
Di sebuah hutan yang berada di titik timur laut Pegunungan Yatze, pasukan dari petualang kelas tinggi ditarik satu demi satu. Mereka berkoordinasi dengan sesuai kemampuan mereka masing-masing, gerakan mereka tidak tegang, dan mereka semua berperilaku dengan tenang.
Ketika mereka akan menghadapi musuh yang kuat yang menekan wilayah itu, musuhnya tidak akan ada artinya. Mereka sudah terampil dalam mengatasi musuh-musuh yang lebih kuat dari mereka, maka menaklukkan monster kelas bencana sudah berada di tangan.
Selain puas dengan pasukannya, Frank sebagai petualang dari kelompok Knigh of Rebellion mulai memikirkan hal yang akan terjadi.
Penaklukan ini pada dasarnya adalah sebuah permainan anak-anak.
Di saat dia membusungkan dadanya secara sombong, Frank berada pada kesimpulan ini.
Melihat bawahannya dan petualang kelas tinggi yang terlatih, penaklukan seperti ini bahkan bukan sebuah ancaman. Penampilan mereka yang megah adalah bukti, bukti bahwa mereka memiliki kekuatan yang tak tersentuh. Mereka sudah membayangkan pertempuran apa yang mungkin terjadi di dalam hutan itu sebelum mereka mencapai Pegunungan Yatze.
Sebuah kemampuan yang dapat menunjuk jalan yang benar dan mengonfirmasikannya dan beberapa petualang yang akan bertanggung jawab untuk mengusir sebuah gangguan supranatural.
Urutan gerakan ini akan memiliki bagian atas setiap gerakan untuk mengeksekusi.
Di setiap saat ketika mereka menghubungkan komunikasi dengan kelompok Angel Queen, mereka dapat menerima perubahan informasi yang telah didapat dari pasukan di titik lain. Jika terjadi sesuatu perubahan, mereka akan segera mengirim kembali informasi yang telah didapat secara baik pada petualang-petualang ini.
Di saat yang berikutnya, Frank mengirimkan beberapa kelompok petualang ke garis depan untuk mendapatkan informasi yang relevan.
Namun seiring berjalannya waktu, perubahan abnormal mulai muncul. Ketika puluhan petualang memasuki hutan, komunikasi mereka tiba-tiba terputus.
“Tuan Frank apa yang terjadi?”
Seorang bawahannya bertanya demikian, tapi Frank juga belum memastikan jawabannya. Dia juga bertanya-tanya apa yang terjadi.
Masih belum jelas. Frank juga telah mendapatkan informasi dari kelompok Angel Queen bahwa dari titik selatan terdapat kabut yang menghalangi pandangan secara maksimal.
Karena itu Frank berpikir kalau petualang yang dikirimnya tersesat.
Frank sudah merasa terancam harga dirinya, tapi dia tidak berniat untuk berlama-lama di tempat itu. Kemudian pasukan di tempat itu akhirnya masuk ke dalam huta yang paling berbahaya.
Ternyata, Frank menemukan suatu hal yang membuat keadaannya aneh sehingga beberapa kelompok petualang pertama terputus komunikasinya.
“Antisihir?”
Sementara hal itu kabut sangat menutupi pandangan di saat mereka tersadar kalau mereka tidak bisa mengeluarkan sihir sedikitpun.
“Aku mengerti, sepertinya kita sudah sengaja memasuki perangkap mereka.”
Itu artinya kekuatan utama mereka yaitu sihir sudah tidak akan bisa berguna di tempat itu. Itu sebabnya kekuatan mereka berujung menurun drastis.
Setidaknya mereka harus melaporkan hal ini pada kelompok Angel Queen.
Tapi itu sudah tidak berguna.
Mereka semua terjebak dalam kabut yang tebal dan antisihir yang tidak bisa digagalkan. Mereka semua terperangkap dalam penjara yang menyiksa itu.
“Tidak usah takut! Selama ada aku di sini semuanya akan berjalan lancar!”
Frank berteriak hingga didengar seluruh petualang yang ada di hutan itu.
Kemampuan yang mereka butuhkan saat ini hanya tersisa kemampuan bersenjata pada tingkat kesatria kerajaan, tapi hanya segelintir orang yang ahli dalam bidang tersebut. Kebanyakan mereka masih bertumpu pada sihir yang menjadi keahlian mereka.
Namun sihir sudah tidak bisa digunakan di hutan ini.
Sebagai tambahan, mereka tidak mendapatkan informasi dari Angel Queen yang berasal dari informasi kelompok Rosevelt dan Mawar Biru.
“Musuh datang!”
Seseorang berteriak hal itu.
Kemudian, beberapa orang sudah waspada untuk menghadapi apa yang akan terjadi. Frank juga mengintruksikan suatu hal.
“Tugas utama kita adalah melindungi pasukan medis!”
“Siap!”
Mereka semua serentak mengatakan hal itu, dan kemudian musuh datang dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata.
“Binatang iblis?”
“Ya! Sesuai dari penjelasan dari kelompok Angel Queen!”
Di setiap sisi mereka mendapatkan serangan dari binatang iblis. Tubuh mereka melompat dan mengarahkan rahang mereka ke setiap petualang. Para petualang membuat posisi melingkar untuk melindungi pasukan medis. Gerakan cepat mereka mengatasi itu.
“Penggal kepala mereka! Kelemahan regenerasinya di sisi itu!”
