IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Dimana letaknya



I lose my breath whenever i see you


You stole my heart, what is it that you don't?


My live was grey, 'till you added the colour


Like the moon needs the sun, we don't care 'bout the other


You set my World on fire


Your my heart desire


Galen menatap ke arah Lucena yang terus bernyanyi dan tersenyum ketika menatapnya. Sesuatu yang aneh tiba-tiba saja merasuk ke dalam hati Galen. Ada sebuah perasaan asing yang mana perasaan itu begitu kuat ada di hati Galen. Perasaan yang mengakibatkan ribuan bunga mekar dalam perut Galen, perasaan menggelitik, senang, malu, semuanya menjadi satu.


Galen tidak tahu itu apa, tapi untuk pertama kalinya setelah selama ini dia kenal dan berhubungan baik dengan Lucena, Galen memandang Lucena dengan cara yang lain. Bukan lagi pandangan yang sama seperti wanita lainnya. Tapi, pandangan yang hanya bisa dimiliki seorang pria yang telah menjatuhkan hatinya pada wanita yang dia anggap jodohnya.


I just wanna love you


Just wanna hold you


Just wanna be with you, 'till we grow old


Just tell me you'll stay or take me away


I want you for myself every single day


You set my World on fire


You're my heart desire


" Hoi.. Sadar.. Lihatlah, cara mu memandang Lucena, seperti hendak menerkam nya saja.. " Tegur Geya.


" Ge,, bagaimana kau tahu bahwa yang kau rasakan pada Rouge adalah cinta? " Alis Geya berkerut. Terkejut dengan pertanyaan Galen.


" Maksudbya bagaimana? " Tanya Lucena ingin lebih jelas maksud dari Galen.


" Darimana kau menyimpulkan apa yang kau rasakan pada Rouge adalah cinta? Bisa saja itu kan kasih sayang pada saudara atau teman? "


" Pffttt... Kakak kembar ku rupanya sedang dilema karena jatuh cinta? Siapa.. Siapa wanita yang beruntung mendapatkan cinta mu? " Geya menggoda Galen.


" Ck.. Jawab saja.. Apa susahnya? " Galen memalingkan wajahnya, tidak ingin melihat Geya.


" Siapa? Lucena? Roseline? Setahu ku hanya mereka berdua yang berani terang-terangan menyatakan cinta mereka pada mu.. " Geya masih belum menyerah.


Tidak ingin terus didesak Geya, akhirnya Galen hanya mengedikan bahu dan dagunya menunjuk Lucena. Maksud Galen, dia sendiri belum tahu apakah yang dia rasakan itu cinta atau hanya rasa kagum saja. Tapi kemudian, Geya memberinya petuah yang cukup membuat Galen sedikit merasa asing.


" Len, jatuh cinta itu datang tanpa diminta dan tanpa janjian terlebih dahulu.. Berjanji pun pada seseorang, belum tentu berakhir dengan jatuh cinta.. Cinta tidak kenal waktu dan tidak kenal pada siapa dia akan jatuh.. Saat kau merasa dunia mu diputar balikan oleh seseorang, maka orang itulah yang kau cintai.. " Ucap Geya.


Galen masih menatap bingung ke arah Geya, bukan tidak paham maksud ucapan Geya. Hanya saja, Galen merasa bahwa yang dia rasakan belum seperti apa yang Geya katakan. Berarti apa yang dia rasakan ketika melihat Lucena, belum tentu itu adalah cinta.


" Apa kau rela, jika Lucena diajak berdansa dengan pemuda lain? " Geya bertanya sambil menunjuk jika sekarang ada teman sekelasnya yang mengajak Lucena untuk berdansa.


" Jika kau tidak rela... Berarti benih cinta.. Sudah ada di dalam hati mu, untuk dia.. "


Flashback off


Sama halnya seperti Galen yang kembali mengenang masa remajanya, Lucena di mansion papa Daniel juga tengah memikirkan ketika pertama kalinya, dia mendengar dari Geya bahwa Galen menaruh hati padanya. Saat itu, Lucena sampai jingkrak-jingkrak, saking senangnya mendengarkan ucapan Geya.


