IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Mencuri data



BRAK


Pintu ruangan keamanan di JN Hospitals dibuka secara kasar oleh seseorang yang merupakan sosok paling berkuasa nomor dua di rumah sakit ini. Para pegawai yang bekerja di ruang keamanan ini dibuat ketakutan saat melihat wajah bos mereka terlihat seperti tengah menahan marah. Siapa yang tidak marah, jika sistem keamanan rumah sakit ini diobrak abrik oleh orang tidak dikenal.


" Bagaimana situasinya sekarang? " Tanya Galen menuntut penjelasan dari kepala keamanan.


" Maaf atas kelalaian kami tuan muda.. Sistem keamanan diserang oleh virus yang cukup merepotkan, namun nyatanya itu hanyalah sebuah pengalihan dari pelaku. Mereka, memasuki database keamanan kita dan mencuri data pasien.. " Lapor kepala keamanan.


" Apakah masih terhubung dengan mereka? " Tanya Galen langsung menggeser duduk seorang pegawai dan Galen menggantikan duduk di depan komputer utama untuk mengakses sistem keamanan dan sejauh apa kerusakan yang diakibatkan oleh pembobol itu.


" Tepatnya sepuluh menit yang lalu, kami kehilangan jejak mereka. Namun, mereka bukan berada di satu tempat yang sama, tuan muda. "


" Mereka? Apa pelakunya lebih dari satu? " Galen cukup terkejut.


" Lebih tepatnya tiga, tuan muda. Mereka mengakses sistem keamanan mereka dari tempat yang berbeda. Satu di bagian rumah sakit kita, satu di Roma dan satu lagi di Sisilia. " Lapor kepala keamanan.


Roma, kota yang mana menjadi perhatian Galen saat ini. Jika di Roma besar kemungkinan jika orang yang menyerang sistem keamanannya adalah orang yang sama dengan yang mengirimi Lucena video tadi. Galen merasa jika orang-orang ini semakin tidak sabaran untuk membuat kejutan yang pastinya akan menjadi bom waktu untuk Galen.


Tanpa banyak bicara, Galen mengakses komputer utama. Entah apa yang Galen lakukan dengan keyboard itu, yang jelas dia terlihat sangat serius. Matanya menatap fokus pada layar komputer utama yang ada di depannya. Jika sudah begini, tidak ada yang berani mengusik Galen karena mereka hanya akan mendapatkan amarah Galen saja.


" Cek CCTV rumah sakit dari jam 00.00 hingga sekarang. Siapa saja yang keluar masuk baik itu keluarga pasien, pasien itu sendiri dan pekerja kita. Cari tahu dan lihat baik-baik jika ada yang terlihat mencurigakan. " Perintah Galen.


" Baik tuan.. " Kepala keamanan langsung meminta anak buahnya mengecek CCTV yang ada di pintu keluar dan pintu masuk.


Galen masih terus mengetik sesuatu di keyboard komputer utama. Sepertinya, dia tengah melacak IP orang yang telah memasuki sistem keamanan rumah sakit yang merupakan sistem keamanan yang dibuat oleh Galen sendiri. Sekitar sepuluh menit, Galen menemukan dua tempat yang ada di Roma dan Sisilia. Tinggal memerintahkan anak buahnya mengecek tempat itu.


" Ketos.. Apa Rouge masih di Sisilia? " Tanya Galen tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.


" Masih tuan muda.. Mungkin dua atau tiga hari lagi, tuan muda Rouge akan kembali ke Milan. " Jawab Ketos.


" Katakan padanya tidak usah kembali dulu. Suruh dia menyelidiki tempat yang alamatnya sudah aku kirimkan ke ponsel mu.. Meski orang-orang ini sudah pasti meninggalkan TKP, tapi aku yakin masih ada jejak mereka yang tertinggal. " Ucap Galen terlihat sangat serius sekali.


" Baik tuan.. " Galen mengangguk.


Ketidaktahuan Lucena atas kejadian ini sepertinya karena obat tidur yang dikonsumsi oleh Lucena saat masa-masa itu. Kemudian tentang video yang dikirimkan pelaku pada Lucena, dan kini mereka membobol data keamanan rumah sakit tempat Lucena pernah dirawat. Alih-alih mencuri data yang penting tentang rumah sakit, mereka justru mencuri data pasien yang berobat di rumah sakit ini.


