
(Special Illustration for Astia) (no mask)
****
Di sebuah perkemahan petualang yang berada di titik timur penyerangan. Tempat itu diselimuti oleh kemampuan pelindung yang bertujuan untuk menghalau pergerakan atau serangan musuh dari luar, yang bernama ‘Force Field’.
Force Field sendiri dikenal oleh petualang lainnya adalah gabungan sihir dari beberapa petualang untuk membuat sebuah Barrier yang memiliki luas hingga beberapa kilometer. Perisai energi yang digunakan saat ini untuk menghalau energi asing dari binatang iblis serta Wyvern yang mengancam keberadaan petualang.
Oleh karena itu dinding ini dapat membelokkan dan menghancurkan serangan dari beberapa monster yang dianggap berbahaya.
Di sisi lain, di dalam perkemahan itu ada beberapa kelompok yang sedang berdiskusi tentang beberapa informasi yang telah dimiliki oleh garis depan petualang di titik timur. Di antaranya adalah kelompok Fay, kelompok Vord, dan kelompok Visco.
Ketika mereka sedang melakukan diskusi, sebuah kelompok yang memiliki sebuah kepentingan dalam melancarkan kesuksesan penaklukan ini, menjadi lawan bicaranya, melalui sambungan telekomunikasi magis, kemudian dikeraskan oleh pengeras suara magis. Mereka adalah informan sebenarnya, yaitu kelompok Angel Queen yang berada di titik aman.
“...Itulah yang telah kami dapatkan. Namun kami harus mundur untuk mendapatkan informasi yang cukup.”
Setelah Fay memberitahukan apa yang telah terjadi di titik timur, seorang pemimpin dari kelompok Angel Queen dengan anggun membuka suaranya.
“Keputusan yang bagus. Kami juga mendengar informasi dari seluruh titik yang mengatakan informasi dari titik timur dan di titik lainnya tidak berbeda jauh. Namun memiliki keunikan tersendiri di setiap titik.”
Dia adalah wanita sekaligus pemimpin kelompok Angel Queen, berambut panjang berkibar seperti kobaran api di saat dia berdiskusi dengan kelompok yang berada di titik timur. Namanya adalah Violentina.
“Apa itu?” tanya Fay.
“Misalnya di titik selatan. Kelompok Mawar Biru dan Kelompok Rosevelt memiliki ancaman tersendiri yang signifikan daripada di titik kalian, yaitu mereka menemui monster golem yang diselimuti tanaman merambat. Monster golem itu memiliki karakteristik dengan tinggi mencapai puluhan meter dan memiliki kemampuan kreasi ilusi sampai di seluruh hutan titik selatan.”
Para petualang lain menimbulkan reaksi kecemasan setelah mendengar hal itu. Mereka bahkan tidak pernah menemui monster yang memiliki kemampuan sefatal itu.
“Bagaimana dengan regenerasinya? Aku mendengar kalau Rose dari Rosevelt itu adalah salah satu petualang terkuat untuk saat ini. Apa dia bisa menaklukan itu?” sebuah pertanyaan dari Visco.
Visco sudah mempunyai pengalaman yang memadai, tapi ketika dia menghadapi sebuah kemampuan bertahan dari musuh yaitu regenerasi yang sulit diatasi, maka pasukan lain akan mengalami kesulitan yang sama.
“Pasukan petualang dari selatan baru saja mengirimkan informasi yang sama. Sejauh yang mereka katakan, mereka menemui hutan yang hidup dan menyerang mereka, bahkan Wyvern juga berada di sana. Namun, dikatakan bahwa itu semua adalah ilusi yang berasal dari monster golem itu. Itu artinya Rose juga terkena oleh efek ilusi.”
“Wyvern juga berada di sana... begitu ya, apa itu artinya kami juga terkena efek ilusi?” tanya Visco.
Pertanyaan Visco menjadi pertanyaan mereka semua. Kalau semua itu, yang telah mereka lakukan adalah menyerang sebuah ilusi, itu artinya ada sebuah monster yang lebih menakutkan daripada yang mereka lalui.
