IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Rencana kedua



Semua anggota keluarga de Niels yang berkumpul di ruangan yang menjadi tempat rapat dadakan mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara yang cukup membuat mereka terkejut. Semua anggota keluarga yang menjadi penguasa bisnis di Italia ini tidak menyangka bahwa seorang yang termasuk dalam orang yang tidak boleh tahu keadaan yang terjadi sekarang, justru berada di depan mereka.


Semua orang bertanya-tanya dari mana kiranya Lucena tahu mengenai masalah ini. Bukankah dia sedang menemani Galen yang sekiranya akan melakukan operasi pagi ini, atau bahkan saat ini Galen sudah masuk ruang operasi. Lalu bagaimana bisa Lucena berada di antara mereka yang tengah membahas langkah yang akan mereka ambil untuk mengatasi masalah yang memang tengah menjadi topik perbincangan terhangat di Italia.


" Luce? " Mommy Noura dan mama Whitney langsung mendekat ke arah menantu dan putrinya.


" Kenapa kamu bisa ada disini? Lalu Galen? "? Mommy Noura bertanya lebih dahulu.


" Luce tahu berita di televisi pagi ini, mom, saat Luce hendak pergi ke cafetaria di lantai satu. " Semua yang di ruangan ini langsung memejamkan mata mereka kala mengetahui jika Lucena sudah mengetahui semuanya.


" Galen, baru saja masuk ruang operasi. Dokter mengatakan mungkin membutuhkan waktu lebih dari dua jam. Jadi aku kemari dulu untuk memastikan jika apa yang aku lihat di rumah sakit tadi benar terjadi.. Sepertinya tidak perlu bertanya aku sudah tahu jawabannya. " Ucap Lucena tersenyum miris.


Belum ada yang menanggapi ucapan Lucena. Akhirnya istri Galen ini menghampiri adiknya yang masih duduk dengan tatapan mata yang terus memperhatikan Lucena. Kini, kedua kakak beradik yang biasanya tidak pernah akur itu saling berhadapan, dan kemudian tindakan Lucena selanjutnya membuat Lucifer sangat terkejut.


" Maaf ya, sudah merepotkan mu mengurusi masalah kakak.. Maaf.. " Ucap Lucena tulus.


" Hm.. Jika benar-benar berterima kasih lekas selesaikan masalah ini.. Karena aku lelah.. " Ucap Lucifer terdengar acuh, padahal kenyataannya, diantara semuanya Lucifer yang paling terbebani dengan masalah ini.


" Pasti.. Tapi, bolehkah jika kakak ceritakan apa yang kakak ketahui di rumah sakit? Kakak nggak ingin meninggalkan Galen sendiri meski kakak yakin Galen nggak tahu kalau kakak nggak di sana sekarang. " Pintar Lucena dengan wajah memelas.


" Tentu.. Kita berangkat sekarang ke rumah sakit. " Bukan Lucifer yang menjawab, melainkan daddy Joaquin.


Rombongan keluarga de Niels berpisah di sini, ada yang sebagian ikut ke rumah sakit, ada sebagian yang memilih tetap tinggal di mansion. Nanti mereka akan bergantian agar tidak capek satu capek semuanya. Lagipula kalau bersama berkumpul di rumah sakit dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, hanya akan semakin menimbulkan kecurigaan dan menarik perhatian wartawan.


Selain keluarga kandung Galen, Lucifer dan Roseline yang ikut ke rumah sakit. Untuk yang lain, memilih istirahat di mansion dan nanti ketika sudah sore, mereka yang ganti ke rumah sakit menggantikan yang berangkat ke rumah sakit sekarang.


Ketika keluarga Galen sampai di rumah sakit, operasi yang dijalaninya belum selesai. Mungkin memang butuh waktu lama karena yang jelas kegiatan operasi ini membutuhkan konsentrasi dan perhitungan yang tepat. Nyawa manusia menjadi taruhannya dan para dokter harus memastikan jika tuan muda mereka bisa selamat.


" Boleh ceritakan apa yang kamu ketahui kak? " Tanya Lucifer yang tumben-tumbenan memanggil Lucena dengan kakak.


" Jadi begini.. Kakak sebenarnya mulai curiga saat kakak yang jadi sering tidur setiap kali mengajar di kampus atau di bimbingan dan saat periksa ke dokter, dokter di rumah sakit mengatakan jika kakak terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur. Padahal kakak nggak pernah minum obat itu.. " Ujar Lucena mengingat betul kejadian waktu itu.


