen bukan tipe pria penggila lembah Para wanita. Galen lebih suka menghabiskan waktu dengan minum alkohol sejak dia sudah diizinkan daddy Joaquin mengkonsumsi minuman ini. Untuk merokok, ketika dirinya berada di Indonesia selama lima tahun, saat itu dia dikenalkan rokok oleh teman kerjanya.
" Maaf kali ini daddy tidak berada di pihak mu.. Karena jika daddy melakukan hal itu, maka kita akan benar-benar kehilangan Lucena.. Kau paham maksud daddy kan? " Daddy Joaquin menyesap cocktailnya.
" Tahu.. Aku tidak marah pada mu dad.. Hanya saja aku tidak suka daddy menghalangi misi pencarian ku.. " Galen mengutarakan apa yang ada diperasaannya.
" Tahu.. Daddy paham kau tidak suka karena itu kau memilih tinggal disini dan masuk rumah sakit bukan milik keluarga kita.. Mommy mu menangis saat dengar kau masuk rumah sakit.. " Tutur daddy Joaquin.
Istrinya bahkan menangis histeris karena takut jika sakitnya Galen saat itu justru memperburuk kondisi fisiknya sama seperti yang pernah dokter dari rumah sakit keluarga mereka katakan. Mommy Noura memaksa daddy Joaquin untuk memindahkan Galen ke JN Hospital tapi saat itu Ketos mengatakan jika Galen tidak ingin ke rumah sakit milik keluarganya.
Akhirnya, saat Galen terlelap setelah minum obat, daddy Joaquin dan mommy Noura menjenguk Galen ke rumah sakit tempat putra mereka berada. Galen terlihat pucat dan saat daddy Joaquin bertanya pada dokter yang merawat Galen di sana, dengan jelas dokter mengatakan kondisi Galen memang belum mencapai kondisi paling buruk dari penyakitnya. Akan tetapi, jika tetap seperti ini, hidup Galen tidak akan sampai satu tahun ke depan.
Begitu mendengar penjelasan dokter, mommy Noura mendiamkan daddy Joaquin selama dua hari karena kesal atas hukuman yang suaminya berikan pada putra mereka. Namun tanpa mommy Noura dan semua orang ketahui, daddy Joaquin lah yang paling merasakan sakit hati saat melihat putranya menderita sakit seperti itu.
Daddy Joaquin memang memiliki perasaan sayang yang lebih pada Galen dan Geya. Jika Geya karena dia merupakan satu-satunya anak perempuan daddy Joaquin. Sedangkan Galen, adalah putranya yang selalu menemani dirinya menangis saat mommy Noura koma ketika 5G masih kecil.
Putra kecilnya yang selalu menghiburnya, bahkan Galen menjadi sangat dewasa jauh di atas umurnya karena ingin menjadi seseorang yang berguna bagi sang daddy. Karena itu, daddy Joaquin begitu menyayangi Galen.
Saat ini, daddy Joaquin cukup kecewa dengan pola pikir putranya yang tidak seperti biasanya hingga harus membuat menantunya pergi dari rumah mereka. Daddy Joaquin memang sengaja memberi hukuman agar menyadarkan putranya yang sudah salah jalan. Siapa tahu, jika putranya justru sangat terpuruk sampai masuk rumah sakit.
" Jaga kesehatan mu, Len.. Daddy tidak ingin anak-anak daddy pergi lebih dahulu sebelum daddy.. Apalagi jika yang meninggalkan daddy lebih dulu adalah kau.. Daddy tidak akan bisa memaafkan diri sendiri jika kau pergi dulu, kau tahu kan, kau itu spesial bagi daddy.. " Daddy Joaquin menatap satu putranya. Putra yang dahulu ketika masih kecil selalu menjadi penghibur untuknya.
" Maaf dad.. Sudah membuat kalian khawatir. Aku tidak akan mengulangi nya lagi.. " Daddy Joaquin mengangguk.
" Berjanjilah pada daddy, jangan menyakiti diri mu sendiri.. Satu hal lagi, daddy akan berikan kau kesempatan untuk meluluhkan hati menantu daddy.. Luce, berada di negara yang tidak ada hubungan apapun dengan diri my.. " Ucap daddy Joaquin memberikan clue.
Galen tersenyum dan mengangguk, berterima kasih pada daddy Joaquin karena mau mengatakan sedikit petunjuk tentang keberadaan istri dan anak-anaknya. Galen tahu betul apa maksud daddy nya, dengan petunjuk ini, dia semakin bisa mempersempit tempat pencariannya.
Galen memang sudah memusatkan pencarian di beberapa negara yang berada di sekitar Inggris dan Jerman. Dan dari petunjuk daddy nya saat ini, Galen bisa mengeliminasi satu negara yang memiliki hubungan dengannya. Dimaksud memiliki hubungan karena Galen memiliki cabang club miliknya di sana.
Tersisa dua negara yang menjadi pilihan Galen sebagai tempat pencarian istrinya. Kali ini, dia akan turun tangan sendiri agar daddy nya tidak mengacaukan pencariannya lagi. Toh, sekarang ini Galen sama sekali tidak memiliki kesibukan apapun karena posisinya di perusahaan sudah digantikan Gafar.
Ada hikmahnya daddy Joaquin memecatnya dari posisi CEO JN GROUP, kini Galen lebih banyak memiliki waktu untuk melakukan apapun yang dia inginkan, tidak seperti sebelum-sebelumnya saat masih bekerja di JN GROUP.