I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 17.1



Setelah itu, aku dan Elma bergerak, menyerang Dark Knight itu dari setiap sisi. Itu menjadi peluit pertarungan kami dimulai...


“Elma!” teriakku.


“Baik!”


Di saat itu juga sebuah gelombang petir keluar di area sekitar Elma, petir itu tidak terkendali sehingga menyebar ke arah yang tidak beraturan. Menghancurkan setiap jalan yang dilaluinya, kemampuan Elma dengan sabitnya menjadi senjata yang mematikan di antara kami.


Begitu juga denganku. Ketika petir-petir yang dihasilkan oleh Elma dan mengamuk sesuka hati, aku menyelimuti pedangku dengan elemen apiku. Aku membakar seluruh bagian dari sisi pedang dan melaju ke arah Dark Knight.


“Baiklah, bagaimana cara kalian menangani ini...” kata Dark Knight itu.


Dia masih tidak bergerak dari posisinya, hanya memegang pedang besarnya yang berdiri kokoh di atas lantai.


Kemudian, sebuah gelombang besar meluas dan meledak ke segala arah, tapi kami tidak mendapati efek apapun dari gelombang yang dihasilkan oleh Dark Knight.


“Oh~ ternyata anti sihir tidak memiliki efek pada kalian.” Katanya.


Ternyata itu adalah serangan kejut anti sihir, tapi berkat dari kemampuan penghalang Astia, semua itu tidak bekerja pada kami.


Ruangan ini terasa sangat berbeda dengan sebelumnya, seolah-olah kami telah berpindah ke tempat yang berbeda dengan instan. Aku tidak tahu dengan cara apa menjelaskannya, tapi tidak ada jalan keluar di tempat ini.


“Kalau begitu, bagaimana dengan ini...”


Setelah perkataan Dark Knight, aku dan Elma yang melesat ke arahnya tiba-tiba jatuh karena keseimbangan yang menjadi sangat berat.


“Ugh! Ini...”


Elma berusaha berdiri, begitu juga denganku, tapi tubuh kami tidak bisa bangun ataupun bergerak sekalipun. Seolah-olah ada gaya yang menarik kami dengan sangat kuat ke bawah, seluruh tubuhku mengalami tekanan yang luar biasa ke lantai.


Cih! Apa dia memanipulasi gravitasi yang ada di sini?


Ini sangat merepotkan. Dark Knight itu masih diam di tempatnya, tapi kami tidak bisa menyentuhnya. Dengan tekanan yang kuat ini, harus ada pemicu untuk menghancurkannya.


Tapi aku mempunyai sebuah rencana yang hanya bisa dilakukan oleh kami.


“Elma, sekarang!”


“YA!”


Aku berteriak, lalu Elma melepaskan seluruh energi petirnya yang masih dia tahan. Seluruh ruangan ini dipenuhi petir dan itu mengamuk di segala tempat.


Kemudian aku juga menyebarkan api ke segala sisi, membiarkannya mengamuk sesukanya. Dalam konsep ini, dua buah elemen bertabrakan dan saling berdistorsi...


BOOM!!


Ledakan luar biasa terjadi atau bisa dibilang ini adalah bom bunuh diri yang masif. Seluruh sisi dan sudut ruangan ini meledak hingga ledakannya memenuhi ruangan seutuhnya.


Namun kami selamat berkat penghalang Astia yang menyelimuti tubuh kami.


Efek gravitasinya lenyap, ini adalah kesempatan kami untuk menyerang balik.


Aku tidak yakin kalau Dark Knight itu akan selamat dari ledakan itu, tapi kami tidak akan melewatkan satu detik pun untuk terus memokuskan pandangan kami terhadap Dark Knight itu.


Asap hitam yang dihasilkan dari sebuah ledakan perlahan menghilang, tapi kami sudah bergerak cepat ke posisi Dark Knight berada. Namun benar saja, Dark Knight itu masih hidup dan selamat, dia tetap tidak berubah dari posisinya sejak awal.


“Seberapa tebal pertahanannya itu?!” Elma frustasi ketika dia melompat ke udara mengangkat sabitnya setinggi mungkin.


Lalu Elma mengaliri sabitnya itu dengan gelombang listrik dan Dark Knight itu berada di posisi serang Elma. Elma menebas bagian atasnya dengan tekanan tinggi.


Sedangkan aku menggunakan kecepatan terbaikku untuk pergi ke titik buta, menebas bagian belakang Dark Knight dengan pedang api yang terbakar.


Dua buah tebasan terlepas di arah depan dan belakang, tapi Dark Knight itu tidak membuat pergerakan sama sekali.


“Apa?” Elma terkejut.


Keras sekali!


Bahkan serangan kami berdua tidak bisa menembusnya, armor yang dimiliki olehnya terlalu keras dan padat.


Elma menebas dan mencabiknya secara membabi-buta tapi tidak memiliki efek apapun terhadap Dark Knight itu. Ini seperti memukul batang besi dengan selembar kertas, serangan beruntun kami tidak membuat Dark Knight itu bergerak.


