I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 18.2



Satu jam sebelum pasukan kerajaan datang...


Para petualang berada di sebuah gua yang sangat besar. Mereka sebelumnya terjebak di dalam gua itu karena sebuah longsor yang menutupi jalan keluar, oleh karena itu mereka tidak ada pilihan lain untuk tetap maju ke depan. Menghancurkan reruntuhan akibat longsor itu terbukti akan membuat reruntuhan lain yang akan menyulitkan mereka, dan itu berbahaya.


“Kita harus terus maju...” kata Fay si pemimpim kelompok Pedang Tujuh Lautan.


“Bagaimana dengan bantuan kerajaan? Seharusnya kita menunggu mereka di sini, tapi karena longsor itu...”


“Seharusnya dengan kekuatan seperti ini pun, kita sudah bisa menghabisi monster kelas bencana itu!”


Dengan kesombongan yang kuat, Frank mengatakan hal itu. Mungkin karena kekuatan sihirnya kembali, dia bisa berbicara hal itu dan mengepalkan tangannya dengan kuat. Itu yang membuat rasa percaya dirinya melampaui semangatnya.


Namun wanita berambut pirang panjang menolak itu dengan keras.


“Kau bodoh hah?” teriak Rose, “Kau kira dengan kemenangan kita saat tadi itu berkat siapa? Bahkan aku tidak tahu identitas mereka, tapi mereka yang telah menyelamatkan kita.”


Rose mengatakan itu karena pengalamannya tentang gadis-gadis bertopeng yang menghindari mereka dari kematian, dan telah memperingati mereka dari ancaman yang lebih besar. Karena itu adalah sebuah kesombongan dan ego yang akan membawa mereka semua kepada kematian kalau mereka tetap berpikiran hal itu.


“Hmm~ Rose benar Frank...” kata Visco, “Tanpa ada bantuan dari organisasi asing itu dan pasukan dari kerajaan dengan kuantitasnya, kita tidak bisa dengan ego kita maju dan menghadapi monster itu.”


Namun Vord membawa pernyataan lain.


“Tapi kita tidak bisa menunggu mereka dan berdiam saja di sini, menunggu mereka tanpa tujuan juga hal yang sia-sia.”


“Vord benar, kalau kita hanya berdiam di sini, pihak kerajaan juga tidak akan menghancurkan reruntuhan itu. Mereka pasti tahu konsekuensi dari itu...” kata Fay.


“Huh~ Baiklah...” Rose menghela napas, lalu dia bertanya, “Lalu, apa yang harus kita lakukan?”


“Pertama kita harus menemukan jalan keluar lain yang ada di sini. Meksipun itu sangat sulit tapi yang harus kita prioritaskan adalah bertemu dengan pasukan kerajaan...”


Meskipun intruksi Fay ada penolakan dari pihak lain, tapi mereka tetap menerimanya karena untuk keselamatan mereka.


“Dan kita juga harus waspada dari keberadaan monster itu.” tambah Visco.


“Oke, oke, kalian menang, aku akan mengikuti kalian. Tapi berjalan tanpa arah juga tidak akan mengantarkan kita ke jalan keluar.” Kata Frank.


Mereka sepatutnya menghindari dari tempat yang mencurigakan dan mengantarkan mereka ke monster kelas bencana itu.


“Kalau begitu, aku yang akan memandu.” Kata seseorang yang berperawakan seperti seorang gadis, dia adalah Leticia dari Mawar Biru, kemudian dia melanjutkan, “Sepertinya aku mengingat jalan ini, dan pernah menemukan jalan keluar alternatif lain.”


“Kau serius, Leticia?” tanya Rose.


“Tentu saja! Nonaku!” kata Leticia dengan semangat, kemudian dia menambahkan, “Dulu aku pernah menelusuri tempat ini. Meskipun itu sudah lama sekali, tapi setidaknya aku mempunyai ingatan tentang tempat ini.”


“Cih!”


Rose kembali risih dengan sikap Leticia, tapi itu mungkin adalah sifatnya yang suka menggoda Rose.


Di sisi lain...


“Baiklah, kita akan mengambil jalan itu. Kalau begitu semuanya kita akan bergerak!”


Setelah pengumuman dari Fay, seluruh petualang bergerak mengikuti petunjuk dari Leticia.


Jalan demi jalan di dalam gua itu terus mereka tempuh. Dengan banyaknya arah yang telah dilewatinya, mereka dapat mengatasi itu karena kemampuan pemandu dari Leticia. Leticia juga tidak lupa dengan ancaman dari luar, maka dari itu dia menyelimuti area di sekitar mereka dengan Barrier.


Ketika mereka terus menelururi gua itu, mereka menemukan secercah cahaya yang terlihat di ujung gua tersebut.


“Itu jalan keluarnya!”


Salah satu petualang berteriak, dan petualang lain mengikuti ekspresi gembiranya.


“Tunggu!” tapi Leticia menghentikan mereka.


“Ada apa Leticia? Bukankah dengan panduanmu berhasil mengantarkan ke jalan keluar?” tanya Rose.


