
Ting.. Ting.. Ting..
Ponsel milik CEO JN GROUP berbunyi, yang mana bunyi ini menandakan adanya pesan masuk. Namun, karena saat ini Galen sedang mengadakan rapat virtual, dia pun mengabaikan ponselnya yang berdering itu. Sepertinya ada tiga pesan yang masuk ke ponselnya. Sempat curiga karena biasanya saudaranya semuanya bila perlu dengannya akan menelepon. Jadi Galen cukup bingung kenapa ada pesan masuk ke ponselnya.
Satu jam kemudian, Galen akhirnya selesai rapat dengan semua pemimpin anak perusahaan JN GROUP yang tersebar di bagian Eropa. Ada sedikit masalah mengenai perkembangan saham JN GROUP, dan Galen harus segera menyelesaikan masalah ini sebelum saham JN GROUP bermasalah.
Ingat jika ada pesan yang masuk ke ponselnya, Galen pun lekas membuka ponsel keluarga terbaru dari merk an ponsel dengan logo apel yang sudah digigit itu. Galen menekan kata sandi yang mana sejak dahulu kala, Galen selalu memasang satu rangkaian kode untuk setiap barang miliknya yang bisa menggunakan kode.
" Nomor siapa ini? Kok kirim video? " Gumam Galen yang masih menunggu ponselnya mendownload video yang dikirimkan nomor asing.
Galen masih santai, sambil menunggu download video itu selesai, Galen juga membuka dan membaca beberapa berkas yang tadi diletakan di meja oleh Billcan saat dirinya sedang mengikuti rapat virtual. Sekitar beberapa menit, download video yang berjumlah tiga itu pun berhasil.
Galen membuka satu per satu video yang berjumlah tiba orang itu. Mata Galen kemudian disuguhi dengan wajah sangat istri yang tertidur pulas berada di sebuah ruangan yang jelas itu bukan hotel. Kemudian muncul tiga orang pria yang wajahnya di brur. Selanjutnya, Galen melihat adegan dewasa dimana sangat istri digarap oleh tiga pria yang wajahnya tidak jelas itu.
" BRENGSEK.. " Galen menghempaskan semua benda yang ada di meja kerjanya karena marah.
" Siapa mereka? Sialan... Tapi.. Bagaimana mereka tahu nomor ponsel ku... Tunggu dulu.. " Galen langsung mencari kemana ponselnya terlempar karena dia hempaskan bersamaan dengan barang-barang di mejanya tadi.
Galen ingat, jika dia memasang sebuah aplikasi dimana dirinya juga bisa menerima pesan atau telepon yang masuk ke ponsel Lucena. Setelah dia melampiaskan amarahnya pada barang-barang tadi, Galen baru mengingat jika mungkin saja saat ini Lucena juga sudah melihat video itu.
" Sial.. Aku harus menghubungi nya.." Galen pun langsung mendial nomor ponsel Lucena.
Dering pertama sampai ke kotak suara yang menjawab, masih belum diangkat. Dering kedua dan ketiga pun, hasilnya sama, Lucena masih belum mengangkat panggilannya. Galen sudah panik setengah mati, bahkan keringat dingin sudah bermunculan karena ketakutan jika Lucena mengalami hal buruk.
Kejadian dimana Lucena bunuh diri beberapa bulan ini, bukan hanya memberi rasa trauma untuk Lucena saja. Galen pun menjadi sering was was dan selalu merasa takut terjadi sesuatu pada istrinya ini. Tidak bisa dibayangkan oleh Galen, apabila nantinya jika dia hidup di dunia yang tidak ada Lucena di dalamnya.
" Sial.. Kemana sebenarnya dia? " Galen sudah marah-marah.
Tut... Tut... Tut..
" Halo.. " Sahut Lucena dari sana di panggilan yang ke 10.
" DARIMANA SAJA KAU..? KENAPA TIDAK SEGERA MENGANGKAT TELEPON KU.. " sentak Galen lantaran sudah panik duluan.
" Galen.. " Lucena tercekat ketika suaminya membentaknya dengan sangat kencang.