Kemudian, aku membuat jarak padanya, begitu pula dengan Elma. Aku menurunkan posisi kuda-kudaku dan menarik pedangku ke belakang. Tapi...


“Master! Di belakangmu!” Elma berteriak.


Pandanganku teralih dan menyadari ada seseorang di belakangku. Aku menghindari dari tebasannya yang berada di titik buta. Kemudian menjauh dari sana, padahal Dark Knight itu masih berada di posisinya, tapi seseorang yang menyerangku dari belakang adalah sosok lain.


“Apa ini...?”


Sosok yang menyerangku terlihat transparan yang berjubah dan melayang di udara. Wajahnya tidak terlihat dan aku hanya melihat seluruh tubuhnya dipenuhi oleh warna yang gelap. Lebih dari itu, sosoknya hampir tidak terlihat.


“Master! Mereka adalah roh jahat yang bernama Nightmare Man! Senjata biasa tidak bisa membunuh mereka!”


Setelah Elma memberitahuku hal itu, Elma juga di serang oleh sosok lain yang bernama Nightmare Man. Ternyata seperti yang dikatakan oleh Elma yaitu Elma menyebut sosok itu dengan ‘Mereka’ itu artinya sosok itu tidak hanya satu.


Namun, seperti yang kurasakan di sini, jumlah mereka semakin banyak dan bertambah. Aku tidak tahu asal mereka dari mana, padahal ruangan ini tidak memiliki celah untuk masuk atau kabur.


Aku melihat Elma menancapkan sisi lain tombaknya ke lantai itu, kemudian dia terus memegangnya sehingga gelombang petir yang tidak ada hentinya mengamuk di sekitar posisi Elma.


Roh jahat itu juga satu demi satu menghilang karena petir-petir yang bercabang itu. Ternyata dengan itu Elma mempertahankan dirinya.


Tapi aku tidak begitu, aliran sihirku teratur dan tidak bisa membiarkan elemen apiku mengamuk sesuka hatinya. Kalau aku melakukan apa yang dilakukan Elma saat ini, maka energi sihir atau Mana yang kupunya akan cepat terkuras.


Maka dari itu aku harus membunuh Nightmare Man itu dengan cara manual. Aku membiarkan api mengalir dalam pedangku dan kutebas seluruh Nightmare Man yang menyerangku.


Pedangku yang telah membunuh iblis tingkat tinggi di masa lalu juga sepertinya memiliki efek pada makhluk yang tidak dapat tersentuh itu.


Kecepatan roh jahat itu melampaui kecepatan musuh yang kuhadapi sampai saat ini. Bahkan dengan jumlah mereka yang sangat banyak, membuatku kesulitan.


“Akan kubantu!” kata Elma.


Ketika dia mencabut sabitnya dari lantai, seluruh petir itu mengikuti sabit itu dan dirinya, menurutku itu sangat efisien dan keren. Bahkan dengan amukan petirnya, tidak ada satupun roh jahat itu yang berhasil mendekat ke arah Elma. Mereka langsung hancur begitu saja karena kemampuannya.


Ketika Elma memokuskan petirnya pada satu titik di sabitnya, kemudian Elma langsung ke arah Dark Knight itu. Elma kembali mencabik-cabiknya dengan sabitnya, ledakan terus menerus terjadi, tapi itu tetap tidak membuat pergerakan dari Dark Knight.


Aku yang telah memposisikan diriku sejak awal pada kuda-kuda ini, berhasil membuat persiapan.


“Elma, sekarang!”


Kemudian, Elma menyingkir dari arah seranganku, pergi ke arah lain.


Energi merah terpusat di ujung pedangku, dengan konsentrasi api yang sangat padat. Di saat itulah seranganku diluncurkan...


“INFERNO BEAM!!!”


Energi merah yang luar biasa panas, meluncur dengan kecepatan yang jauh melebihi suara. Efek yang ditimbulkan memekakan telinga, dan mencapai ke arah Dark Knight dengan instan.


Dark Knight itu berhasil bergerak, dia mencabut pedang besarnya dan berusaha menahan ‘Inferno Beam’ dengan pedang hitam besarnya. Energi yang sepadat itu membuat dirinya dipukul mundur secara dramatis.


Namun kami tidak melewatkan kesempatan itu...


Elma kembali melancarkan serangannya dari balik ‘Inferno Beam’, seranganku menjadi pengalih dari serangan lanjutan yang diberikan Elma.


Anehnya Dark Knight itu tidak membiarkan dirinya kembali diserang. Lebih mengejutkan lagi, serangan ‘Inferno Beam’ milikku ditebas olehnya dan seranganku menghilang begitu saja. Dia lebih memilih mengatasi serangan Elma yang memiliki kualitas serangan yang sama.


Terjadi petukaran adu senjata saat ini, aku memanfaatkan hal ini untuk menyerang pilar kristal itu.


