I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 27.3



Saat ini kami telah berada di tempat kediaman Edward, orang yang memberikan Quest itu kepada kami. Ketika kami berada di depan gerbangnya, Laven terlihat ragu.


“Apa kau tidak mau masuk?”


“Tidak, aku di sini saja menunggumu.”


Karena rencana selanjutnya Laven akan langsung berkoordinasi di dalam kelompokku, jadi dia akan bersama kami mulai saat ini.


“Baiklah.”


Setelah menjawabnya, aku, Annastasia dan Elma masuk ke Mansion mereka, dan mengetuk pintu masuknya. Tentu saja, Annastasia yang mengetuk itu.


Yang membuka pintu itu adalah pria tua yang sama seperti di pagi hari tadi.


“Kalian?!”


Pria tua itu terkejut seolah-olah tidak akan menyadari tentang kedatangan kami. Aku tahu kenapa dia heran dengan keberadaan kami padahal sudah sewajarnya kalau berhasil menyelesaikan Quest, maka akan kembali lagi ke pengajunya.


Annastasia dan Elma tersenyum atas reaksi pria tua tersebut, seolah-olah itu adalah senyuman jahat kepadanya.


“Bolehkah kami masuk?” kata Annastasia.


“Y-ya, tentu saja.” Jawab pria tua itu dengan ragu-ragu.


Kemudian kami masuk, Annastasia dan Elma duduk di sofa. Sementara itu, aku berdiri di belakang mereka seperti tadi pagi. Setelah beberapa saat, pria lain di rumah ini dengan penampilan 30 tahunan datang ke tempat kami dan duduk di sofa. Dia adalah Edward, pemilik rumah ini.


“O-oh kalian sudah kembali ya?” kata Edward yang gemetar.


“Ya, banyak hal yang terjadi, tapi kami telah berhasil.” Jawab Annastasia ketika pelayan datang menghindangkan kami teh.


“Terima kasih.” ucapku kepada pelayan, sekarang aku ingin mendengar Edward dulu sebelum meminum teh ini.


“Ah silahkan diminum dulu tehnya.” Kata Edward.


“Sebelum itu, Tuan Edward...” Annastasia tidak meminum tehnya, tapi dia menyilangkan tangannya, “Kenapa kau menipu kami?”


Sebuah pertanyaan frontal dari Annastasia, dia langsung menyerangnya langsung seperti itu.


“A-apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Ekspresi Edward semakin terlihat jelas olehku kalau dia sedang panik.


“Kenapa kau pura-pura bodoh.” Kata Annastasia, kemudian melanjutkan, “Sebenarnya kau tahu kalau membuat Quest seperti ini dilarang, tapi kenapa kau tetap melakukannya?”


“Ma-maaf Nona Capella, tapi aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu.”


Lagi dan lagi Edward mencoba menghindar dari permasalahan ini.


“Huh~ baiklah. Sepertinya kau memang berpura-pura bodoh, kalau begitu akan kujelaskan letak kesalahanmu.” Kata Annastasia, kemudian melanjutkan, “Sejak setahun yang lalu, seluruh petualang yang ada di negeri ini mengetahui kalau pergi ke Hutan Anozira itu dilarang keras, bahkan untuk bangsawan sendiri sudah dipastikan mengetahui hal itu.”


“Itu...”


“Kau sudah tahu itu, bukan? Kenapa kau tetap membuat Quest tersebut? Aku tahu mungkin ada keteledoran di pihak Guild petualang dan kami, tapi sejak kau mengajukan Quest ini, kami bisa melaporkan hal ini kepada Guild Petualang dan membuat dirimu dikenakan sanksi.” Tambah Annastasia.


Annastasia menjelaskan hal itu ketika kertas Quest itu diperlihatkan di atas meja. Saat ini dia menatap tajam Edward.


“Aku benar-benar tidak tahu itu!” jawab Edward dengan lantang.


