IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Bahagia itu simple



Setelah cuti yang cukup panjang dan hanya memantau semua masalah perusahaan dari rumah, Galen kembali disibukan dengan beberapa tumpuk dokumen yang harus dia periksa dan tanda tangani. Rasanya mata Galen sudah jadi empat karena saking banyaknya pekerjaan yang harus dia kerjakan sedangkan dia sendiri bingung harus mulai dari mana.


Akhirnya Galen meminta tiga asistennya untuk memilih dan memilah dari semua dokumen ini mana yang urgent dan harus dikerjakan terlebih dahulu. Dengan begini, masalah sedikit demi sedikit bisa segera diselesaikan sehingga Galen tidak perlu sampai lembur. Dia tidak bisa lembur karena khawatir istrinya kewalahan dengan dua bayi mereka. Meski sudah ada pengasuh dan juga mommy Noura, tapi tetap saja Galen tidak ingin jika Lucena melewati semua ini sendirian.


" Tuan muda.. Besok ada jadwal yang tidak bisa ditunda dan diwakilkan.. Apa anda akan datang? Atau perlu saya undur lagi jadwalnya? " Tanya Bridella, Sekretaris Galen.


" Dengan siapa? " Tanya Galen tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang tengah dia baca.


" Dari perusahaan Pasifik, tuan muda.. Kali ini yang datang langsung CEO nya.. " Meski tengah berbincang tapi tangan Bridella tetap gesit memilah berkas yang penting dan yang masih bisa ditunda dikerjakan besok.


" Kalau tidak salah, CEO nya Pasifik itu perempuan lho.. Masih single tapi usianya sudah kepala tiga.. Benarkan Ketos.. " Billcan tiba-tiba saja ikut nimbrung di pembicaraan ini.


" Betul.. Bagaimana tuan, bukankah nyonya muda tidak mengizinkan anda untuk bertemu klien wanita? " Galen menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


Di satu sisi dia harus profesional dalam pekerjaannya, akan tetapi di sisi lain dia harus memikirkan perasaan sangat istri. Larangan bertemu klien perempuan memang dicetuskan Lucena yang saat itu tengah insecure dengan penampilannya yang saat itu masih hamil.


Jika sekarang Galen memutuskan untuk bertemu dengan Pasifik, apakah istrinya akan baik-baik saja dengan hal itu, atau akan marah karena Galen sudah melanggar janjinya. Galen jadi merasa dilema sekarang ini.


" Tanya nyonya muda saja tuan.. Jangan semakin membuat nyonya menunda memberikan jatah.. Puasa tuan muda nanti bisa semakin lama.. " Celetuk Billcan. Galen sampai melotot tidak percaya asistennya bisa bicara sefrontal itu.


" Nanti saja aku tanya.. Kau tunggu kabar dari ku, Bri.. "


" Siap tuan.. Saya akan mengabari mereka begitu tuan sudah memutuskan.. Tapi kalau nyonya muda tidak mengizinkan bagaimana? "


" Biar daddy saja yang nanti menemui Pasifik.. " Cetus Galen.


Ketiga orang kepercayaan Galen dalam masalah bisnis ini cukup salut dengan tuan muda mereka. Di dalam rangkaian bisnis keluarga de Niels, yang berani memerintah Komisaris besar dari perusahaan JN GROUP ini sudah pasti hanya seorang Galen saja.


Herannya, tuan besar Joaquin sama sekali tidak pernah menolak apapun yang diinginkan Galen. Termasuk saat Galen cuti karena istrinya melahirkan. Daddy Joaquin turun tangan langsung memerintah perusahaan di bantu oleh Gafar dan Ghadi.


**********


Ketika sampai di mansion sore harinya, Galen benar-benar membicarakan mengenai apa yang tadi dia dan ketiga orang kepercayaannya bahas ketika di perusahaan. Bukankah Bridella menantikan jawabannya malam ini juga. Jadi dengan segera Galen mencari waktu yang tepat untuk mengajak Lucena bicara tentang masalah kliennya yang ingin bertemu langsung dengan pemimpin dari JN GROUP.


