
(Special illustration for Natasha & Annastasia)
“Kami pulang!!”
Gadis berambut hijau berteriak dengan semangat dan diikuti oleh dua gadis lainnya dari belakang, tapi mereka berdua hanya menggeleng-geleng kepala atas sikap dari temannya itu.
Sementara itu, akhirnya diskusi ini akan menuju ke titik terangnya...
Gadis yang berteriak adalah Lilac, dan yang datang setelahnya adalah Amarilis dan Natasha. Kupikir dengan kehadiran dan ekspresi ceria Lilac adalah tanda keberhasilan mereka.
“Kalian bertiga cepat sekali.” Annastasia takjub dengan kedatangan mereka.
“Benar! Karena kecerdasan Natasha, semua masalah yang menjadi misteri sampai saat ini telah mencapai titik terangnya.”
Lilac mengatakan itu, tapi yang kulihat bahwa Natasha tidak searah dengan perkataan Lilac. Dia malah seolah putus asa.
“Benarkah?” tanya Annastasia dengan semangat.
“Tidak.”
“Ahh begitu ya— Eh?”
Annastasia terkejut dengan sangat lepas di balik wajah cantiknya. Dia awalnya sudah menaruh harapan kepada mereka bertiga, tapi jawaban Lilac membuat harapan Annastasia menjadi hilang.
“Apa kau bilang?” sekali lagi Annastasia menanyakan itu.
“Sudah kubilang, itu tidak pernah terjadi.” Jawab Lilac.
“Lalu, kenapa kau bilang masalahnya sudah mencapai pada titik terangnya?”
“Itu hanya lelucon. Aku sudah menduga kalau kalian juga tidak mendapatkan apa-apa, jadi aku mencoba mencairkan suasana dengan lelucon itu.”
Annastasia tersinggung karena perkataan dari Lilac.
“Leluconmu buruk.”
Lilac tidak terpengaruh dengan Annastasia, tapi dia malah tersenyum mengejek dan mengatakan, “Setidaknya kelompok kami lebih baik dan terorganisir daripada kelompokmu. Aku akan mengecualikan Lilia, pasti dia kerepotan karena sikapmu dan Elma yang suka membuat keributan. Yah, yang terpenting kelompok kami lebih berguna.”
Oke, menurutku itu menusuk sekali.
“Ah, mulutmu itu ya! Memang harus diberi pelajaran!” Annastasia menggertakkan giginya, dia tersenyum kesal.
Kemudian Lilia datang dan kembali menengahi itu. Aku dan Natasha hanya bisa menghela napas berat.
“Sudahlah kalian, cobalah untuk tenang! Aku sudah capek dengan kelakuan kalian yang kekanak-kanakan seperti itu... Sekarang, Lilac, Natasha dan Amarilis, apa yang sudah kalian dapat selama pencarian itu?”
“Baiklah, aku akan menjelaskan semua kegagalanku.” Jawab Natasha dengan menyesal.
“Eh?!”
Bahkan Annastasia, Elma dan Lilia sangat terkejut dengan hal itu. Aku tahu perasaan mereka, tidak biasanya Natasha dengan kecerdasan di atas semua gadis mendapatkan kegagalan yang dikatakan.
Setelah itu mereka berenam berbaris di depan mejaku, menghilangkan rasa kekanak-kanakan seperti tadi. Kemudian Natasha menjelaskan apa yang terjadi ketika dia menjelajah di daerah Pegunungan Yatze.
“Maafkan aku.” Kata pertama dari Natasha, “Karena keterbatasan pengalaman dan kemampuanku, aku tidak bisa mendapatkan sedikitpun informasi yang diharapkan kita semua.”
“Itu bukan kesalahanmu, Natasha. Aku juga tidak berguna saat itu, padahal sebagai bagian dari ras elf aku bisa memberikan asumsiku atas apa yang telaj terjadi, tapi aku tidak mempunyai petunjuk sama sekali.” Amarilis juga terlihat menyesali ketidakmampuannya.
“Aku juga.” Tambah Lilac.
Baiklah aku mengerti. Meskipun mereka tidak mendapatkan apa-apa tapi mereka sudah bekerja keras— tidak, itu bukan harapanku. Kalau mereka bekerja di bawah perintahku, ‘bekerja keras’ bukanlah sesuatu yang cukup untuk bisa dibanggakan. Mereka harus mendapatkan hasil yang melebihi standar untuk kemajuan mereka sendiri dan hasil itu yang membuat mereka bertahan hidup di masa sekarang. Namun saat ini, dalam kemampuan mereka, bisa dikatakan mereka ‘tidak berguna’.
