
Kemudian aku pergi dari dapur dan menuju keluar, melewati aula yang memiliki banyak pelanggan yang sedang menikmati hidangannya. Aku juga dapat menyadari gadis-gadis lainnya membeku ketika melihat diriku, itu kemungkinan mereka terkejut karena kehadiranku yang tiba-tiba. Yah, mereka masih dalam pekerjaannya, jadi mereka tetap profesional dalam mengerjakan pekerjaannya tanpa terganggu terhadap kehadiranku.
Setelah berjalan beberapa menit, aku sampai di Ibukota Kerajaan Fioresd, yaitu Kota Florend. Biasanya aku dan Astia membeli bahan makanan mentah di kota ini.
Ngomong-ngomong sekarang masih siang hari, jadi keadaan kota masih ramai. Jadi ketika aku pergi ke pusat perdagangan, aku masih dapat merasakan para petualang yang sedang melakukan aktivitas bertualangnya. Namun aku tidak terlalu menghiraukan hal tersebut.
Aku membutuhkan sekitar kurang dari setengah jam untuk membeli semua barang yang dibutuhkan oleh Lilac. Sepertinya dia saat ini memang sedang membutuhkan bahan ini secepatnya.
"Ternyata hanya sebesar ini kekuatanmu yang sebenarnya?!"
Sebuah suara teriakan terdengar hingga ke arahku. Sepertinya ada keributan dari arah lain. Namun karena aku sedang terburu-buru, aku akan mengabaikan hal itu.
"Ugh!"
"Pantas saja seluruh anggotamu terbunuh karena monster kelas bencana itu kalau pemimpinnya saja selemah ini!"
Aku langsung terhenti karena kalimat itu.
Oke sekarang kejadian itu membuatku tertarik. Seharusnya ada seseorang di antara mereka yang menjadi petualang yang selamat dari peristiwa penaklukan monster itu, tapi seharusnya yang selamat dari peristiwa itu hanya beberapa orang.
Jadi bagaimana bisa ada seseorang di antara mereka yang menjadi korban yang selamat dan dapat diketahui orang-orang? Seharusnya aku dapat mengenalnya kalau dia adalah orangnya.
Aku menghampiri kerumunan itu yang sedang mengerumuni beberapa orang, dan aku melihatnya.
Dia...?
Ketika salah satu dari beberapa orang itu ingin menendang wanita yang telah tersungkur, aku langsung menjadikan tubuhku sebagai tameng dari tendangannya.
Ini cukup sakit tapi tidak sebanding yang dirasakan oleh wanita yang tersungkur di depanku. Dia cukup kukenal, tapi banyak perban yang berada di beberapa bagian tubuhnya, dia juga terlihat memakai sebuah alat bantu jalan.
"Kau tidak apa-apa?" tanyaku ketika melihat kondisinya.
"Y-yah, aku sedikit... kau...?!" Dia sedikit terkejut ketika melihatku, dia juga pasti mengenal diriku.
Yah pada faktanya, wanita yang sedang kutolong saat ini adalah pemimpin petualang Angel Queen yang bernama Violentina. Namun, wanita yang segagah berani dia sedang dipermalukan di depan orang banyak.
"Tidak apa-apa, tenang saja. Ayo mari kita pergi dari sini, aku akan membantumu." Kataku.
Violentina mengangguk atas ajakanku, tapi orang dibelakangku yang menyerang Violentina langsung berteriak keras.
"Siapa kau?!" dia berteriak karena juga terkejut karena kedatanganku yang tiba-tiba.
Sebenarnya aku tidak tahu motif mereka menyerang Violentina, tapi mereka sangat keterlaluan telah menyerang wanita yang sedang terluka dan hampir tidak bisa jalan.
Aku tahu penyebab lukanya adalah bekas dari penaklukan itu sebulan yang lalu, tapi yang ada di depanku tidak tahu seberapa besar perjuangan Violentina untuk mempertahankan barisan terdepan umat manusia, dan mereka sekarang tidak mempunyai rasa syukur atas perjuangannya.
"Maaf saja, aku tidak mempunyai waktu untuk menanggapi rendahan seperti kalian... ayo Violentina." Kataku sambil membantu Violentina berjalan.
"Rendahan katamu! Lihatlah dengan siapa kau sedang berbicara!"
Seberapa besar mereka menggonggong ke arahku, tetap saja aku tidak tertarik untuk memalingkan wajahku ke arahnya. Dengan begitu, aku terus berjalan bersama Violentina.