Namun, Violentina meragukan argumen itu, “Aku pikir bukan begitu. Seperti yang dialami oleh kelompok Rosevelt dan Mawar biru, mereka mendapati kalau diri mereka terkena efek ilusi setelah memasuki hutan itu dan bertemu dengan monster itu yang sebelumnya ada kabut yang mengelilinginya.”
Keraguan para petualang sedikit terpecahkan setelah kalimat dari Violentina.
“Jadi aku berpikir kalian tidak terkena ilusi apapun sebelum kalian menemui beberapa kejanggalan tersebut, yaitu kabut dan monster golem itu. Yang kalian rasakan sebelumnya adalah kenyataan.” Tambahnya.
Mereka semua terdiam. Ada beberapa di antara mereka yang pasrah dengan kenyataan seperti itu dan ada beberapa lagi yang menyesal karena telah mengikuti ekspedisi ini, antara lain terpaksa mengikuti kelompoknya. Namun, ada beberapa di antara mereka yang mencoba menganalisa dan merencanakan sesuatu untuk masa depan yang lebih baik.
Beberapa orang itu di antaranya adalah orang yang masih optimis dengan kekuatannya dan keinginannya untuk hidup. Kabur dari pertarungan hanya akan meruntuhkan harga diri mereka sampai ke jurang yang paling dalam.
“Kalau begitu bagaimana bisa Kelompok Rosevelt dan Mawar Biru bisa keluar dari situasi itu? Seharusnya kalau mereka sudah melaporkan hal itu, mereka selamat, bukan?” tanya Vord.
“Lebih tepatnya mereka terselamatkan oleh dua orang.”
Perkataan Violentina membuat bingung petualang lainnya.
“Apa maksudmu? Apa ada dua orang dari kelompok mereka atau dari kelompok pasukan pembalas yang membuat mereka terlepas dari ilusi itu?”
“Tidak, bahkan lebih di luar dugaan daripada yang dipikirkan olehmu. Mereka bahkan menghapus keberadaan dari penyebab utama pasukan di titik selatan terkena ilusi, yaitu monster itu. Mereka bukan berasal dari pasukan apapun, bahkan rumornya mereka bukan berasal dari Kerajaan Engrayn.”
Seketika Fay dapat menemukan kejanggalan dari perkataan Violentina. Bukan berarti yang disampaikan olehnya adalah kebohongan, tapi ‘mereka berdua’ yang disebutkan oleh Violentina kemungkinan berasal dari kelompok ‘itu’.
Karena itu, Fay menanyakan suatu hal.
“Apa bisa kita asumsikan kedua orang asing itu sudah lebih mengenal medan pertempurannya sebelum kita mengetahuinya?”
“Itu bisa dijadikan alasan...” kata Violentina, kemudian dia melanjutkan, “Kalau begitu, motif apa yang membuat mereka melakukan tindakan seperti itu hingga membantu pasukan di selatan? Lalu itu tindakan mereka, kemungkinan tidak hanya dua orang yang melakukan hal tersebut, aku yakin di titik lain juga akan mengalami hal yang sama. Itu artinya ‘mereka’ mempunyai sebuah ‘organisasi’ yang telah terpencar ke segala titik.”
“Aku juga berpikir begitu.” Kata Fay.
Kemudian setelah pernyataan itu, para petualang terkejut seolah terkagum dengan hal itu. Seolah ada yang memberikan bantuan kepada mereka dari arah yang tidak diketahui.
“Tapi, motif mereka masih dipertanyakan. Apa mereka melakukan itu didasari dengan kebaikan atau keburukan, kita tidak mengetahui itu.” Tambah Vord.
“Kau benar...” dalam telekomunikasi jarak jauh, Violentina memberikan arahannya, “Kita juga harus mewaspadai orang-orang yang berpotensi menjadi halangan kita di masa depan.”
Mereka semua mengangguk karena perkataannya.
“Lalu, bagaimana dengan posisi Frank di titik timur laut?”
“Hmm...”
“Ada apa?”
Karena merasakan nada suara dari Violentina yang ragu-ragu, Fay menanyakan masalahnya.
“Itu masalahnya, kami tidak menerima informasi apapun dari sana. Kami merasakan kekhawatiran yang tidak beralasan sebelum Elderich membuat pernyataan kalau ada sebuah ledakan dahsyat di dekat perkemahan mereka. Untuk saat ini kami hanya berharap informasi dari Elderich.”
