IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Tidak tahu malu



Suasana di sebuah ruangan VIP yang ada di restoran Cina terbaik di Milan, pertemuan antara JN GROUP dan PASIFIK Group telah terjadi siang ini. Berbincang mengenai kerjasama mereka dalam pembangunan rumah sakit swasta yang calonnya akan menjadi rumah sakit terbesar bertaraf Internasional.


Pasifik Group sebagai pemilik rumah sakit dan JN GROUP yang menjadi kontraktornya. Prospeknya memang sangat bagus karena setelah rumah sakit ini nantinya beroperasi, maka JN GROUP akan mendapatkan 15% saham di rumah sakit ini.


Prospek kerjasamanya menang sangat menarik dan menguntungkan. Hanya saja, Galen sejak tadi berwajah masam entah karena alasan apa. Saat ketiga anak buah Galen itu pergi untuk memesan makanan, Galen ditinggalkan berdua dengan seorang wanita yang diketahui merupakan CEO dari Pasifik. Kim Hyorin namanya.


Good looking, karena semua bagian di wajahnya sangat pas antara mata, hidung, pipi, alis semua terlihat sangat proporsional. Tinggi, kulitnya putih bersih, spek model internasional. Hanya saja minus sikap yang arogan dan over PD. Galen langsung badmood begitu perbincangan diantara mereka di mulai.


" Bagaimana menurut anda, Mr. Galen? " Miss Kim mendekatkan tempat duduknya tepat di sebelah kursi Galen.


" Saya belum bisa menjawabnya sekarang.. " Jawab Galen yang sudah mulai risih dengan kliennya ini.


" Kenapa? Saya dengar anda menolak kerja sama dengan semua perusahaan yang diwakilkan oleh seorang perempuan. Tapi kini anda menyetujui pertemuan kita, saya pikir anda tertarik dengan kerjasama ini.. " Alis Galen terangkat sebelah.


Ohh, dia kini tahu apa maksud dari wanita yang katanya perawan tua ini. Pasti, dia merasa lebih baik dalam segala hal karena menjadi wanita pertama setelah beberapa bulan ini Galen menolak perusahaan yang diwakilkan perempuan.


" Tolong jangan berlebihan.. Saya punya alasan kenapa kemarin menolak kerjasama dengan perusahaan yang diwakilkan oleh perempuan. Bukan bermaksud mendiskriminasi, hanya saja istri saya tidak suka akan hal itu.. " Sengaja Galen bicara seperti ini karena yakin wanita bernama Kim Hyorin ini menaruh hati padanya.


Lihat saja tingkahnya sejak duduk di samping Galen. Sudah mirip ulat bulu yang merambat di dedaunan. Galen berasa tubuhnya menjadi gatal semua melihat wanita kegatelan seperti kliennya ini. Dari semua klien wanita yang pernah bertemu dengan Galen, rasanya hanya Kim Hyorin inilah yang berani melampaui batasan Galen.


" Ehem... Tuan muda, nyonya muda menelepon.. " Galen mengalihkan pandangannya ke arah Billcan. Asistennya ini cukup pintar membaca situasi dan langsung gercep menelepon ibu negara.


" Ya, bunda.. " Sapa Galen.


Melihat bagaimana Galen tengah sibuk dengan ponsel dan melupakan dirinya, Kim Hyorin meremas span pendek warna hitam yang dia kenakan. Selama ini, semua pria selalu menatapnya tanpa bisa mengalihkan pandangan barang sekalipun. Tapi kini, coba lihat, pria yang di sampingnya ini sama sekali tidak mengindahkan ciptaan Tuhan yang ada di dalam diri Kim Hyorin.


Lima belas menit, selama itu Kim Hyorin menunggu Galen selesai dengan teleponnya. Tapi, seakan sengaja, bukannya lekas mengakhiri panggilan teleponnya, Galen justru mengobrol banyak hal yang bahasanya sama sekali tidak dimengerti oleh Kim Hyorin. Pasalnya, dia hanya fasih berbahasa Inggris, tidak dengan bahasa Italia.


TEK


" Ehem.. Maaf tuan, apakah pertemuan ini bisa kita lanjutkan.. " Kim Hyorin sengaja meletakan gelas yang dia pegang dengan kencang hingga menimbulkan bunyi yang mengagetkan semua orang di ruangan ini.


" Oh.. Ya, maafkan saya.. Bunda,, ayah tutup dulu teleponnya ya.. Ada meeting penting.. " Ucap Galen sebelum mematikan sambungan teleponnya.


Rencana pertama untuk membuat kliennya ini sadar diri, bisa dikatakan sukses. Terbukti dari wajah dari Kim Hyorin yang ditekuk masam, dan jangan lupakan wajahnya yang memerah karena menahan emosinya. Galen dan ketiga orangnya menahan diri untuk tidak tertawa karena melihat hasil dari pelajaran yang diterima Kim Hyorin.


