IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Kekalahan



Galen lekas berhambur memeluk tubuh Sang istri begitu Sang istri dipindahkan ke ruang rawat inap. Galen sungguh berterima kasih dan bersyukur atas semua kebahagiaan yang dia alami karena telah resmi menyandang status sebagai seorang ayah dari dua bayi yang sangat tampan dan cantik itu. Galen menangis bahagia, memeluk tubuh wanita terhebat setelah mommy nya ini.


" Thank, sayang.. Kau sungguh luar biasa sekali.. Kau sangat luar biasa.. " Ucap Galen yang langsung menciumi seluruh bagian wajah Lucena saking bahagianya.


" Ayah juga sangat hebat.. Terima kasih sampai saat ini masih berada di sisi ku, Galen.." Ujar Lucena dengan senyum lebar di bibirnya yang masih pucat.


Plok.. Plok.. Plok..


" Selamat untuk ayah dan bundanya baby Twins.. " Seru mommy Noura saat memasuki ruangan rawat menantu yang juga keponakannya itu.


" Terima kasih mom.. " Galen dan Lucena berucap serempak.


" Mommy dan daddy baru saja kembali dari ruangan bayi tempat baby twins berada. Sekarang, trio G yang ke sana untuk melihat keponakan mereka.. Selamat ya, sayang.. Kamu adalah wanita, istri dan ibu yang hebat.. " Mommy Noura mengusap puncak kepala menantunya.


" Selamat untuk kalian ya.. Terima kasih sudah memberi daddy cucu dari kalian.. Sebagai rasa syukur atas kehadiran anggota keluarga kita yang baru, daddy dan mommy akan memberikan masing-masing anak kalian resort yang ada di Hawaii dan Brazil.. Bagaimana, apa kalian senang? " Daddy Joaquin dengan jumawanya memberikan hadiah untuk kedua cucunya.


" Hahahaha.. Terima kasih, dad.. Mereka pasti senang ketika besar nanti.. " Ucap Galen senang. Bukan dia tidak mampu memberikan hal yang sama pada kedua baby nya, tapi bila ada rejeki kan tidak boleh ditolak.


" Ck.. Ck.. Baru juga lahir sudah menjadi calon milioner.. " Gafar tiba-tiba menyahuti.


Kebahagiaan nampak jelas terlihat di raut wajah dari keluarga ini. Tawa dan canda memenuhi ruangan ini. Siapa saja yang mendengar bagaimana keluarga ini bercengkrama karena anggot baru keluarga mereka, pasti akan ikut senang dan ikut merasakan kebahagian mereka.


Galen dan Lucena tidak pernah berhenti untuk terus tersenyum, saat mata mereka melihat daddy Joaquin dan mommy Noura terlihat begitu senang. Rasanya begitu tidak terhingga kebahagiaan yang dirasa pasangan ini. Setelah badai besar menghantam rumah tangga mereka, kini mereka dapat menuai kebahagiaan atas kesabaran dan keikhlasan mereka.


" Len.. Kau sudah menyiapkan nama? " Tanya Gaffi. Daddy dari dua anak ini begitu penasaran nama kedua keponakannya. Apakah nama kedua keponakannya bisa sebagus putri dan putranya.


Anak pertama Gaffi seorang putri yang kini sudah berusia hampir enam tahun bernama Carmel Candy de Niels. Dan putranya yang baru beberapa bulan lalu lahir diberi nama Mountain Hillar de Niels. Pertama kali mendengar nama putra Gaffi, seluruh saudaranya sampai dibuat heran karena Gaffi memberi nama kedua anaknya cukup unik, Candy dan Mountain.


" Sudah.. Memangnya di inkubator mereka belum dipasangi nama ya? " Semua yang ada di ruangan itu menggeleng, tentunya kecuali Lucena dan Galen yang memang sudah membuat nama untuk baby twins mereka sejak pertama kali mengetahui jika bayi mereka kembar.


Galen dan Lucena menyiapkan tiga pasang nama. Untuk bayi twins cewek semua, bayi twins cowok semua, dan sepasang seperti baby mereka saat ini. Nama yang diharapkan bisa membuat kedua buah hati mereka, menjadi orang yang besar dan dihormati banyak orang.


