
Ketika semuanya sudah berjalan dengan lancar. Untuk saat ini, aku, Astia, Natasha, Lilac, Amarilis, dan Marrona telah sampai di depan Mansion Tomoe, tapi sebelum itu—
"Aku akan langsung ke kamarku." Kataku.
"Eh, lewat jendela lagi?!"
Astia terkejut dan heran karena peryataanku. Aku memang sudah terbiasa masuk ke kamarku di lantai dua melewati jendela luar. Itu karena aku tidak ingin mendengar apa yang dibicarakan oleh para gadis di sofa aula.
Takutnya aku membuat suasana canggung untuk mereka.
"Ya, untuk saat ini aku tidak ingin Annastasia menagih novel kepadaku yang kujanjikan padanya."
Terlepas bohong atau tidak, bahkan misi yang kuberikan padanya berhasil atau tidak, saat ini aku hanya ingin merasakan ketenangan.
"O-oh begitukah? Kalau begitu aku akan memanggilmu kembali saat makan malam."
Sepertinya Astia sudah lebih mengenalku dan mengetahui kebiasaanku, tapi aku merasa tidak enak padanya.
Mmm~ aku tidak mengingat siapa yang hari ini bertugas menyiapkan makan malam. Sepertinya Astia dan... Aku tidak ingat.
Setelah itu aku meninggalkan mereka dan langsung pergi ke atap, membuka jendela kamarku, kemudian duduk di sebuah kursi yang nyaman. Aku hanya bisa menghela napas.
Tanpa menurunkan kewaspadaanku, aku menutup mataku, mencoba rileks dan mencoba meredakan kelelahan. Namun, itu semua ketenangan itu hancur ketika seseorang membuka pintu kamarku dan masuk tanpa permisi.
Aku tetap tenang tanpa membuat orang itu mengetahui keberadaanku.
“Aku harus menguak kebenaran dari kelompok ini.” Katanya.
Awalnya aku melihat dia seperti seorang pencuri atau penyusup, tapi dia adalah orang yang kukenal dengan baik yang aku tidak ingin menemuinya selama mungkin.
Dia gadis berambut hitam panjang dan memakai pakaian seperti gadis china. Namanya Ellena.
“Apa-apaan ini, kenapa semuanya buku novel?!"
Aku tidak tahu apa tujuannya, tapi dia jelas sedang menyusup ke kamarku. Seperti sedang mencari sesuatu yang penting, membaca banyak buku yang telah kubaca, bahkan hal tidak penting lainnya.
Hanya masalah waktu sebelum dia menyadari keberadaanku, jadi aku membuat pesawat kertas dari kertas perkamen, lalu aku akan menerbangkannya kearah Ellena.
“Kalau kutarik dengan kesukaan gadis itu, mereka menyukai novel dan resep masakan. Lalu masternya yang ada hubungannya dengan buku sejarah perang dan buku sihir itu. Tuannya pasti sudah mengerti seluk beluk tentang kerajaan dan sihir dan perang. Itu berarti, bisa dipastikan tuan dari kelompok ini akan menghancurkan kerajaan?!”
Ditambah pernyataan darinya yang aneh dan absurd itu, aku hanya ingin menerbangkan pesawat kertas ini dengan kecepatan penuh!
“Aduh!” Kepala Ellena ditabrak oleh pesawat kertasku dan dia reflek memegang kepalanya.
Lalu dia langsung reflek menghadap ke arah tempatku.
“Omonganmu itu semakin ngawur kalau didiemin.” Kataku.
Apa-apaan dia Ellena itu? Dia sudah memberantakan hampir semua buku yang ada, lalu mengembalikan buku-buku itu ke tempat yang salah.
“Siapa kau?!” Ellena berteriak karena waspada terhadap kehadiranku.
Jadi aku menjentikkan jariku, dan sebuah api menyala di lilin di atas mejaku.
Kemudian Ellena hanya bisa terkejut.
“Yu-Yuuki?”
Aku hanya bisa menghela napas, “Ya ini aku. Apa kau pikir aku akan menghancurkan sebuah kerajaan?”
“Ti-ti-tidak, bukan begitu. “Ellena berusaha menghindari sebelum dia mengalihkan topik, “Oh iya, kenapa kau di sini?”
“Eh, eh, apa itu artinya...?” Sekarang Ellena semakin panik karena mencoba mengerti situasinya.
Kemudian beberapa langkah cepat yang kudengar dari luar, membuka pintu kamarku tiba-tiba.