" Apa mereka tahu tentang kejadian Lucena bunuh diri? " Batin Galen.


Mata Galen memincing, dia bisa menyimpulkan satu hal yang pasti saat ini. Meski belum bisa dikatakan membantu karena pelaku juga belum di temukan. Akan tetapi, Galen sudah mendapatkan lingkup orang ini dalam melakukan kejahatan. Bisa dikatakan orang-orang ini mengenal Lucena dengan sangat baik, dan bisa berada di dalam situasi dimana dia bisa memasukan obat tidur entah pada makanan atau minuman Lucena.


" Ketos.. Aku minta semua data orang-orang yang ditemui oleh Lucena selama berada di Roma sebelum pernikahan kami.. Apapun data tentang mereka termasuk yang paling private sekalipun.. " Ujar Galen yang kemudian menyadarkan punggungnya di kursi duduknya saat ini.


" Dimengerti tuan.. Besok siang saya akan mengantarkan nya di ruangan anda.. " Sahut Ketos.


" Sial.. Sial.. Sial... Karena ulah orang ini aku jadi batal menemui Lucena.. " Galen geram.


Kepalanya rasanya mau pecah, belum masalah video selesai, masalah lain justru muncul. Sepertinya orang-orang ini tengah kepanasan dengan apa yang terjadi sehingga mulai gencar melakukan tindakan. Hal ini sebenarnya memberikan kesempatan untuk Galen agar lebih mudah untuk mencari tahu siapa meraka itu. Hanya saja, pastinya mereka memiliki sesuatu yang sudah seperti bom waktu, jika mereka bertindak gencar begini.


Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan di rumah sakit, Galen memutuskan untuk kembali ke perusahaan. Di sana nanti dia akan menghubungi Lucifer agar mencari tahu alamat yang dia dapatkan dari IP hacker yang ada di Roma. Saat ini, Lucifer baru saja take off dengan pesawat dari Spanyol, jadi Galen harus menunggu Lucifer landing terlebih dahulu.


" Tuan.. Boleh saya mengutarakan pendapat? " Bridella angkat tangan. Saat ini, Galen dan ketiga orang yang paling dia percaya tengah mendiskusikan masalah yang terjadi.


" Hm.. Katakan.. " Ucap Galen siap mendengarkan hasil analisis dari Bridella. Sekretaris nya ini memang sangat banyak memiliki bakat. Kerjanya juga cekatan, pokoknya Galen suka dengan cara kerjanya.


" Sepertinya mereka ingin memanfaatkan kondisi mental nyonya muda. Karena suatu alasan, mereka tidak bisa mendekati nyonya muda. Karena itu mereka mencoba untuk mencari tahu dari rumah sakit tempat dimana nyonya muda pernah dirawat. " Ucap Bridella mengutarakan pendapatnya.


" Maksud mu, mereka memanfaatkan kondisi nyonya muda agar bisa membuat nyonya muda berada di dalam genggaman mereka, begitu? " Tanya Billcan yang langsung diangguki oleh Bridella.


" Masuk akal juga.. Dengan ucapan mu barusan, semakin memperkuat perkiraan ku tentang siapa pelaku ini. Tapi kita semua masih berjalan di jalan yang sangat gelap jadi kita tidak bisa melakukan sesuatu yang justru memperburuk keadaan. " Ucap Galen bijaksana.


" Begini tuan, saya ada ide untuk mengantisipasi hal ini. Saya yakin tujuan akhir mereka adalah mengungkap kondisi nyonya muda ke media. Jadi sebelum itu terjadi, anda harus sudah mengambil langkah terlebih dahulu. "


Galen menatap Bridella. Ucapan sekretarisnya ini tidak salah malah justru sedikit memberikan pandangan lain dimata Galen. Sepertinya memang Galen harus melakukan gebrakan untuk membuat musuh kelimpungan, namun tentunya sebelum melakukan itu, keselamatan Lucena haruslah Galen perhatikan betul-betul.