
Semua orang telah mempersiapkan peralatan tempur sebaik mungkin, termasuk kelompok kami yaitu Tomoe Garden— Yah pada akhirnya Astia menambahkan nama kelompok itu sesukanya, tapi aku tidak akan mempermasalahkannya.
Pasukan kerajaan juga telah memulihkan diri dari efek kegilaan dan dominasi itu. Lalu kelompok petualang Angel Queen sudah berada di dala posisinya yaitu sebagai penyerang jarak jauh.
Lalu...
“Aku tahu hampir dari kalian semua bergetar ketakutan karena akan langsung berhadapan dengan monster kelas bencana itu.” kataku.
Itu adalah faktanya. Sebuah kata-kata manis dan semangat yang telah dilontarkan oleh para gadis saat tadi hanyalah sebuah topeng untuk menutupi rasa takut mereka. Pada akhirnya mereka semua tahu tentang kemampuan Hydra itu.
Sebenarnya aku sedikit menolak tentang rencana yang dibuat oleh Astia, tapi itu adalah rencana yang terbaik agar kita bisa membuat balasan. Kalau kita terus bertahan, maka tidak akan ada perlawanan— maka hanya akan ada kekalahan yang tragis.
Namun seperti kataku saat dulu, “Tapi kalian jangan khawatir. Seperti janjiku dulu... aku tidak akan membiarkan kalian mati.”
Meskipun aku tidak tahu apakah janji itu bisa terpenuhi atau tidak, tapi aku sudah memutuskan untuk melindungi mereka semua. Akan kukeluarkan seluruh kecerdasan dan kekuatanku di titik ini.
“Master...”
Mungkin Lilia khawatir terhadap kesehatan mentalku karena beban besar yang menekanku begitu berat.
Tapi tidak perlu sekhawatir itu Lilia...
Aku akan menepati janjiku.
“Baiklah kalau begitu! Mari kita bersiap!”
Aku menghunuskan pedangku dan mengeluarkan beberapa bom asap.
Hanya kami bersembilan yang melawan monster itu. Dengan kemampuan kami yang seadanya...
Ultimate Hydra— yang telah melenyapkan ratusan petualang kelas atas...
Lalu...
“Serang!!” teriak Raja Azaka.
Kami langsung melesat— keluar meninggalkan penghalang area milik Astia.
Aku langsung melemparkan bom asap di luar penghalang. Hasilnya ledakan asap menyebar ke segala arah. Ini untuk mengaburkan keberadaan dan kecepatan kami.
“Ugh!”
Ketika kami keluar dari penghalang itu, sebuah tekanan yang luar biasa menyerangku dan membuatku sesak napas. Sepertinya gadis lain juga merasakan hal yang sama.
Tapi kami tidak boleh berhenti!
Puluhan cahaya merah melesat dari dalam penghalang. Itu adalah serangan dari Angel Queen— dalam sekejap serangan itu menghantam tubuh Hydra itu berkali-kali.
Serangan itu seharusnya bisa membuat Hydra itu menjadi abu secara perlahan— sama seperti kasus penyerangan Wyvern, tapi itu tidak memiliki efek apapun sekarang. Ledakan terus dan terjadi dan tidak memengaruhi apapun.
“Serangan datang!” teriak Natasha.
Salah satu kepala dari Hydra itu mengumpulkan energi raksasa untuk menyerang kami.
“Semuanya berpencar!”
Kami berpencar ke seluruh bagian— membentuk manuver kepungan.
Ledakan energi ditembakkan dari arah rahang Hydra itu. Energi terkonsentrasi dan menghantam permukaan yang telah kami hindari. Itu terbakar sangat masif dan membuat lubang besar di area permukaan itu/
Lalu sebuah gerbang gelap terkonstruksi di arah depanku, gerbang itu mengeluarkan puluhan skeleton, dan beberapa saat menjadi sangat banyak dan bergerombol.
Aku langsung membakar pedangku dengan api.
Aku melompat ke udara, lalu menebas seluruh tengkorak itu dengan cepat dan berhati-hati terhadap serangan berikutnya.
