IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Satu petunjuk



Di depan mansion utama, terasa suasana haru menghiasi tempat itu. Satu mobil sudah terparkir rapi di depan mansion utama, yang akan mengantar keluarga papa Daniel kembali ke Roma. Namun bukan itu membuat suasana menjadi baru. Melainkan sepasang suami istri di sana yang sedang mengucapkan perpisahan.


Galen memeluk Lucena dengan sangat kuat, seolah ingin mengatakan ketakutannya kehilangan istrinya. Galen akhirnya menyetujui keinginan Lucena untuk sementara keduanya terpisah dahulu. Galen memahami keinginan Lucena yang ingin menenangkan diri dan mengobati lukanya. Hingga akhirnya Galen tidak keberatan Lucena kembali ke Roma, namun dengan satu syarat, Galen bebas mengunjungi Lucena kapan pun yang dia inginkan.


" Jaga diri baik-baik di sana.. Dan tetap komunikasi.. Okay.. " Lucena mengangguk.


" Selamat jalan.. " tangan Galen melambai, ketika Lucena masuk ke dalam mobil. Kemudian mobil yang membawa keluarga Lucena itu segera meninggalkan mansion de Niels, menuju ke bandara untuk kembali ke Roma.


Mata Galen terbelalak ketika melihat adik iparnya justru masih berada di belakangnya, padahal keluarganya baru saja pergi dari mansion utama. Sepertinya ujian Galen belum berakhir, terbukti adik ipar yang selalu menempel padanya itu, masih ada di sini.


" Kenapa tidak ikut pulang ke Roma? " tanya Galen, malas.


" Kita perlu mendiskusikan sesuatu kak.. Dan itu tentang kak Luce.. " bisik Lucifer.


" Maksud mu? " Galen langsung menoleh menatap Lucifer.


" Masuk dulu.. Kita bicara di dalam.. " Galen pun melangkah masuk ke mansion, diikuti oleh Lucifer di belakangnya.


Masih di bagian mansion utama, tepatnya di ruang kerja daddy Joaquin yang sudah diluncurkan pada Galen. Kini Lucifer dan Galen nampak sibuk berdua membicarakan penyelidikan mereka tentang kemungkinan peristiwa yang menimpa Lucena. Ketos juga datang begitu Galen meneleponnya karena Ketos lah yang menyelidiki tentang masalah Lucena.


Penyelidikan yang dilakukan Ketos dan Lucifer, semuanya hampir sama. Ada beberapa yang berbeda karena informasi Lucifer ada yang tidak sampai ke tempat dimana Ketos menyelidiki, begitu juga sebaliknya. Dan kesimpulan yang bisa diambil, tidak ada kemungkinan dimana Lucena diperkosa atau melakukan hubungan dengan pria lain.


" Aish.. Aku kira kita akan menemukan informasi setelah mengolah apa yang kita selidiki.. " kesal Lucifer, menjatuhkan punggungnya di sandaran sofa.


" Semuanya hampir sama tuan.. Dan hebatnya, tidak ada celah sama sekali.. " Ketos menambahkan.


" Benar.. Bagaimana bisa terjadi sesuatu sebesar itu tanpa ada yang tahu? Kakak ku juga terlihat seperti orang bodoh saat aku tanya apa ada kemungkinan dia dilecehkan pria.. Bukankah aneh.. " Lucifer kesal sendiri.


" Kau.. Saat di rumah, apa tidak merasa ada yang berbeda dengan Lucena? Yah, seperti dia sakit, atau mengeluh sesuatu? " tanya Galen. Dia pun sama pusingnya dengan kedua pria di depannya ini.


" Tidak.. Dia hanya melakukan kegiatan di kampus, kemudian memberikan pelajaran tambahan pada mahasiswa nya. Hanya itu karena pastinya kau tahu sendiri, seberapa membosankannya hidupnya karena terlalu patuh pada peraturan.. " jawab Lucifer.


Galen menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Semua jalan yang ditempuh untuk menyelidiki merupakan jalan buntu. Tidak ada jalan alternatif yang mungkin bisa memberikan petunjuk barang cuma sedikit saja. Tidak tahu, harus apa Galen saat ini, karena dia sendiri begitu banyak memiliki tanggung jawab dan masalah, tanpa ditambah permasalahan yang menimpa rumah tangga nya.


" Kalian istirahatlah.. Aku mengantuk, ingin istirahat.. " ucap Galen pamit. Namun belum juga Galen bangkit dari tempat duduknya, Lucifer sudah menjerit histeris tanpa sebab.


" Aaaaarrrrrgghhh... Aku ingat..." pekik Lucifer.


" Lu... Kau pikir disini tanah lapang? Suara mu menyiksa telinga kami.. " sentak Galen karena kaget.