Aku pun juga begitu. Kalau kami tidak akan mendapatkan hasilnya, maka rentang hidup kami tidak akan lama di dunia yang seperti ini. Jadi sekadar ‘bekerja keras’ tidak akan mencukupi dari standar itu.
“Tapi, aku mendapatkan beberapa kejanggalan.” Tambah Natasha.
Setidaknya itu harapan kecilnya.
“Semua rekam jejak yang dihasilkan oleh serangan Ellena pada saat perang itu, saat ini telah lenyap.”
“Lenyap?” tanyaku.
“Ya master. Jejak kerusakan dari serangan Ellena seolah-olah telah dilupakan oleh alam itu sendiri. Semuanya kembali ke bentuk awalnya. Aku tidak tahu alasannya tapi ini benar-benar tidak masuk akal.”
Kalau Natasha mengatakan ‘ke bentuk yang berbeda’ mungkin aku bisa membantahnya dengan alam itu telah memperbaiki dirinya sendiri. Tapi ke bentuk awal? Itu seperti pergi ke masa lalu dan merekonstruksi kerusakan seolah-olah itu tidak pernah ada.
Kemudian Elma masuk ke dalam pembicaraan.
“Heh! Itu artinya memang ada orang yang sengaja menyembunyikan itu dan menculik Ellena.” Kata Elma dengan nada kasarnya.
Namun Natasha membantahnya, “Tidak, seharusnya itu yang membuat bukti itu lebih diperkuat, karena mereka menghilangkan bukti itu sendiri. Kalau memang ada penculik itu, dan kalau mereka ingin benar-benar menyembunyikannya, seharusnya mereka membiarkan bukti itu ada dan terjadi.”
Akhirnya aku mengerti dari maksud dari Natasha, aku pikir Elma pun begitu. Lalu di sisi lain Lilia membuat kesimpulan.
“Ini seperti penculik itu ingin menunjukkan ke dunia bahwa mereka telah menculik Ellena, dan kita didorong untuk menyelamatkannya.”
Yang dikatakan Natasha dan Lilia cukup masuk akal. Kalau ‘mereka’ ingin menyembunyikannya, kenapa harus repot-repot ‘menghilangkan’ jejak serangan Ellena? Seharusnya ‘mereka’ membiarkannya dan tidak akan ada yang sadar.
“Apa ini jebakan?” tambah Lilia.
“Kalau ‘mereka’ benar melakukan ini, mungkin ini adalah jebakan untuk orang yang peduli kepada Ellena, yaitu kita.” Perkataan Annastasia tepat sasaran.
“Tepat sekali, Lilia.” Kataku dan melanjutkan, “Aku membuat asumsi kalau motif ‘mereka’ adalah ingin mencari orang yang bertahan dari penaklukan monster itu termasuk kita. Aku juga tidak menutup kemungkinan kalau ‘mereka’ hanya mengincar kita.”
Aku tidak memberitahu ke para gadis tentang hal yang mungkin paling diincar oleh musuh kami saat ini. Kalau aku mempersempit kemungkinan pada satu orang, yang menjadi eksekutor utama monster kelas bencana tersebut. Orang itu mungkin yang menjadi penyebab dari kekesalan ‘mereka’ yang menculik Ellena. Seseorang yang menjadi satu-satunya kekuatan harapan di ujung tanduk pada saat itu... yaitu—
Sebuah kenop pintu diputar dan pintu terbuka dengan cepat, memunculkan gadis berambut hitam kebiruan sebahu dan mata berwarna hijau emerald. Dia terlihat terburu-buru dan cemas.
“Astia?” Lilia yang pertama memanggilnya.
Kemudian Astia datang ke mejaku dan memberikan beberapa lembar perkamen.
“Ya, maaf aku memotong pembicaraan kalian. Tapi di sini aku ingin memberikan informasi penting.”
“Tenanglah dulu.” Kataku, Astia terlihat kehabisan napas.
“Baiklah, huh~” Astia menghela napas berat, kemudian melanjutkan, “Pertama, aku mendapatkan sebuah informasi kalau beberapa petualang menghilang tanpa jejak yang terdaftar di Guild Petualang. Ini daftarnya.”
