
Ketika suara terompet telah dibunyikan, maka itu adalah alarm kedatangan musuh. Di saat itu juga Fay pergi kembali ke garis depan, namun ada beberapa kejanggalan yang terjadi.
“Binatang iblis itu menerobos Force Field milik kita!” seorang petualang berteriak karena terkejut dengan apa yang terjadi.
Fay melihat ke seluruh bagian Barrier yang mengelilingi perkemahan itu, tapi hampir dari setengahnya hancur dan runtuh. Itu memang tidak bisa dipercaya oleh Fay, tapi itu adalah kenyataannya. Dia ingin tahu siapa di balik semua ini yang telah menghancurkan Barrier itu.
Kemungkinannya adalah monster-monster itu.
“Siapa yang melakukan ini?” seseorang mengatakan itu dengan pasrah.
Itu adalah reaksi yang wajar. Dengan sebuah hal yang tidak normal itu, berlangsung begitu saja ketika Barrier itu hancur, dengan begitu seluruh monster yang berada di hutan itu dapat memasuki perkemahan petualang. Itu artinya mereka ditekan oleh musuh hingga ke perkemahan mereka.
“Seharusnya mereka tidak dapat mengetahui lokasi ini...”
Perkataan Fay benar. Barrier itu terlapisi oleh penghalang supranatural yang berfungsi untuk menyamarkan keberadaan dari sebuah tempat, tapi entah bagaimana itu menjadi diketahui.
Lalu, ini juga terlalu kebetulan ketika Fay ingin mengejar seorang gadis yang dicurigai sebagai anggota dari organisasi asing itu. Kedua peristiwa itu seolah telah direncanakan agar Fay kehilangan jejak dari ‘gadis’ itu.
Namun, Fay tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan itu. Fay harus membantu petualang yang lain.
“Semuanya, tetap berada di posisi yang telah direncanakan!”
“““Hooo!!”””
Para petualang berteriak dan kembali mendapatkan semangatnya. Lalu Fay mengejar Vord dan Visco, mereka berdua sedang menahan kerumunan binatang iblis dengan jumlah yang lebih banyak.
Ini adalah tempat yang cukup terbuka. Mungkin mereka dapat mengetahui keberadaan musuh dengan lebih jelas, tapi musuh juga dapat menyerang mereka sesuka hati.
Peperangan telah dimulai kembali.
Ratusan binatang iblis menyerang dan menerkam para petualang dengan kecepatan melebihi suara, tapi para petualang itu perlahan-lahan kembali beradaptasi dengan serangan ganas. Ini hanya bisa dilakukan oleh petualang dengan tingkat A- atau lebih tinggi.
Itu akibatnya mereka yang memiliki kualitas tempur di bawah itu, tidak akan pernah melihat serangan binatang iblis, atau mereka akan dibantu oleh petualang kelas tinggi lainnya. Meskipun begitu, keberuntungan masih berada di pihak petualang, mereka semua terorganisir dengan kelompok petualangnya masing-masing.
Itu yang membuat mereka dipaksa untuk beradaptasi secara drastis.
Sisi lainnya adalah petualang memiliki kelompok yang terdiri dari berbagai anggota yang saling melengkapi, dengan proporsi yang seperti itu akan membuat mereka dapat mengatasi keagresifan binatang iblis.
“Cepat perbaiki Force Field-nya!”
Fay mengintruksikannya kepada petualang yang bertanggung jawab terhadap Barrier itu, karena itu adalah salah satu pertahanan terbaik mereka.
Namun, petualang yang berada di garis depan panik terhadap sesuatu.
“Gerombolan Wyvern datang menyerang!”
Ketika petualang itu berteriak, salah satu Wyvern telah mengeluarkan energi panas dari mulutnya, tapi dia tidak menyadari itu.
“?!”
Sebuah ledakan terdengar ke penjuru perkemahan. Energi panas dari Wyvern bertabrakan dengan pedang Fay ketika dia mencoba menyelamatkan petualang itu. Lalu Fay menebas keseluruhan dari serangan Wyvern dan terjadilah ledakan.
“Kau tidak apa-apa?”
Fay melihat ke belakangnya ketika petualang itu terjatuh.
“Y-ya terimakasih!”