"Hey tunggu!"
Orang-orang menyebalkan ini tidak membiarkan kami pergi darinya dan malah menghalangi jalan kami untuk keluar.
"Kau pikir kau bisa lepas dari kami? Urusan kami belum selesai dengan wanita itu! Lalu kau...!"
Kalimatnya terhenti ketika dia melihat wajahku, sepertinya dia menyadari aku siapa dan aku juga sepertinya pernah melihatnya di suatu tempat.
"Bukankah kau adalah pria penipu di Guild Petualang waktu itu?" katanya.
"Penipu?" tanyaku.
Oh ternyata aku ingat. Dia adalah orang yang telah memarahiku dan menghinaku ketika aku berada di Guild Petualang untuk mencari informasi pada malam itu. Dia juga memfitnahku kalau aku telah menggunakan identitas orang yang telah mengalahkan Giorgino, padahal memang akulah orangnya.
"Ya! Sudah kuduga kau adalah penipu yang menggunakan identitas orang yang telah mengalahkan Giorgino sang penguasa budak. Kau terungkap menggunakan identitasnya untuk menaikkan popularitas dirimu sendiri, bukan? Itu sudah dibuktikan dengan pakaianmu yang murahan saat ini!"
Seperti yang kukatakan, orang menyebalkan ini memfitnah diriku dengan alasan pribadinya yang tidak masuk akal.
Ketika dia membicarakan pakaianku saat ini... memang aku sedang memakai pakaian yang biasa saja seperti pakaian dengan bahan yang biasa juga dan tidak ada nuansa petualang sama sekali. Namun, apakah itu menjadi kriteria orang menjadi bersalah?
Tentu saja itu tidak masuk akal bukan?
"Apapun yang kau katakan saat ini aku tidak peduli. Jadi kau minggir dari jalanku."
"Oh? Sekarang penipu seperti kau malah merasa tidak bersalah ya? Kalau begitu baiklah."
Dia bersama dua rekannya yang pernah aku lihat juga. Tunggu, bukankah dia seharusnya mengikuti penaklukan itu juga? Seharusnya hanya beberapa orang yang bertahan hidup dari penaklukan itu, tapi kenapa dia masih hidup?
Apa itu artinya dia jadi tidak mengikuti penaklukan itu?
Kemudian dia berteriak ke semua orang, "Hey semuanya! Lihatlah pria ini. Orang ini telah menipu kita semua dengan mengaku adalah orang yang sama dengan orang yang telah mengalahkan Tuan Giorgino! Dia telah memanfaatkan celah itu hingga popularitasnya naik, buktinya adalah petualang kelas atas yang ada disampingnya saja bahkan mengenalnya!"
Lalu tentang fitnah yang tak berdasar itu benar-benar membuat orang-orang menatap tajam ke arahku.
"Ya benar! Petualang kelas rendahan itu juga telah merampok daganganku!" teriak seseorang.
"Di tokoku juga! Setelah peristiwa itu, banyak barang di tokoku menghilang begitu saja!"
"Aku juga telah melihat orang dengan karakteristik petualang itu mencuri barang dagangan dari banyak toko!"
"Ya, aku juga."
"Aku juga pernah melihatnya!"
Banyak fitnah yang tak berdasar yang diarahkan kepadaku dan mereka semua terprovokasi oleh orang yang ada di depanku ini. Kemudian aku melihatnya, mereka bertiga tersenyum jahat seolah ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.
"...."
Kepalaku dilempari telur oleh seseorang dan pecah membasahi rambutku. Sepertinya provokasi itu telah berhasil. dan orang-orang terikat pada identitas kawanan mereka, sehingga meskipun ada seseorang yang tidak tahu tentang dasar permasalahan ini juga akan memberikan penghakiman kepada diriku. Pada akhirnya mereka semua memperlakukan diriku seperti seorang penjahat.
Aku kembali merasakan memori kelamku dan terjadi di saat sekarang.
Namun, aku tahu bahwa fitnah itu adalah perbuatan dari orang yang membenci identitasku sebenarnya, sehingga orang-orang yang melakukan perbuatan buruk akan diidentifikasi sebagai diriku sendiri. Padahal aku tahu itu adalah perbuatan dari orang yang ada di depanku sekarang.
Sepertinya Violentina tidak bisa melakukan sesuatu karena kondisinya saat ini. Oleh karena itu aku akan pergi dari tempat ini secepatnya.