Namun Leticia merasakan sesuatu hal yang mengganjal hatinya.


“Tunggu sebentar...” kata Leticia yang sedang memikirkan sesuatu, “Aku tidak yakin pernah melihat jalan ini...”


“Apa maksudmu?” tanya Fay, “Apa jalan ini mengarah ke tempat yang tidak dikenalimu?”


“Bukankah ini adalah suatu kebenaran kalau jalan yang kita lalui tepat?” Frank juga mengatakan hal tersebut.


Leticia juga bingung dengan hal ini. Di sisi lain dia berhasil menemukan jalan keluar dari gua itu dan membuat mereka semua terhindar dari masalah yang buruk, tapi di sisi lain Leticia mempertanyakan ingatannya tentang jalan ini.


Namun karena inilah yang terbaik dan mereka semua dalam keadaan darurat, Leticia membiarkan hal itu meskipun ada yang janggal pada momen itu dan merasakan ingatannya terdistorsi.


“Kalau begitu buat apa memikirkan hal lain lagi?” kata Elderich yang mengajak semuanya, “Ayo kita pergi dari tempat ini sebelum hal buruk yang terjadi!”


Sambil melambaikan tangannya dan mengajak para petualang, kemudian petualang lainnya segera bergegas dari tempat itu dan menuju ke luar.


“Baiklah, sesuai rencana kita yaitu menunggu pasukan dari kerajaan.” Fay juga menyetujui hal itu.


Hanya kelompok Mawar biru dan Leticia serta Rose dan kelompoknya berdiam diri tidak bergerak di tempat itu.


“Ada apa Leticia? Kenapa wajahmu terlihat khawatir?” tanya Rose yang juga bertugas dan menjaga Leticia atas inisiatif pribadinya.


“Aku yakin sekali dengan ingatanku, tapi aku tidak pernah menemukan jalan ini.”


“Tapi mau bagaimana lagi? Kita harus bergegas dari tempat ini.”


Leticia melihat ke arah jalan itu, dia melihat bahwa ada pepohonan di yang menunggunya di luar. Itu artinya kalau dia menelusuri jalan itu lalu berhasil keluar, maka yang ada di sekitarnya adalah hutan belantara. Dalam kata lain mereka semua sudah keluar dari gua, termasuk keluar dari dalam Pegunungan Yatze.


Di sisi lain perkataan Rose juga benar, dia harus memprioritaskan orang banyak daripada pemikirannya yang masih abu-abu ini.


“Baiklah, mari kita keluar dari tempat ini...” Akhirnya Leticia memutuskan itu dan mengikuti keputusan kebanyakan orang.


Ketika mereka semua bergegas dan keluar dari tempat itu, seseorang berteriak dan memperingati mereka semua.


“Berhenti! Itu semua jebakan!!” suara wanita berteriak dari belakang mereka, memperingati mereka semua dengan buru-buru.


“Apa?”


Namun, semua itu telah terlambat...


Tiba-tiba penglihatan para petualang menjadi berubah. Pandangan mereka terhadap jalan keluar berubah menjadi tempat yang sangat luas nan gelap. Mereka seolah terjebak di sebuah tempat yang sangat berbeda, dan dunia yang berbeda.


Pegunungan Yatze yang besar terasa seperti memiliki sebuah dunia di dalamnya dengan sebuah pilar-pilar yang menjulang tinggi, tanah yang mereka pijak juga berbeda. Batu-batuan yang berbeda serta keluasan tempat itu yang sangat jauh sehingga tidak dapat dilihat sejauh mata memandang.


Ada sebuah kristal-kristal di segala tempat yang membuat cahaya itu berada. Namun hawa yang dirasakan mereka langsung berubah menjadi keburukan. Sesuatu yang jahat akan datang kepada mereka, dan redupnya karena kekurangan cahaya juga mengganggu mereka.


“Tempat apa ini?” Seseorang yang berada di garis depan mengatakan itu.


Namun tidak ada yang bisa menjawabnya.


“Kenapa tiba-tiba tempatnya langsung berubah?” tanya Rose.


Itu terjadi begitu cepat sehingga tidak ada yang bisa menjelaskan hal itu. Para petualang lain juga terlihat bingung, pandangan mereka sangat menginterogasi terhadap tempat yang sekarang mereka pijak


Namun ada seseorang yang bisa menjelaskan kenapa mereka semua mendapatkan keanehan itu.


“Sial, aku terlambat mengatakannya...” wanita yang memakai pakaian China itu berlutut dan pasrah...


Leticia dan Rose yang melihatnya dari tadi karena sebuah peringatan, menghampirinya. Wanita itu juga terlihat dengan pria besar di sampingnya yang juga membantunya berdiri.


“Ada apa? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau memperingati kami seperti itu? Kenapa tempat ini tiba tiba berubah? Sebenarnya dimana kami?”


Pertanyaan yang dilontarkan Rose terlihat mendominasi dan panik, tapi kenyataannya memang seperti itu. Dengan perubahan yang seperti itu membuat manusia tidak akan bisa beradaptasi.


