IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Dia mungkin saja tahu



Sejak malam dimana Galen dan Lucena bertengkar karena Lucena yang menyembunyikan tentang pengobatan penyakit mentalnya, hingga hari ini sudah seminggu lamanya kedua masih saja diam dan hanya berbincang ketika memang diperlukan. Pembahasan mereka jika terpaksa harus berbincang juga hanya seputar si kembar, tidak ada yang lain lagi.


Kedua orang tua Galen nampaknya mulai bisa membaca gelagat dua orang ini. Tapi untuk bertanya, baik daddy Joaquin maupun mommy Noura tidak berhak karena itu sudah bukan ranah mereka berdua untuk ikut campur. Yang bisa kedua orang tua ini lakukan hanya mengawasi saja dan bila nanti situasi sudah diluar kendali baru mereka akan turun tangan.


Untuk sekedar tahu apa yang dua orang ini permasalahan kan hingga terjadi perang Dingin seperti ini, daddy Joaquin pun bertanya pada Ketos yang jelas tahu situasi kedua majikan nya. Untung nya Ketos tetap mau bercerita meski mungkin Galen meminta Ketos untuk tetap diam.


Setelah mengetahui duduk permasalahan dari putra dan menantunya ini alami, daddy Joaquin nantinya akan mengajak keduanya untuk berbincang terlebih dahulu. Memang daddy Joaquin tidak berhak ikut campur, tapi tak ada salahnya untuk memberi nasehat.


" Galen. " Panggil daddy Joaquin setelah putranya ini selesai sarapan.


" Ya, dad? " Galen yang awalnya hendak berangkat bekerja pun mengurungkan niatnya karena dipanggil oleh sang daddy.


" Siang nanti, bisa kita makan siang bersama? " Tanya daddy Joaquin karena takut jika putranya memiliki jadwal lain.


" Tentu.. Kita bertemu di restoran Ghadi. Bagaimana? " Daddy Joaquin langsung mengangguk setuju.


Restoran milik Ghadi ada yang letaknya tak jauh dari gedung JN GROUP. Daripada jauh-jauh ke restoran lain yang selain jauh juga belum masakannya enak, lebih ke restoran Ghadi saja yang terjamin enak dan gratis lagi.


Setelah sepakat, Galen pamit pada daddy nya untuk berangkat bekerja. Jika biasanya dia akan menghampiri sang istri untuk mengecup bibir, atau dahi. Sekarang Galen justru langsung pergi begitu saja. Membuat Lucena yang ada di ruangan yang sama, langsung memalingkan wajahnya agar air matanya tidak diketahui orang lain.


" Ternyata, dirimu benar-benar marah pada ku, Len.. Padahal, niat ku sebenarnya baik dengan tidak memberitahu kan semua ini pada mu. Aku tak ingin kau sampai terlalu banyak pikiran. Apa aku salah? " Monolog Lucena dalam hati.


Mommy Noura yang tanpa sengaja melihat air mata yang Lucena coba sembunyikan tadi hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Menurut mommy Noura, Putranya terlalu kekanak-kanakan dalam menghadapi permasalahan kali ini.


*************


Sesampainya di kantor, bukannya bekerja, Galen malah justru melamun. Tadi, saat dia mengabaikan Lucena ketika hendak berangkat bekerja, bukan Galen tidak tahu jika istrinya menangis. Galen sebenarnya juga tidak tega melihat istrinya menangis seperti ini. Tapi, jika tidak seperti ini, Lucena akan terus mengulang kesalahan yang sama. Galen tidak menginginkan di dalam rumah tangga nya nanti tidak ada saling keterbukaan.


Galen yang kesal dan marah, tapi dia juga yang sekarang tersiksa karena mengabaikan sang istri. Kerjaan Galen di kantor jadi tidak bisa fokus, karena selalu terbayang-bayang wajah sedih dari Lucena. Entah sampai kapan Galen bersikap seperti ini. Semuanya tergantung pada sampai kapan Lucena menutupi semuanya.


Galen sudah tahu semuanya, tapi dia memilih diam karena ingin jika Lucena sendiri yang mengatakan semua itu padanya. Galen ingin Lucena jujur dan tidak akan mengulangi seperti ini lagi untuk ke depannya.


" Ketos.. Kosongkan, jadwal ku setelah jam makan siang.. Aku akan makan siang di luar bersama daddy.. Jika tidak ada yang penting jangan menghubungi ku.. " Ucap Galen memberi instruksi pada asisten pribadi nya ini.


" Baik tuan.. Tapi, jam lima sore nanti anda memiliki meeting dengan HK building, membahas tentang masalah pembangunan resort. Apa pertemuan itu juga harus saya cancel? " Tanya ketos memastikan terlebih dahulu takut jika nanti dia membuat keputusan yang salah.