“Cih! Orang itu... pasti mereka sedang bermain-main!”
Fay mengepalkan tangannya karena kesal. Dia berpikir Frank terlalu menikmati penaklukan ini sehingga dia melupakan untuk memberikan informasi lanjutan dan memberitahu apa yang terjadi di titik itu.
“Bisa jadi begitu, namun bisa juga tidak begitu.”
“Oh, kenapa?”
Karena ada sebuah penolakan dari Violentia, Fay menanyakan alasannya. Mungkin dia memiliki pandangan yang berbeda terhadap situasi yang dialami oleh Frank saat ini.
“Kemungkinan, mereka tidak bisa mengirimkan informasi atau komunikasi mereka karena sesuatu hal yang tidak memungkinkan kondisi mereka.”
“Benar. Itu bisa saja terjadi. Lalu dengan adanya pemberitahuan ledakan besar dari Elderich, itu adalah sebuah tanda kalau pasukan Frank sedang tidak baik-baik saja.”
Jarak tempuh antara perkemahan Angel Queen dan pasukan di titik lainnya memiliki rata-rata puluhan kilometer. Kalau Angel Queen mengirimkan bantuan maka akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga.
“Lalu apa yang harus dilakukan?” tanya Visco.
“Tenang saja. Karena itu kamilah yang bertugas di titik aman. Itu juga yang membuat kami dapat melancarkan sebuah serangan jarak jauh.”
“Ooh? Itu sangat berguna.”
Kemudian diikuti oleh sorakan petualang lain. Itu adalah serangan yang cukup ampuh, kemungkinan memiliki kerusakan yang cukup luas dan itu bisa menegasi kemampuan regenerasi dari musuh.
Lalu Violentina menambahkan, “Tapi aku membutuhkan koordinat yang pasti untuk serangan kami tepat sasaran.”
“Baiklah! Telah diputuskan...” kata Fay, lalu dia berdiri dari kursinya, “Aku yang akan memberikan tanda itu, lalu kau yang berada di titik aman beritahu pasukan di titik selatan tentang informasi ini, dengan begitu mereka akan melakukan hal yang sama. Lalu...”
Kalimat Fay terputus, itu karena dia menyadari begitu sulitnya untuk memberitahu informasi ini kepada pasukan lainnya.
“Masalahnya adalah di titik timur laut...” perkataan Violentina adalah tempat masalahnya.
Hubungan telekomunikasi mereka telah terputus dengan pasukan garis depan di titik timur laut, lalu beberapa saat kemudian Elderich lah yang juga tidak bisa dihubungi. Mereka memiliki rencana yang cukup bagus tapi ada lubang di sisi samping mereka.
Kalau mereka memberikan serangan tanpa memberikan tanda, maka akan terjadi salah sasaran. Itu yang membuat mereka harus memikirkan sesuatu untuk mengatasi hal tersebut.
“Baiklah, aku dan kelompokku yang akan menuju ke titik timur laut segera. Jarakku dengan mereka lebih dekat kan daripada di tempatmu? Berarti ini adalah keputusan terbaik, seharusnya.” Visco mengambil keputusan sambil menggeraikan rambutnya.
“Itu sangat berbahaya! Kita tidak tahu bahaya apa yang terjadi di sana! Kita juga tidak tahu kenapa telekomunikasi yang tersambung bisa terputus begitu saja.” Kata Fay yang kesal.
“Aku tahu itu. Tapi setidaknya harus ada yang memberitahu mereka tentang informasi ini. Kalau kita berdiam diri dan terus berharap dengan keadaan mereka yang tidak meyakinkan, dan sesuatu hal buruk terjadi pada mereka, kita tidak akan maju ke tahap berikutnya.”
“Tapi...!”
Namun kekesalan Fay langsung dipotong oleh sebuah tekad dari Visco.
“Tenang saja, aku akan kembali.”
Fay tidak bisa berkata-kata atas perkataan Visco, dia hanya bisa berharap Visco dapat memberikan informasi ini kepada pasukan yang berada di titik timur laut, lalu berhasil kembali.
Kenapa aku tiba-tiba berharap kepada kelompok yang tidak dikenal itu?
