
Situasi di bagian luar rumah sakit JN GROUP tidak sama dengan situasi yang ada di lantai empat yang sangat sunyi. Di dalam kamar rawat Galen, hanya suara dari alat pengukur detak jantung saja yang berbunyi. Bagaimana dengan Galen, dia masih tidur karena mempersiapkan operasi yang akan dia jalani siang ini.
Di samping Galen yang terbaring tidur, Lucena tengah mengecek beberapa pekerjaan yang dia tinggalkan. Sejak kemarin memang Lucena tidak menyentuh ponsel miliknya karena tidak bisa menemukan keberadaan ponsel itu dimana pun dia mencarinya. Namun, Lucena tidak perlu memusingkan apapun meski tidak ada ponsel. Keluarganya akan datang setiap tiga jam sekali, untuk menjengguk Galen.
Urusan lainnya seperti makanan dan pakaian pun, Lucena tidak perlu mencemaskan hal itu. Kalau keluarganya sibuk sehingga tidak bisa membawakannya pakaian dan makanan, maka akan ada suster dari lantai empat yang akan membantu mengurus hal itu. Jadi yang harus Lucena lakukan dan pikirkan hanya tentang Galen saja.
Tok.. Tok..
" Masuk.. " Seru Lucena saat mendengar pintu ruang rawat Galen diketuk.
" Selamat pagi, nyonya muda.. Kami akan memeriksa kondisi tuan muda sebelum memutuskan tentang tindakan operasi nanti siang. " Dokter yang merawat Galen bicara.
" Silahkan dok.. " Lucena mempersilahkan.
Dalam diam dia melihat dokter yang memeriksa kondisi Galen. Awalnya memang Galen tengah tertidur, tapi begitu dia merasa tubuhnya ada yang menyentuh, Galen pun terbangun. Dokter kini tengah mengecek tekanan darah Galen. Karena tindakan operasi tidak bisa diambil apabila tekanan darah pasien masuk kategori tinggi.
" Tekanan darah anda normal, tuan muda.. Usahakan jangan ada banyak pikiran dan tetap tenang agar tekanan darah anda tidak naik.. " Ucap dokter memberi nasehat.
" Tentu dok.. Terima kasih.. " Galen berucap dengan nada yang sangat lirih. Dadanya masih sakit untuk bicara, bahkan menghirup udara saja Galen kesulitan.
" Kalau begitu saya permisi, nanti tepat jam sepuluh, akan ada suster yang datang kemari dan membantu tuan muda mempersiapkan diri sebelum masuk ruang operasi.. " Galen hanya mengangguk.
Dokter pun meninggalkan ruangan rawat Galen diantar oleh Lucena sampai ke pintu. Ruangan rawat Galen ini memang sangat besar. Hampir sebesar hunian kecil yang biasa digunakan oleh keluarga kecil yang ada di daerah ini. Bahkan untuk menampung keluarga besar saja, kamar ini mampu. Jadi bisa dibayangkan sebesar apa ruang rawat khusus keluarga de Niels ini.
" Terima kasih dok.. " Ucap Lucena begitu sampai di pintu ketika mengantar dokter yang memeriksa Galen tadi keluar dari ruangan ini.
" Sama-sama nyonya muda.. Mohon bantuannya untuk menjaga tuan muda. " Lucena mengangguk.
Lucena kembali ke ruang rawat Galen untuk bertanya apakah ada yang Galen butuhkan. Seperti ingin duduk atau menambahkan bantal di bagian kepalanya. Galen tengah puasa sebelum operasi, dia pun juga menggunakan kateter khusus pria sehingga tidak perlu harus ke kamar mandi. Hanya beberapa jam sekali, Lucena atau suster akan membuang isi dari penampung urine.
" Ingin sesuatu? " Tanya Lucena.
Memang membosankan saat Lucena menjaga Galen di rumah sakit. Televisi tidak bisa menyala entah karena ada kesalahan apa, kemudian ponsel miliknya dan Galen juga tidak ada. Lucena tidak memiliki pikiran buruk sama sekali dengan semua yang terjadi. Dia hanya berpikir mungkin ponsel miliknya dan milik Galen dibawa keluarganya, dan untuk masalah televisi mungkin karena jarang ada pasien di lantai ini jadi tidak dinyalakan.