Lalu, aku melihat beberapa perkamen yang diberikan oleh Astia. Aku melihatnya, sepertinya ini adalah perkamen resmi dari Guild Petualang, terlihat dari stempelnya.
Aku cukup terkejut ketika melihat daftar namanya.
“Ini semua... bukankah ini adalah para petualang yang memiliki hubungan dengan penaklukan itu?”
Asumsiku dibuktikan oleh perkamen ini.
Perkataanku barusan membuat para gadis terkejut. Mungkin mereka tidak menyangkanya.
“Ya, Tuan Yuuki. Mereka semua adalah petualang yang mengundurkan diri dari penaklukan monster itu tapi mereka masih terdaftar sebagai partisipan penaklukannya.” Jawab Astia.
Yang kuherangkan adalah kenapa orang-orang yang hilang itu tidak mempunyai hubungan langsung dengan penaklukan itu. Kalau yang ada di daftar ini adalah pasukan garis depan yang tersisa, maka bisa dipastikan kalau ada yang telah mengincar kami sejak penaklukan itu belum dimulai, atau ‘mereka’ ingin meluapkan kekesalan mereka atas terbunuhnya monster kelas bencana itu.
Namun, aku masih belum mempunyai bukti atas asumsiku itu.
“Astia, apa kamu punya informasi tentang lokasi hilangnya orang-orang ini?” tanyaku.
“Ya, aku punya.” Astia memberikan beberapa perkamen lagi.
Aku melihat detailnya satu persatu, dan melihat Astia ragu-ragu.
“Tapi, sayangnya itu...”
Setelah melihat seluruh perkamen yang diberikan Astia, aku menemukan informasi bahwa, daftar nama petualang yang hilang ini, lokasi menghilangnya tersebar di seluruh penjuru dunia. Itulah yang membuat Astia ragu-ragu.
“Baiklah kalau begitu...” keputusanku sudah pada akhirnya, “Mulai saat ini kuumumkan sebagai misi darurat— kita akan mencari informasi tentang menghilangnya orang-orang ini.”
Namun aku lupa satu hal.
“Ah, sebentar.” Aku memanggil Astia, “Astia, apa kita bisa menutup restoran untuk sementara untuk misi ini?”
Karena secara teknis Astia adalah pemilik restorannya atau pemimpinnya, makanya akan dibutuhkan persetujuan dari Astia. Aku pikir akan berat untuk mengatasi permasalahan itu.
“Tenang saja, Tuan Yuuki... Aku sudah menyetujui keputusanmu.”
“Baiklah.”
Mungkin Astia juga sudah mengantisipasi aku akan membuat keputusan seperti ini. Jadi dia sudah beberapa kali berpikir dalam mengambil keputusan sehingga dia memberikan aku informasi ini.
Lalu...
“Itu artinya kita jalan-jalan ke luar kota! Liburan!!” teriak semangat dari Lilia.
“....”
Aku heran, sepertinya bukan itu yang kumaksud.
“YEAY! Liburan!!” sorak para gadis.
Huh~ padahal ini bukan liburan, kenapa mereka begitu senang?
Daripada itu, “Astia, ngomong-ngomong dimana Marrona? Kupikir dia bersamamu.”
Secara formasi, Astia berpasangan dengan Marrona.
“Ah, dia terlalu lelah, jadi kusuruh dia istirahat di kamarnya.”
“Begitu...”
Mengabaikan kesenangan para gadis, aku menutup mataku karena kelelahan mental. Setidaknya butuh satu hari untuk libur tenang, tapi itu hanyalah mimpi di saat kondisi kita yang seperti ini.
Huh~ padahal baru saja aku menghadapi bencana buruk itu tempo hari, tapi kami akan menghadapi sesuatu yang tidak kami ketahui.
Aku kembali berdiri dan mengumumkan kepada para gadis, “Mulai besok kita akan tutup restoran! Persiapkan kalian dengan seragam misi kalian dan hadapilah kematian sekali lagi.”
“Siap, master!!” serentak para gadis.
Setelah beberapa waktu, akhirnya kami menunjukkan identitas kami yang sebenarnya.
つづく
Kalau ada typo mohon dikoreksi ya, dan jangan lupa like, komen, dan klik favorit! terimakasih