“Master! Apa kau tidak apa-apa?” Itu suara Lilia yang panik, kemudian matanya bertemu dengan Ellena.
“Ma-master katamu? Apa ini jangan-jangan rumahmu?”
Keyataan demi kenyataan terus menumpuk di depan Ellena, dia sudah tidak bisa menahan rasa malunya. Aku hanya bisa mengangguk tenang.
“Ya, secara teknis begitu.”
Para gadis yang ada di luar kamarku menatap Ellena dengan penuh kecurigaan, kemudian Lilia kembali berbicara.
“Master! Wanita inilah yang menyusup ke rumah kita. Kemungkinan besar dia yang akan menyerangmu!”
Aku tidak memberikan reaksi lebih, “Hmm, aku tidak yakin dia akan begitu...”
“Ellena?” Astia memanggil dari belakang para gadis, “Kenapa kau ada di sini?”
“Aku—” Dia masih menahan rasa malunya itu, “Aku, kupikir kalian adalah kelompok yang mencurigakan. Aku juga tidak tahu kalau Yuuki itu master kalian.”
Mungkin sekarang Ellena lebih malu karena keberadaanku di sini sebagai saksi dari asumsi tidak masuk akal Ellena saat dia membaca buku-buku itu tadi. Aku bahkan tidak bisa membayangkan bisa-bisanya dia memikirkan hal itu.
“Oke, mari kita kesampingkan hal ini untuk sementara. Karena semuanya sudah berkumpul mari kita dengarkan apa yang sudah kalian dapat hari ini.”
Setelah beberapa saat, para gadis dan Astia berkumpul di kamarku. Ellena hanya kuanggap sebagai lalat kecil pengganggu.
Kemudian, secara bergiliran, regu Lilia dan regu Astia memberikan beberapa laporan yang sudah mereka buat. Aku membacanya perlahan dan menerima informasi saat aku duduk di meja kantorku.
Aku belum seratus persen paham tentang bahasa tulisan di dunia ini, jadi aku mencoba memahaminya.
“Begitu... para petualang itu mengoordinasikan pasukan mereka dengan bekerja sama dan menempatkan mereka di beberapa titik tertentu, meskipun mereka sedikit berdebat tentang masalah sepele. Yah rencana mereka cukup bagus.”
Dengan pemahamanku saat ini, rencana para petualang itu cukup masuk akal dengan banyak kontradiksi di dalamnya. Mereka cukup berusaha dalam melakukannya.
“Ya, benar.” Kemudian Lilia melanjutkan, “Mereka cukup hebat dalam mengoordinasikan dan menyatukan para petualang yang cukup terpecah belah. Apalagi dengan adanya pasukan penyerang balasan akan lebih menghemat stamina mereka.”
Setelah perkataan Lilia, Annastasia melanjutkan penjelasannya.
“Selain itu, kualitas dari beberapa kelompok petualang itu cukup mengesankan. Mereka mempunyai prestasi besar dalam menjalankan misinya masing-masing. Salah satunya informasi yang kudapatkan adalah salah satu dari mereka telah mengalahkan monster tingkat mitos.”
Mitos tetaplah mitos, mereka hanya sebuah legenda yang memanifestasikan diri sebagai monster. Tapi dengan kualitasnya sebagai legenda, monster tingkat mitos itu kemungkinan mempunyai kemampuan spesial yang tidak dimiliki monster lain.
Aku malah teringat dengan orang yang membanggakan dirinya dan memarahiku di Guild Petualang malam itu.
Aku tidak bisa berkata-kata kalau dia orangnya.
“Ya, aku juga mendapatkan informasi yang seperti Anna dapatkan.” Sekarang Elma yang berbicara, “Beberapa dari para petualang itu bahkan memiliki kemampuan terlarang yang sangat kejam untuk manusia, tapi aku tidak tahu apakah itu bisa mempunyai efek untuk melawan monster itu.”
Ketika Elma menjelaskannya padaku, dia terlihat kalem daripada biasanya.
Perkataan mereka bertiga sudah tercatat dalam laporan yang mereka buat dan memberikan rincian lain yang lebih spesifik. Aku dapat menghargai itu.
Bahkan mereka bertiga melaporkannya pada laporan ini bahwa para petualang yang mengambil posisi dengan titik yang berbeda, kualitas serta kuantitas mereka tetap bagus. Lalu, kualitas dari setiap individu yang dicatat oleh mereka, tercantum di laporan ini. Dengan begitu aku bisa membuat sebuah dugaan sementara untuk kemenangan penaklukan ini.
つづく
Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya, agar Author semangat terus!