" Huh.. Enaknya ngapain ya? " Gumam Lucena yang mulai merasa bosan.
Tidur juga tidak bisa karena dia takut terlewatkan waktu Galen dipanggil untuk operasi. Bermain permainan di laptopnya juga bosan karena tidak ada banyak permainan di laptop miliknya. Golek golek di sofabed juga bosan karena sudah sering dia lakukan selama dua hari menjaga Galen.
Lucena pun berencana untuk turun ke bawah saja ingin ke cafetaria. Sekedar ingin mencari suasana baru dengan minum kopi dan menikmati kue yang dijual di cafetaria yang ada di lantai satu rumah sakit ini.
Lucena mengambil dompet miliknya setelah memastikan Galen tertidur lelap. Lucena, berjalan ke arah tempat dimana biasanya suster jaga berkumpul di lantai empat ini. Sayangnya, satu pun suster tidak terlihat ada di ruang jaga. Akhirnya Lucena meninggalkan pesan yang dia tulis di memo dan dia tempelkan di bagian informasi.
Dengan langkah mantap dan senyum yang terlukis di wajahnya, Lucena melangkahkan kakinya menuju ke lift untuk turun ke cafetaria yang ada di lantai satu. Lucena terus tersenyum, tanpa dirinya tahu jika lantai satu, suasana sangat tidak menguntungkan bagi dirinya. Lucena yang tidak tahu apa-apa jelas nanti pasti terkejut saat mengetahui situasi dan kondisi di lantai satu.
" Kenapa ramai sekali tempat ini? " Gumam Lucena terkejut.
" Apakah ada pasien penting yang dirawat di rumah sakit ini? " Lucena bertanya-tanya.
SAMPAI SAAT INI, SAMA SEKALI BELUM ADA KLARIFIKASI DARI KELUARGA DE NIELS MENGENAI PEMBERITAAN YANG TENGAH MARAK DI MEDIA ATAS APA YANG MENIMPA PASANGAN GALEN DAN LUCENA DE NIELS.
MASYARAKAT SEMAKIN BANYAK YANG BERSPEKULASI JIKA BERITA INI MEMANG BENAR ADANYA. DIAMNYA KELUARGA DE NIELS DAN BUKTI NYATA YANG MEDIA DAPATKAN, TIDAK AKAN MAMPU DIPATAHKAN DENGAN KEBOHONGAN MACAM APAPUN. JADI, BAGAIMANA KELUARGA PENGUASA BISNIS DI ITALIA INI MENYELESAIKAN MASALAH INI?
Mata Lucena membola saat melihat berita di televisi yang ada di dekat cafetaria di lantai satu. Pasien dan keluar pasien yang ada di lantai satu langsung melihat ke arah Lucena berdiri melihat ke arah televisi. Semua mulai bisik-bisik saat melihat, seseorang yang menjadi buah bibir hampir semua masyarakat di negara ini.
Bermacam-macam perkiraan yang dibicarakan oleh orang-orang yang melihat keberadaan Lucena di lantai ini. Mereka ada yang berpendapat jika berita itu tidak benar, ada juga yang mempercayai berita itu dan mulai melihat Lucena dengan tatapan mencemooh.
Kini, Lucena tahu kemana ponselnya dan milik Galen. Serta alasan televisi di ruangan rawat Galen yang tidak bisa menyala. Semua ini, adalah tindakan yang diambil oleh keluarganya untuk menyembunyikan berita yang menghebohkan semua orang di negara ini.
Setelah berhasil menguasai dirinya, meski dengan wajah yang shock. Lucena pun langsung berlari menuju ke tempat parkir khusus keluarganya dan lekas pergi menuju ke suatu tempat yang bisa menjawab rasa ingin tahunya saat ini. Dan disinilah sekarang, Lucena tengah berada di rapat keluarga yang membahas tentang berita yang menimpa dirinya.
" Aku akan membantu agar masalah ini cepat selesai. Sebagai anggota keluarga de Niels, aku ikut bertanggung jawab dalam masalah ini.. " Ujar Lucena saat mendengar Lucifer berucap akan menyelidiki masalah ini terlebih dahulu.