“Huh, sampai kapan kau akan mengelak. Di kertas Quest ini tertulis bahwa anakmu sedang mengalami penyakit parah dan diperlukan sebuah tumbuhan yang langka. Apa kau sebegitu tamaknya sehingga kau menjual anakmu untuk mendapatkan Tumbuhan Elisium itu?”


Mungkin yang dikatakan Annastasia masuk akal. Setelah sejak lama Hutan Anozira itu tidak terjamah oleh orang lain, Tumbuhan Elisium yang berada di sana pun menjadi nilai harga yang tinggi, dan itu menjadi barang yang sangat langka. Namun, kenapa Annastasia membuat kesimpulan seperti itu?


“Kau juga tidak akan segan-segan membuat kami dalam bahaya dan mendapatkan barang yang kau inginkan bukan? Kami memang tidak tahu larangan hutan ini tapi kau memanfaatkan ketidaktahuan kami untuk kepentinganmu pribadi.”


Sepertinya memang sedikit keliru.


“Hentikan itu Capella.” Aku langsung memotongnya.


“Tapi ma— Ryuuji. Dia memang melakukan itu.”


Aku mengabaikannya untuk sementara, dan pergi mendekat ke arah Edward.


“Maafkan rekanku Tuan Edward, sepertinya rekanku memang terlalu berlebihan.” Kataku ketika membungkuk.”


“Tidak, itu tidak perlu Tuan Ryuuji. Alasan Nona Capella juga tidak salah, tapi kesimpulannya sedikit...” Edward sedikit cemas dengan kesimpulan Annastasia, jadi aku menengahinya.


Namun ada satu-satunya yang benar dari perkataan Annastasia.


“Tapi tentang kau menipu kami, Capella memang benar.” Kataku.


“Apa?”


“Alasan Capella bahwa kau mengetahui larangan pembuatan Quest yang berhubungan tentang hutan itu, alasan kau ingin membahayakan kami, dan alasan kau ingin mendapatkan Tumbuhan Elisium untuk motif lain... rekanku benar tentang semua hal itu.” Lalu aku bertanya satu hal, “Apa kau sudah pasrah dengan keselamatan anakmu?”


Edward langsung berdiri menatapku dengan marah.


“Tentu saja aku sangat mengkhawatirkan putriku, aku juga tidak mungkin menjual putriku untuk uang!”


Aku langsung menatapnya dan membalas tatapannya.


“Lalu kenapa kau membuat kami berhadapan dengan organisasi itu?”


Dia langsung terdiam dan jatuh ke sofa.


“Kenapa kau...”


“Tentu saja aku tahu, kami memang berhadapan mereka secara langsung. Sekarang aku katakan padamu... Dalang yang membuat kondisi putrimu seperti itu adalah organisasi itu, dan kau mengetahui itu. Karena kau tidak bisa mendapatkan tanaman obatnya dari petualang lain, akhirnya kau mengganti tujuanmu menjadi dendam, yaitu menghabisi organisasi yang telah membuat putrimu seperti itu dengan bantuan petualang. Salah satu korban petualang itu adalah kami. Apa aku salah?”


Memang sejak awal kami ke hutan itu, aku sudah menyadarinya perlahan. Ketika aku mengumpulkan satu persatu informasi dari Laven dan menghadapi organisasi itu, akhirnya aku menyadari maksud dari pembuatan Quest ini.


“Bagaimana kau tahu?” tanya Edward.


“Sejak awal kau salah tentang karakteristik Tumbuhan Elisium itu. Yang kau berikan itu adalah karakteristik tumbuhan berbunga yang sama persis seperti bunga-bunga yang ada di taman bunga itu. Mungkin kau sudah berhasil mengambil tumbuhan itu dari petualang lainnya, tapi sejak awal kau memang salah dalam mengenal tumbuhan itu, itu yang menyebabkan putrimu tidak bisa tersembuhkan.”


Itulah yang disebut tumbuhan langka. Makanya aku berpikir tidak akan mungkin kalau tumbuhan langka akan ditemukan secepat mata memandang. Mungkin yang dikatakan Edward tentang obat dari penyakit tidak akan jauh dari penyakitnya, tapi tentu saja tidak semudah itu dapat ditemukan obatnya.


