
Di saat yang sama ketika tim Astia yang berjalan dengan lancar, tim Lilia juga akan mendapatkan kelancaran... Mungkin.
Di tempat Guild petualang mereka berada, Lilia, Annastasia, dan Elma menunggu kedatangan para petualang yang menjadi semakin banyak. Setelah mengamati keadaaan sekitar, Lilia mengeluarkan suara kekaguman.
"Bukankah ini terlalu hebat untuk sebuah Guild petualang?"
Gedung yang luas dengan dinding yang berkeramik. Dengan pandangan sekilas mereka bisa melihat orang-orang yang melakukan berbagai hal, dan dapat mendengar banyak hal sehingga keadaan di tempat itu benar-benar ramai.
"Yah memang begitulah Guild petualang." Kata Annastasia, "Setiap hari memang seperti ini situasinya."
"Dan juga ini memang hampir seperti istana pada umumnya, terlalu bagus daripada tempat-tempat lainnya."
Perkataan Elma ada benarnya. Tempat-tempat seperti restoran, toko dan lainnya, memiliki struktur bangunan dari batuan utuh yang dibaluti oleh kayu. Tapi Guild petualang memiliki struktur bangunan yang lebih maju dan modis.
"Tapi, bagaimana pendapatmu Elma— Tentang petualang-petualang yang ada di sini?" Tanya Lilia.
"Semuanya norak!"
"Ugh, nyelekit sekali."
Kemudian Elma melanjutkan, "Kebanyakan dari mereka hanya memakai perlengkapan yang mencolok dengan warna yang menusuk mata. Aku tidak tahu kualitasnya apakah sama dengan penampilannya, tapi kalau mereka memakai itu hanya untuk ajang untuk pamer— Itu sangat menggelikan."
Annastasia tertarik dengan itu. "Lalu, apa sekarang kau menyukai perlengkapanmu?"
"Tentu saja, ini adalah pemberian master yang terlalu bagus untukku."
"Hee~"
"Kenapa, apa ada masalah?"
"Tidak ada. Hanya saja kali ini kau sejujur itu." Setelah tanggapan Annastasia, Elma hanya mendecak.
Sekarang adalah waktunya Lilia untuk dirinya menunjukkan kualitas dari kepemimpinannya. Dia memang percaya diri dengan menyandang gelar 'Pemimpin para gadis', tapi pada akhirnya setelah berada di tempat tujuan, dia merasakan kebuntuan.
Namun Lilia tidak menyerah, "Nah sekarang apa yang harus kita lakukan? Aku sudah mengerti apa yang harus kita lakukan, tapi sebaiknya kita lebih baik mendiskusikannya dulu." Tidak, dia bohong. Lilia tidak memiliki rencana sama sekali.
"Mana kutahu! Kalau kau sudah punya rencana, kenapa tidak jalankan saja rencanamu itu? Lagipula kau kan itu pemimpin kami, jadi kau saja yang atur."
Perkataan Elma membuat Lilia jengkel. Mau bagaimanapun juga, dia adalah orang yang seperti itu. Tapi Lilia tetap bersabar dan tetap pada pendiriannya.
Lilia membuat senyuman paksa dan memegang kedua bahu Elma, "Ahaha, kau benar juga. Nah sekarang kalau rencanaku tidak sesuai dengan keinginanmu, nanti kau marah, mengoceh tidak karuan dan akhirnya semuanya berantakan. Jadi, apakah itu salahku?"
Elma terdiam. Dia mungkin telah berbuat kesalahan karena membuat Lilia jengkel padanya. Karena itu dia menjawab keluhannya dengan terbata-bata sambil melihat arah lain.
"Ah, i-itu... Te-tentu saja, kan? Lagian pemimpin kan yang be-bertanggung jawab atas kesalahan bawahannya."
"Kau ini!"
"Tenang-tenang... Kalian tidak perlu sampai seribut ini. Kalian ingat kan, apa tujuan kita ke sini? Nah, karena itu kita sebaiknya bertukar pikiran dan tidak membebani orang lain." Karena alasan tertentu, Annastasia lah yang mendamaikan mereka berdua.
"Y— Ya baiklah." Lilia mulai tenang dan menghela napas.
"Hah! Kau ngomong begitu karena ada maunya kan? Dasar murahan."
"Aku yang dewasa ini sudah tidak terpancing oleh mulut embermu itu..." Kata Annastasia sambil membelai rambut indahnya.
"Cih!"
Lilia kembali menghela napas karena Annastasia tidak menanggapi omongan kasar Elma, kalau tidak itu akan menjadi keributan internal.
Beberapa saat setelah keadaan mereka mereda, mereka menghadap satu sama lain untuk membuat rencana. Melupakan kekanak-kanakan mereka secara drastis dan memulai pembicaraan serius dengan profesional.
