
Di sebuah apartemen mewah di kawasan Kota Roma. Tepatnya di dalam ruang kerja yang ada di dalam apartemen mewah ini. Terlihat seorang pria yang hanya mengenakan celana panjang saja, alias bertelanjang dada, sedang melihat laptop dan membuka buku harian yang memiliki sampul berwarna pink.
Dari sampul diary yang dibuka oleh pria ini saja sudah bisa mengatakan jika buku harian ini adalah milik seorang wanita. Tidak mungkin juga jika diary ini milik seorang pria, bukankah pria identik tidak suka dengan warna pink.
Pria ini tengah mencocokan jadwal yang ada di laptop miliknya dengan tulisan yang ada di buku harian ini. Entah dia tengah mencari perbedaan apa, atau dia tengah mencari jika ada sebuah keanehan dari dua hal yang dia perhatikan sejak dua jam yang lalu.
" Lu.. Kenapa belum tidur? " Seorang wanita dengan pakaian yang sangat tipis dari sutra, mendekati pria yang tengah sibuk di ruang kerjanya ini.
" Hm.. Aku sedang sibuk.. Kau perlu sesuatu? " Tanya pria ini tanpa mengalihkan pandangannya dari kedua benda yang tengah dia perhatikan.
" Tidak.. Aku hanya terbangun dari tidur dan tidak mendapati kau berada di ranjang.. Aku pikir kau meninggalkan ku... Lagi.. " Ucap wanita ini yang langsung mendusel duduk di pangkuan pria ini.
" Ck.. Aku sedang sibuk.. Duduk di sana saja, jangan disini.. " Tegur pria ini.
" Aku merindukan mu.. Kenapa kau datang-datang kemari justru mengurus pekerjaan mu? " Wanita berucap manja. Jemarinya aktif membuat pola tidak jelas di dada yang telanjang milik pria ini..
" Ayo.. Kita ulangi kegiatan kita tadi.. " Ajak wanita ini saat dia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bagian bawah tubuhnya.
" No.. Aku sibuk.. Pergi dari pangkuan ku sekarang!! " Pria ini menolak dengan tegas.
" Ck.. Kau tidak asyik.. " Wanita ini pun merajuk dan pergi meninggalkan pria ini.
Si pria hanya geleng-geleng kepala saja saat melihat wanita yang sudah selama satu tahun ini menjadi teman ranjangnya. Si pria pun kembali melanjutkan kegiatannya dengan dua benda yang sejak tadi terus dia perhatikan. Yah.. Meski baru saja ada sedikit gangguan dari orang lain.
" AAAARRRGGGHHH... LUCIFER... TOLONG... " terdengar suara teriakan dari arah dapur. Lucifer pun langsung pergi menuju ke arah suara lantaran panik mendengar teriakan wanita nya.
" ****.. Apa yang kau lakukan?? " Teriak Lucifer yang tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan dapur miliknya.
" Aku ingin membuatkan kopi untuk mu.. Tapi.. Air panasnya tumpah dan mengenai kaki ku.. " Ujar wanita itu sudah menangis lantaran sakit.
Lucifer sungguh tidak percaya jika pada akhirnya dia menjalin hubungan meski tanpa status dengan wanita paling ceroboh yang dia kenal seumur hidupnya. Jika mengingat bagaimana dia bisa bersama dengan wanita ini, Lucifer curiga jika dia diguna-guna oleh wanita keturunan Asia ini.
Ya, pria yang berada di apartemen ini adalah Lucifer bersama dengan wanita yang selama satu tahun belakangan ini menjadi teman ranjangnya. Memang setiap Lucifer berada di kota Milan, dia selalu menemui wanita nya ini yang merupakan sekretaris dari salah satu saudaranya.
" Jika tidak bisa di dapur.. Ya jangan ke dapur.. " Omel Lucifer.
" Jangan hanya mengomel saja.. Itu.. Obati.. Sakit sekali... Huaaaaa... " Lucifer dengan sigap menutup kedua telinganya.
Niar Lucifer ingin menyiram bagian kaki yang terkena cipratan air panas. Dengan begini, tidak akan terlalu sakit karena memang pertolongan pertama untuk luka seperti ini adalah disiram dengan air dingin yang mengalir.
Terlihat dengan jelas jika di wanitanya ini meringis karena perih di bagian kakinya yang terluka. Tapi bisa apa, toh dia tidak berani mengeluh karena Lucifer akan terus mengomel sepanjang malam ini. Tidak ingin sudah jatuh tertimpa tangga, wanita ini pun hanya bisa meringis dan menangis tanpa banyak protes.
