
Jika kemarin-kemarin, semua media sosial dan televisi dihebohkan dengan berita tentang istri dari pewaris utama keluarga de Niels. Maka kali ini, berita di semua media sosial dan televisi tengah dihebohkan dengan berita penangkapan tiga pemuda yang diduga sebagai orang-orang yang telah menjadi dalam dari semua berita heboh tentang Lucena de Niels.
Berita yang sejak pagi sudah memenuhi semua media di negara Italia, akhirnya saat ini sampai juga ke telinga Galen dan Lucena yang baru saja selesai mandi dan bersiap untuk sarapan bersama keluarga di mansion utama. Sungguh berita ini membuat keduanya terkejut karena awalnya mereka ingin mengecek ponsel mereka, tapi justru melihat berita ini.
Galen dan Lucena bergegas turun ke lantai satu untuk menemui keluarga besar mereka dan menanyakan masalah ini. Siapa yang sudah turun tangan di dalam masalah ini hingga ketiga pemuda yang diduga sebagai pelaku akhirnya tertangkap juga. Dan ketika Galen dan Lucena sampai di lantai satu, di ruang makan sudah ada keluarga utama dan keluarga Lucena yang duduk sarapan bersama.
" Kalian baru turun? Ayo sarapan dulu.. " Ajak mommy Noura yang langsung menyiapkan sarapan untuk Lucena dan Galen.
" Kalian semua sudah lihat berita? " Tanya Galen yang memang sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
" Sarapan dulu.. Baru bahas masalah itu. " Ujar daddy Joaquin tegas. Galen pun mengangguk dan mulai sarapannya bersama dengan keluarga.
Sekitar setengah jam kemudian, semua yang tadi sarapan, kini sudah duduk di ruang keluarga. Kentara sekali jika Galen sangat tidak sabar menantikan penjelasan dari daddy nya, duduk Galen tidak tenang dan terlihat gelisah. Melihat itu, ada senyum tipis yang daddy Joaquin perlihatkan. Sayangnya, tidak ada yang bisa melihat senyum tipis itu karena memang sangat tipis sekali.
Selama ini daddy Joaquin diam saja melihat kasus yang terus bergulir di media tentang menantunya. Namun sejati nya, daddy Joaquin tidak benar-benar lepas tangan begitu saja tentang masalah ini. Daddy Joaquin tetap mencari tahu permasalahan ini dan semua orang yang Galen perintahkan untuk menyelidiki kasus ini pun juga melapor pada daddy Joaquin.
Daddy Joaquin mendapatkan jawaban lebih dahulu siapa yang menjadi pelaku karena secara kebetulan, informasi yang dia temukan mengarah pada tiga pemuda itu. Yang pertama merupakan adik tiri dari Alona, yang kedua adalah mantan kekasih Alona sekaligus ayah dari bayi yang dikandung Alona saat ini, dan yang ketiga adalah seorang pria yang juga sahabat kedua pria tadi, tapi memiliki dendam tersendiri pada Lucena.
" Sejak kapan daddy mengetahui semua ini? " Tanya Galen yang sudah tidak sabar lagi ingin segera mendengar penjelasan dari daddy nya.
" Sejak kemarin.. Kebetulan informasi daddy lebih lengkap, jadi daddy bisa langsung menebak pelakunya. Rouge yang menangkap mereka semalam.. " Jawab daddy Joaquin, mengundang decak malas dari Galen.
" Sialan orang itu.. Sudah tahu aku butuh informasi lengkap, sengaja memberi setengah dan malam mengatakan semuanya pada daddy.. " Gerutu Galen.
" Hahahahaha.. Kau marah.. Daddy sengaja melakukannya. Sejak sistem keamanan rumah sakit kita dibobol, daddy lebih dulu meminta bantuan Rouge untuk mencari tahu.. Dan saat. Kau jatuh sakit, daddy langsung mengambil alih semua penyelidikan. Yang dilaporkan pada mu juga dengan seizin daddy.. " Galen makin sebal dibuatnya.
" Serahkan semuanya sama daddy dan papa mu.. Kau pikirkan saja kesehatan mu.. Mengerti, Galen." Yang diajak bicara hanya diam dengan bibit yang sudah mengerucut.
