
Hari sudah berganti, namun Galen yang baru saja menjalani operasi kemarin, masih juga belum bangun dari pengaruh obat bius. Semua anggota keluarga nampak sangat mengkhawatirkan kondisi dari salah satu keluarganya mereka ini. Galen adalah sosok yang kuat sejak masih kecil, bisa dikatakan dia sangat jenius, pandai dalam segala jenis beladiri, belum lagi sifatnya yang sukar ditebak, membuat dia tidak bisa dianggap remeh oleh siapa saja musuh keluarga de Niels.
Lalu sekarang, semua orang melihatnya terbaring tidak sadarkan diri di dalam ruang ICU, membuat siapa saja tidak tega melihatnya. Lucena yang adalah istri Galen pun, sama sekali belum meninggalkan rumah sakit sejak kemarin. Padahal anggota keluarga yang lain, sudah meminta untuk pulang dan beristirahat terlebih dahulu. Anggota keluarga yang lain, mau menggantikan Lucena menjaga Galen. Hanya saja, Lucena memang tidak mau meninggalkan Galen saat ini.
" Tidak.. Aku takut saat dia sadar, aku bukan orang yang dia lihat pertama kali.. " Begitulah ucapan Lucena saat disuruh pulang ke mansion terlebih dahulu.
Lucena duduk di luar ruang ICU, matanya terus menatap ke dalam ruangan itu. Dia tidak meninggalkan Galen barang sedetik saja kecuali untuk ke kamar mandi. Setelahnya, dia langsung kembali lagi duduk di depan ruangan ICU. Makan, minum dan apapun kegiatan yang bisa dia lakukan di tempatnya saat ini berada, maka dia akan melakukannya di sana.
Ting..
" Minum dulu.. " Gaffi menyerahkan minuman dingin pada Lucena.
" Sudah selesai kerja? " Tanya Lucena. Tangannya terulur mengambil kaleng minuman dingin yang Gaffi bawakan.
" Hm.. Praktek ku sudah selesai. Tapi tidak bisa pulang karena dua jam lagi ada operasi. Menunggu waktu operasi, aku kemari sebentar melihat kondisi Galen.. " Ucap Gaffi yang terlibat benar dirinya khawatir pada saudara kembarnya itu.
Ikatan kelima anak daddy Joaquin dan mommy Noura memang sangat kuat sejak kecil. Meski terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya Gafar, Gaffi dan Ghadi merasa tubuh mereka tidak nyaman karena Galen sakit. Mereka seperti merasakan apa yang saudaranya rasakan meski mereka terlihat tidak kesakitan.
Lagi, baik Gafar, Gaffi dan Ghadi, pasti saat ini sangat sedih melihat dua saudara mereka sakit. Geya, koma pasca keguguran dalam sebuah kecelakaan mobil dan sekarang Galen ikut-ikutan sakit.
" Kau juga istirahatlah, Luce. Dia bisa marah kalau saat bangun nanti, kau terlihat lesu dan pucat begini.. Dia pasti khawatir dengan mu.. " Ucap Gaffi. Namun, kedua matanya masih tetap menatap lurus ke arah Galen berbaring.
" Aku takut, jika dia bangun, bukan aku yang pertama kali dilihatnya.. " Ucap Lucena kekeh tidak mau meninggalkan tempatnya saat ini.
" Ck.. Kalau pun seperti itu, juga suster atau dokter jaga yang pertama akan Galen lihat saat pertama kali membuka mata.. Jangan konyol, Luce.. " Gaffi gemas sekali dengan ipar dan juga sepupunya yang satu ini.
" Tapi.. "
" Pulang.. Mandi dan istirahat, setelah itu kembali lagi kemari.. Jika Galen tahu kau seperti ini, dia akan benar-benar marah.. " Ucap Gaffi semakin menakut-takuti Lucena.
" Hm... "
" Pulang Luce,, aku akan minta sopir antar kau pulang.. Ingin aku laporkan pada Galen nanti.. " Ancam Gaffi.
" Iya aku pulang.. Kalau dia sadar hubungi aku ya." Lucena terlihat masih belum rela betul meninggalkan ruangan ini.
Akhirnya, tetap saja nama Galen yang bisa membuat Lucena pulang ke mansion. Padahal sudah dirayu sedemikian rupa agar mau pulang, tapi Lucena kekeh tidak mau. Barulah setelah menggunakan nama Galen, Lucena baru mau pulang.
" Cinta kalian sangat kuat.. Aku berharap badai rumah tangga kalian segera berlalu. Sama seperti aku dan Kate yang akhirnya bisa bahagia bersama, aku pun mendoakan kalian juga begitu. " Ucap Gaffi ketika menatap punggung Lucena yang semakin menjauh hingga hilang masuk ke lift.
