
Beberapa menit kemudian...
Beberapa pasukan infateri dan artileri yang telah tesebar di setiap kelompok Rosevelt dan Mawar biru, bahkan kelompok petualang lainnya yang berkualitas dibawah itu memiliki hal itu. Mereka semua hampir mencapai seratus orang, dan itu relatif banyak.
Mereka terus mendekat ke arah hutan selatan yang mereka tuju. Ketika semuanya normal dan hening seperti biasa, di saat itulah sesuatu pergerakan dapat disadari oleh Rose.
Dia berteriak.
“Mereka datang!!”
“Sia—”
Itu terjadi begitu cepat. Hampir dari seluruh petualang yang ada di tempat itu tidak dapat bereaksi dengan kecepatan mahluk tersebut. Namun, Rose selalu waspada.
Salah satu anggotanya hampir kehilangan kepalanya, namun serangan dari makhluk itu dipotong dengan teknik berpedang dari Rose.
Kecepatan reaksi dan berpedangnya setara dengan kecepatan serangan makhluk itu. Rose membelah mulus dengan horizontal kepada makhluk itu.
Darah menyembur keluar dengan berantakan, mayat makhluk itu terbelah mulus hingga menampilkan kerangka tulangnya. Kemudian dengan elegan Rose mengayunkan pedangnya, darah segar terciprat ke rumput yang hijau.
“Te-terima kasih Nona Rose!”
Anggotanya itu menunduk dalam-dalam karena merasa nyawanya telah terselamatkan.
“Itu tidak perlu, tapi ngomong-ngomong kenapa makhluk ini ada di sini...?”
“Bukankah ini...? Binatang iblis?”
Setelah perkataan mereka berdua, mayat dari binatang itu perlahan bergerak lalu menggeliat secara ekstrim.
“Menjauh!!”
Seketika beberapa petualang yang ada di situ menjauh dari pergerakan aneh yang dilakukan binatang iblis. Secara mengejutkan binatang iblis itu hidup kembali secara sempurna meskipun tubuhnya sudah dibelah dengan sempurna.
Rose yang melihat hal itu tidak dapat mengerti apa yang telah dilihatnya. Ini tidak seperti yang telah diketahuinya. Rose memang pernah melawan binatang iblis di suatu tempat, tapi dia tidak pernah menemukan anomali yang dilihatnya sekarang. Binatang iblis itu menunjukkan keabadian dengan regenerasi yang sangat cepat kepada Rose.
“Ini benar-benar gila...” Rose sampai menggumamkan hal itu.
Dengan kecepatan dan kebrutalan binatang iblis itu dapat menghabisi nyawa anggotanya tanpa disadari. Dari sinilah Rose dapat melihat celah perbedaan kekuatan di antara anggotanya dan binatang iblis itu.
Karena itu Rose memutuskan untuk menghabisi makhluk itu meskipun dia tidak mengerti mengatasi regenerasi cepat dari binatang iblis itu.
Tatapan makhluk itu mengarah ke arah Rose, insting binatangnya mengatakan kalau dia berbahaya. Itu yang membuat binatang iblis itu menyerang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata.
Rose menyadarinya, pergerakan binatang iblis itu memiliki teknik yang sama, karena itu dia berlari maju ke sasaran utama tanpa pertahanan sedikitpun.
Begitu cepat hingga rahang makhluk itu hanya tersisa 30 senti dari kepala Rose, tapi dia tetap tersenyum. Rose melayangkan tangan kirinya ke atas, penghalang tidak terlihat membuat distorsi dengan serangan binatang iblis itu.
Dalam kesempatan itulah, binatang iblis itu memiliki celah yang besar. Rose hanya memiliki kesempatan untuk menebas kepala makhluk itu dengan mulus, dan dia melakukannya cepat.
Darah kembali menyembur ketika kepalanya melayang. Namun di saat itu juga petualang lain tetap waspada agar hal yang sama tidak terjadi lagi.
Tidak ada pergerakan dari mayat binatang iblis itu. Setiap petualang bertanya tanya, apa dia sudah mati?
Namun kenyataan terus berlangsung dengan ekstrim
“Mereka kembali datang!!” seseorang berteriak hal itu.
“Di sini juga!”
“Di sini juga! Mereka datang dengan jumlah yang lebih banyak!!”
Setiap suara terus menerus mengatakan hal itu. Binatang iblis muncul di segala tempat sehingga mereka terkepung dengan binatang iblis dengan jumlah yang lebih banyak.
Rose tidak mempercayai hal ini.
“Ini— tidak mungkin mereka secerdas ini.”
Itu karena mereka semua tepancing dengan satu binatang iblis sehingga mereka tidak menyadari kedatangan sekelompok binatang iblis dari arahl lain secara bersamaan. Seolah binatang iblis yang Rose bunuh hanyalah sebuah pengalihan dari sebuah kelompok binatang iblis yang lebih menakutkan.
