
Pada hari kedua setelah kedatangan para gadis, pagi-pagi sekali, mereka berkumpul di hutan dekat mansion mereka tinggal. Mereka berpikir kalau diperintah seperti ini maka pelatihan yang akan mereka jalani menjadi kenyataan, mereka memiliki ekspresi tidak sabar menunggu. Jauh di dalam diri mereka, mereka berharap mendapatkan pelatihan seperti cara bertahan hidup, menjadi kuat dalam waktu singkat dan sebagainya.
Ketika mereka membawa memakai perlengkapan lengkap, Yuuki datang dengan memakai pakaian serba hitam dengan pedang yang dibawanya, Astia mengikutinya dari belakang.
"Aku rasa kalian sudah mengerti tentang berkumpulnya kalian di sini."
Para gadis memberikan senyuman hormat pada Yuuki, mereka menunjukkan ekspresi kalau mereka sudah siap, dengan tatapan yang penuh energi.
"Kalian tidak perlu sesemangat itu... Tapi sebelum itu aku punya berita untuk kalian."
"Apa itu tentang misi pertama kita? aku tidak sabar." Kata Amarilis.
"Saran dariku, kalian jangan meremehkan misi ini."
Tatapan dingin Yuuki menjadi serius, dia tidak bercanda. Tapi para gadis merasa kalau masternya hanya terlalu keras pada dirinya sendiri, dan itu tidak baik untuk kesehatannya.
"Apa itu master? Bukankah situasi menegangkan itu sebaiknya diberikan kepada kami bertujuh saja? Master dan Astia tidak perlu turun tangan untuk melakukannya."
Seperti biasa, nada Elma yang kasar terus membuatnya seperti kesombongan, tapi itulah dirinya.
"Kau tahu aku juga berpartisipasi dalam misi?"
"Seperti itulah, tapi untuk mendapatkan kepercayaan master, aku rasa kami harus menjalankannya."
"Apa kalian juga setuju?"
"Ya!" Suara tumpang tinding menyertainya.
"Sepertinya kalian salah paham."
Kebingungan mendarat di masing-masing wajah para gadis, Yuuki hanya menghela napas.
"Aku juga belum mengatakan berita buruk dan berita baiknya."
"Itu tidak terduga."
"Bahkan aku juga."
"Baiklah aku ingin menanyakan berita buruknya dulu." Cantik seperti biasa, bahkan di pagi hari, wajah dan tubuhnya menjadi indah yang tidak tertandingi, Annastasia bertanya dengan sopan.
"Seperti yang kusarankan kalian tidak boleh meremehkan misi ini... Dalam tiga hari kalian para gadis dan aku sendiri akan pergi membunuh monster bernama Hydra dengan kode 'Ultimate', artinya itu adalah monster kelas bencana."
"Apa master bercanda?"
"Hydra... bukankah itu...?"
Sejujurnya para gadis tidak dapat menerima kenyataan seberat itu, tapi ketika Yuuki menyatakan dengan keyakinan yang kuat dan ekspresi yang jelas, para gadis menyadari kalau itu kenyataannya.
Mata gadis-gadis itu berputar dalam keterkejutan.
"Seperti yang kukatakan, kalian harus menerima kenyataan itu."
"Aku ingin bertanya." Kata pemimpin para gadis, Lilia mengangkat tangannya, "Sepertinya aku kekurangan informasi, apa hanya kita saja yang menjalani misi itu? Bukankah itu keterlaluan..."
"Apa yang kau katakan? Itu hanya alat untuk bunuh diri... Pasukan kerajaan dan para petualang akan berpartisipasi dalam hal ini... Operasi ini disebut 'Garda terdepan pertahanan umat manusia', tapi persentase untuk kemenangan masih diragukan." Jawab Yuuki.
"Tapi itu masih melegakan."
"Ini adalah misi darurat, jadi ini termasuk misi kalian. Meskipun misi pertama kalian adalah yang paling berat, tapi kalian tidak boleh mengeluh."