Gaffi pun masuk ke sebuah ruangan yang disebut ruang sterilisasi sebelum masuk ke ruang ICU. Karena dia staf dokter di rumah sakit ini, Gaffi bebas jika ingin masuk ke ruangan ICU Galen. Hanya saja, dia tetap harus mematuhi aturan yang mana sebelum masuk harus dipastikan dia steril dan juga mengenakan pakaian khusus.
Gaffi memeriksa monitor yang menunjukan grafik kondisi Galen saat ini. Memang sudah stabil, dan Galen sudah melewati masa kritis, hanya saja, mungkin karena fisik dan mentalnya lelah, Galen membutuhkan waktu lebih lama untuk sadar. Akhirnya, Gaffi mengambil duduk di samping ranjang Galen. Matanya terus menatap wajah saudara kembarnya yang tampan ini.
" Cepat bangun.. Kau tidak kasian dengan istri mu yang sudah mirip zombie itu.. " Ucap Gaffi pelan. Namun, Gaffi yakin, di alam bawah sadar Galen, pria itu mendengar ucapannya.
" Aku tidak tahu harus berbuat apa. Kau tahu sendiri aku sangat payah jika mengurus bisnis, makanya aku jadi dokter.. Kasian Gafar, tensi darahnya naik lantaran mengurus JN GROUP. Menurut dua asisten dan sekretaris mu, setiap hari Gafar marah-marah tidak jelas. " Ujar Gaffi bercerita.
Meski sepanjang Gaffi berada di ruang ICU terus menceritakan apa yang terjadi di keluarganya. Nyatanya belum juga membuat Galen sadar. Mungkin, memang benar tebakan Gaffi, jika Galen terlalu lelah dengan apa yang terjadi, sehingga memilih untuk lebih lama tidur. Gaffi tidak masalah, semua orang bisa lelah, hanya saja, Gaffi berharap Galen tidak istirahat selamanya.
***************
Lucena sampai di mansion utama dan langsung disambut mama dan mommy nya. Kedua wanita ini langsung mengajak Lucena untuk makan terlebih dahulu sebelum Lucena masuk ke kamar dan beristirahat. Mama Whitney dan mommy Noura, mendapatkan kabar dari Gaffi kalau Lucena akan pulang, sehingga langsung menyiapkan makanan kesukaan Lucena agar istri Galen ini mau makan.
Sejak masalah yang menerpa rumah tangganya, Galen dan Lucena serempak diet. Keduanya makin kurus padahal sebelumnya keduanya memang sudah kurus. Apalagi sekarang Galen sudah sakit sampai separah ini, nantinya puji juga pasti badannya akan semakin kurus. Mommy Noura harus kembali memperhatikan makanan Galen agar putranya tetap sehat dan bisa kembali ke berat badan semula.
" Makan yang banyak Luce.. Kamu kelihatan kurus sekali.. " Mommy Noura menyendokan banyak lauk dan sayur untuk menantunya.
" Mom, ini kebanyakan.. " Protes Lucena dengan lembut takut mommy Noura tersinggung.
" Nggak lah sayang.. Itu sudah paling sedikit.. Kamu makan ya, terus minum jus ini dan minum vitamin.. Mama sedih lihat kamu kurus begini.. " Lucena pun akhirnya mengangguk dan berusaha keras untuk menghabiskan makanan yang penuh sepiring ini.
Melihat Lucena mau makan meski terlihat masih kurang bernafsu, namun hal itu sudah membuat kedua wanita kesayangan Lucena ini merasa senang. Baik mama dan mommy nya, Lucena tahu betul kedua orang ini merasa bersalah karena tidak bisa membantu permasalahan yang terjadi dalam hidupnya. Namun Lucena tidak menyalahkan siapapun. Toh, memang ini murni kesalahannya. Dialah yang merasa bersalah karena menyeret semua keluarga dalam masalahnya.
Saat menghabiskan makanannya, tiba-tiba saja Lucena melihat sesuatu yang seperti sebuah kaset yang diputar dalam ingatannya. Sebuah peristiwa yang belum terlalu jelas Lucena mengingatnya tapi kejadian itu juga berhubungan dengan makanan. Lucena, langsung meletakan sendoknya padahal masih ada tiga sampai empat suap lagi.
Lucena berlari ke kamar mandi, dan memuntahkan semua makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya tadi. Hal ini membuat mama Whitney dan mommy Noura kebingungan, apa yang sebenarnya terjadi pada Lucena.