Ditambah dengan keabadian dan regenerasi cepat dari binatang iblis itu, membuat keringat dingin mengalir di punggung setiap petualang.
Namun pernyataan Rose kembali membuat api dari semangat para petualang menyala.
“Mereka mempunyai kelemahan! Tebas leher mereka!!”
Ini adalah tugas dari petualang yang ahli dalam serangan dekat, mereka yang harus menangani hal itu. Di sisi lain pasukan artileri dapat menghambat pergerakan mereka.
Sebuah pertempuran terjadi, namun perbedaan kekuatan dapat dilihat oleh mata. Para petualang cukup kesulitan menerima kecepatan dari binatang-binatang iblis, sehingga korban yang terluka lebih banyak dialami oleh petualang.
Namun nafas segar kembali dirasakan setelah kelompok Mawar Biru memberikan bantuan. Karena ini adalah rencananya...
Untuk mengantisipasi hal buruk terjadi pada kelompok Rosevelt, Rose meminta Leticia untuk tidak melakukan penyerangan dalam waktu yang sama. Itu artinya bisa dikatakan bahwa Mawar biru dikategorikan sebagai Pasukan Pembalas.
“Semuanya tetap pada rencana!” Leticia mengatakan hal itu dengan keras, “Tunjukkan kemampuan kalian dan perlambatlah kecepatan binatang iblis itu!”
““Siap!””
Para anggotanya berteriak, kemudian mereka mengerahkan energi magis kepada binatang iblis itu. Sebuah energi magis berwarna biru melayang dengan cepat dan meledak di area musuh.
Namun itu tidak memiliki efek kerusakan apapun... Itulah yang dapat dilihat. Tapi kecepatan binatang iblis menurun secara drastis.
Di saat itulah, seluruh petualang mengerahkan seluruh kemampuannya. Mereka dapat menebas seluruh kepala dari binatang iblis itu karena itu adalah kelemahannya.
Dengan kecepatan yang diunggulkan dari binatang iblis, sekarang telah tidak berlaku. Dengan itu para petualang dapat mengatasi kecepatannya dan menebas mereka semua dalam hitungan menit.
Di saat keadaan mulai stabil, Leticia menyusul ke tempat Rose berada.
“Apa kau baik-baik saja?” tanya Leticia, dia terlihat khawatir karena banyak darah yang bercipratan di armor Rose yang dia kenakan.
“Tidak ada masalah, aku harus mengatur kembali kelompokku dengan banyaknya korban yang terluka. Setidaknya aku sudah mengidentifikasi kelas binatang iblis itu.”
“Ya dengan pengalaman ini, kemungkinan kelas mereka akan naik.”
“Dalam individu mereka, kekuatan serangan dan kecepatan mereka sangat tinggi, ditambah regenerasi cepat mereka. Kupikir secara individu mereka adalah B, kemungkinan bisa A.”
Rose mengatakan itu dengan tenang, di sisi lain Leticia tidak menyangka perubahan besar itu dapat terjadi.
“Sampai kelas A katamu?”
“Lalu bagaimana dengan kualitas keseluruhannya?” tanya Leticia.
“Binatang iblis adalah sekelompok makhluk buas yang bertanduk, yang hidup secara berkelompok di daerah yang berbahaya. Kalau menilai secara keseluruhan, tingkat kesulitan dan bahaya mereka berada pada di kelas S.”
Kemungkinan besar, dalam sistem guild petualang, kelas binatang iblis akan mendapatkan kenaikan yang pesat karena perubahan yang signifikan pada kemampuan mereka.
Padahal mereka semua masih belum memasuki hutan selatan, tapi mereka sudah dikejutkan dengan bahaya yang seperti itu.
“Semua ini tidak ada di informasi yang kita miliki.” Leticia menyadari itu.
“Aku tahu, tapi kita harus melangkahkan kaki kita untuk melawan ini semua.”
Setelah beberapa menit waktu untuk istirahat dan memulihkan luka dari serangan binatang iblis itu, mereka semua pergi ke tahap selanjutnya yaitu memasuki hutan selatan.
Ini adalah waktu yang dikatakan cukup pagi sehingga keadaan di sekitar mereka cukup menyulitkan pandangan, yaitu kabut yang cukup tebal.
Tentu saja mereka tetap waspada dalam menangani situasi tersebut, namun yang diragukan adalah petualang yang ahli dalam serangan jarak jauh atau pasukan artileri. Jarak pandang mereka dalam situasi tersebut akan menyempit sehingga serangan mereka tidak akan maksimal. Serangan mereka juga berkemungkinan dapat menyerang rekan sendiri.
Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan yang dapat menangani situasi ini atau sesuatu yang dapat menangani kabut tebal ini.
Tentu saja mereka sudah mengantisipasi hal ini. Di setiap kelompok petualang pasti memiliki seseorang yang dapat mengatasi masalah ini dan itu sudah didiskusikan tempo hari.
