
Mereka terus melancarkan serangan terbaik dengan koordinasi yang mereka miliki.
Natasha, Elma, dan Marrona bekerja sama, saling melindungi dari serangan jarak dekat Hydra itu. Aku juga menyusul mereka yang telah berada jauh di atas salah satu kepala Hydra itu, dan berlari menuju tubuhnya yang memiliki jantung pertahanan yang telah terkoyak oleh belati Lilia saat tadi.
Namun, seluruh serangan yang fatal dan mengoyak tubuhnya, telah beregenerasi dengan sangat cepat, dan itu tidak masuk akal.
Aku tidak bisa menggapai mereka karena aku tidak mempunyai pijakan untuk sampai ke sana. Di sisi lain Hydra itu masih terfokus pada mereka bertiga, aku akan menyerangnya dari bawah.
Masalah lain juga menghalangiku. Bahkan ketika Hydra itu terfokus pada mereka, akar-akar raksasa ini terus menyerangku secara membabi-buta. Namun seranganku menjadi yang menjadi kelebihanku di sini.
Aku terus membakar dan menebas akar-akar itu hingga menjadi abu, perlahan-lahan aku melewati ribuan serangan yang tidak masuk akal dalam kecepatannya.
Kemudian ada salah satu kepala yang melihatku berlari menujunya.
“Huh~ sepertinya ada sisi dari keberadaanku yang dapat dirasakan.”
Salah satu darinya, mengumpulkan energi yang padat akan sihir yang terkumpul di rahangnya. Lalu dia melesatkannya dengan sangat cepat.
Boom!!
Aku menghindarinya dan membuat sebuah ledakan di area permukaan tanah itu.
Setelah itu cara serangnya langsung berubah dengan sangat drastis.
Energi yang terkonsentrasi itu, dia lesatkan ke segala arah hingga ke titik menyebar tanpa target tertentu. Hasilnya serangan itu terlihat seperti ribuan amukan energi yang bercabang.
Tapi serangan yang seperti itu lebih sulit kuhindari, karena serangannya sangat sulit diprediksi dan memiliki jangkauan area yang lebih luas. Kecepatan reaksiku kutempatkan pada tahap maksimal, lalu disertai gerakan ke kiri dan kanan untuk menghindari energi itu.
Saat energi itu ditembakan, lebih terlihat seperti tembakan laser yang terus terkonstruksi.
Ledakan terus terjadi di segala tempat— yang kukhawatirkan adalah keberadaa para petualan yang ada jauh di belakangku. Serangan dari salah satu kepala Hydra itu kemungkinan besar memporak-porandakan barisan dan koordinasi mereka..
Sekarang aku harus menghentikannya sebelum monster itu membuat lebih banyak kekacauan. Namun sebelum itu...
Boom!!
Energi merah bercahaya dilesatkan, menghantam kepala Hydra itu. Salah satu kepalanya terbakar menjadi abu secara dramatis. Itu adalah serangan dari Angel Queen dari jarak jauh.
Dengan tubuh dan kepala-kepala yang sebesar itu, bisa terbakar hingga menghabisi bagian kepala seutuhnya.
“Sudah kuduga...”
Seperti yang kuduga, kepala itu langsung beregenerasi secara instan— seolah Hydra itu tidak terlalu mempedulikan serangan itu. Dengan kecepatan regenerasinya, seluruh serangan yang dilontarkan untuk Hydra itu tidak memberikan pengaruh apapun.
Natasha selalu menggunakan ‘Sonically Air’ miliknya dan menyerang Hydra itu dari bagian atas. Elma juga berkontribusi untuk menebas halangan yang dilancarkan monster itu.
Kemampuan Marrona dalam ketajaman serangannya sangat tidak masuk akal. Dia menembus kulit tebal Hydra itu hanya dengan kedua tangannya, itu karena hanya itu senjata yang bisa dia andalkan, padahal ketebalan kulit monster itu tidak bisa ditembus oleh ‘Inferno Beam’.