“Itulah yang membuatku berpikir kalau kau sudah pasrah dengan putrimu selama setahun ini, dan mengubah rencanamu menjadi sebuah dendam.” Tambahku.


Saat ini Edward meremas kepalanya sendiri, sepertinya dia kecewa dengan keputusannya sendiri. Selama ini dia secara tidak langsung membunuh petualang-petualang dengan Questnya, tapi mungkin ada beberapa orang yang berhasil dan tumbuhan yang didapatkannya tetap salah.


“Aku sangat menyesal...”


Aku mengetahui Tumbuhan Elisium yang dimaksud Edward dengan yang asli itu berbeda sejak Natasha memperlihatkan tumbuhannya. Kemungkinan besar Laven memang mengetahui itu sehingga memberitahu kepada Natasha.


Untung saja Natasha diberitahu Laven, kalau tidak dia juga akan mengambil tumbuhan yang salah— begitu juga dengan kami. Sejak awal aku memang tidak mengetahui tumbuhan yang benar.


Kemudian Edward kembali menatapku.


“Lalu... apa kau telah mendapatkan Tumbuhan Elisium yang asli?” tanya Edward.


“Sebelum aku menjawabmu...”


Aku mengangkat cangkir teh yang kutaruh tadi, kemudian menumpahkannya ke atas meja.


“Kau...!” Edward kaget dengan tindakanku.


Begitu pula dengan Annastasia dan Elma.


“Aku harap pelayanmu tidak menuangkan cairan racun ke dalam teh tamumu.” Kataku.


“Master?!” Annastasia karena kaget, dia keceplosan memanggilku seperti itu.


Elma juga langsung menaruh cangkirnya ke atas meja.


“Kenapa kau ingin meracuni kami? Aku tidak yakin pelayanmu mempunyai dendam kepada kami sehingga kami menjadi sasaran.” kataku.


“Itu...” mata Edward bergetar ketika kutatap dengan tajam.


Namun, beberapa saat kemudian dia menjawabnya.


“Sebenarnya aku juga mengetahui organisasi itu ahli dalam menyamar, jadi ketika kalian kembali secepat itu... aku mempercayai bahwa kalian adalah organisasi itu yang telah menyamar dan menggunakan wajah kalian.”


“Tapi saat ini kau juga tidak mengetahui kalau diri kami adalah kami yang asli.” kataku.


“Kalau kalian bertiga adalah anggota dari organisasi itu, kemungkinan kami semua yang ada di sini sudah mati sejak tadi, tapi kalian tidak membunuh kami.”


Begitu, ternyata cukup masuk akal.


“Baiklah, aku hanya ingin menyelesaikan masalah ini. Aku harap kau juga membayar kami dengan pantas.”


Itulah kalimatku terakhir padanya ketika aku membuka sebuah bungkus yang dibungkus Annastasia, kemudian aku menunjukkan itu kepada Edward.


“Inilah yang asli.” Tambahku.


Aku melempar itu kepada Edward, kemudian dia menangkapnya.


“Sebagai gantinya aku ingin secara langsung kau berusaha menyembuhkan putrimu dengan itu.” Kataku.


Itu karena aku tidak ingin dia memiliki motif lain dan menjual tumbuhan itu untuk kepentingan dirinya.


“Ah ini... Tentu saja penyelamat putriku boleh melihatnya!”


Setelah itu, kami bertiga pergi ke kamar putrinya itu, dan di sana masih gelap dan banyak perawat yang menjaga putri dari Edward yang kejang-kejang.


“Capella, aku menyerahkanmu.” Bisikku.


“Baik, master.”


Sekarang Annastasia yang kembali mengambil pimpinannya, karena aku terlalu banyak berbicara tadi, jadi aku ingin mengamati situasi sekitar. Ketika tabib utamanya datang, dia membuka peralatannya dan meracik obatnya dengan menggunakan Tumbuhan Elisium.