" Sorry.. Istri saya tengah kerepotan karena anak kembar kami. Jadi dia meminta bantuan saya untuk menenangkan si kembar karena biasanya kalau dengar suara saya anak-anak tidak akan rewel.. Sekali lagi, Sorry.. " Meski sengaja memang ingin membuat kliennya kesal. Tapi Galen tidak ingin memperlihatkannya.


" Bisa kita lanjutkan pembahasan kita? " Galen pun mempersilahkan.


Di tengah perbincangan yang cukup membosankan karena menurut Galen dan trio kwek kwek, dua asisten dan satu sekretarisnya, pihak Pasifik terus saja memutar-mutar pembahasan sehingga pertemuan mereka cukup lama. Galen bahkan sama sekali tidak mendengarkan saat ini dan malah asyik bermain ponsel.


Mata Galen yang awalnya fokus pada ponsel di tangannya, kini berpindah menatap di bawah meja. Di atas pahanya, ada tangan yang tapi itu bukan tangannya. Galen kemudian ganti menatap wanita di sebelahnya, anehnya si wanita sama sekali tidak merasa berbuat sesuatu yang salah. Senyum-senyum, berbincang dengan lainnya tapi tidak sama sekali mengalihkan tangannya.


" Waoowwww... " Galen memekik dalam hati begitu tangan yang berada di pahanya bergerak naik turun, seperti tengah mengelus kucing saja.


" Bisa singkirkan tangan anda, sebelum saya mempermalukan anda di depan semua orang di ruangan ini. " Desis Galen dengan suara berbisik lirih yang hanya bisa di dengan Kim Hyorin.


" Kenapa? Ayolah, saya paham anda pasti membutuhkannya.. " Galen membuang muka. Wanita disebelahnya ini sudah geser otaknya.


" Saya memang membutuhkannya, tapi tidak dari anda.. Istri saya ribuan kali lebih cantik dan seksi dari anda.. " Galen menegangkan telapak tangan Kim Hyorin, dan menghempaskannya.


" Jangan lampaui batasan saya, atau saya tidak segan-segan membuat Anda menyesal telah berani bermain-main dengan saya. Apa anda tidak pernah dengar, sifat saya seperti apa? " Galen menyeringai.


Tanpa mendengar tanggapan dari Kim Hyorin, Galen lekas bangkit dari posisi duduknya hendak meninggalkan ruangan ini. Tentu saja apa yang Galen lakukan saat ini menarik atensi beberapa orang yang ada di ruangan ini. Termasuk dari pihak Pasifik yang belum tahu jika bos mereka berani menggoda pria paling setia di dunia ini.


" Tuan muda.. " Ketos ikut berdiri, diikuti Billcan dan Bridella.


" Kita pergi.. " Titah Galen tidak mau dibantah.


" Tuan Galen.. Bagaimana dengan pertemuan ini? " Asisten Kim Hyorin bertanya.


" Batal.. Saya tidak akan berbisnis dengan orang yang tidak tahu malu seperti bos anda itu.. " Galen menunjuk Kim Hyorin dengan dagunya.


Kim Hyorin tentu saja tidak Terima diperlakukan seperti ini oleh Galen. Dirinya tidak pernah mendapatkan penolakan dari pria manapun. Bahkan dirinya tidak pernah repot-repot mendekati pria karena kaum pria akan selalu mengantri hanya untuk mendapatkan perhatian darinya.


Tapi kini, pria di depannya ini dengan beraninya menolak dan mempermalukan dirinya. Sungguh Kim Hyorin tidak Terima akan hal itu. Memang, dari segi manapun Galen sangat menarik baginya. Andai mereka bersama, Pasifik dan JN GROUP akan merajai pasar di Asia dan Eropa. Bukanlah itu sangat luar biasa.


" Jangan bersikap seolah anda tidak menyukai apa yang saya lakukan, tuan Galen. Dengan kita menjalin kerja sama bisnis, JN GROUP akan bisa masuk ke pasar Asia. Lalu, apa yang membuat anda tidak menyukai kerja sama ini? " Galen tersenyum.


" Saya tidak bekerja sama dengan seseorang yang sudah melanggar batasan saya.. " Ucap Galen santai.


" Anda tidak tertarik dengan saya? Saya ribuan kali lebih sempurna dibandingkan istri anda yang katanya bahkan seluruh bagian dalam dirinya sudah dipertontonkan di depan jutaan orang di Italia ini.. Apa yang anda banggakan dari wanita seperti itu? " Kim Hyorin tersenyum miring, mengejek.


PLAK...


Kim Hyorin menoleh ke kanan karena pipi kirinya di tampar. Rasanya sangat panas dan perih. Dia pun melotot tajam menatap orang yang sudah menampar nya ini. Tidak Terima diperlakukan seperti ini.


" BERANINYA KAU.. "