“Wind of Chaos!!”
Seseorang berteriak hal itu. Sebuah kekuatan seperti namanya, angin berputar menyerupai kekacauan menyebabkan pohon-pohon menjadi rusak dan berpotensi menyebabkan tornado.
Dengan intensitas yang kuat, seluruh kabut yang menghalangi pandangan terhempas ke langit, menghilang seolah tidak pernah ada di sana.
Dengan kondisi seperti itu, beberapa orang yang bertugas untuk menyampaikan informasi ke kelompok Angel Queen telah menyampaikan semua yang telah mereka alami. Hanya butuh beberapa detik untuk kelompok Angel Queen untuk menyampaikan informasinya kepada kelompok lain.
Di sisi lain, masih belum ada informasi dari kelompok petualang di titik lain.
“Dengan ini sepertinya akan lebih lancar.” Kata Rose.
“Aku tidak yakin begitu... setelah pandanganku kembali, aku merasakan ada yang aneh.”
Pernyataan Leticia membuat Rose bertanya-tanya.
“Apa maksudmu?”
“Coba lihat pepohonan yang ada di sini... apa kau melihat ada yang aneh.?”
Pandangan Rose menjadi waspada dengan keadaan sekitar, khususnya yang telah disebutkan oleh Leticia.
“Mereka— pohon itu bergerak...?”
“Aku juga merasakan hal itu, tapi apakah begitu?”
Setelah pernyataan Leticia berakhir, sebuah bagian dari pohon bergerak dan menyerang Rose dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata.
“!!”
Rose menghindari itu dengan terampil karena Leticia menyadari tentang keanehan ini. Kalau Rose tidak mengetahui itu dari Leticia, mungkin dia sudah tertusuk di bagian dada.
“Hutan ini hidup!”
Seseorang dari anggota lain mengatakan itu dengan keras. Beberapa detik kemudian serangan yang membabi buta menyerang seluruh petualang yang melewati hutan itu.
Rose langsung melihat kondisi bawahannya, dia khawatir dengan keadannya yang sudah serumit ini.
Kemudian Leticia menenangkannya, “Tenang saja, aku sudah membuat keputusan sebelum hal ini terjadi. Kemampuanku dapat mencakup semua orang yang ada di sini.”
Terlihat di setiap orang Barrier yang mengelilingi tubuh mereka. Energi magis itu menyelimuti dan menihilkan serangan pohon-pohon itu secara pasif.
Itu kelebihannya yang dapat membuat Rose tenang.
“Aku berhutang padamu.”
“Tenang saja.” jawaban yang tersenyum dari Leticia membuat kondisinya baik-baik saja.
Namun ada sebuah kelemahan dari Barrier yang dibentuk oleh Leticia. Kalau ada sebuah serangan yang kekuatan dan ukuran yang jauh lebih besar, kemampuan itu tidak dapat mengatasinya.
Sembari mereka diserang pohon-pohon itu dan mendapatkan penghalau dari kemampuan Leticia, semua petualang menyerang pohon-pohon itu dan menebas seluruh ancaman yang menyerang mereka.
Namun, keberuntungan tidak selalu menyertai mereka.
Kepakan sayap terdengar oleh telinga seluruh petualang, namun dipastikan kalau itu bukan burung yang besar.
“Wyern? Kenapa mereka ada di sini?”
Wajah dari seorang petualang menegang. Itu karena Wyvern seharusnya tidak melewati titik ini. Seharusnya mereka berada di titik timur yang dilalui oleh kelompok Fay.
Namun kekejaman realitas terus berlangsung.
“Tanahnya bergetar?!”
Sebuah gempa yang dapat dirasakan semua orang. Begitu intensnya sampai seolah dunia yang mereka pijak akan terbelah.
“Pergi dari area ini!” Rose mengatakan itu dengan lantang, tapi semuanya terlambat.
Mereka semua terhempas ke langit dan melayang tanpa arah. Ketika mereka terjatuh, sebuah Barrier dari Leticia mengatasi hal itu dari luka yang berat.
“Makhluk apa lagi ini?”
Tanahnya terkoyak, memunculkan sebuah makhluk berbentuk golem dan jenis-jenis tumbuhan serta tanaman merambat menggeliat di seluruh tubuhnya. Tidak perlu dipikirkan tinggi makhluk itu, tingginya mencapai puluhan meter.
Mereka semua hanya melihat monster itu seperti bangunan yang besar.
Melihat dua musuh, monster berbentuk golem dan Wyvern, petualang hanya bisa berharap dengan keselamatan mereka. Mereka benar-benar menemukan sesuatu yang sangat baru ini.
Inilah yang menyebabkan nyawa kehidupan mereka benar-benar sedang di ujung tanduk.
つづく
Jangan lupa like komen, dan klik favorit untuk membuat Author semangat terus ya!