" Queen Fayre de Niels yang akan dipanggil Queen Fay dan King Griffin de Niels yang akan dipanggil King Grif.. Bagaimana? Lebih bagus daripada Candy dan Mountain kan.. " Alis menaik turunkan alisnya menggoda Gaffi.


Plak..


Plak..


" Kalian menjadikan nama cucu-cucu mommy dan daddy sebagai ajang paling unik.. Seharusnya nama itu menjadi harapan dari kalian untuk anak-anak kalian, bukan ajang siapa yang anaknya memiliki nama unik.." Daddy Joaquin menggeplak kedua putranya yang dianggap gila itu.


" Daddy.. Kamu sudah punya istri dan anak jadi jangan digeplak begini dong.. Malu dad.. " Protes Gaffi yang sudah mengerucutkan bibirnya.


" Bibir mu itu seharusnya jangan seperti ini. Sudah punya istri dan anak juga.. " Ledek mommy Noura yang mengundang tawa semua orang di ruangan ini.


Yang dianggap menjadi hari paling membahagiakan bagi pasangan tuan dan nyonya besar dari keluarga de Niels ini adalah ketika kelima anak mereka lahir, ketika anak mereka menikah, dan ketika mereka memiliki cucu. Kebahagiaan di momen-momen itu menjadi sesuatu yang akan selalu dikenang oleh keduanya.


Menjadi orang tua yang bisa dikatakan hebat, apabila bisa mengantarkan anak-anak mereka menjadi orang yang hebat, menjadi orang yang disegani semua orang, menjadi orang yang mampu berdiri sendiri dengan kekuatan mereka serta bisa menjadi orang yang mengulurkan tangannya pada siapa saja yang membutuhkan. Dan yang paling mengesankan adalah bisa melihat anak-anak mereka tersenyum dalam hidup mereka.


**************


Jika Galen dan Lucena sedang sangat bahagia saat ini. Maka tidak dengan Roseline. Perempuan yang diketahui juga menaruh hatinya pada Galen ini sedang merasakan patah hati yang teramat sakit saat ini. Dengan hadirnya anak Galen dan Lucena, sudah tidak akan ada kesempatan bagi Roseline untuk memiliki Galen.


Memang gila, karena dia tidak segera membunuh perasaannya pada Galen dan malah mengharapkan Galen meninggalkan Lucena untuk bersamanya. Terlalu naif jika Roseline mengharapkan hal yang seperti itu. Mustahil jika Galen yang terkenal setia dan bertanggung jawab akan menjelma menjadi pria brengsek karena dirinya.


" Hahahahahaha... Sudah tidak ada harapan.


Harapan ku sudah pupus sekarang.. Hahahahahaha... Kau bodoh Rose, mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi.. Kau bodoh.. Hiks.. Hiks... " Roseline sudah mabuk setelah mengabdikan dua botol minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.


Sebenarnya dia sangat jarang meminum minuman keras seperti saat ini. Tapi karena dirinya ingin menghilangkan bayang-bayang Galen dari pikirannya, Roseline terpaksa meminum minuman beralkohol ini agar bisa melupakan semua kesedihannya.


Hatinya hancur, asanya hancur, karena pria yang dia cintai sejak dia masih duduk di bangku sekolah itu telah menikah dengan wanita yang paling Roseline benci seumur hidupnya. Sejak kecil, dia paling tidak bisa jika diminta untuk bersanding dengan Lucena. Sejak kecil, Roseline membenci Lucena yang terlihat sangat manja hingga menarik semua perhatian dari orang-orang. Roseline benci, selalu menerima hal yang Lucena buang.


" Kali ini kau menang lagi, Luce.. Dan seterusnya kau akan menang... Selamanya, Rose akan menjadi pecundang, dan itu semua KARENA DIRIMU, LUCENA DE NIELS.. Aku membenci mu.. Aku membenci mu dan akan selalu membenci mu sampai kapan pun.. "


" Aaarrgggghhhhh..... "