Melompat ke sana kemari, merubah tempo kecepatannya, dan melompat ke kepala lainnya untuk mencapai tubuhnya. Itulah yang dilakukan mereka bertiga sejak tadi. Namun mereka kesulitan di saat Hydra itu sendiri menyerang kepalanya dengan serangan energinya. Dia tahu akan regenerasinya, makanya monster itu tidak segan-segan menghancurkan tubuhnya untuk membuat Natasha dan gadis lainnya mundur.
Di saat Natasha dan gadis lainnya hampir mencapai tubuh Hydra itu dan karena suatu hal— Seluruh kepala dari hydra itu meraung, dan membuat hempasan yang sangat kuat ke seluruh area ini.
Aku terhempas ke kejauhan tapi aku lebih siap menangani ini, dan aku kembali berdiri dengan siap. Namun yang buruknya, mereka bertiga juga terhempas dari ketinggian itu.
Aku ingin segera melesat dan menangkapnya, tapi bagaimana bisa aku bisa menangkap mereka bertiga sekaligus?
“Cih!”
Tanpa pikir panjang, aku langsung spontan berusaha menangkap mereka. Namun sebelum itu...
“Tuan Yuuki...” Astia memanggilku dari belakang, “Tenang saja, kemampuanku yang akan menangkap mereka.”
Setelah Astia berkata seperti itu, sebuah gelembung besar tercipta dan mengalasi mereka. Mereka memantul dengan lembut, tapi itu sudah cukup untuk mereka membuat tumpuan untuk menyeimbangkan diri mereka kembali. Akhirnya mereka memijak tanah di dekatku.
“Terimakasih Astia...” kata Natasha yang masih menatap ke arah Hydra itu.
Astia mengangguk sebagai jawabannya. Sekarang Astia telah menyusul ke arah kami, dan aku tidak tahu alasannya. Padahal Astia tadi bertugas sebagai penyerang jarak jauh dengan bor-bor air yang membuat kerusakan dalam regenerasi itu, tapi kenapa sekarang dia menghentikannya?
“Bukankah kamu memutuskan menyerang dari jarak jauh?” tanyaku ketika aku melihat Astia menghunuskan pedangnya juga.
“Sepertinya serangan jarak jauhku tidak memiliki dampak yang besar, jadi aku ingin mencoba sesuatu...”
Ternyata begitu. Sejak awal tadi, serangan jarak jauh dari Astia memiliki cukup kerusakan yang berarti pada Hydra itu. Serangannya dapat memperlambat regenerasinya dengan serangannya, sehingga kami bisa memiliki kemungkinan besar dalam menemukan kelemahan monster itu. Tapi, sampai sekarang pun kami tidak menemukan kelemahan itu.
Namun, sebelum aku menanyakan pertanyaan lain, akar raksasa menyerang kami dari segala sudut.
Kami berlima hampir tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, tapi...
Aku langsung menancapkan pedangku ke tanah— api menyebur dari dalam tanah dan membuat dinding api ke atas. Akar-akar itu terbakar dan tidak bisa melewati kepadatan dinding api ini.
Serangan lainnya terus berdatangan.
“Master! Awas!!”
Karena teriakan dari Natasha yang telah menyadari sesuatu, aku langsung reflek menghindar dari tempat itu. Ternyata akar tajam melesat dari bawah tanah, tapi akar-akarnya berhasil menyerempet dari beberapa bagian tubuhku. Aku akan celaka kalau aku tidak diperingati oleh Natasha.
Setelah melayang ke udara, aku menyadari sesuatu yang tidak disadari oleh gadis lain, dan itu gawat.
“Inferno Beam!!”
Sebuah dua belah energi bertabrakan dan menciptakan distorsi yang sangat besar di antara keduanya. Sebuah energi terkonstruksi yang dilesatkan oleh Hydra itu, tidak disadari oleh para gadis.
Pedangku yang kupegang dengan satu tangan, sekarang kupegang dengan dua tangan karena tekanan yang luar biasa. Aku menahan energi yang dilesatkan itu dengan energi panas terkonsentrasi milikku.