" Maksudnya? " tanya Galen bingung.


" Tunggu dulu.. Biar nanti aku tanya detailnya sama mama dulu.. Setelah itu, kita adakah pertemuan lagi, untuk membahas masalah ini.." Lucifer terlihat semangat sekali berbicara.


" Oke.. Sekarang aku ke kamar dulu.. Mau istirahat. " Galen pun meninggalkan ruangan itu.


Tidak sama sekali Galen peduli dengan ucapan Lucifer, karena dari seribu informasi yang Lucifer dapatkan, sepertinya lebihnya, adalah hoax. Memang sengaja anak satu ini tidak memberi informasi benar ketika menyelidiki sesuatu, karena itulah, Galen tidak mau ambil pusing dulu dengan ucapan Lucifer barusan.


Malam harinya setelah makan malam, Lucifer meminta waktu untuk kembali berbincang tentang permasalahan tadi siang yang sempat tertunda. Galen sebenarnya memiliki beberapa berkas yang harus diperiksa, tapi karena Lucifer menyakinkan bahwa informasi ini sangat penting, Galen pun mengiyakan.


" Sekarang,, informasi apa yang kau dapatkan? " tanya Galen dengan wajah yang sudah serius. Dulunya Galen sering sekali tersenyum tertawa karena dia orang yang humoris, tapi karena permasalahan yang terus menimpanya selama sebulan lebih ini, Galen jadi sosok yang muram dan jarang sekali mengajak orang bercanda.


" Oke.. Aku ingat jika kakak ku pernah dibawa mama ke rumah sakit karena dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Dia jadi sering mengantuk, dan susah berkonsentrasi. " Galen menyimak.


" Kejadiannya satu bulan sebelum kalian menikah. Lucena dibawa ke dokter dan dokter di rumah sakit mengatakan apa yang dirasakan oleh Lucena adalah efek samping dari terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur.. " alis Galen berkerut.


" Obat tidur? Bukankah Lucena tidak pernah mengkonsumsi obat seperti itu? " ujar Galen tidak percaya.


" Oh ya.. Dan panggil Luce kakak, jangan seenaknya memanggil namanya hanya karena dia kakak mu.. Tapi justru karena dia kakak mu, makanya panggil kakak.. " tegur Galen.


Lucifer langsung mencebik kesal, disaat seperti ini, kakak iparnya ini masih juga memperhatikan cara bicaranya. Kalau tidak ingat tujuan dirinya mengajak bicara kakak iparnya ini, Lucifer akan meninggalkan ruangan ini saja, karena kesal.


" Oke.. Maaf.. " ucap Lucifer tidak mau memperpanjang masalah.


" Menurut cerita mama, kak Luce divonis terlalu sering menggunakan obat tidur dengan dosis yang cukup tinggi, sehingga efek samping nya dia akan terus mengantuk meski sudah tidur dalam jangka waktu panjang.. Setelah ditanya, ternyata kak Luce sering ketiduran di kampus saat mengajar, atau saat memberikan pelajaran tambahan pada mahasiswa nya. " Lucifer menceritakan semua yang dikatakan mama Whitney saat dia menghubungi sang mama tadi siang.


Galen menatap Lucifer dengan sorot mata yang tidak bisa ditebak apa yang sedang dia pikirkan. Lucifer belum memiliki asumsi apapun terhadap informasi yang diberikan oleh mama Whitney padanya. Terlalu umum, sehingga tidak bisa membantu memfokuskan penyelidikan pada satu aspek saja.


Lain dengan Galen yang mulai mencium bau-bau mencurigakan disini. Sebagai pria yang disukai Lucena bahkan sejak masih remaja, Galen jadi memahami sifat istrinya itu luar dalam. Patuhnya Lucena pada aturan, membuat dia tidak akan pernah melakukan sesuatu yang berujung dirinya bisa melanggar peraturan.


Namun, kenapa bisa Lucena mengkonsumsi obat tidur. Apakah ada yang mengganggu dirinya selama persiapan pernikahan mereka. Atau adakah seseorang yang berusaha mencelakai Lucena dengan memberi obat tidur. Semua itu memenuhi otak Galen.


" Selidiki siapa saja orang yang bertemu dengan Luce selama enam bulan terakhir. Latar belakang baik itu yang diungkap ke umum maupun yang dirahasiakan.. Bisa kau melakukannya? " Galen menatap Lucifer dengan tatapan penuh intimidasi.


Lucifer menegak ludahnya kasar karena apa yang diperintahkan kakak iparnya ini bukanlah suatu hal yang gampang. Selama enam bulan, Lucena bertemu dengan banyak orang termasuk mahasiswa dan juga dosen di tempat dia mengajar. Bisakah Lucifer menjalankan misi dari kakak iparnya?