IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Pillow talk



Hamil bayi kembar, memiliki banyak sekali kendala saat kehamilan ataupun saat melahirkan. Berbagai macam kondisi yang mungkin saja dialami oleh ibu hamil yang mengandung hamil kembar. Salah satunya adalah preklamsia, keguguran, anemia, dan masih ada beberapa kasus yang bisa dialami ibu hamil kembar.


Melihat banyaknya komplikasi yang bisa terjadi pada ibu hamil bayi kembar, Galen menjadi lebih protektif jika mengenai kegiatan dan asupan sang istri. Galen bisa seminggu dua kali mengajak istrinya untuk memeriksakan kandungan agar jangan sampai ditemukan kasus komplikasi pada sang istri yang bisa membahayakan janin dan ibunya.


Galen sangat memperhatikan semua hal tentang kehamilan Lucena. Apalagi sekarang kandungan Lucena sudah memasuki minggu ke 28, dan banyak sekali keluhan yang dialami Lucena. Sakit pinggang, susah tidur karena mencari posisi yang nyaman untuk tidur sangat sulit, belum lagi lebih sering ke kamar mandi, dan yang paling ditakutkan Galen jika sampai kaki Lucena bengkak.


Sebagai suami siaga ketika istrinya tengah mengandung, Galen menjadi orang pertama yang harus tahu apapun yang Lucena lakukan dan rasakan. Di kehamilan kedua Lucena ini, Galen tidak ingin lagi mengabaikan dan acuh seperti kehamilan pertama Lucena dan mengakibatkan mereka harus kehilangan calon bayi mereka.


" Eugh... " Terdengar suara lenguhan dari Lucena.


" Kenapa? " Galen langsung bangun begitu mendengar sang istri melenguh dan ranjang mereka bergerak karena Lucena membuat pergerakan seperti ingin turun dari ranjang.


" Ingin ke kamar mandi.. " Ujar Lucena. Galen hanya bisa menghela nafas saja, karena jika dihitung mungkin saja Lucena sudah kelima kalinya ke kamar mandi sejak mereka tidur.


" Aku bantu.. " Galen sudah berniat ingin bangun dan memapah Lucena ke kamar mandi, tapi langsung ditolak karena Lucena merasa tidak enak mengganggu waktu istirahat suaminya.


Lucena tahu betapa Galen selalu menjadi yang paling terdepan selama dia hamil. Memasak pun Galen lakukan karena Lucena hanya mau makan hasil masakan Galen dan dari suapan Galen selama hamil. Belum lagi Galen harus pergi ke kantor bekerja, siang harinya kembali ke mansion menemani Lucena makan siang, setiap malam Galen akan menemani Lucena saat dirinya tidak bisa tidur atau punggungnya sakit.


Bentuk perhatian dari Galen inilah yang membuat Lucena terbebani. Dia jadi lebih manja setelah hamil, justru semakin membuat Galen kurang istirahat. Dalam satu malam, terkadang Galen hanya tidur tiga sampai empat jam karena terus mengusap punggung Lucena ketika dia merasakan sakit di bagian punggungnya.


" Aku tidak mau mengambil resiko jika sampai kau terpeleset di dalam kamar mandi.. Aku tetap akan mengantar mu.. " Lucena pun akhirnya mengalah dan membiarkan Galen membantunya ke kamar mandi.


" Len.. " Panggil Lucena ketika dia dan Galen sudah kembali ke ranjang dan bersiap kembali tidur. Masih pukul dua dini hari, dan sebenarnya Galen sangat mengantuk saat ini.


" Apa? Kau ingin makan sesuatu? " Tanya Galen. Biasanya memang sang istri akan request ingin makan sesuatu ketika malam hari.


" No.. Aku kenyang, lagi berat badan ku sudah naik hampir empat puluh kilo.. Apa kau benar-benar ingin membuat diriku mirip gentong air? " Lucena melirik sinis, apalagi ketika Galen tertawa karena ucapannya.


" Kau tidak lihat, sekarang ini bahkan aku tidak lagi cantik dan seksi.. Kau sengaja ya, membuatku jadi sebesar gentong air lalu setelah itu kau menjadikan alasan bentuk tubuh ku untuk selingkuh.. " Mata Galen terbelalak, tidak percaya jika Lucena bisa berucap seperti itu.


Lucena jelas paham kemana arah pembicaraan sang suami. Sudah pasti bagian depan dan belakang yang dimaksud adalah bagian yang paling besar setelah perutnya. Lucena terkadang heran, karena dua bagian tubuhnya itu benar-benar bertambah besar, bahkan perubahannya sangat terlihat. Dan karena itulah suaminya ini jadi seperti kuda liat jika bercinta dengannya.


" Setiap hari, kau selalu bertemu wanita cantik. Dari sekretaris mu, pegawai di kantor mu, belum lagi kolega mu.. Di hadapan ku selalu bermunculan wanita cantik dan seksi, aku yakin kau pasti lebih memilih melihat bentuk tubuh mereka daripada bentuk tubuh ku.. " Bibir Lucena sudah mengerucut imut sekali. Rasanya Galen ingin mencubit bibir dari istrinya yang terlihat semakin seksi jika begini.


" Bagi ku, kau yang tercantik dan terindah.. Untuk apa aku terpesona dengan tubuh wanita lain jika milik ku saja begitu seksi. " Galen membuat alisnya naik turun menggoda sang istri.


Lucena memutar bola matanya malas, pandai sekali suaminya ini menanggapi ucapannya. Lucena sadar terkadang dia keterlaluan membuat Galen beberapa kali batal menjadi hubungan kerja sama dengan perusahaan lain hanya karena koleganya itu berjenis kelamin perempuan. Lucena rela merengek dan ngambek makan jika sampai Galen masih memiliki hubungan kerja sama dengan kolega perempuan. Dan sampai saat ini pun masih tetap seperti itu.


Beruntung Galen selalu memahami keinginan Lucena dan selalu menjadikan keinginan Lucena sebagai prioritas dalam hidupnya. Jadi, meski kehilangan kesempatan kerja sama milyaran dolar, Galen sama sekali tidak ambil pusing. Dia rela kehilangan semua itu asal istrinya nyaman.


" Sejak kapan kau pandai menggombal? Setahu ku dulu kau itu sangat kaku dengan hal-hal berbau romantis seperti itu.. " Sejak dirinya hamil, Lucena dinyatakan terkena penyakit diabetes karena rayuan gombal dari Galen.


" Dulu aku menyembunyikan bakat ku merayu wanita agar kau tidak terus-terusan cemburu buta pada ku.. Karena sekarang kita sudah bersama aku tinggal keluarkan saja bakat terpendam ku ini.. " Lucena tertawa mendengarnya.


" Aduh... " Tiba-tiba saja Lucena merasakan sakit yang cukup parah dari biasanya.


" Kenapa? Apa baby kita menendang? " Galen terlihat antusias.


" Aduh.. Rasanya bukan karena baby kita menendang.. Ssssttttt.. Len, perut ku mulas sekali.. " Keluhan Lucena.


" Benarkah? Apa kau salah makan? Biar aku panggil dokter dulu.. " Galen segera melompat dari ranjang untuk menghubungi Dr. Elianor yang selalu siaga dua puluh empat jam demi nyonya muda de Niels ini.


" Len.. Sakit.. " Galen semakin panik ketika istrinya terus menerus menahan sakit yang terlihat sangat menyakitkan itu.


" Tenang ya. Dokter akan segera datang.. " Galen langsung naik ranjang dan berusaha menenangkan sang istri.