Yang harus kuhancurkan adalah reaktornya, dengan begitu kristal yang mengambang itu akan jatuh dan tidak akan berfungsi lagi.


Namun, setelah aku mengarahkan pandanganku pada kristal itu, Elma berteriak...


“Master!”


Aku melihat Elma tidak bertarung dengan Dark Knight, itu artinya...


Dark Knight itu mencoba menebasku dari belakang, tebasannya memekakkan telinga dan jalur dari tebasannya membuat kerusakan di sekitarnya.


Itu hampir saja...


Aku bahkan tidak bisa melihat pergerakan dan serangan Dark Knight itu secara tiba-tiba. Memang benar, semua musuh yang kami hadapi menjadi puluhan hingga ratusan lebih cepat.


Setelah aku menghindar, Dark Knight itu mencoba melepaskan tebasannya kembali. Sekarang aku hampir tidak bisa melihatnya...


Pedangnya menebas secara horizontal, tapi arah serangannya malah menjadi vertikal, dan kedua-duanya memiliki serangan yang murni. Seolah-olah itu adalah ilusi, kedua tebasan dilancarkan dalam satu waktu yang bersamaan.


Aku menghindari serangan horizontalnya dan hampir terlambat menahan serangan vertikalnya... Ini terlalu kuat, aku tidak bisa menahan seluruh serangannya dan menangkis itu.


Salah satu jalan keluarnya adalah menghindari serangannya dan bukan menangkisnya. Ketika aku menghadapi serangan vertikalnya, seluruh tubuhku serasa hancur dan pedangku seakan-akan ingin patah karena sebuah perbedaan kekuatan yang mendasar di sini.


Aku masih baik-baik saja dengan itu, karena aku telah berhasil mengalihkan perhatiannya.


Elma berada di depan pilar kristal itu. Kemudian dia mengalirkan seluruh petirnya yang merusak pada kristal itu.


Terjadi ledakan yang besar di sana...


“Kalian!!” Dark Knight itu berteriak dan menuju ke arah Elma.


“Kau pikir aku akan membiarkanmu?”


Dengan segala kemampuan berpedangku, aku menahan Dark Knight itu.


Alasan tentang kenapa Dark Knight itu mulai aktif dalam pertarungan, mungkin aku tahu...


“Elma! Serang dia sekarang juga!”


Elma berbalik menghadap ke arah Dark Knight ketika dia mencoba meraih Elma. Kemudian Elma tersenyum dan menguatkan pegangannya, dan Dark Knight itu tidak menyadari serangan Elma selanjutnya.


“Dimengerti!”


Ketika aku melepaskan Dark Knight itu, dia mengarah ke arah Elma untuk mencegah Elma menghancurkan pilar itu. Namun dengan serangan dadakannya, Elma menebas ke arah atas, membuat pertahanan Dark Knight itu terkoyak. Sebuah luka tebasan besar yang memunculkan aura gelap di area dadanya.


Dark Knight itu terhempas ke kejauhan hingga membentur dinding ruangan ini.


“Apa itu berhasil?” tanya Elma.


“Semoga saja begitu...”


Dengan aliran listrik yang masih menyambar pertahanan Dark Knight itu, seharusnya dia mengalami kelumpuhan karena sengatan aliran listrik dari sumber petir Elma yang merusak.


“Tapi, kenapa Dark Knight itu menjadi lemah, khususnya pertahanannya?” tanya Elma.


“Aku berpikir ketika dia memutuskan untuk bergerak, ada satu hal yang harus dikorbankan untuk melakukan penyerangan, yaitu pertahanannya.”


Itu bisa saja yang menjadi kebenarannya. Kemungkinan Dark Knight itu memang tidak bisa mengatasi serangan langsung oleh ‘Inferno Beam’ milikku kepada tubuhnya, maka dari itu dia memblokir serangan menggunakan pedangnya.


“Hmm, begitu...”


“Bagaimana denganmu, Apa kau tidak bisa menghancurkan pilar kristal ini?” tanyaku.


Sebenarnya kami sudah tepat di depan pilar yang menjadi akar permasalahan anti sihir ini, tapi Elma masih belum menghancurkannya, atau ada hal lain yang membuat pilar ini belum hancur.


“Bukan begitu— yah bisa dibilang begitu sih. Seberapa besar usahaku untuk menghancurkan pilar ini dengan petirku, aku tidak bisa menghancurkannya. Benda ini seperti ada hal gaib yang melindunginya, karena itu aku masih kesulitan memahaminya.”


“Begitu, ternyata Dark Knight yang mengklaim kita adalah penantangnya bukanlah sesuatu yang kosong. Memang kita harus mengalakannya terlebih dahulu untuk bisa menghancurkan pilar ini.”


“Itu artinya Dark Knight itu belum benar-benar dikalahkan?” tanya Elma yang bingung.


“Sepertinya begitu...”


Lalu, asap yang mengepul di dalam area pandangan kami, sebuah sosok yang berdiri tegap, kembali memegang pedangnya yang besar.


つづく