Jika Galen sibuk di perusahaan mengurus pekerjaan dan bisnis keluarga de Niels, maka sekarang ini, Lucena kembali mendatangi dokter ?Milly untuk mengikuti sesi pengobatan yang harus dia jalani agar penyakit mental karana trauma nya dengan kejadian di masa lalu bisa segera sembuh.


Lucena lelah, jika setiap kali dia mulai merasa ketakutan akan sesuatu yang tidak pasti. Ketakutan yang berasal dari trauma nya. Lucena ingin sembuh, ingin kembali lagi normal seperti dulu. Karena itu dia nekat berobat meski sekarang ini dia didiamkan oleh Galen lantaran masih tidak mau jujur tentang kondisinya.


" Selamat pagi dok.. " Sapa Lucena ketika memasuki ruangan dokter Milly.


" Selamat pagi nyonya muda.. Silahkan duduk terlebih dahulu.. Saya perlu mengecek tekanan darah anda.. " Dokter Milly pun segera memeriksa Lucena sebelum memulai sesi pengobatan mereka.


Alis dokter Milly berkerut ketika mengetahui jika tekanan darah Lucena sedikit tinggi. Rasanya ini cukup mengkhawatirkan karena darah tinggi untuk orang yang memiliki trauma seperti Lucena ini dikhawatirkan bisa mengakibatkan serangan jantung juga stroke. Dokter Milly cukup heran karena terakhir kali pertemuan mereka, kondisi Lucena masih baik-baik saja.


" Apa anda memiliki pemikiran yang mengganggu akhir-akhir ini? " Tanya dokter Milly.


" Iya dok.. " Lucena tersenyum. Menutupi sesuatu dari seorang dokter yang mempelajari psikis manusia itu, cukup sulit ternyata.


" Boleh diceritakan pada saya, nyonya.." Dokter Milly tersenyum.


" Saya bertengkar dengan suami saya, dan dia mendiamkan saya sejak seminggu yang lalu.. Penyebabnya adalah saya yang menyembunyikan pengobatan saya padanya.." Tutur Lucena mengambil garis besarnya saja.


HUFT..


Dokter Milly menghela nafas untuk memberinya semangat agar bisa meyakinkan pasiennya ini untuk mengatakan kondisinya yang sebenarnya pada keluarganya, terutama suaminya. Tidak ada pasien yang memiliki trauma bisa sembuh tanpa adanya keluarga atau orang tercinta disekitarnya. Mereka justru akan merasa kesepian dan itu justru membuat penyakit mental lain keluar.


Dilihat dari tingginya tekanan darah dari Lucena ini, dokter Milly menyimpulkan jika yang terjadi antara pasangan suami istri ini cukup pelik. Solusinya ya hanya satu, yaitu Lucena jujur dengan kondisinya dan semua pengobatan yang harus dia jalani. Kemudian, meminta support suami dan keluarga nya dengan begitu penyakitnya bisa lekas sembuh.


" Apa anda tidak mengatakan yang sebenarnya, meski kenyataannya suami anda bisa saja sudah mengetahui semuanya tapi dia tetap menginginkan untuk mengetahui semua itu dari diri anda sendiri nyonya? " Tanya dokter Milly mencoba membuka pola pikir Lucena.


" Maksud nya bagaimana, dok? Saya tidak paham betul apa yang anda maksud... " Tanya Lucena ingin memperjelas pembahasan mereka.


" Anda mungkin lupa nyonya, tapi suami anda adalah orang yang sangat berpengaruh di negara ini. Bisa dibayangkan bagaimana kemampuan beliau mendapatkan apapun yang dia ingin ketahui termasuk informasi tentang anda.. Pertanyaan saya disini adalah apakah anda tetap akan diam dan tidak mau mengatakan yang sejujurnya padahal bisa saja suami anda mengetahui semuanya hanya ingin mendengar langsung dari anda.. " Lucena tersentak.


Dirinya sama sekali tidak kepikiran sampai kesana. Mungkin saja Galen tahu dia bertemu seorang psikiater dari salah satu pegawai atau koleganya yang melihat Lucena di rumah sakit ini. Tapi untuk Galen menyelidiki tentang kenapa dia berada di rumah sakit ini, dan bukan JN HOSPITALS, lalu dirinya yang menemui psikiater, terlintas dibenaknya saja tidak.


Lalu, haruskah sekarang Lucena mengajak bicara dan membahas apa yang dia alami. Atau tetap diam dan tetap menjalani pengobatannya tanpa melibatkan Galen didalamnya.