Ketika petualang itu berdiri, dia mengangkat pedang dan tamengnya. Kemudian dia memantapkan dirinya, dengan kemampuan tarungnya dan bertahannya dia juga ingin bertarung sekuat tenaga.
“Aku akan mengalihkannya...” kata petualang itu.
“Apa?”
Sebelum Fay mendapatkan jawabannya, petualang itu langsung berlari ke arah Wyvern itu, tapi tidak disangka Wyvern itu terpancing dan memberikan energi panas ke arah petualang itu.
Dia mengangkat tamengnya lebih tinggi dan terjadi bentrokan antara tameng itu dengan serangan Wyvern.
“Tameng itu menyerap serangannya...?”
Seperti yang dikatakan Fay, tameng yang mengkilap itu tidak menjadi gosong atau meleleh tapi semuanya terserap ke dalam tameng itu seolah dia ingin menerima semuanya.
Dengan begitu, Fay tahu kalau ini adalah kesempatannya. Dia mengangkat pedangnya ke atas, lalu sebuah guntur terkoneksi pada pedang itu.
Baiklah...
Fay menyusul petualang itu, tapi tidak membelakanginya. Dia memutarinya hingga ke titik buta Wyvern dan melompat tinggi ke atas tubuhnya. Dengan begitu Fay menusuk kepala Wyvern itu dengan pedangnya yang telah dialiri oleh petir.
Sebuah ledakan terjadi di udara. Asap dan debu mengepul di segala tempat. Itu karena serangan Fay terhadap Wyvern itu, namun tidak berhenti di situ saja.
Ketika Wyvern itu jatuh ke tanah, Fay yang masih di udara menarik tangannya ke udara dan berteriak.
Sebuah guntur dengan area yang sangat luas keluar dari pedang Fay, itu lebih terdengar seperti amukan langit itu sendiri yang dapat membuat sebuah mimpi buruk ketika melihat kemampuan itu.
Wyvern itu menghilang begitu saja beserta tanah lapang yang menjadi kawah.
“Woah! Itu sangat hebat Tuan Fay. Wyvern itu tidak kembali hidup!”
Petualang yang bertarung bersama Fay bangga setelah Fay turun dari udara. Ketika Fay menyarungkan kembali pedangnya, dia menatap ke arah lain.
“Jangan berlebihan seperti itu, aku hanya melakukan yang seharusnya menjadi tugasku, dan juga jangan memanggilku dengan sebutan ‘Tuan’ ketika kau lebih tua dariku. Karena itu aku menghormatimu.” Kata Fay.
Itu benar, petualang yang membantu Fay bertarung terlihat seperti orang yang berusia 30-an berjanggut dan itu 10 tahun lebih tua daripada Fay.
“Baiklah aku akan mengingat itu.”
“Ngomong-ngomong bukannya kau berasal dari kelompok yang sama seperti Visco, bukan? Kalau tidak salah New Roman?” tanya Fay.
“Itu benar, Visco adalah pemimpin kami. Oh maafkan aku karena aku tidak menyebutkan namaku... panggil saja aku Aldwyn.”
Aldwyin menyuguhkan tangannya dengan tatapan ramah. Itu hanya perkenalan biasa, karena itu Fay menjabat tangannya.
“Baiklah, Aldwyn. Sepertinya kau juga telah mengenalku.”
“Tentu saja, kau orang yang sangat terkenal di antara para petualang.”
Fay mengangguk tenang, tapi di saat yang bersamaan sebuah ledakan terjadi di arah lain. Mereka sepertinya membutuhkan bantuan atas serangan dari para Wyvern.
Pertempuran sengit di antara kedua belah pihak terjadi. Para petualang sering memukul mundur para binatang iblis, tapi dengan kehadiran Wyvern akan mengganggu formasi yang telah dibentuk oleh petualang itu sendiri.
Serangan dari pasukan artileri petualang turut membantu mengatasi serangan dan pertahanan milik para Wyvern. Salah satunya adalah getaran listrik yang ditembakkan ke udara membuat alat gerak dari Wyvern akan mengalami kelumpuhan sementara.
Dengan itu, petualang dengan serangan jarak dekat akan menjangkaunya ketika Wyvern itu jatuh ke tanah.