....
Tidak ada respon dari mereka. Hanya ada keheningan di antara mereka.
Lilia di sana hanya mengepalkan tangannya, memikirkan kalau misi ini seperti hanya akan ada banyak korban, dia tidak yakin kalau dia akan bertahan dalam misi ini. Bahkan sekarang dia hanya memikirkan kehidupan yang singkat ini, kehidupan bersama para gadis lainnya dengan bercanda dan tertawa apakah itu akan hilang begitu saja?
"Kenapa kalian sedih? Apa kalian berpikir kalau aku akan membiarkan kalian mati begitu saja? Kalian itu bukan bidak maupun alat. Aku tidak akan pernah membiarkan kalian mati." Kata Yuuki dengan serius.
Meskipun Lilia mencoba kuat, dia tidak bisa menahan ekspresi sedih di wajahnya
"Aku tidak tahu kenapa aku sedih. Kehidupan yang aku impikan bersama kalian semua, kalau aku kehilangan semua itu atau aku kehilangan salah satu dari kalian... Aku tidak tahu cara menghadapinya nanti."
Itu artinya Lilia bukan menakuti kematiannya, tapi dia takut kehilangan teman-temannya karena dia menganggap dirinya sebagai pemimpin masih lemah.
Yuuki melihat Lilia dengan tatapan dingin seperti biasa, kemudian menutup matanya seolah membulatkan tekad.
"Aku ingin berkata sesuatu." Kata Natasha sambil mengangkat tangannya, kemudian melanjutkan,"Mungkin diantara dari kita masih ada yang meragukan master saat ini, tapi aku akan menjelaskan sesuatu. Kemarin, ketika aku ke kamar master aku melihat master sedang kelelehan memikirkan sesuatu. Aku bertanya-tanya tentang apa yang master pikirkan, aku pikir dia hanya sekedar mengalami kelelahan biasa, tapi apakah begitu?."
"...." Tidak ada jawaban.
"Nona Astia juga pernah bilang kalau dia dan master baru pindah ke rumah itu baru-baru ini, mungkin dua hari yang lalu. Aku juga merasakan kalau interior rumah itu sudah cukup tua, tapi kenapa bersih? Itu artinya Nona Astia dan master sudah membersihkan seluruh ruangan dalam satu hari sebelum kedatangan kita. Tapi kenapa master tidak memberitahu misi ini kemarin? Itu karena master lebih memilih kita untuk membangun hubungan baik di atas kepercayaan."
"...."
"Lilia juga memberitahuku kalau master dan raja dari negeri ini sedang bersama kemarin. Mempertimbangkan misi ini dijatuhkan untuk master, melihat dari waktunya kemungkinan master sudah menerima misi ini sekitar sebulan yang lalu, dan tentu saja itu dengan raja dari negeri ini."
"Tunggu sebentar."
Yuuki menghentikan Natasha. Ada yang salah. Yuuki merasakan perkataan Natasha ada yang tidak beres.
"Bagaimana kau tahu kalau itu terjadi sebulan yang lalu?"
"Bukankah wajar kalau membuat misi darurat dalam tempo waktu sebulan dengan ancaman seperti itu? Bukannya barusan master mengatakan kalau misi ini dibantu oleh pasukan kerajaan? Mengurus pasukan sebesar itu akan membutuhkan waktu juga."
Analisa yang cepat dari Natasaha, bahkan hampir seperti kebohongan. Kapasitas otak gadis itu telah melampaui sejumlah orang dengan kecerdasan hebat di dunia. Memperoleh informasi dari misi darurat dengan kategori 'rahasia' dengan sekali pikir – Yuuki hanya bisa menyebut pertumbuhan ini dengan kata 'Jenius'
"Aku tidak habis pikir."
Yuuki hanya bisa menghela napas.