Keuntungan sebelumnya mereka telah mendapatkan informasi dari kelompok Rosevelt akibat pertempuran mereka dengan binatang iblis. Mungkin ada keterkejutan di setiap petualang, tapi mereka dapat mengatasi hal itu.
Mereka hanya bergantung pada setiap kemampuan mereka dalam bersenjata dan melakukan koordinasi yang baik karena kemampuan sihir mereka tersegel.
“Mereka terus berdatangan!”
“Di sini juga!”
Serangan binatang iblis terus menumpuk. Bahkan petualang yang ahli dalam berpedang selevel kesatria terhormat pun tidak bisa mengatasi banyaknya serangan dari binatang iblis.
Karena itu Frank harus memutar otak untuk mencari jalan keluar yang sedang mereka hadapi. Kalau seperti ini terus mereka tidak bisa melangkah maju dan hanya akan kehabisan tenaga.
Tanpa perlu memikirkan harga dirinya, Frank hanya perlu memanggil bantuan dari pasukan pembalas yaitu kelompok dari Elderich.
Namun Frank tidak tahu bagaimana cara keluar dari hutan ini tanpa tersesat.
“Sialan, monster-monster ini kembali!”
Seseorang berteriak kesakitan. Dia melihat ular raksasa yang muncul di balik kabut.
Mereka berusaha menebas ular raksasa itu, tapi regenerasinya persis sama seperti binatang iblis. Sekarang menjadi lebih buruk, mereka tidak menemukan kelemahan untuk menghabisi ular raksasa itu.
“Awas!”
Ular itu menyemprotkan racun dari mulutnya kepada para petualang.
Beberapa petualang berusaha menghindar dan ada seseorang yang melemparkan sebuah temeng besi untuk menghadang racun itu.
Mereka semua selamat tapi tameng besi itu meleleh dan dalam sekejap menjadi bubur.
Namun setelah itu, tanpa sadar, kepala dari ular itu terpenggal dengan sangat rapih. Semua itu Frank yang melakukannya. Dia menggunakan kecepatan tempurnya di saat tameng besi itu melayang di udara, dan dalam kesempatan itu dia mengendap-endap tanpa diketahui pergerakannya oleh ular raksasa itu.
“Itu berhasil!”
“Hmm, sepertinya tidak.” kata Frank.
Seperti katanya. Tidak seperti binatang iblis yang dipenggal kepalanya maka dia akan benar-benar mati, tapi tidak dengan ular raksasa itu. Kepalanya kembali tumbuh dengan dramatis dari tubuhnya, kecepatan regenerasinya juga diluar akal manusia.
Bagian ini yang sangat sulit untuk dicapai para petualang.
Tapi tidak hanya itu. Binatang iblis juga kembali menyerang mereka di saat ular raksasa memunculkan diri.
“Kita harus mundur secara perahan!”
“Tapi kemana? Kita tidak bisa pergi tanpa tujuan yang jelas. Ke tempat awal juga memungkinkan kita akan tersesat ke tempat yang lain.”
Kedua petualang itu cukup benar.
Di sisi lain, mereka harus mundur untuk menghindari serangan yang membabi buta dari monster-monster itu. Di sisi lainnya mereka juga tidak menutup kemungkinan dalam proses itu akan menyebabkan mereka tersesat ke wilayah yang lebih berbahaya.
Sudah banyak orang yang terluka karena binatang iblis, lalu mereka dibawa ke pasukan medis. Namun untuk melindungi mereka juga membutuhkan petualang yang mumpuni dalam menjaga mereka.
Ular itu juga sangat gesit ketika menghindari serangan para petualang. Kecepatannya sudah diluar informasi yang mereka punya.
“Kita harus ke tempat yang lebih tinggi untuk mengidentifikasi tempat kita berada!”
Petualang itu benar, setidaknya itu harapan mereka untuk mengetahui tempat mereka berada. Dengan itu mereka dapat menggunakan peta mereka untuk kembali dan meminta bantuan dari pasukan pembalas, itu juga dapat mengatur kembali koordinasi mereka.
Petualang lain cekatan dalam hal itu, beberapa dari mereka langsung menaiki pohon-pohon tinggi, untuk keluar dari pengaruh kabut yang tebal itu.
“Bodoh! Jangan lakukan itu!”
Frank berteriak, dia menyadari kalau ada hal janggal yang seolah mengawasi mereka semua.
“Eh—”
Sebelum petualang itu menyadarinya, tubuh mereka tertusuk dengan sesuatu yang tajam dari setiap sisi mereka.
Angin berhembus cukup kuat dari sisi gunung yang membuat kabut tebal itu mengilang dari pandangan mereka. Kemudian mereka semua menatap ke atas dan melihat suatu mimpi buruk di depan mata mereka.
Puluhan petualang tertusuk oleh batang-batang pohon. Akar-akar yang menjulang tinggi juga menusuk tubuh mereka hingga kematian berada satu jengkal pada diri mereka.
Setiap darah segar masih menetes dari mayat-mayat itu. Ini benar-benar perangakap yang tidak pernah dipikirkan oleh mereka.
“Tidak mungkin...”
Itu artinya kelompok petualang sebelum pasukan Frank mencoba melakukan hal yang sama untuk keluar dari tempat itu melalui pohon-pohon itu. Tapi mereka tidak beruntung kalau sebenarnya pohon-pohon itu hidup.
Mereka mendapatkan informasi baru yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya. Ini adalah mimpi buruk yang mereka hadapi.
つづく
Jangan lupa like, komen, dan klik favorti untuk membuat Author semangat terus ya!