Yap, benar sekali.. Geya adalah termasuk ke dalam kelompok ember jika menyangkut tentang hal-hal berbau asmara seperti ini. Apalagi Geya tahu pasti bagaimana Lucena begitu mencintai Galen saat itu. Geya merasa, dia ingin membantu menyatukan Galen dan Lucena. Karena jika tidak dibantu, maka saingan mereka adalah Roseline.


" Andai aku bisa kembali ke masa itu, aku tidak akan membiarkan mu pergi ke Indonesia, Galen.. " Gumam Lucena tersenyum masam.


" Huft.. Berhenti berandai-andai, Lucena.. Karena sekarang yang harus kau pikirkan adalah mengenai penyebab kehamilan mu, yang kau sendiri tidak tahu hamil dengan siapa.. " Lucena memukul pelan kepalanya.


Dari ranjang, dia beranjak ke meja kerjanya yang ada di dalam kamar tidurnya. Lucena mencari sesuatu di laci meja paling bawah miliknya, dan yang diambil oleh dia adalah sebuah buku, yang mirip seperti buku diary. Buku bersampul ungu tua, dan sangat tebal sekali. Mungkin bisa setebal ensiklopedia, tebal buku yang sekarang dipegang oleh Lucena.


Halaman demi halaman Lucena buka hingga hampir sepertiga buku itu sudah dia buka, meski tanpa dibaca. Sejenak Lucena memejamkan matanya, mencoba untuk menetapkan hatinya dan membaca kembali buku diary nya untuk membuatnya mengingat apa yang terjadi saat itu. Saat dimana dirinya masih berada di Roma, sebelum pernikahannya dengan Galen diselenggarakan.


24 Juni 2022


My diary...


Hari ini adalah H-35 hari, sebelum aku menikah dengan Galen.


Tidak ada hal yang penting terjadi hari ini, semuanya masih sama seperti hari-hari kemarin.


Aku masih tetap menjalani kegiatan sesuai apa yang rektor perintahkan. Aku memberikan bimbingan pada tiga mahasiswa yang paling bebal di kampus tempat ku mengajar. Mereka sebenarnya anak-anak pintar, hanya saja mereka malas dan overacting, dimana itu semua mereka lakukan untuk menarik perhatian orang tua mereka.


Sudah beberapa hari pula, setiap aku mengajar mereka, aku selalu ketiduran di tempat aku mengajar bimbingan pada mereka. Bukankah aneh sekali, aku sering tertidur. Tapi bisa aku maklumi karena aku sangat lelah bekerja seharian, ditambah malam harinya mempersiapkan pernikahan ku dengan Galen.


Aku sangat malu pada ketiga mahasiswa ku, terkesan aku ini sangat malas sekali. Untung saja mereka tidak melaporkan aku pada rektor, dan memaklumi aku yang lelah karena mempersiapkan pernikahan..


Terima kasih anak-anak..


" Saat itu, aku sangat sering tertidur. Baik ketika melakukan bimbingan pada mereka, juga saat berada di kantor dosen.. Setelahnya, beberapa hari kemudian, aku pergi ke dokter untuk menanyakan perihal perilaku ku yang aneh beberapa hari terakhir.. Sama sekali tidak ada yang mencurigakan.. Lalu kapan aku bertemu dengan pria yang pada akhirnya melakukan..." Lucena tercekat karena tidak mampu melanjutkan ucapannya..


Dipikirkan selama beberapa kali pun, tidak ada yang mencurigakan sama sekali dengan keseharian Lucena selama persiapan pernikahannya. Namun anehnya, Lucena berakhir hamil tanpa tahu siapa ayah dari anaknya. Dimana letak lubang besar sumber masalah yang dia alami. Kenapa bisa dia tidak mengingat.. Mungkinkah saat itu, tapi rasanya tidak mungkin karena dia tidak merasakan sesuatu setelahnya.