
“Dia...?!”
Keterkejutan Elma benar. Dark Knight itu berhasil kembali berdiri seperti sedia kala. Luka besar yang berada di area dadanya juga menghilang, kemungkinan berkat regenerasi yang instan.
“Kalian terkejut?” tanya Dark Knight itu, “Tentu saja kalian heran kenapa aku berhasil bangkit setelah menerima serangan mutlak itu. Tapi semuanya tidak semudah itu.”
“Maaf saja, kami tidak terkejut...” kataku, “Aku sudah mengantisipasi hal itu sebelumnya, bahwa kau tidak bisa dikalahkan dengan mudah.”
Tidak mungkin sosok misterius sepertinya dapat dikalahkan hanya dengan beberapa serangan. Pertahanan dan dominasinya kuat, sehingga dia tidak bisa dikalahkan hanya dengan tekad dan kemampuan yang seremeh itu.
“Huh, ternyata selama ratusan tahun aku menunggu— aku menemukan seorang manusia yang berkata seperti itu.” Katanya.
“Sebelum kita melanjutkan pertarungan ini, ada satu hal yang ingin kutanyakan... Sebenarnya kami berada dimana?” tanyaku kepada Dark Knight itu.
Sebenarnya ini janggal. Aku tidak bisa melihat jalan keluar yang ada di sini, tapi ruangan ini sangat terang daripada kondisi ruangan sebelumnya, padahal tidak ada cahaya sama sekali di sini.
Aku hanya bisa menarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa, ruangan ini sangat besar dan aneh. Itu saja.
“Ketika aku mendapatkan penantang dari luar, ruangan ini akan dengan sendirinya berubah...” kata Dark Knight itu, lalu dia melanjutkannya, “Ruangan ini berbeda dari sebuah konsep ruangan pada umumnya. Ruangan ini terputus dari sumbu waktu dan berasal dari dunia yang berbeda. Konsepsi-konsepsi tentang ruangan ini tidak akan kalian mengerti, karena ruangan ini adalah suatu yang abstrak.”
“Hmm begitu ya...”
Meskipun banyak hal yang tidak kuketahui tentang perkataannya, tapi ada satu hal yang membuatku bingung.
Meskipun dari pernyataannya itu bahwa ruangan ini terputus dari sumbu waktu dan berada di dunia yang berbeda, tapi kenapa kemampuan Astia masih melekat padaku dan Elma?
Namun masalah utamanya bukan itu, yang harus kami hadapi sekarang adalah sosok yang berada tepat di dalam pandangan kami berdua.
“Baiklah, sekarang giliranku yang akan menyerang.” Kata Dark Knight itu ketika dia mengangkat pedangnya.
Bahkan ketika dia melakukan sebuah kuda-kuda, aliran dan aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya. Energi yang dikeluarkan olehnya benar-benar masif dan itu membuatku sesak.
BOOM!!
Tanpa aba-aba, Dark Knight itu melesat ke arah kami. Karena Elma terlambat bereaksi terhadap itu, aku mendorongnya sekeras mungkin agar terhindar dari serangan fatal.
Kecepatannya tidak masuk akal.
Sekarang dia jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Elma juga langsung bangkit setelah kudorong dan menggenggam sabitnya dengan aliran petir yang kembali mengamuk ke segala tempat.
Yang harus kulakukan adalah beradaptasi secara ekstrim untuk membaca pergerakannya dan kecepatannya.
Setelah dia gagal menyerang kami berdua, pedangnya menebas udara ke arahku. Sebuah suara pedang dan dialiri oleh pekikan udara yang menyelimutinya. Energi tebasan itu, membuat robekan udara itu sendiri dan mengarah ke arahku.
Namun aku berhasil menghindarinya. Di sisi lain, Elma sudah berada jangkauan serangnya. Dia menyabit bagian kepala Dark Knight dan menebasnya dengan aliran petir yang menyelimutinya. Tapi dengan mudahnya, Dark Knight itu menghindarinya mulus sekali, sehingga momen berikutnya Elma yang menjadi sasaran empuk saat ini juga.
Meskipun penghalang yang dibuat oleh Astia masih berada pada kami, tapi untuk terhindar dari hal yang buruk, kami harus menghindar dari pedang besarnya itu.
“Elma!”
Karena itu aku berusaha menyerang Dark Knight itu sebelum dia menyerang Elma.
