
Tanpa terasa waktu berjalan dengan sangat cepat. Rasanya baru kemarin Galen mengetahui jika istrinya kembali hamil, dan itu anaknya. Sekarang perut istrinya sudah membuncit karena usia kandungannya sudah tujuh bulan. Karena hamil kembar, perut Lucena sudah seperti perut wanita yang hamil sembilan bulan. Siapa saja yang melihat Lucena membawa perutnya yang besar itu, pasti meringis lantaran tidak sanggup membayangkan bagaimana rasanya jadi Lucena.
Di awal kehamilan memang Galen lah yang banyak mengalami ngidam. Tidak jarang di tengah malam dia akan membuat mansion heboh karena merengek meminta sesuatu yang tidak ada dijual pada jam malam. Pernah dia meminta Ghadi dan Gaffi menjadi mangga yang masih ada di pohonnya dan harus mereka berdua yang mengambil dari pohon.
Pernah juga Galen membuat Gafar harus berkencan dengan salah satu maid di mansion utama karena katanya itu keinginan dari janin yang ada di perut Lucena. Setelah kejadian itu, Gafar memilih tinggal di apartemen sampai ketika Galen sudah selesai dengan fase kehamilan simpatik dan berganti Lucena lah yang ngidam.
Sejak usia kandungan lima bulan kurang, Lucena sudah mengambil alih acara ngidam dari Galen. Dan pertama kali yang diinginkan Lucena adalah pergi untuk mencari sesuatu yang rasanya sangat sulit di dapatkan. Lucena menginginkan jagung bakar yang dibakar harus dengan arang dan itu harus Galen yang membakarnya. Tidak boleh terlalu gosong, juga tidak boleh terlalu mentah. Karena kejadian itu, Galen membakar hampir satu karung jagung.
Hari ini, Galen dan Lucena memiliki jadwal untuk memeriksa kan kandungan Lucena yang sudah memasuki usia kandungan tujuh bulan. Mereka rencananya juga akan memastikan jenis kelamin calon bayi mereka karena ingin mempersiapkan semuanya sebelum kedua calon bayi mereka lahir ke dunia.
" Selamat pagi tuan dan nyonya muda.. Mari kita langsung saja melihat bagaimana calon bayi nya.. " Dr. Elianor mengajak Lucena untuk melakukan USG.
" Bagaimana dok kondisi kedua calon anak kami? " Tanya Galen yang memang sudah tidak sabar.
" Sehat.. Detak jantung juga normal, berat badan sudah sesuai dengan usia mereka. Apakah tuan dan nyonya ingin melihat jenis kelamin bayi nya? " Galen dan Lucena mengangguk bersamaan.
Dr. Elianor mengakibatkan transuder ke beberapa tempat hingga akhirnya tepat mengarah pada alat kelamin salah satu bayi milik Galen dan Lucena. Kemudian, Dr. Elianor mengarahkan ke tempat lain untuk mencari jenis kelamin yang satunya. Dr. Elianor tersenyum saat sudah berhasil mengetahui kedua jenis kelamin bayi milik Galen dan Lucena serta memperlihatkan jenis kelamin si bayi pada kedua orang tuanya.
" Baby boy dan baby girl.. Mereka sepasang, tuan muda.. Selamat sekali lagi atas kehamilan nyonya muda.. " Ucap Dr. Elianor tulus.
" Len.. " Air mata Lucena jatuh begitu saja ketika mendengar dia mendapatkan sepasang anak sekaligus dalam sekali hamil. Sungguh hal yang sangat luar biasa dan Lucena begitu bersyukur atas rejeki yang Tuhan berikan padanya dan Galen.
" Hm.. Kita akan punya langsung anak laki-laki dan perempuan.. " Galen mengusap puncak kepala Lucena dengan penuh sayang.
Dr. Elianor tersenyum melihat kedua orang di depannya ini selalu memamerkan kemesraan di depannya. Bukannya iri, Dr. Elianor justru merasa sangat senang bisa melihat contoh dari sebuah rumah tangga yang mana keduanya sama-sama memiliki porsi yang sama dalam mencintai.
Dalam sebuah hubungan jika salah satu atau kedua orang di dalamnya terlalu mengebu dalam mencintai, maka sudah bisa dipastikan bahwa hubungan mereka akan terus bersitegang. Entah karena cemburu, atau bisa jadi karena perbedaan sifat dan keinginan untuk mendominasi sebuah hubungan. Dan yang seperti ini tidak ditemukan di dalam hubungan Galen dan Lucena. Karena porsi mereka dalam mencintai satu sama lain itu sama.
" Mohon untuk tuan muda lebih siaga dari sebelumnya. Karena biasanya, ibu hamil yang mengandung bayi kembar akan melahirkan lebih cepat, atau tidak sampai sembilan bulan sepuluh hari, sudah melahirkan.. Perhatikan gizi dan juga jangan terlalu lelah dalam beraktifitas.. " Ucap Dr. Elianor memperingati pasangan calon orang tua ini.
" Tidak semuanya tapi ada beberapa kasus hamil kembar memang lahir lebih awal. Hal itu normal nyonya muda, anda tidak perlu khawatir dan hanya perlu menyiapkan hati saja. " Lucena mengangguk.
" Terima kasih, dok.. Kami permisi.. " Galen pamit sambil menjabat tangan dokter kandungan Lucena ini.
" Iya tuan muda.. Semoga perjalanan ada lancar sampai kediaman.. " Dr. Elianor tersenyum mengantar kepergian pasiennya yang juga merupakan keturunan pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
Di dalam perjalanan kembali ke mansion, memang Galen menyadari jika ada yang mengganggu pikiran Lucena. Galen mencoba menahan bertanya dan akan menanyakan ketika mereka sudah sampai di mansion nanti. Galen sedang menyetir dan dia harus fokus demi keselamatan mereka semua.
Ketika sampai ke mansion utama, Galen benar-benar bertanya pada Lucena mengenai hal yang membuat Lucena kepikiran. Galen mengingatkan juga, jika ibu hamil tidak boleh sampai terlalu banyak pikiran dan stress karena bisa berpengaruh buruk pada janin yang dikandungnya. Takut dengan ucapan Galen, Lucena pun akhirnya mengatakan apa yang dapt mengganggu pikirannya saat setelah pemeriksaan tadi.
" Mendengar bisa saja hamil kembar melahirkan lebih awal dari HPL nya membuat ku takut, Len.. Entah kenapa perasaan ku tidak tenang setelah itu.. " Tutur Lucena. Galen pun mengangguk paham karena dia juga merasakan hal yang sama.
" Begini.. Untuk membuat perasaan kita tenang mengenai hal itu, lebih baik kita mempersiapkan semuanya sejak sekarang. Kita beli perlengkapan bayi sekarang dan mempersiapkan tentang proses kelahiran bayi juga dari sekarang.. "
" Jika semua sudah ada persiapan, kita juga bisa lebih tenang menjalani kedepannya kan.. " Lanjut Galen.
" Ehm.. Kau benar juga.. Kita hanya perlu mempersiapkan lebih awal untuk menyambut jika mana kelahiran kedua bayi kita ini lebih awal.. Apakah mereka menginginkan lebih cepat bertemu kita? " Lucena mengusap perutnya. Tentu saja, langsung mendapat respon dari janin yang dia kandung karena terasa ada yang menendang.
" Ssssttt.. " Lucena mendesis karena merasakan tendangan dari bayi yang di kandung.
" Hahahaha.. Kalian benar-benar semangat sekali untuk lekas melihat dunia ya.. Sampai segitunya nendang bunda.. Jangan kencang-kencang boy, girl, nanti bunda kesakitan.. " Galen tersenyum senang.
Interaksi antara ayah dan anak ini tidak luput dari pandangan mommy Noura dan daddy Joaquin. Keduanya orang tua Galen ini ikut bahagia karena bisa menyaksikan dengan kedua mata mereka. Akhirnya putra sulung mereka sudah mulai merasakan kebahagiaan saat ini.
" Semoga saja, tidak akan ada lagi aral melintang dalam rumah tangga mereka.. " Doa tulus dari tuan dan nyonya besar de Niels.