Namun Wyvern itu tidak cukup bodoh dan terus terkena oleh serangan dari jarak jauh. Wyvern itu beradaptasi dengan sangat cepat. Para Wyven itu terbang lebih tinggi hingga pasukan artileri tidak dapat meraihnya. Itu terlalu tinggi hingga menembus awan.
Di saat itu juga, para Wyvern itu terbang menukik dengan sangat cepat. Pasukan artilerti tidak ada yang berhasil mengenainya karena kecepatannya dan kegesitan Wyven itu bertambah. Sasarannya adalah...
“Mereka mengarah ke perkemahan!” teriak seorang petualang.
“Semuanya! Mudur! Mundur!”
Karena itu, seluruh petualang ditarik mundur ke barisan yang paling belakang. Mereka sangat terpaksa melakukan itu karena tempat perkemahan adalah sumber perbekalan dan markas mereka yang paling aman.
Namun, saat ini mereka memiliki konflik besar yang berlangsung di dalam perkemahan. Hidup dan mati mereka tergantung pada perkemahan yang memiliki perbekalan itu.
Wyvern itu melewati celah Force Field yang telah hancur oleh sesuatu yang masih misterius. Masih dengan kecepatan tinggi, salah satu di sisi lain, salah satu Wyvern menembakkan bola api yang terkonsentrasi dari mulutnya.
Elemen air kelas menengah tidak cukup untuk mengatasi serangan itu, karena itu Fay yang langsung memblokirnya. Dia menebas serangan area itu dengan sekali tebas. Salah satu sisi perkemahan telah selamat.
Namun itu belum selesai. Di segala sisi terdapat Wyvern yang melakukan hal yang sama, dan para petualang berusaha menahan itu terjadi. Di sisi lain, binatang iblis terus memojokkan pasukan jarak dekat petualang. Itu semua karena para Wyvern yang membuat koordinasi mereka hancur.
Binatang iblis terus berdatangan dari arah hutan dan mereka harus mengatasi seluruh serangan binatang iblis dengan kecepatan dan kelincahan monster itu.
Sudah sekitar ribuan binatang iblis yang berdatangan lalu dimusnahkan, tapi tidak lebih dari 150 petualang yang dapat mengatasi itu semua, diantaranya banyak yang terluka lalu ditarik mundur ke pasukan medis.
“Bukankah pasukan kerajaan akan datang membantu kita?!”
Petualang itu panik dengan kondisinya, secara mental dia membutuhkan sebuah pasukan yang lebih banyak untuk mengatasi kekurangan kuantitas mereka.
“Memang, tapi masalahnya mereka akan baru datang setelah setengah hari dari penyerangan kita!”
“Itu sangat lama!!”
Lalu, dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata, seseorang memenggal puluhan binatang iblis dengan sekejap.
“Jangan mengeluh! Sebenarnya kalian yang sangat meremehkan penaklukan ini dan membuat semuanya dipukul mundur.” Itu adalah Vord.
Tidak ada bantahan dari petualang lain, mereka menyadari itu dan semuanya telah terlambat. Namun mereka masih mempunyai kesempatan untuk mengatasi musuh dengan seluruh kekuatan penuh mereka.
“Uwohhhh!!!”
Para petualang berteriak, seluruh kekuatan dan kemampuan magis mereka terlihat di saat itu juga. Api membakar puluhan binatang iblis ke tahap menyiksa pergerakan monster itu. Petualang lain juga menebas udara dan menghasilkan puluhan angin topan yang menghancurkan tumpukan serangan binatang iblis dengan cakupan yang sangat luas.
Bahkan elemen lainnya mengamuk sesuka hati di area yang sangat luas itu. Para petualang itu perlahan maju perlahan-lahan, para binatang iblis mengalami penurunan tempo serangan dan akhirnya dipukul mundur secara drastis.
“Semuanya mundur, tidak perlu menyerang lebih jauh! Pertahankan posisi perkemahan ini, itulah yang utama! Pasukan garis depan seperti kita yang memiliki satu-satunya tugas yang seperti ini! Kita akan tinggu keputusan Fay sebelum menyerang lebih jauh.”
つづく
Kalau ada typo yang bertebaran mohon dikoreksi. Dan juga jangan lupa like, komen dan klik favorit ya!