Pedangku membuat empat tebasan vertikal dan horizontal, tapi sebelum itu, aku tertendang olehnya. Kakinya telah mencapai diriku sebelum jangkauan serangku mencapai dirinya.
Aku terhempas ke kejauhan, tapi aku tidak memiliki rasa sakit yang berlebih.
Elma juga mundur dari posisinya dan berusaha menjaga jarak.
Semakin lama aku mengulur waktu, semakin cepat juga para petualang menemui ajalnya dan semakin kuat Dark Knight itu.
Aku langsung menggunakan efek pasif dari kemampuan ‘Thunder Execute’ untuk memberikan titik buta kepada Dark Knight itu. Aku berhasil di belakangnya dan menebasnya, tapi dia dengan cepat melompat ke belakangku. Hasilnya seranganku kembali gagal.
Elma cukup cepat tanggap dengan itu, dia langsung memberikan serangan balasan.
Elma menutup jangkauan serangan Dark Knight itu terhadapku, sekarang Elma melakukan serangan membabi-buta dan gesit ke setiap sisi dan bagian tubuh Dark Knight itu. Namun sayangnya dia tidak mengenai satupun darinya.
Sekarang aku yang membantunya. Aku melompat ke atas dan membuat tebasan vertikal ke bawah, dia juga menghindari itu. Elma melompatiku dan kembali memberikan serangannnya di saat aku gagal.
Semua pertarungan ini terus berputar-putar. Di saat aku gagal memberikan serangan, Elma memberikan serangan tambahan pada Dark Knight itu. Begitu pula sebaliknya, di saat Elma sedang terancam karena kegagalan dalam serangannya, aku langsung pergi ke arahnya dan menggagalkan aksi serang Dark Knight itu.
Dan itu terjadi terus berulang-ulang hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.
Akhirnya kami terhempas dan dapat membuat jarak...
“Kalau kita seperti ini terus, kita yang akan kalah.” Kata Elma.
Itu benar. Aku tidak tahu tentang kapasitas energi dari Dark Knight itu, tapi ada satu hal yang pasti, kami berdua memiliki batas energi dalam bertarung.
“Baiklah, kalau begitu ambil ini...” aku memberikan Elma sesuatu.
“Apa ini?”
“Itu adalah bom asap khusus buatanku. Kemungkinan besar pengindraan Dark Knight itu akan terhenti sementara.”
“Baiklah kalau begitu.”
“Beri aku waktu beberapa detik juga.” Tambahku.
“Dimengerti!”
Dengan semangatnya, Elma berteriak ketika dia kembali maju ke depan, menyerang Dark Knight itu secara membabi-buta. Kegesitannya dan kelincahannya ketika memegang sabit itu sangat mengagumkan, bahkan dia adalah salah satu yang paling lincah di antara para gadis, termasuk Marrona.
Kemudian bom itu diledakkan, gelombang asap memenuhi ruangan ini dan hanya ada kabut asap yang kulihat.
“Si-sialan kau! Kau memberikan trik apa kepada tubuhku?!”
Dari reaksi yang kulihat, sepertinya efek dari bom asap itu memiliki efek pada Dark Knight, sama seperti binatang iblis lainnya.
Lalu, setelah beberapa detik serangan Elma terhenti secara paksa dan gelombang angin menghilangkan asap itu, disertai Elma yang terhempas ke udara. Itu sangat mengkhawatirkan tentang kondisinya, tapi aku tidak bisa melewatkan situasi ini.
Kau patut diapresiasi, Elma!
Ketika Dark Knight itu kembali berdiri kokoh, aku berada di posisi paling siapku.
“HAHAHA!!”
Dark Knight itu tertawa lepas, kemungkinan dia seperti itu karena senang terhadap serangan Elma dan berhasil menghalaunya.
“Kau melihat kemana?”
Dia tidak menyadari kehadiranku, ketika Dark Knight itu menghadap ke arah lain, aku berada di arah yang sebaliknya. Seluruh seranganku telah dipersiapkan dan sekarang saatnya...
“Apa?” Dark Knight itu terlambat menyadariku.
Dan kemudian...
“INFERNO BEAM!!”
“Serangan ini lagi?!!”
Energi merah terlepas dari titik konsentrasi pedangku, mengarah ke Dark Knight. Dia juga dengan tangkas menahan seranganku dengan pedangnya yang masih kokoh. Dark Knight itu terpukul mundur secara dramatis.
Namun bukan itu kunci sebenarnya...