Fay terbesit dengan pemikirannya yang berharap bantuan dari ‘kelompok’ itu. Itu mungkin emosi dari rasa kepasrahannya yang tidak dia sadari, namun dia tidak akan menyerah.
“Baiklah, kalau begitu...”
Sebelum Fay menyelesaikan kalimatnya, Violentina mendapatkan pemberitahuan darurat dari bawahannya, sampai terdengar oleh seluruh petualang di titik timur karena telekomunikasinya masih aktif.
“Nona Violentina! Ada pancaran energi merah di titik timur laut, tepatnya di barisan depan penyerangan.”
“Apa?! Bukannya informasi ‘tanda’ itu masih didiskusikan?”
Petualang yang berada di titik timur seluruhnya kebingungan. Seharusnya yang mengetahui untuk memberikan ‘tanda’ dan akan diberi bantuan serang hanya di titik timur saja yang mengetahui itu. Namun tempat yang pertama kali melakukannya adalah di titik timur laut.
“Apa yang terjadi?” tanya Visco.
Fay langsung menganalisa sebuah momen yang cepat ini dengan sekali berpikir. Dia mengumpulkan informasi yang telah didapat dan yang dia ketahui untuk menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi sekarang.
Mungkin ini yang menjadi penyebab kenapa tiba-tiba ‘tanda’ yang dituju kepada Angel Queen seolah langsung terinformasikan langsung ke titik timur laut, padahal mereka tidak mengetahui itu.
Fay langsung berdiri, “Organisasi asing yang telah kita bicarakan memang benar adanya! Dan mereka sedang berada di antara kita!”
Mereka semua terkejut dan pandangan mereka semua berkeliling untuk mengidentifikasi ‘seseorang’ yang dimaksud Fay.
Lalu di saat yang berikutnya, sebuah terompet terdengar ke penjuru kemah.
“Musuh datang!” seseorang mengatakan itu dengan lantang dari luar.
Telekomunikasi jarak jauh masih bekerja, dan Violentina mengatakan suatu hal, “Kalau begitu mari kita cukupkan sampai saat ini. Semuanya tetap dalam rencana!”
Kemudian sambungan itu tertutup.
Ketika mereka semua sedang mencari seseorang dari organisasi asing itu, pemikiran mereka teralihkan dengan kedatangan musuh dari luar Force Field. Mereka bukan melupakan hal itu, tapi mereka lebih mementingkan ancaman yang lebih nyata yang berada di depannya daripada mencari keberadaan organisasi asing yang sedang menyamar di antara mereka.
“Semuanya kembali ke posisi!” teriak Vord.
Namun hanya Fay yang kebingungan seolah dia dilema di antara keputusannya dan situasi yang terjadi sekarang.
Untuk sekarang dia akan menghadapi musuh terlebih dahulu dibanding organisasi asing itu. Di saat semuanya sudah keluar dari tenda, Fay yang terakhir keluar dari tenda namun...
Di saat itu juga Fay dapat melihat seorang gadis dari kejauhan. Dengan mata hijau berambut hitam yang cantik. Fay menatapnya bukan karena terpesona olehnya tapi ada kejanggalan lain. Lalu gadis itu membalas tatapan Fay dan tersenyum ketika dia memakai topeng matanya.
Senyumannya seolah mengejek Fay dari jauh dengan mata hijaunya seperti emerald. Gadis itu bukanlah orang yang sembarangan, karena itu Fay berteriak memanggilnya...
“Kau!!”
Fay langsung mengejarnya dengan kecepatan terbaiknya, namun gadis itu mengilang secara tiba-tiba seolah gadis itu adalah ilusi yang Fay lihat.
Mungkin Fay sudah mengetahui salah satu anggota dari organisasi asing itu dengan momen yang terjadi barusan. Namun dia tidak dapat melihat seluruh wajahnya karena gadis itu memakai topeng wajah. Pakaiannya pun terlihat seperti petualang normal lainnya.
Mungkin itu adalah bentuk penyamarannya.
Mengenyampingkan hal itu untuk sementara, Fay melihat ke arah garis depan dan mengejar kelompoknya dan bertarung melawan musuh di hadapannya.
つづく
Jangan lupa like, komen dan klik favorti ya. Kalau ada typo bertebaran mohon dikoreksi ya, terima kasih.