" Maaf ya.. Aku baru saja selesai mandi setelah mengajar bimbingan... Galen, please jangan marah ya.." Di seberang sana pun, Lucena sudah panik sendiri ketika mendengar Galen kembali berteriak padanya.
" Maaf Luce, aku... Panik ketika kau tidak segera mengangkat telepon ku.. Aku pikir kau... " Galen tidak melanjutkan ucapannya lantaran tidak ingin kembali mengingat kejadian dulu.
" Apa kau membaca pesan ku? " Galen langsung bertanya. Dia ingin memastikan jika Lucena tidak membuka ponsel miliknya selama kurang lebih waktu satu jam sejak pesan video itu masuk ke ponsel Lucena.
" Tidak.. Memang nya kau mengirimkan pesan.. Maaf begitu pulang kerja aku langsung mandi dan tidak melihat ponsel.. "
" Huft.. Baiklah.. Aku sambung lagi nanti, jaga kesehatan dan jaga diri. Bila semua kerjaan ku disini selesai, aku akan mengunjungi mu.. "
Lucena mengangguk, seolah Galen bisa melihat dirinya melakukan itu. Lucena juga sangat merindukan Galen dan berharap bisa segera bertemu. Meski pasti dia akan merasa canggung, tapi setidaknya dia bisa melepas rindu pada seseorang yang dia cintai.
Setelah sambungan telepon terputus, Galen lekas memanggil Ketos untuk menyelidiki masalah ini. Nomer itu dan kira-kira tempat pastinya si pengirim berada meski Galen tahu jelas bahwa orang ini pasti ada di Roma. Tapi, sekali lagi, Galen ingin memastikan semuanya dan segera mengambil tindakan.
Pesan ancaman yang datang juga bersamaan dengan video itu mengatakan jika bisa saja orang ini mengupload video itu ke media bila dirinya dalam situasi mood yang buruk. Galen mulai bisa menyimpulkan, karena sepertinya orang ini sudah secara tidak sadar sedikit demi sedikit mengungkap jati dirinya.
" Tuan.. " Ketos masuk ke ruangan Galen.
" Selidiki video yang aku kirimkan pada mu, tapi jangan sekali pun kau melihat pada objeknya, karena di sana ada istri ku.. Awas kau.. " Ucap Galen memperingati.
Ketos menelan ludahnya kasar, belum juga melihat sudah diultimatum terlebih dahulu. Rasanya lebih baik jika tuan mudanya saja yang menyelidiki masalah ini, dan dia menggantikan tuannya melalukan semua pekerjaan seperti ketika dua hari yang lalu, tuannya menghilang.Meski dibantu oleh Gafar, juga tidak bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda karena sejatinya Gafar adalah pengacara, tetap Ketos yang turun tangan mengerjakan tugas Galen.
Ya, Galen kembali dua hari setelah menghilang dan membuat mansion utama gempar. Belum lagi dia langsung datang ke kantor pagi ini, tanpa mampir ke mansion sebentar. Benar-benar membuat Ketos harus menebalkan telinganya mendengarkan omelan mommy Noura siang tadi.
" Baik tuan.. Apakah ada lagi yang perlu saya lakukan? " Tanya Ketos setelah selesai dengan pergulatan batinnya.
" Orang yang mengirim pesan ini, pasti ada di sekitar Lucena. Dia mengatakan jika mood nya buruk, dia akan mengupload video itu ke media. Jelas itu berarti dia membenci Lucena entah karena alasan apa, dan juga berada di dekat Lucena sehingga bisa mengawasinya.. " Ucap Galen.
" Oh ya.. Selidiki keluarga siapa itu namanya, mahasiswa Lucena yang meninggal dunia karena bunuh diri itu.. Mungkin saja kita bisa menemukan sesuatu dari sana!!! " Perintah Galen.
" Siap bos.. Segera laksanakan.. " Ketos pun langsung ngacir karena takut Galen marah padanya.
" Punya asisten dua sama sekretaris kok otaknya nggak beres semua.. Mereka ini anggap aku apa coba? Sama bos sendiri kok seperti sama teman saja.. " Gerutu Galen.