Setelah gadis lainnya menyadari itu, mereka langsung pergi dari tempat itu. Lalu tembakan energi yang berbentuk cahaya terang menghantam kepala Hydra itu.
Ledakan berkali-kali lipat terus terjadi dan membuat Hydra itu sedikit mundur dari posisinya. Lalu disertai serangan balasan dari Angel Queen.
“Tuan Yuuki!” teriak Astia dari arah lain, lalu gadis lainnya juga menghampiriku.
Serangan mendadak yang dilancarkan akar-akar itu membuat betis kaki, bahu, pipi, hingga bagian kiri perutku tergores dan menyeluarkan darah yang cukup banyak.
“Astia... sepertinya kemampuan penghalangmu sudah tertembus oleh serangannya...” kataku yang masih mengatur napasku sambil berlutut.
“Aku tahu itu.”
Pada faktanya penghalang transparan Astia telah menghalau serangan fisik apapun dan telah menghalau energi yang mematikan dari monster itu, itu telah dibuktikan saat Astia melindungi pasukan kerajaan dengan penghalang areanya.
Namun sekarang, pertahanan itu telah tertembus. Aku tidak tahu dimana masalahnya, tapi ini benar-benar buruk.
“Master!” ada sebuah suara dari arah belakangku, sepertinya itu adalah suara dari Lilac. Dia menghampiriku karena khawatir.
“Master... tubuhmu...” Amarilis melihat banyak di tubuhku dengan robekan baju dengan disertai darah, lalu di area wajahku juga seperti itu.
Namun ketika aku melihat Amarilis berada, aku mendapati seseorang yang kukenal mengejarku dan menghampiriku. Dia tidak sendiri, melainkan dengan beberapa orang yang bersamanya.
Salah satunya adalah pemimpin para gadis, Lilia. Itu sangat mengejutkan sekali ketika dia telah tumbang saat tadi, tapi sekarang dia sudah kembali ke tempat ini?
Yang menunjukkan kesenangannya atas kehadirannya saat ini adalah Marrona.
“Lilia...?! Ka-kau tidak apa-apa.”
“Tenang saja Marrona. Sekarang aku sudah sangat sehat dan aku akan kembali memimpin kalian!”
Aku juga dapat melihat Annastasia yang berada di belakangnya. Tapi dia berubah menjadi khawatir ketika melihat diriku.
“Master...”
Namun, ada sebuah perasaan hangat yang kurasakan dari arah belakang. Setiap luka luar dan tenagaku perlahan kembali pulih. Sepertinya aku sedang disembuhkan.
“Ellena? Kau datang?” kata Astia di sampingku.
“Ya Astia, aku datang atas dorongan dari rekanmu.”
Huh~ ternyata Ellena yang menyembuhkanku dari belakan tanpa kusadari. Seberapa lelah diriku hingga tidak bisa menyadari kedatangan mereka?
“Ellena... ini?”
Astia menyadari sesuatu kalau Ellena membawa orang lebih banyak lagi. Di antaranya adalah Gorou dan seseorang memakai jubah dengan pedang panjang yang disarungkan di punggungnya. Wanita berambut pirang juga datang mengikutinya.
“Ya Astia. Aku dan Annastasia mencari orang yang telah selamat dari peristiwa ‘pelenyapan’ itu. Akhirnya aku meminta bantuan mereka.”
Orang yang disebutkan itu tampaknya memakai perban yang terbalut di wajahnya. Oke aku tahu siapa dia, tapi dengan wanita pirang itu...?
“Bukankah dia adalah Rose? Kenapa dia ada di sini... bukankah mentalnya sudah...” tanyaku.
“Aku tahu itu. Dia memang sudah hancur sejak tadi, tapi kami berusaha meyakinkannya, dan aku sedikit merekayasa pemikirannya untuk sementara.”
Ternyata begitu. Yah setidaknya kami membutuhkan seseorang yang memiliki kualitas petualang yang di atas rata-rata, dan jawabannya adalah Rose. Dari yang kudengar, dia adalah salah satu petualang yang terkuat di dunia.