“Sebenarnya... yang kalian lihat sejak awal adalah sebuah ilusi. Pikiran kalian sudah dimanipulasi oleh entitas yang lebih besar.”


“Oleh Siapa?” tanya Leticia yang juga panik.


“Kemungkinan besar oleh monster itu. Monster itulah yang menuntun kalian ke jalan ini dan seolah-olah ini semua adalah pemikiran kalian tentang jalan keluar. Padahal itu adalah jebakan.”


Rose dan Leticia sangat terkejut dengan itu, tangan mereka bergetar ketakutan. Mereka juga tidak percaya menemui kejadian ini untuk kedua kalinya, dan karena itulah mereka berdua termanipulasi pikirannya untuk kedua kalinya.


“Tenanglah Ellena. Ini semua belum terlambat, selama jalan kembalinya belum terputus, kita masih bisa kembali.” Kata pria besar di sampingnya.


“Tidak, Gorou. Kita semua sudah terlambat, seluruh pegunungan ini sudah menjadi area kendalinya.”


“Apa?”


Kemudian, Rose langsung mengintruksi petualang lainnya dan berteriak.


“Semuanya bentuk formasi! Dan waspada terhadap serangan yang akan datang!”


“Lalu, kenapa kau tidak terkena pengaruhnya?” tanya Leticia ketika semua petualang berusaha mengatur koordinasinya.


“Aku tidak tahu, tapi ada efek supranatural yang melindungi aku dan Gorou dari pengaruh itu.” Kata wanita itu yang bernama Ellena.


Namun Leticia mendapatkan keresahan dan kejanggalan yang membuat mereka seperti ini dari perkataan Ellena.


“Lalu kenapa kau tidak memberitahu kami secepatnya?”


“Sudah kubilang! Aku terlambat!” teriak Ellena, kemudian dia melanjutkan, “Aku berusaha mengejar kalian dari belakang bersama Gorou, tapi kalian terlalu cepat dan mengandalkan pemikiran kalian itu, padahal semua itu jebakan!”


Kemudian dia menhadap ke arah Gorou, lalu Gorou mengangguk sebagai jawabannya.


Namun beberapa detik kemudian, sebuah suara yang menggaung di tempat itu, seolah suara itu berasal dari segala sisi/


“Bagaimana dengan undanganku wahai manusia-manusia sekalian... Aku sangat berterimakasih atas undanganku ini diterima oleh kalian.”


Sebuah suara yang sangat menggelegar dan mendominasi, membuat para petualang merasakan sesak napas dan pengaruh rasa takut yang tidak biasa.


“Apa ini? Dari mana suara itu?”


Petualang-petualang itu gemetar dan berusaha mencari asal dari suara itu, tapi mereka tidak menemukannya.


“Tenanglah semuanya! Kita semua harus tahan dari ancaman ini dan menyatukan kekuatan!” teriak Fay yang untuk menenangkan petualang lainnya.


“Fay, ini buruk. Aku tidak bisa merasakan keberadaan seseorang di balik suara itu.” Kata Vord.


Vord yang seharusnya bisa menyadari tentang keberadaan seseorang karena keahlian dan pengalamannya bertahun-tahun, tidak bisa merasakan keberadaan dari suara itu.


“Apa?”


“Wahai manusia, sebelum aku bangkit dan menyerap kalian, aku akan memberikan sebuah permainan pada kalian. Jadi nikmati ini.”


Setelah suara itu menghilang, tiba-tiba ribuan binatang iblis datang dengan kecepatan super yang mereka miliki dari berbagai arah. Kemudian ular-ular raksasa dengan jumlah ratus keluar dari dalam tanah dan merusak tanah-tanah di sekitarnya.


Tidak hanya itu, bahkan monster berbentuk golem yang memiliki jenis tanam rambat di seluruh tubuhnya datang di dalam penglihatan para petualang. Jumlahnya pun puluhan.


Wushh!!


Kepakan dari sayap Wyvern membuat kehadirannya menjadi nyata di tempat itu, dalam jumlah yang sangat banyak.


“Kau bercanda...?”


Para petualang terkenal dengan pasukan berjumlah lebih dari seratus dan petualang kelas atas lainnya, melawan musuh dengan jumlah ribuan. Pertarungan kuantitas yang tidak masuk akal, bahkan kualitas mereka sangat dipertanyakan. Dengan kualitas monster-monster itu yang sudah dihadapi oleh para petualang, membuat rasa pasrah mereka melonjak tinggi.


“Jangan menyerah! Jangan putus asa! Kita semua harus bersatu dan menahan mereka semua sampai pasukan kerajaan datang!” Kata Fay yang mengangkat tangannya dengan tinggi.


“““HOOOHHH!!!””” mereka semua berteriak sampai memperlihatkan urat di wajah mereka.


Air mata menetes di setiap petualang, rasa pasrah mereka dipaksa dihancurkan oleh rasa juang mereka atas bertahan hidup yang juga tinggi.


つづく