"Bagaimana menurutmu, Anna? Apa kita harus berpencar untuk mendapatkan lebih banyak informasi?"
"Hmm, aku sempat memikirkan hal itu, tapi apakah itu bagus dalam situasi yang seramai ini?"
Mereka bertiga kembali melihat ke sekelilingnya. Semakin lama mereka berdiskusi semakin banyak petualang yang berlalu lalang. Kemudian Elma memberikan pendapatnya.
"Kalau kita berpencar di situasi yang seperti ini, kita rentan akan tersesat. Malahan yang lebih buruk lagi, salah satu dari kita malah berakhir digoda. Khususnya dirimu, Anna."
"Fufu, kalian memang menyadari potensiku! Tapi, itu benar. Aku tidak mengerti tentang orang-orang di sini, master juga memperingati kita juga untuk waspada terhadap orang-orang seperti itu."
"Berarti langkah terbaik adalah tetap bersama." Itulah yang dikatakan Lilia, tapi langsung dibantah oleh Annastasia.
"Apa itu karena seragam kita?"
"Ya. Elma juga sudah bilang kalau banyak petualang yang memakai perlengkapan yang mencolok, tapi kitalah yang sebenarnya paling mencolok."
Perkataan Annastasia membuat sang pemimpin Lilia memiringkan kepalanya.
"Eh, kenapa?"
"Itu karena kemencolokkan mereka yang membuat mereka tidak mencolok lagi dan menjadi hal yang umum di sini. Sedangkan kita yang tidak memakai aksesoris berlebihan, pakaian kita yang sesuai standard dan pakaian kita seperti seragam militer seperti kata master, yang tidak biasa di sini... Dan yang paling utama adalah gender dan paras kita yang menawan di sini. Itulah yang membuat kita paling mencolok."
Setelah Annastasia menyebutkan alasannya satu per satu, itu membuat semuanya masuk akal.
"Setelah dipikir pikir kembali, ternyata itu memang benar."
Ketika masih di tengah pembicaraan, Elma menyadari sesuatu dan langsung memotong diskusi.
"Lilia, sebaiknya kita pindah tempat... Sepertinya kita sudah diincar."
Dari belakang penglihatan Elma, sebuah kelompok pria sudah menatap mereka dan berbisik-bisik tentang sesuatu. Lilia dan Annastasia juga baru menyadari itu.
"Baiklah, ayo kita pergi..."
Sambil berjalan, mereka kembali melanjutkan diskusinya. Annastasia yang pertama memulainya.
"Tuh kan, baru saja kita diskusikan malah ada yang mengincar kita. Memang gadis cantik tuh tidak bisa lepas dari pandangan bejat para pria."
"Apa mereka mengikuti kita, Elma?"
Lilia ingin memastikan tidak ada yang mengikuti mereka, dia berpikir biasanya kalau ada orang yang tertarik pada sesuatu, orang itu akan terus mengikutinya sampai dia dapat.
"Sepertinya tidak."
"Huh~ syukurlah..."
"Bagaimana, apa kita sudah mendapatkan kesimpulan dari diskusi kita?" Tanya Elma.
"Sepertinya belum, kita harus mencari jalan tengah untuk mengatasi kedua permasalahan itu."
"Ah! Bagaimana kalau kita berpencar tapi kita tetap bersama." Tiba-tiba Lilia mengeluarkan ide yang terlintas di kepalanya.
"Gimana?"
"Begini, kita akan berpencar dalam jarak yang tidak jauh, dan kita harus saling memerhatikan satu sama lain. Dengan begitu tidak akan ada yang tersesat, dan kalau ada yang digoda maka salah satu dari kita akan membantunya."
"Itu lumayan, tapi kalau begitu akan masih ada yang menyadari kalau kita satu kelompok yang memata-matai mereka."
"Nah, karena itu kemampuan menyamar dan akting kitalah yang menentukan rencana itu berhasil atau tidak."
"Benar juga. Lagipula rencana ini adalah yang paling masuk akal buatku."
Kemudian Elma memberikan sentuhan terakhir, "Sudah diputuskan ya..."
Tapi sebelum mereka menjalankan tugasnya dan berpisah, seseorang berbicara melalui sihir pengeras suara. Para petualang berhenti karena itu.
"Tes-tes... Nah. Pengumuman rapat penting penaklukan monster kelas bencana sebentar lagi akan dimulai. Bagi siapapun yang mengikuti misi ini diharapkan berkumpul di ruangan titik kumpul. Terima kasih."
Ketiga gadis itu, saat itu juga menyadari sesuatu.
"Jadi apakah ini yang master maksud?" Kata Lilia.
"Tentu saja kan."
"Baiklah, kalau begitu ayo pergi sesuai rencana."
Mereka pergi ke tempat yang sudah diinformasikan. Masing-masing dari mereka membuat jarak sepuluh meter sesuai dengan rencana yang telah didiskusikan.
つづく
Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya!