
“Apa yang harus kita lakukan master?”
Kami hampir sudah mencapai di titik lokasi penyerangan timur laut dan terus mengejar barisan depan petualang. Kemudian di saat itulah Elma bertanya.
Sebenarnya ini adalah tugas dari setiap titik para gadis, yaitu mendapatkan informasi musuh dengan benteng para petualang. Di saat para petualang mendapatkan kebuntuan, di saat itulah Regu Tomoe membantu mereka dengan bantuan sementara.
Salah satu titik yang kutuju adalah sebuah tempat di mana para petualang tuju adalah tempat yang cukup tidak kuketahui musuhnya, ditambah dengan sebuah kelemahan yaitu arogansi para petualang yang tinggi.
Karena itulah, aku dan Elma berusaha mengejar mereka agar korban tidak terus bertambah.
“Pertama-tama kita harus memberitahu hal ini kepada pasukan pembalas.”
“Bukankah kita sudah tidak mempunyai banyak waktu?” kata Elma.
Perkataan Elma benar, kita tidak mempunyai banyak waktu lagi karena aku berpikir pasukan di timur laut sudah tidak memiliki kewaspadaan.
Hanya harga diri mereka yang terlalu tinggi yang membuat mereka keras kepala.
Kemungkinan juga pasukan pembalas di titik ini juga tidak mengetahui situasi yang terjadi di garis depan. Namun, untuk menghemat waktu kita harus melakukan sesuatu.
“Tentu saja kita tidak punya banyak waktu.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Elma.
Untuk membuat mereka agar tidak meremehkan pemberitahuan ini dan agar mereka berpikir kalau pemberitahuan itu berasal dari garis depan, maka hanya itu yang bisa kupikirkan.
“Mari kita buat keributan.”
“Eh...? Ba-baiklah kalau begitu.”
Untuk mencapai keberhasilan hal itu, aku ingin menanyakan satu hal kepada Elma.
“Elma...” sebelum kami mencapai di lokasi pasukan pembalas, aku bertanya, “Kalau kau bisa menggunakan sihir, elemen apa yang kau miliki?”
“Elemen petir, memangnya kenapa?”
Beruntungnya, mungkin kemampuan kami akan membuat kerusakan dengan jangkauan yang kacau.
“Bagus, itu sangat bertolak belakang dengan kemampuanku.”
“Eh? Tapi aku tidak terlalu bisa mengendalikan elemen sihirku!” kata Elma
Sekarang Elma menjadi ragu-ragu ketika membicarakan sihirnya. Mungkin Elma memiliki kekurangan dalam hal sihir.
“Tidak perlu khawatir...” kataku, kemudian melanjutkan, “Aliri saja seluruh kemampuanmu pada senjatamu. Kau tidak perlu khawatir tentang elemen sihirmu tidak bisa kau kendalikan.”
“Tapi... Selain kemampuanku bisa menyerangku, master juga bisa terkena efek yang terjadi karena aku tidak bisa mengendalikan ini.”
Elma menjadi tidak percaya diri, tapi dia sudah memegang sabit besarnya seolah dia sudah bersiap atas konsekuensinya.
“Aku bisa meyakinkan hal itu. Mungkin kau masih belum menyadarinya selama ini, tapi aku yakinkan padamu untuk saat ini kemampuanmu tidak akan menyakiti siapapun. Baiklah kita hampir di kemah pasukan pembalas, lalu bagaimana jawabanmu?”
Elma mengeratkan pegangannya, “Baiklah! Aku yakin ini pasti berhasil! Bagaimana dengan formasinya?”
“Ketika kau berada di depan hutan dekat posisi pasukan pembalas dan mengerahkan seluruh kemampuanmu, aku akan menyerangmu dengan kemampuanku dari jarak jauh.”
“Eh?! Be-benarkah tidak ada yang tersakiti di sini?”
“Ini bisa dipastikan. Karena kemampuan kita saling bertolak belakang. Kata kuncinya adalah kemampuan pelindung transparan yang dimiliki Astia.”
Inilah yang membuatku berani menggunakan rencana itu, karena di setiap orang yang tinggal di Mansion Tomoe akan tetap mendapatkan perlindungan dari ‘Pelindung Transparan’ milik Astia. Setiap pelatihan yang kami jalani adalah buktinya.
“Mungkin kau harus mengantisipasi terhadap hempasan yang akan dihasilkan dari efek kejut nanti.” Tambahku.
“Mu-mustahil sekali! Mustahil kemampuan Astia masih aktif pada kita hingga jarak yang sejauh ini!”
“Itu adalah kenyataannya.”
Elma terkejut, dia benar-benar tidak menyadari hal itu.
“Kita sudah di posisi. Kita dapat melihat pasukan pembalas dari tempat ini. Kalau begitu sekarang kau fokuskan aliran listriknya pada senjatamu sebelum aku membuat jarak padamu.”
Kami berhenti dan Elma mengeratkan pegangannya.
Pertama tujuan ini adalah untuk membuat perhatian agar pasukan pembalas mengira perbuatan kami adalah pertarungan yang intens dari pasukan garis depan. Sehingga pasukan pembalas berinisiatif untuk membantu garis depan yang sekarang tidak kuketahui kondisinya.
Dengan perbuatan kami yang menarik perhatian ini, maka pasukan garis depan akan mendapatkan bantuan yang lebih cepat dari rencana yang mereka sudah sepakati.
“Aku akan mulai.” kata Elma ketika dia menghirup udara dalam-dalam dan mengatur napasnya.
Ketika dia memegang erat sabit besarnya, sebuah listrik terpicu di sekitar Elma. Kemudian listrik itu bercabang dan membesar hingga menimbulkan petir yang merusak sekitarnya.
“Master, menjauhlah! Meskipun aliran listriknya sudah kualiri di senjataku tapi ini masih menyebar kemana-mana.” katanya yang sedikit panik
“Coba tenanglah dan lihat sekitarmu.”
Aku hanya melihat Elma dari jarak beberapa meter sambil menyilangkan tanganku dengan santai.
“Ini...?”
Petir yang dikeluarkan oleh Elma mengamuk, tapi tidak sedikitpun menyentuh kulit Elma. Itu juga berlaku pada diriku yang berada sangat dekat dengannya.
Petir Elma tidak menerjang diriku tapi terhalang oleh pelindung transparan milik Astia. Petirnya tidak menembus sedikitpun dari pelindung transaparan ini seolah ada Barrier trasnparan yang menolak itu semua.
Kemudian Elma sedikit tenang setelah melihatku baik-baik saja.
“Pelindung transparan ini— petir ini tidak bisa menyentuh kita...?”
“Ini yang sudah kutekankan sejak tadi padamu.” Kataku.
“Kalau begitu aku mulai percaya diri!”
Di saat Elma mengatakan itu, dia mengangkat sabit besarnya dan membuat gerakan kuda-kuda di saat petirnya masih mengamuk.
“Baiklah, aku akan menyerangmu dari jarak 500 meter dari sini. Ketika kau merasakan sesuatu aneh terjadi, di saat itulah kau langsung kerahkan semuanya ke depanmu.”
“Baiklah.”
Lalu sesuai yang disepakati, aku membuat jarak dengan Elma karena akan ada efek yang diakibatkan oleh hal ini.
Aku menghunuskan pedangku dan menarik pedangku ke belakang seperti posisi kuda-kuda yang diperagakan oleh Natasha tempo hari.
“Inferno... Beam...”
Hanya sebuah suara bisik dengan luncuran sebuah energi merah yang menyebar dan menjadi satu di ujung penglihatan.
Ketika itu terjadi, sepertinya Elma menyadari hal itu dan serangan itu mengancam nyawanya. Lalu sebuah petir yang mengamuk seperti badai petir yang ekstrim menerjang ganas ke arah ‘Inferno Beam’ milikku.
Petir itu merusak seluruh dataran yang dilaluinya bahkan lebih buruk daripada gempa bumi dengan skala bencana. Namun seranganku berdasarkan pada kepadatan inti kekuatannya.
Karena itu juga, kedua elemen itu saling menghancurkan di saat itu juga.
BOOOOOMMMMM!!!
Elemen api yang terpusat dan terpadatkan dan petir bercabang mengamuk sesuka hati bertabrakan, menghasilkan ledakan dahsyat. Suara dan cahaya yang diluar batas penerimaan manusia dapat membutakan kedua indera tersebut.
Di saat itu juga, serangan kejut udara menyerang dari arah depan, hampir memenghempaskan diriku.
Dari arah Elma, aku bisa melihat kerusakan hutan terjadi di belakang Elma. Lalu hasil dari kerusakan ini adalah sebuah lubang besar berdiameter 500 meter, dan masih ada udara panas dan tanah terbakar yang tersisa di dalamnya.
Setelah cukup untuk membuat perhatian, aku menuju ke tempat Elma.
“Bagaimana, apa efek itu sudah cukup menarik perhatian?”
“Kenapa kau bicara seperti itu master? Jantungku serasa ingin berhenti setelah melakukan hal itu tadi.”
“Huh, itu artinya itu sudah cukup. Kalau begitu ayo kita menuju ke garus depan.”
Hanya butuh beberapa menit untuk menyusul pasukan garis depan, tapi aku menyadari satu hal ada yang aneh.
“Apa kau merasakannya juga, Elma?”
“Bukankah ini adalah anti sihir?!”
Kemudian aku menjentikkan jariku, lalu api membakar sebuah daun.
“Tapi kemampuanku masih berfungsi.”
“E-eh? Bagaimana caranya? Ini pasti area antisihir!” Elma masih yakin dengan itu.
Di saat itu juga Elma menyalakan kemampuannya dan sebuah pohon tumbang karenannya.
“Master benar...” Elma juga heran tidak percaya, sekaligus dia terkejut karena kondisi sekitarnya berbanding terbalik dengan hal yang kami lakukan saat ini.
“Kita tidak punya waktu tentang itu, ayo bergegas.”
“Ya.”
Beberapa saat kemudian, kami sudah berada di situasi para petualang mempertahankan pasukannya dari binatang-binatang iblis.
Kami berada di atas pepohonan, namun di saat itulah sebuah batang yang runcing bergerak dengan sangat cepat menerjang kami.
“Awas!!” Elma berteriak.
“Tenanglah tidak perlu khawatir.”
Aku menenangkan Elma, karena batang-batang yang bertubi-tubi menyerang kami terhalang oleh pelindung Astia. Pelindung transparan ini menolak segala serangan dari batang-batang pohon itu.
Seperti yang kuduga kalau pohon ini hidup. Meskipun tanpa si pengendali ‘Monster’ itu.
“Huh~ Syukurlah.” Elma hanya bisa menghela napas.
“Mari kita lihat kondisinya sampai batas kemampuan para petualang itu.” kataku.
“Baiklah.”
Setelah beberapa pertarungan yang kami lihat, meskipun pertahanan formasi yang dikoordinasi oleh para petualang cukup kuat tapi mereka memiliki banyak celah di dalamnya. Namun itu sudah yang terbaik yang mereka jalani ketika sebuah antisihir meliputi hutan ini.
Semakin melihat pertarungan itu, maka akan semakin diperlihatkan kekurangan kemampuan bertarung dalam jarak dekat yang dikuasai oleh banyaknya petualang itu. Lalu semakin terpuruknya para petualang.
Karena itu mereka sudah di ambang batas.
“Elma, mari bergerak.”
Aku masih melihat dan merasakan jejak-jejak kabut asap di sini tapi mereka semua menghilang karena angin yang berasal dari pegunungan.
“Baiklah!”
Di saat itulah, Elma yang pertama kali bergerak, dia melaju sangat kencang dan berteriak,
“Betapa noraknya kau ini!”
Siapa sebenarnya yang dia ejek?
Aku bertanya-tanya dengan hal itu. Namun, bagusnya Elma telah meluncurkan seluruh serangannya kepada ular raksasa itu dan sebuah batang pohon yang mencoba menyerang salah satu petualang berarmor.
Ketika petualang beramor ini terselamatkan, aku juga berada di dekatnya.
Dia masih belum menyadariku ketika dia merasa mengenal Elma sebagai orang yang pernah ditemuinya. Mungkin petualang ini pernah bertemu dengan Elma? Atau dia kenalannya?
“Kau tahu bagaimana caranya bersenang-senang? Inilah yang dinamakan bersenang-senang!” teriak Elma.
Oke, sekarang dia membuat sindiran terhadap Annastasia karena sebuah kalimat yang dilontarkan Annastasia tadi malam. Dia benar-benar menikmati itu sembari tersenyum bebas.
Ternyata kemampuan dari setiap monster yang ada setiap hutan memiliki karakteristik yang sama, yaitu regenerasi yang tidak masuk akal.
“Hmm, sepertinya regenerasi dari makhluk itu tidak memiliki batas.” Kataku.
Hanya dengan sebuah kedipan mata, maka setiap anggota tubuh dari ular raksasa itu pulih kembali meskipun Elma sudah melakukan tindakan yang sebrutal itu.
“Siapa kau?!”
Ternyata petualang berarmor ini baru menyadariku secara terkejut berlebihan.
“Kenapa yang harus kau pertanyakan sekarang itu identitasku? Itulah sebuah pemikiran yang membuat keruntuhan dalam koordinasi petualang di titik ini.” Kataku.
Aku hanya bisa menilai kalau petualang berarmor yang megah ini adalah salah satu pemimpin dari kelompok petualang besar.
Karena jawabanku, tatapannya sedikit marah namun dia tidak melakukan apapun yang sia-sia.
Karena mereka sudah berada di ambang batas dan sepertinya anti sihir ini mempunyai efek pada mereka semua, maka hanya kami berdua yang dapat membuka jalan sementara untuk mereka sebelum pasukan pembalas datang.
Aku pikir kemampuan anti sihir ini tidak dapat menembus ‘Pelindung Trasnparan’ milik Astia.
“Tapi, setidaknya serahkan pada kami dalam mengurus ular raksasa ini.”
Ini hanya untuk pembuka untuk mereka.
Lalu aku menghunuskan pedangku dengan pelan.
“Mundur Elma.”
“Siap master!”
Setelah Elma mundur dan mendekat ke sampingku, aku membuat posisi kuda-kuda seperti yang Natasha terapkan sebelumnya. Aku menarik pedangku ke belakang dan sebuah aura merah memancar dari pedangku.
Hanya sebuah suara pelan yang dan berbisik yang kukatakan.
Mari siapkan untuk semuanya nanti...
“Inferno... Beam...”
Energi merah menyebar ke segala arah, kemudian menyatu ketika mencapai target musuh. Lalu tanpa kerusakan yang berat, ular raksasa itu menghilang ditelan oleh api yang terkonsentrasi dan menjadi abu.
Mungkin kerusakannya tidak sekacau kemampuan ‘Sonically Air’ milik Natasha, namun ini cukup untuk mengurangi kerusakan pada lingkungan sekitar. Mungkin tidak lebih dari kebakaran hutan kecil, dan itu dapat diatasi.
Aku menyarungkan kembali pedangku dan melihat petualang berarmor itu menatapku secara berlebihan seperti menginterogasi.
Di sisi lain aku ingin menganalisis sedikit perubahan yang dialami oleh monster yang baru kutemui yaitu ular raksasa itu. Monster itu tidak bisa terluka hanya karena tubuhnya dibelah, dipotong atau dicabik-cabik semaksimal apapun. Mereka hanya bisa kalah hanya dengan kaberadaan mereka dihilangkan tanpa meninggalkan jejak tubuh dari mereka, dengan kata lain hanya menjadi abu yang dapat mengalahkan monster itu.
Itulah analisis sementara yang kudapatkan.
“Ba-bagaimana kau bisa menggunakan sihir?”
Petualang berarmor itu menanyakan hal yang menjanggal di dalam pasukannya tapi tidak dengan diriku. Yah itu wajar, tapi aku tidak mempunyai alasan untuk memberitahunya.
“Aku tidak perlu menjawab pertanyaan itu.”
“Ap— baiklah... tapi aku merasa kalau gadis itu pernah kutemui di sebuah tempat...”
Aku menatap Elma dan dia tidak membalasku. Itu artinya dia tidak ingin menanggapi petualang ini.
“Pertanyaan itu tidak mempunyai hubungan apapun dengan situasi ini... Baiklah tugasku hanya sampai sini. Aku hanya bisa mengatakan satu hal... Jangan pernah menaiki satu batang pohon sekalipun kalau kau ingin hidup.” Kataku.
Setelah perkataanku selesai, aku pergi ke titik yang telah kutentukan tanpa menunggu reaksi dan beberapa pertanyaan yang akan dilontarkan oleh orang itu.
“Tunggu! Sebenarnya siapa kalian?!” Dia berteriak ketika kami sudah berada di kejauhan dan menghilang dari pandangan.
Setelah cukup jauh dari petualang itu Elma mengatakan sesuatu.
“Sepertinya kemampuan Astia yang membuat antisihir ini tidak memiliki efek kepada kita.”
“Aku juga berpikir begitu. Ngomong-ngomong, apa kau mengenal orang itu?”
Elma menggertakkan giginya saat aku bertanya padanya.
“Cih!” dia mendecak, “Maaf master, aku kesal saat melihat wajahnya. Sebenarnya dia adalah orang yang membuatku membuat keributan di Guild Petualang kemarin, dia adalah Frank dari kelompok petualang Knight of Rebelion.”
“Hmm, begitukah? Aku juga tidak terlalu memikirkannya.”
Setelah kalimat ini berakhir, kami melanjutkan perjalanan kami.
つづく
Jangan lupa like, komen dan klik favorit ya! Dan kalau banyak typo bertebaran mohon dimaafkan atau dikoreksi ya, terima kasih!