IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Belajar menjadi suami siaga



Senyum dari bibir Lucena tidak pernah surut setelah pertemuannya dengan Dr. Elianor pagi tadi. Lain dengan Lucena yang terus tersenyum, Galen justru murung. Bukan karena tidak suka dengan kabar yang diberikan oleh Dr. Elianor tentang kelima tespect tadi. Hanya saja, Galen merasa bersalah atas apa yang terjadi.


Menurut Galen sekarang ini belum saatnya karena mereka baru saja berhasil hidup di tengah badai panjang yang menerpa pernikahan mereka. Galen sedang tidak percaya diri jika dia bisa menjadi seorang suami yang baik dalam kondisi Lucena tengah mengandung saat ini.


Yap benar sekali, Dr. Elianor menyampaikan jika di kelima tespact yang dipakai oleh Lucena, semuanya menampilkan garis dua merah meski samar-samar. Menurut Dr. Elianor dua garis itu belum terang karena kandungan Lucena baru tiga minggu. Ajaibnya, selama tiga minggu ini Galen belum merasakan apa-apa tapi begitu mengetahui Lucena mengandung buah hatinya, Galen mulai mengalami kehamilan simpatik.


Terhitung sudah lima kali sejak kembali dari rumah sakit, Galen bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi di perutnya. Belum lagi sekarang ini, kepalanya sangat pusing bagai dipukuli oleh puluhan orang. Sehingga hari ini, bisa dipastikan Galen tidak akan masuk kerja.


" Luce.. Apa Galen sakit? " Tanya mommy Noura ketika melihat menantunya berada di dapur membuat teh.


" Iya mom.. Dia sedang tidak enak badan. Kata dokter, hal itu adalah hal wajar karena Galen tengah mengalami kehamilan simpatik. " Jawab Lucena tanpa mengalihkan perhatiannya dalam membuat teh.


" Kehamilan simpatik? " Beo mommy Noura ketika otaknya belum bisa mencerna informasi dari Lucena dengan benar.


" Apa? Jadi kamu hamil? " Pekik mommy Noura yang langsung terlihat sumringah saat ini.


" Iya mom.. Baru tiga minggu usia kandungannya. "


" Kalau begitu kamu harus minggir.. Biar mommy yang buatkan teh untuk si Galen.. Kamu tidak boleh kecapekan Luce, karena dulu kan kamu pernah keguguran dan yang ditakutkan nanti bisa bahaya untuk kandungan kamu.. Pasalnya ibu hamil yang pernah keguguran sangat riskan keguguran lagi, Luce.. " Mommy Noura memberi nasehat panjang lebar pada menantunya.


" Iya mom.. Terima kasih atas perhatiannya.. " Mommy Noura mengangguk.


Berita tentang kehamilan Lucena sudah menyebar ke semua anggota keluarga de Niels. Termasuk ketiga pria yang menjadi kembaran Galen. Ketiganya tidak berhenti menggoda Galen. Pasalnya Galen sendiri susah berkoar-koar jika dia tidak ingin terlebih dahulu memiliki momongan setelah kejadian pahit yang dia dan istrinya alami.


Tapi coba dilihat sekarang, Galen dan Lucena sudah menjadi calon orang tua dari dua bayi kembar yang ada di kandungan Lucena. Meski kesal karena terus mendapatkan godaan dari ketiga kembarannya, Galen tetap bersyukur bahwa dia masih dipercaya untuk memiliki momongan setelah apa yang pernah terjadi antara dirinya dan Lucena.


" Benarkah? Setidaknya kalian harus memberikan apartemen, hotel, resort atau saham di masing-masing perusahaan kalian.. Bukan begitu Luce? " Ujar Galen menanggapi ucapan saudara kembarnya.


" Heleh.. Itu yang ngarep kau, Len.. Mana ada bayi bisa ngurus hotel dan lain-lain itu.. Modus kau.. " Gafar menoyor kepala Galen karena kesal. Si sumbu pendek ini memang gampang sekali terpancing emosinya.


" Hahahahahaha.. Ya nggak apa kan.. Aku saja memberi Carmel dan adiknya hotel di Spain dan Germant.. Apa salahnya kalian juga begitu? " Ucap Galen terlihat begitu sombong.


" Ya.. Ya.. Ya.. Si paling kaya.. "


Suara canda dan tawa menggema di ruang keluarga di mansion utama de Niels. Mereka semua begitu gembira ketika mereka mendapatkan calon anggota baru di kediaman mereka. Setelah apa yang pernah terjadi, mereka semua berjanji akan selalu saling membantu menjaga kandungan Lucena hingga nantinya kedua anaknya bisa lahir dengan selamat.


Ketakutan mereka tentu ada, karena Lucena pernah mengalami sebuah kejadian yang pahit tentang kehamilan yang dulu. Di sini semua mengusahakan agar Lucena tidak sampai stress dengan semua hal yang ada di depan mata demi menghindari jika nantinya pasca melahirkan Lucena akan mengalami baby blues.


Galen sendiri sudah berjanji akan selalu menjadi garda terdepan untuk sang istri. Dan dia pun belajar dari anggota keluarga yang lain untuk menyiapkan diri sebagai suami siaga ketika sang istri tengah mengandung.


" Kalian pandai sekali.. Daddy pernah menyakiti mommy kalian dan sekarang kalian membuat daddy merasakan kehamilan simpatik.. Ini balasan dari kalian pada daddy ya.. " Galen berceloteh bersama kedua janin yang ada didalam kandungan Lucena ketika malam hari tiba dan dia serta istrinya sudah bersiap untuk istirahat. Lucena bahkan sudah tertidur dulu setelah meminum susu ibu hamil dan vitamin kandungan.


" Daddy tidak sabar bertemu dengan kalian, jadi baik-baik dalam kandungan mommy, dan sampai bertemu sembilan bulan sepuluh hari lagi ya.. Daddy menyayangi kalian, kami semua menyayangi kalian.. " Galen mencium perut Lucena yang tidak ada halangan karena baju Lucena sudah Galen singkap ke atas.


" Terima kasih Tuhan.. Karena kau masih memberikan kepercayaan pada hamba mu ini untuk kembali bisa dipercaya memiliki momongan.. Hamba akan usahakan dengan segenap hati dan keyakinan jika hamba akan menjadi suami siaga dan tidak akan mengulang kejadian yang sama seperti di kehamilan istri hamba yang pertama.. " Doa Galen sebelum akhirnya terlelap menyusul sang istri.


Tidak pernah Galen sangka dia bisa secepat ini memiliki momongan kembali. Awalnya Galen ingin menunda satu atau dua tahun lagi untuk memiliki anak. Tapi lihat, karena kebodohannya yang asal buang benih di dalam rahim Lucena, membuatnya akan segera menjadi seorang daddy beberapa bulan lagi.


Dalam tidurnya Galen tersenyum, dia bermimpi tengah bermain dengan dua anak kecil yang satu tampan dan satu lagi sangat cantik seperti Lucena. Harapan Galen hanya satu, setelah ini, keluarganya tidak akan perlu mengalami badai seperti dulu lagi.