Annastasia dan Elma berada di dalam ruangan putrinya ketika melihat proses penyembuhannya. Sementara aku... aku berada di luar pintu kamarnya.


“Semoga orang ini tidak membuat masalah lagi.” gumamku.


Aku tidak menyangka Edward telah menipu banyak petualang sebelum kami, dan tipuan itu didasarkan oleh ketidaktahuan dan dendam Edward sendiri.


“Woah... putriku!!”


Aku sedikit mengintip ke dalam ruangan. Ternyata penyembuhan ini berhasil— Edward sedang memeluk putrinya dan Annastasia serta Elma tersenyum melihat kesembuhan itu.


“Sepertinya dia benar-benar cemas tentang putrinya.” Gumamku.


Setelah beberapa saat, Annastasia dan Elma keluar dari kamarnya dan menemuiku.


“Bagaimana, apa semua urusannya sudah selesai?” tanyaku.


“Ya, master.” Jawab Annastasia.


“Kalau begitu ayo pergi.”


Sepertinya Annastasia sudah mendapatkan bayarannya, dan dia memasukkannya ke dalam tasnya. Huh~ padahal ini hanya Quest sisipan tapi kenapa semelelahkan seperti ini?


“Tunggu!”


Edward memanggil kami dari belakang.


“Terima kasih banyak telah menyelamatkan putriku!!” teriak Edward dengan semangat.


Sepertinya dia sudah mendapatkan kebahagiaan di ekspresi wajahnya.


Annastasia melambai tangannya dengan senyuman, Elma melambaikan tangannya secara terpaksa, dan akhirnya kami meninggalkan Mansion ini.


Meskipun ada bangsawan yang memiliki motif tersembunyi dari mereka, tapi aku pikir tidak semua dari mereka yang benar-benar jahat. Yah, memang ada orang yang seperti itu di dunia ini.


Lalu...


Annastasia langsung menempelkan dirinya di tanganku.


“Nah, master! Karena kita masih punya banyak waktu kenapa kita tidak berkencan saja?!”


Huh~ mulai dengan godaannya... sangat menyebalkan.


“A-Anna! Kau! Apa yang kau lakukan terhadap master?!” sekarang giliran Elma yang mulai kesal.


“Tentu saja menggandeng tangannya, memangnya kau buta?”


“Aku tahu itu...!! Tapi kenapa... huh! Sepertinya kau saat ini memang pantas mendapatkan pukulanku ya?!” kesal Elma yang sudah mengepalkan tinjunya.


“Master~ aku takut~” Annastasia seolah-olah berlindung dengan tanganku, dan malah semakin mengeratkan gandengannya terhadap lenganku.


Aku segera melepaskan diri dari genggamannya dan berjalan ke depan.


“Aku tidak perlu ikut campur atas pertengkaran kalian berdua.” Kataku.


“Master...?” mereka berdua bingung dan memiringkan kepalanya.


“Tapi, karena memang kita masih punya waktu, jadi setidaknya mari jalan-jalan dan cari makan.” Tambahku.


Yah, memang masih banyak waktu sebelum sore hari, tapi setidaknya kami cukup kelelahan sejak pertarungan melawan organisasi itu. Jadi aku memutuskan untuk mengistirahatkan diri sebelum waktu itu tiba.


“Yuhu!!” teriak Annastasia dengan semangat.


“Huh, kenapa hanya kau yang semangat sekali...?” Elma juga heran dengan itu.


“Memalukan sekali, sempat-sempatnya bermesraan di depan rumah orang.” suara datang dari arah lain, itu adalah Laven.


“Itu bukan salahku.” Kataku.


“Lagipula kenapa kau lama sekali di sana?” tanya Laven.


“Tentu saja mengungkapkan semuanya.”


“Apa itu?”


Karena Laven terlalu banyak bertanya aku mendiamkannya dan kemudian berjalan ke arah tujuanku— yaitu jalan-jalan melihat kota.


Namun, saatnya kami beralih ke rencana kami sesungguhnya, dan memulai perjalanan kami untuk mencari keberadaan Ellena.


つづく