" Kau itu cukup menemani ku dan menyenangkan diri ku di ranjang.. Tidak usah melakukan hal yang berbau-bau urusan dapur.. Aku tidak ingin berujung nanti apartemen ini terbakar karena kecerobohan mu.. " Si wanita hanya bisa mengangguk.
" Maaf.. Setidaknya aku sangat ingin sekali bisa melayani diri mu meski hanya urusan perut saja.. Selama ini, selalu kau yang memasak.. Aku jadi merasa sebagai wanita tidak tahu diuntung.. " Keluh wanita ini.
" Heleh.. Nggak usah sok ingin jadi pendamping yang baik.. Tidak cocok dengan wanita bar-bar seperti mu.. Dasar, bos sama Sekretaris sama saja kelakuannya.. " Wanita ini mengerucutkan bibirnya.
" Sudah.. Aku antar ke kamar lagi.. Aku masih harus melanjutkan pekerjaan ku.. " Lucifer mengangkat wanitanya dan membawanya ke kamar.
" Bolehkah jika aku di ruang kerja bersama mu? Aku tidak ingin di kamar sendirian.. " Pintar si wanita.
" Oke.. Tapi jangan menganggu.. " Wanita ini mengangguk.
Lucifer selalu merasa ada yang janggal dengan buku harian dan jadwal yang dimiliki oleh Lucena. Dia, bingung dimana menemukan kejanggalan itu, padahal sudah beberapa hari ini dia mempelajari kedua hal yang berhubungan dengan sang kakak.
Dari video yang beredar di media tentang sang kakak, feeling dari Galen memang benar dirasa. Pelaku memang adalah orang yang dekat dengan Lucena sehingga bisa mengawasi setiap pergerakan Lucena dan melakukan tindakan tanpa dicurigai oleh siapapun. Tebakan Lucifer, orang ini ada di sekitar tempat Lucena bekerja, entah sesama dosen atau mahasiswa.
Menurut Lucena, kejadian ini terjadi di sekitar Lucena mengadakan kegiatan bimbingan belajar untuk beberapa mahasiswa nya, dan beberapa dosen juga terlibat di sana. Pastinya, diantara semua orang yang terlibat dengan acara ini adalah pelaku dari kejadian yang menimpa Lucena.
" Kau masih mencari petunjuk tentang kejadian yang menimpa nyonya muda? " Tanya wanita yang sejak tadi menatap Lucifer sampai tidak berkedip.
" Hm.. Pelaku nya pandai sekali memanfaatkan situasi sampai tidak bisa dilacak.. " Ujar Lucifer menanggapi.
" Kenapa tidak kau coba cari tahu saja, diantara orang-orang yang nyonya muda temui dalam kurun waktu kejadian itu, Siapa-siapa saja yang berpotensi memiliki masalah atau dendam dengan nyonya muda.. "
" Sudah.. Dan nihil hasilnya.. " Lucifer menghela nafas sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kerjanya.
" Kenapa ya, sampai nyonya muda yang terkenal dengan sikap lemah lembutnya bisa diperlakukan seperti itu? Bukankah tuan muda pertama sama sekali tidak mempublish hubungan mereka, artinya pelaku menang dendam dengan nyonya muda.. Sungguh.. Pasti berarti ada di posisi beliau.. " Ucap wanita ini mengomentari.
Lucifer diam saja tidak sama sekali memotong ucapan dari wanitanya yang tengah asyik berkomentar dan bersimpati pada kakaknya karena masalah ini. Dalam diamnya, Lucifer mendengarkan dan memikirkan ucapan dari wanitanya. Tidak salah ucapan dari wanita di depannya ini yang masih terus mengoceh.
Yang menjadi pertanyaan Lucifer pun sama dengan wanitanya. Mengenai alasan sampai Lucena diperlakukan seperti ini. Akan sangat masuk akal jika ini berhubungan dengan Galen yang memang memiliki banyak musuh di dunia bisnis. Akan tetapi, jika ini murni karena orang yang memiliki dendam dengan Lucena, apa motif mereka yang sebenarnya. Apa yang sudah Lucena lakukan sampai membuat orang membenci dirinya. Lucifer, mencoba memecahkan misteri ini meski sangat sulit untuk mencari sesuatu di dalam kegelapan.