"Karena dalam waktu sedikit itu, master telah memikirkan caranya untuk bertahan dari semua ini, ditambah dengan kehadiran kita, menambah beban yang harus master tanggung... Membersihkan ruangan kita, memberikan kita tempat tinggal, memberikan makanan enak, memikirkan metode pelatihan kita, memikirkan hubungan baik para gadis, ditambah misi darurat yang tidak masuk akal itu yang yang merusak tubuh master sendiri." Natasha mengumumkan itu dengan mata basah, hampir menangis, "Bagaimana kalian bisa-bisanya meragukan master ketika master serius memikirkan kita!? Apa hanya karena takut akan kematian membuat rasa terima kasih kalian hilang? Dimana dedikasi hidup kalian untuk master? Apa itu hanya omong kosong?!"
Air mata Natasha mengalir, dia ingin menunjukan perasaannya kepada para gadis bahwa dia sebegitu pedulinya kepada masternya.
Perkataan Natasha membuat para gadis yang merasakan keraguan pada Yuuki hancur seketika. Ekspresi mereka yang mengatakan itu.
Lilia yang pertama mendatanginya, kemudian memeluknya.
"Maaf Natasha aku mengecewakanmu."
"Aku tidak akan mengulanginya. Saat ini aku membutuhkanmu untuk bertahan hidup, Natasha."
Satu persatu para gadis menunjukkan rasa bersalahnya dan memeluk Natasha.
Melihat hal ini, Yuuki hanya bisa membalas tatapan senang. Melihat ribuan cacian, hinaan, dan trauma di masa lalu, tapi hanya kali ini dia melihat orang yang mendukungnya dengan penuh ketulusan.
Dalam satu hari Yuuki melihat hubungan para gadis menjadi sangat erat. Tapi mengapa? Kenapa secepat itu? Apakah wanita dalam menjalin hubungan bisa secepat itu?
Akhirnya Yuuki menyadarinya. Para gadis membuat pernyataan mendedikasikan hidup untuk dirinya bukanlah sebuah kebohongan, itulah tekad dari para gadis. Kenapa hubungan para gadis menjadi erat dalam waktu yang singkat, itu karena mereka mempunyai satu tujuan yang sama – melayani Yuuki dengan sepenuh hati.
Mereka selesai, ditutup dengan senyuman gembira. Kemudian mereka berlutut hormat menunggu pelatihan yang diberikan
"Master, kami sudah siap menjalani tugas apapun yang diberikan!" Kata Lilia.
"Semangat yang bagus. Sebelum itu aku akan memberi berita baiknya."
"Ooh, aku melupakan itu."
"Berita baiknya adalah seragam kalian sudah jadi dan berita kedua adalah kita diposisikan sebagai pasukan pelindung garda belakang, bertugas melindungi perbekalan dan pasukan medis."
"Tuan Yuuki, meskipun kamu berkata kalau itu berita baik, mereka tidak akan lebih baik lho." Astia sedikit menegur Yuuki dengan cara terbaiknya.
"Tidak Astia. Kami tidak berpikir begitu, setidaknya kami melindungi korban terluka itu sudah membuatku lega."
"Aku juga berpikir begitu."
Yuuki kembali berpikir untuk menentukan kembali rencanannya.
"Baiklah, namanya sudah kutentukan. 'Tomoe', itulah nama regu kalian. Mulai sekarang aku akan terus menggali potensi tak terbatas dari kalian. Kalian mungkin merasa tidak berguna ketika berada di luar sana, seperti perahu terombang-ambing di lautan lepas, tapi di sini – kalian luar biasa."
"Kami tidak layak mendapatkan pujianmu."
Untuk beberapa alasan, para gadis menemukan perasaan aneh yang berada dalam diri mereka. Hati Lilia juga merasakan sesuatu yang hangat, seperti rasa yang menyenangkan. Mereka secara tidak langsung merasakannya, dipuji 'luar biasa' oleh masternya membuat mereka senang.
"Untuk metode pelatihan kalian aku sudah memikirkannya berkali-kali, tapi hanya itulah yang cocok... Kalahkan aku."