Kebetulan, Lucena kini tengah bersantai di kamar setelah memandikan kedua anak mereka. Lucena baru saja selesai mandi dan memiliki duduk di ranjang sambil menunggu kedatangan suaminya. Sebelum membahas tentang masalah pekerjaannya dengan Lucena. Galen lebih dulu mandi. Sejak Lucena hamil, kebersihan adalah faktor utama yang harus Galen jaga.


" Anak-anak kita pinter banget kok. Jarang banget nangis, paling pas diapers mereka penuh atau pas pengen minum susu aja mereka nangis. Selebihnya mereka baik-baik aja, dan anteng banget." jawab Lucena yang merasa bersemangat menceritakan tentang si kembar.


" Anak ayah memang hebat ya bunda.." Lucena terkekeh.


Keduanya sepakat memakai panggilan ayah dan bunda karena menurut Galen itu keren. Pernah tinggal di Indonesia ketika masih kecil dan saat dewasa, Galen paling senang ketika mendengar seorang anak memanggil orang tua mereka ayah dan bunda. Alasan lainnya ya karena Galen pengen beda aja dari yang lain. Nggak harus panggil mommy daddy or papa mama kan.


" Mereka tahu ayah mereka kerja, jadi mereka nggak mau bikin bunda lelah..Kan setelah ayah pulang bunda musti nyenengin ayah.." Lucena menggoda Galen.


" Stop bunda.. Jangan goda ayah dong, kan ayah masih puasa.." keduanya kemudian tertawa lantaran mereka lucu dengan pembicaraan baru yang menurut mereka seru.


Setelah basa basi membahas tentang anak dan juga kegiatan mereka selama keduanya tidak bertemu, akhirnya Galen masuk ke pembicaraan inti yang sejak tadi ingin dia bahas. Akan tetapi memang Galen sengaja basa basi agar dia dan Lucena dalam suasana hati yang senang hadi untuk meminimalisir pertengkaran.


" Kenapa hal seperti itu tanya ke aku? Menurut kamu gimana yang baik aja." jawaban Lucena cukup membuat Galen tidak percaya.


" Kenapa lihat aku begitu?" Lucena ganti bertanya karena Galen diam saja sejak dia memberikan jawabannya.


" Kok beda.. Kemarin-kemarin kan kamu sudah ada kesepakatan dengan aku kalau kliennya wanita aku nggak boleh ketemu langsung sama mereka."


" ya kan kemarin karena hormon kehamilan,ayah.. kalau sekarang ya nggak apa asalkan kamu tahu batasan aja.." Galen pun mengangguk.


Kalau ibu negara sudah bertitah seperti ini berarti Galen hanya perlu menjaga batasan saja kan. Galen juga akan mengajak tiga orang yang paling bisa dia dan keluarganya percaya untuk ikut alam pertemuan besok demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Pembicaraan dengan Lucena telah menemukan titik temu yang terbaik untuk keduanya, sekarang Galen hanya perlu mengirimkan pesan pada sekretarisnya untuk menjadwalkan meeting besok di pagi hari. Usahakan untuk mengadakan di kantor saja karena Galen malas untuk keluar.


Jika pihak dari Pasifik tidak menyetujui syarat dari Galen, ya silahkan cari investor lain saja. Memang JN GROUP membutuhkan proyek ini untuk melebarkan sayap di ASIA, tapi tidak harus juga dengan Pasifik jika CEO nya tidak bisa menyetujui syarat pertemuan dengan Galen.


Oke, mungkin memang Galen berlebihan, tapi saat ini kondisinya berbeda dengan beberapa tahun belakangan ini. Sekarang ini Galen sudah beristri dan juga sudah memiliki anak. Prioritas Utama Galen adalah kenyamanan Lucena dan kedua buah hatinya.


" Masalah pertama sudah selesai.. Sekarang aku harus melihat Queen dan King.." Galen pun beranjak untuk ke kamar anaknya yang berada di samping kamarnya tepat.


" Ah... begini ya rasanya kalau di rumah sudah ada yang menantikan kepulangan ku, terus menyambut ku dengan senyum. Jangan lupakan kehadiran buah hati juga.. Kenapa baru sekarang ak sadar kalau berumah tangga dengan landasan saling mencintai itu indah sekali."