“Ini adalah bantuan yang cukup berarti bagi kalian, gadis bertopeng. Seharusnya kalian tidak menghkhawatirkan kualitas dari bertempur kami bukan?” itu adalah Fay, yang memiliki perban di wajahnya akibat dipukuli oleh Astia.
Para gadis melihat ke arah Fay dengan tatapan sinis. Sepertinya Fay telah menjadi sasaran kebencian setelah Astia mencekiknya saat lalu.
Namun setelah itu, Hydra itu kembali berbicara.
“Akhirnya kau mulai berani maju kembali, pahlawan.”
Tatapan tajam Astia yang mengarah ke arah Fay, langsung menoleh ke arah lain, yaitu Hydra itu. Setelah mendapatkan serangan yang bertubi-tubi itu, Monster itu tidak pernah menunjukkan sebuah kelemahannya.
“Apa saatnya aku menanggapi dirimu dengan serius, pahlawan?” tambahnya.
“Sudah kubilang aku bukan pahlawan seperti yang kau maksud!” teriak Astia.
“Kenapa kau menolak kebenaranmu saat ini pahlawan? Padahal kalau kau mencoba untuk serius, tidak akan ada yang mati di tempat ini.”
Kemudian Hydra itu mencoba mengatakan hal yang lebih buruk lagi...
“Oh? Apa kau ingin aku melenyapkan pasukan itu untuk agar kita bisa kembali berduel?”
“Apa yang ingin kau lakukan...?”
Tanpa menjawab dari pernyataan Astia, Hydra itu memusatkan seluruh energi yang dimilikinya pada suatu titik tertentu. Kemudian Energi yang berada di titik itu berubah menjadi sebuah bola raksasa yang hitam pekat.
Karena itu Astia langsung mengarahkan tangannya ke arah pasukan kerajaan. Mereka semua sedang menghalau serangan dari binatang iblis serta monster golem lainnya. Tapi mereka tidak tahu dengan serangan yang akan dilesatkan oleh monster itu...
“Tidak...”
Astia sudah tidak ada kesempatan untuk melindungi mereka semua bersamanya, tapi Astia hanya bisa melindungi areanya dari arah depan meskipun tidak sekuat kemampuannya saat tadi.
"Matilah, manusia rendahan."
“Tidak!”
Sebuah energi raksasa melesat, dengan wana pekat hitamnya membuat dominasi dan tekanan yang sangat kuat— membuat pengaturan napasku menjadi kacau dan sempit.
Boom!!
Energi itu membakar materi yang dilewatinya, membengkokkan ruang di sekitarnya. Dan tidak ada hambatan dari penghalang Astia, serangan itu menembus penghalang Astia seolah seperti kertas— ribuan orang terkena jalur serangan itu tanpa membuat mereka semua sadar.
Kawah besar tercipta dan hancurnya dinding-dinding tempat ini hingga menampilkan dunia luar. Jangkauan energi itu tidak bisa terpandang oleh mata.
Oleh karena itu, setelah melihat serangan hitam pekat itu yang telah membunuh ribuan pasukan kerajaan, membuat kami semua berada di dalam keputusasaan.
“Tidak mungkin kita bisa melawan monster yang sangat kuat itu.” Kata Natasha.
Aku juga sependapat dengan Natasha. Dengan kekuatan yang di luar akal manusia itu, benar-benar sangat berpotensi untuk menghancurkan eksistensi yang berada di sekitarnya atau bahkan di dunia.
Atau bisa dibilang, Hydra itu adalah monster kelas bencana yang sesungguhnya.
Dengan begitu, energi hitam pekatnya menyusut hingga ke butiran yang sangat kecil. Jadi bagaimana kami menaklukan monster ini saat kami telah melihat seberapa besar orang yang telah terbunuh dalam serangan itu.
Namun saat ini kami sudah memiliki jumlah penyerang yang lebih besar dan lebih kuat. Meskipun itu hanya berpotensi menaikkan kualitas serang kami, tapi kami masih belum bisa menemukan kelemahan dari Hydra itu.
つづく