Ketika para gadis sibuk memikirkan kata-kata ini dengan bingung, Lilia si pemimpin para gadis yang pertama mengerti. Metode pengajaran yang diberikan setelah mereka dipermalukan karena gagal untuk terakhir kalinya. Tapi mereka terpaksa untuk mengatasi hal itu kembali dengan segala cara.
"Aku akan memberikan penjelasan tentang pengajaranku... Aku tidak bisa mengajari kalian bagaimana caranya menggunakan teknikku atau bagaimana cara aku menyerang dan bertahan. Kalian gunakan kesempatan ini untuk menempa kemampuan kalian masing-masing, belajar dari pengalaman dan sebagainya. Bertarung dengan orang yang jauh lebih kuat dari kalian akan membuat kalian kuat. Jadi ketika kalian menemukan musuh yang kuat, kalian sudah terbiasa dengan itu."
"Aku ingin bertanya." Gadis berambut hijau, Lilac mengangkat tangannya.
"Silakan."
"Apa pelatihan ini seperti kami melawan master tempo hari?"
"Hampir, bedanya aku tidak akan menahan diri."
"Wah, ini akan menjadi sangat berat."
Wajah Astia menunjukkan kecemasan, dia tahu kekuatan Yuuki seperti apa. Dia tidak bisa membiarkan pelatihan ini menjadi sebuah pembantaian.
"Tuan Yuuki, sepertinya kamu terlalu berlebihan. Aku menyarankan kalau kamu tidak perlu menunjukkan kemampuan andalanmu."
"Teknik andalanku saat itu? Mana mungkin. kekuatan itu langsung menyerap seluruh manaku, kau tahu?"
"Sepertinya aku yang salah paham."
"Baiklah aku akan memberikan keringanan. Aku tidak akan menggunakan sihir."
"Meskipun master bilang begitu, kami masih kesulitan." Lilia yang mengatakan keluhannya itu.
"Kalau begitu kalian sudah siap. Untuk peraturannya aku serahkan pada Astia."
Astia mengambil langkah ke depan, menjelaskan peraturan latihan tanding. Kemudian dia menjelaskan dengan senyuman ramah.
Aturan pertama : Diperbolehkan melakukan cara apapun atau trik apapun selama dalam pelatihan.
Aturan kedua : Diperbolehkan menggunakan sihir apapun, kecuali sihir terlarang. Yuuki tidak diperbolehkan menggunakan sihir apapun.
Aturan ketiga : Waktu pelatihan dilakukan tiga kali dalam sehari, di manapun itu. Waktu pelatihan diputuskan oleh para gadis.
"Eeh, ternyata rumah kita dinamakan sama seperti nama regu kita ya..."
Astia melanjutkan mengumumkan peraturannya kepada para gadis. Dia mengangguk ketika dia menjelaskan peraturannya.
Aturan keempat : Siapapun yang menyerah akan langsung tereliminasi ketika pelatihan berlangsung
Aturan terakhir : Astia akan menjadi divisi netral ketika pelatihan dimulai.
"Astia, apa maksudnya itu?" Ketika Lilia mengambil sebuah pertanyaan, gadis lainnya mengangguk dan menunjukkan kebingungannya
"Artinya, aku akan menjadi pemutus pelatihan dengan mengawasi tindakan kalian semua. Misalnya ketika Tuan Yuuki menyerangmu dengan sekuat tenaga dan kau tidak bisa mengindarinya, aku akan menggunakan kemampuanku untuk menahan serangan Tuan Yuuki, lalu kau akan dianggap kalah. Dengan begitu tidak ada yang terluka."
"Begitu pula sebaliknya?"
"Benar."
"Ah begitu ya. Aku mengerti."
Setelah selesai menjelaskan peraturannya, Astia mengambil langkah mundur, dan berada di samping Yuuki seperti biasa.
"Baiklah, sepertinya kalian sudah mengerti. Kalau begitu — kita mulai."
つづく
Jangan lupa like, komen dan klik favoritnya ya!