Daddy Joaquin tahu jika Galen ingin menyelesaikan semuanya sendiri. Tapi, ketika Galen jatuh sakit, daddy Joaquin sudah mengambil alih semuanya. Takut jika putranya mengalami kejadian yang lebih buruk lagi dengan kesehatannya bila dipaksa untuk mengurusi masalah ini semua.
" Bantu daddy menyelesaikan nya nanti.. Tapi sekarang biar daddy yang bergerak terlebih dahulu.. " Mencoba merayu Galen agar tidak ngambek lagi..
" Benar aku yang mengurus di bagian akhir? " Daddy Joaquin mengangguk.
" Nanti kalian akan tahu.. Lucifer sedang bawa mereka ke kota ini.. " Alis Galen berkerut mendengar ucapan daddy nya.
Bukankah polisi yang menangkap ketiga orang itu, lalu kenapa di bawa kemari. Sedikit merasa aneh, tapi Galen sendiri tahu apa saja yang daddy nya bisa lakukan dengan kekuasaan yang dimiliki keluarga de Niels. Selama beberapa tahun belakangan ini, keluarga de Niels juga memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah. Sehingga bukan hal yang sulit untuk melakukan hal seperti ini.
Setelah perbincangan tadi, Galen meminta laporan dari Ketos tentang apa yang terjadi sebenarnya. Galen menginginkan identitas dari orang-orang yang ditangkap oleh polisi di Roma. Selain rasa penasaran miliknya yang tinggi, dia juga merasa perlu tahu sebelum berakhir memberikan keputusan untuk mengakhiri semua ini sesuai dengan apa yang daddy nya katakan tadi.
" Setelah semua ini beres, bersiap kau akan mendapatkan hukuman Ketos.. " Ucap Galen saat Ketos sudah berada di depannya.
Ketos tentu saja paham betul kenapa Galen sampai berucap seperti ini. Dia hanya bisa menelan ludah kasar saja, karena sudah pasti hukuman yang Galen berikan tidak akan ringan. Satu harapan dari Ketos, semoga saja dia tidak kehilangan bonusnya karena dia baru saja mengambil kredit apartemen mewah di dekat gedung JN GROUP.
" Maaf tuan.. Jika sudah tuan besar yang berucap dan memerintah, saya dan siapapun pasti tidak akan bisa menolak itu semua.. Apalagi beliau mengatakan jika saya tidak diizinkan mengatakan apapun pada anda.. " Ujar Ketos membela dirinya.
" Perlu dipertanyakan, siapa sebenarnya yang mendapatkan kesetiaan mu? " Sarkas Galen.
" Tentu saja keluarga de Niels tuan.. Saya sangat berhutang budi pada anda dan tuan besar, karenanya kesetiaan saya hanya milik keluarga ini. " Galen hanya mengedikkan bahunya malas. Pandai sekali asisten pribadinya ini berucap.
" Dimana mereka akan tinggal selama di Milan, dan apa tujuan daddy membawa mereka bertiga kemari? " Tanya Galen yang langsung ingat tujuannya memanggil Ketos.
" Karena tuan besar melaporkan ketiga orang ini ke kantor polisi yang juga ada di kota Milan. Selain itu, beliau sengaja membawa mereka untuk memberi pelajaran terlebih dahulu sebelum dibawa ke kantor polisi. "
" Tumben daddy berlaku sedikit halus seperti ini.. "
" Karena identitas ketiga pemuda ini tidak sesederhana nampaknya, tuan muda. Tuan besar bahkan mengenal dengan baik orang tua dari ketiga pemuda itu.. "
Otak Galen langsung berpikir dengan keras mencoba untuk mengingat dan menyimpulkan semua informasi yang sudah dia simpan dengan baik di otaknya. Galen berusaha menebak siapa tiga orang ini dengan clue yang Ketos berikan meski hanya sedikit saja yang Galen dapatkan.
Senyum iblis kemudian terlihat di wajah Galen yang membuat Ketos yakin jika pasti tuan mudanya ini sudah bisa menebak siapa pelaku yang membuat kekacauan ini. Dan dari senyumannya, Ketos tahu jika tuannya tidak akan melepaskan ketiga pemuda ini.
" Dia kembali memperlihatkan wajah malaikat berhati iblis nya.. Siap-siap saja kalian bertiga, karena malaikat maut akan kalian temui.. " Batin Ketos bergidik ngeri.