“Master!! Majuuu!!!”
Elma berteriak menyemangatiku ketika dia masih tersungkur.
Di saat yang bersamaan, aku berada di arah lain, tapi ‘Inferno Beam’ masih aktif! Itu semua karena aku harus lebih cepat daripada sebelumnya.
Sebuah kecepatan yang melampaui semua serangan sebelumnya, hasilnya ketika ‘Inferno Beam’ masih aktif, tapi aku sudah berada di luar jangkauan dalam mengaktifkannya. Sekarang adalah serangan dari titik butanya.
“Naga jahat jatuh dalam jurang kegelapan!”
Aura hitam kegelapan menyatu ke dalam pedangku, aura merah kegelapan juga menyelimuti seluruh pedangku, dan berakhir dengan aura emas yang menyempurnakannya.
“Kau pikir aku membiarkan kau membunuhku?!”
Dark Knight itu memaksakan tubuhnya ke arahku ketika ‘Inferno Beam’ masih menyerangnya. Hasilnya dia terkena serangan ‘Inferno Beam’ itu dari belakang tubuhnya. Sekarang dia ingin menahan serangan tambahanku dengan pedangnya yang dialiri oleh kegelapan.
Namun itu tidak membuatku mundur.
Di saat itulah...
“BALMUUUNG!!!”
Energi magis merah tercampur oleh hitam kegelapan, dengan serbuk cahaya, membuat tebasan dahsyat yang meledak secara masif. Kecepatannya sudah tidak bisa diukur olehku. Aku hanya bisa memusatkan kekuatanku pada energi pemusnah ini.
Pembengkokan ruang dan waktu terjadi, udara terobek dan terjadi penolakan hukum fisika. Bahkan energi ini menembus juga pertahanan itu dan menghancurkan reaktor dan kristal itu secara sempurna. Dinding yang membatasi kami telah hancur dan membuat dimensi ini rusak sehingga kami kembali ke dunia sebelumnya.
Energi itu menembus hingga ke langit, dan beberapa detik kemudian menyusut hingga habis seutuhnya.
Ruangan ini kembali ke kondisi sebelumnya yang gelap, tapi karena sebuah lubang besar yang dihasilkan oleh seranganku, membuat cahaya matahari masuk dari atas.
“Huh~ itu terlalu melelahkan...”
Aku berlutut dan menghela napas, dengan banyaknya energi sihirku terkuras, ini adalah waktu yang tepat untuk kami mundur.
“Akhirnya kita menang master!” Elma menghampiriku dan mengeluarkan teriakan kemenangannya.
“Ya...”
Pilar anti sihir dan reaktor itu telah menghilang bersama dengan sosok Dark Knight itu.
Seolah adalah hari yang baik, kami bisa melihat langit yang cerah dari lubang besar itu. Mungkin kami sudah menjelajah ke reruntuhan ini hingga ke bagian terdalam, tapi kami dengan mudah memperlihatkan isi dari ruangan ini ke dunia luar melalui lubang besar itu.
Yah itu bukan masalah juga.
Aku meluruskan badanku dan tiduran menghadap ke arah langit.
“Master?” Elma mungkin mempertanyakan tindakanku tapi aku tidak menanggapinya.
Hanya sebuah kelelahan yang hebat sehingga membuatku seperti ini.
“Apa kau baik-baik saja setelah menerima hempasan tadi?” aku hampir lupa menanyakan kondisi Elma.
“Tenang saja! Serangan seperti itu tidak cukup kuat untuk membunuhku!” katanya ketika dia memukul tangannya dengan semangat.
Yah itulah sifat asli Elma.
Kemudian aku bangun, lalu menyarungkan pedangku. Setelah aku membersihkan pakaianku, aku mengatakan sesuatu pada Elma...
“Kalau begitu, mari kita mengonfirmasi tentang kondisi para petualang, lalu setelah itu, kita kembali berkumpul dengan gadis lainnya.”
“Yoo!!” dia begitu semangat sehingga melepaskan tangannya ke atas.
Nah, setelah itu kami pergi sesuai apa yang telah direncanakan. Setelah tugas pertama itu selesai, aku dan Elma berkumpul dengan gadis lainnya termasuk Astia.
Dengan begitu, masalah pertama kami berakhir...
つづく
Jangan lupa like, komen, dan klik Favorti ya! Kalau ada typo mohon dikoreksi, terimakasih!