"Habislah sisa hidupmu dengan rasa malu. Nah sekarang kau hanya bisa melarikan diri seperti pengecut. Ternyata benar, kau hanyalah seorang penipu." Kata orang itu.
Kalau Astia menyebut orang yang pernah menyerangnya di Kekaisaran Engrayn sebagai parasit, maka parasit yang sesungguhnya adalah orang ini. Orang ini menyebarkan keburukan-keburukan yang dikeluarkan oleh mulutnya kepada orang lain sehingga mereka semua akan tercemar dan akhirnya menghakimiku sebagai seorang kriminal.
Aku membersihkan sisa telur yang ada di kepalaku dan tetap berjalan menuju gerbang keluar.
"Keluarlah dari kota ini penipu!"
"Ya!Matilah kau sebagai penipu dan pengecut!"
Setiap aku berjalan keluar kota, aku terus dihakimi dan difitnah tanpa alasan. Para pembenci memang seperti itu, jadi aku tidak terlalu marah atas dasar pemikiran mereka yang sempit. Lagipula aku memang sudah pernah mati... jadi yah ketika mereka menghakimiku seperti itu, aku sudah pernah melakukannya.
Aku berhasil keluar kota dan masih dalam posisi membantu Violentina untuk keluar dari keributan itu.
"Maaf, sepertinya aku akan membawamu ke tempat yang lebih aman untuk sementara." Kataku.
Aku berniat untuk membawa Violentina untuk pergi ke Mansion Tomoe untuk meredakan keributan yang terjadi di Kota Florend. Lalu...
"Maafkan aku..." katanya, "Padahal kau telah menyelamatkan umat manusia, tapi sebagai gantinya kau malah mendapatkan kekerasan seperti ini."
Ternyata Violentina mengetahui tentang identitasku. Namun aku tidak terlalu masalah tentang pernyataan itu.
"Aku sudah terbiasa dengan itu... Ngomong-ngomong kau punya masalah apa dengan orang itu sehingga kau mendapatkan perlakuan seperti itu?" tanyaku.
"Setelah kuingat-ingat, dia adalah orang yang pernah mengajukan pendaftaran untuk masuk ke dalam anggota kelompokku, tapi karena dia tidak memenuhi satu kriteria, dia tidak lulus. Mungkin karena itu, dia mempunyai dendam terhadapku."
Ternyata begitu.
"Lalu, apa kau masih mengingat namanya?"
"Ya, namanya Randrezz. Seharunya kalau tidak salah, dia adalah partisipan penaklukan monster kelas bencana itu, tapi karena suatu hal yang tidak kuketahui, dia dan kelompoknya tidak mengikuti itu."
Baiklah... Randrezz dan kelompoknya adalah salah satu petualang yang seharusnya mengikuti penaklukan itu. Mungkin Randrezz mempunyai masalah internal sehingga tidak bisa berpartisipasi.
"Apa ada rumor tentangnya yaitu mereka telah memanfaatkan segelintir orang untuk menjadi partisipan dengan atas nama Randrezz? Padahal Randrezz sendiri tidak mengikuti penaklukan itu sehingga hadiah dari penaklukan itu diperoleh oleh Randrezz sendiri?" tanyaku.
"Darimana kau tahu rumor itu?!" bahkan Violentina sendiri menjawab keraguanku sendiri.
Violentina telah menyetujui pernyataan itu tanpa dia sadari. Oke itu menjawab pertanyaan banyak hal.
"Yah, aku hanya menebaknya." Kataku yang asal jawab.
Yah, pada faktanya aku memang telah mendengar langsung pernyataan dari Randrezz tempo hari. Dia secara eksplisit akan menggunakan diriku untuk menjadikan keuntungan pribadinya dalam menghasilkan hadiah tanpa membuat dirinya sendiri terluka. Tapi karena dia tidak mengetahui identitasku sebenarnya dan aku tidak memasuki kelompoknya, pada akhirnya dia mengorbankan beberapa bawahannya untuk maju ke medan perang.
Dan itu hanya untuk kepentingan pribadinya. Ini bisa dibilang benar-benar jahat.
"Ternyata kau benar-benar pemimpin dari gadis bertopeng dan orang yang sama yang telah mengalahkan Giorgino." Tambah Violentina.
"Oke, lupakan itu."
Sementara itu, kami sudah berada di depan Mansion Tomoe. Aku akan membawa ke tempat dimana dia bisa dapat disembuhkan. Oleh karena itu, aku akan membutuhkan bantuan dari Astia.
つづく
Kalau ada typo mohon dikoreksi ya, terima kasih!