" Maksud saat dan setelah bimbingan? " Lucifer bertanya karena di bagian itu dia tidak benar paham apa maksud kakaknya.


" Saat bimbingan kakak pasti tertidur, dan beberapa hari setelah bimbingan. Setelahnya tidak sampai di mana kakak mengajar bimbingan lagi. " Lucifer mengangguk.


" Tolong kirimkan nama mahasiswa kakak yang ikut dalam sesi bimbingan belajar dengan kakak ya.. Aku akan mencari tahu mereka satu persatu. " Lucena mengangguk.


Tangannya terulur untuk mengambil ponsel miliknya yang ternyata dibawa oleh sang mama. Lucena mengirimkan sebuah file yang berisi tentang nama-nama anak yang harus mengikuti bimbingan nya, sekaligus Lucena mengirimkan jadwal nama mahasiswanya mengikuti bimbingannya


" Oke.. Nanti aku kabari ya.. Secepatnya aku akan cari tahu.. " Lucifer hendak pergi, namun Lucena menarik pergelangan tangan Lucifer hingga dia kembali dalam posisinya yang duduk.


" Ada apa lagi? " Tanya Lucifer heran melihat raut wajah Lucena berubah menjadi ketakutan saat ini.


" Bisa tolong.. Kamu selidiki tentang adik dari... Alona? " Mata Lucifer langsung membola. Dia tahu betul siapa orang yang memiliki nama yang Lucena sebutkan. Lucifer jadi bertanya-tanya jikalau semua ini memang ada hubungannya dengan kejadian tiga tahun yang lalu.


Hampir tiga jam lamanya, Galen berada di ruang operasi. Setelah operasi dinyatakan sukses Galen segera dipindahkan ke ruang ICU demi bisa memantau kondisinya pasca operasi. Dokter yang merawat Galen mengatakan jika sudah dua kalo Galen mengalami sakit ini. Maka keluarga diminta untuk lebih berhati-hati dalam pengawasan terhadap Galen karena bisa saja jika ada yang ketiga kalinya makan Galen mungkin tidak akan selamat.


Mendengar ucapan dokter ini, Lucena pun dengan kesadaran penuh ingin kembali tinggal di Milan. Sebagai seorang istri, Galen adalah tanggung jawabnya. Tidak melulu harus Lucena yang menjadi tanggung jawab Galen. Kali ini, Lucena benar-benar sudah memutuskan untuk meninggalkan semuanya yang ada di Roma, tentu saja juga profesinya sebagai dosen pun harus dia akhiri di sini.


Lucena penyampaian maaf secara tertulis untuk pihak kampus, dengan alasan selain berita yang beredar itu, juga karena sekarang Lucena harus merawat suaminya sehingga dia harus resign kembali dari pekerjaannya di kampus tersebut. Beruntung, pihak kampus memahami masalah yang terjadi pada Lucena saat ini dan mempersilahkan Lucena mengambil keputusan yang terbaik untuk masalah ini.


Lain Lucena dan keluarga yang menganggap bahwa ini semua adalah keputusan yang tepat. Lain lagi dengan tiga orang yang memendam dendam pada Lucena. Resign Lucena dari pekerjaannya di Roma, membangkitkan bom waktu yang sudah disetel oleh ketiga orang ini. Mereka tidak akan pernah membiarkan Lucena bebas dengan hidup yang tenang.


" Sialan.. Dia kembali ke Milan.. Apa bisa kita lancarkan rencana kedua? " Tanya pria satu.


" Bisa.. Aku akan mengurusnya.. Mungkin dua hari lagi baru selesai.. " Ucap pria tiga.


" Let's Get to the party... Lucena, harus berpesta setelah ini.. Hahahahahahahaha... "


Tawa tiga pria ini memenuhi rumah kecil dengan lantai dua. Rumah yang dulunya ditinggali oleh seorang nenek dan cucu perempuannya. Tiga tahun lalu, cucu perempuan nenek ini bunuh diri karena mengandung dan merasa menjadi aib. Setahun yang lalu, nenek pemilik rumah ini ikut meninggal lantaran tidak sanggup lagi menjalani hidup tanpa cucu perempuannya.