Serangan Skeleton memang cukup lambat, tapi kecepatan regenerasi mereka sama seperti binatang iblis. Karena itu aku harus memberikan ratusan tebasan hingga melenyapkan tulang belulang itu seutuhnya.
Boom!!
Ledakan terdengar dari arah lain. Itu adalah serangan dari Angel Queen yang menghantam Skeleton dalam jumlah yang lebih banyak.
Kalau musuh-musuh sudah berdatangan itu berarti...
Aku langsung melihat ke belakangku. Ternyata benar— penghalang Astia telah dihentikan aktivasinya, dan lebih buruknya seluruh monster menyerang dari segala penjuru, lalu terdapat pertarungan antara pasukan kerajaan dengan monster-monster itu. Itulah yang kulihat di barisan belakangku.
Itu artinya sudah tidak ada efek dari ‘pelenyapan’ monster itu.
Setelah kami melewati gerombolan Skeleton, sekarang kami harus berhadapan dengan binatang iblis di arah depan.
“Semuanya melompat!” teriak Elma.
Di saat itulah aku melihatnya berada di udara dengan petir di sekitarnya yang mengamuk.
Seperti yang dikatakan Elma, aku dan lainnya melompat tinggi ke arah depan. Lalu aku bisa melihat sabit Elma ditancapkan ke tanah— getaran listrik terjadi yang membuat pergerakan binatang iblis itu terhenti sepenuhnya. Dengan begitulah, Elma melanjutkan serangan balasannya dan memenggal sebagian besar binatang iblis.
“Terima kasih Elma!” kata Astia.
Kemudian Astia berhenti di tempat, dia menciptakan puluhan hingga ratusan bor besar dari elemen airnya. Ini adalah salah satu kemampuannya saat melawan Varvatos.
Lalu dia melesatkannya dengan sangat cepat ke arah Hydra itu.
“Natasha!”
“Baiklah!”
Sebelum Hydra itu menyadarinya, Natasha tepat di bawah tubuhnya, kemudian dia masuk ke dalam kuda-kudanya dan berteriak.
“SONICALLY AIR!!”
Serangan penghancur Natasha tercipta— angin dan udara mengamuk, membuat ruang di antara amukan tornado itu mengalami pembekokan.
“Kenapa kau tidak menggunakan senjatamu itu, pahlawan?” Hydra itu berbicara.
Saat itu juga, gelombang kejut menghempaskan seluruh benda di area sekitarnya. Seluruh serangan telah dihempaskan dan tidak ada yang bisa menggores tubuh tebalnya itu.
“Natasha!” Lilia berteriak, lalu menangkap Natasha dari hempasan itu.
Dia hampir tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan keseimbangannya hampir runtuh, tapi Natasha masih bertahan dan menumpu kakinya pada pijakannya.
“Aku tidak apa-apa. Terima kasih.”
Aku berhenti di posisi Lilia dan Natasha berada. Natasha juga berada pada ketidakteraturan napasnya, kemungkinan tekanan yang diberikan oleh Hydra itu...
“Bagaimana ini master...? Seranganku dan Astia tidak memiliki pengaruh apapun.” keluh Natasha.
Namun yang menjawabnya bukan aku, tapi Lilia.
“Sepertinya kita harus menembus Barrier yang telah menyatu pada tubuhnya itu...
“Bagaimana Lilia? Bahkan dengan serangan masif Raja Azaka pun tidak bisa menembus Barrier itu.” kataku.
Setelah perkataanku, Lilia mengeluarkan seluruh belatinya yang dia bawa dari balik roknya dan tas kecilnya. Aku tidak percaya... membawa belati sebanyak itu.
“Maaf master, tapi sepertinya aku akan serius dalam hal ini...”
Kemudian Lilia melemparkan belatinya itu ke udara secara acak dan menyisakan dua belati di kedua tangannya. Lalu, belati yang terlempar itu berhenti dan melayang.
Oke aku tidak tahu dengan hal ini. Sepertinya Lilia mengembangkan kemampuan barunya tanpa kusadari selama ini.
Puluhan belati itu melayang di udara dan mengancam— siap dilesatkan olehnya kapan saja.
“Kita hanya tinggal mengabaikan penghalangnya saja, bukan? Kalau begitu serahkan padaku.” Tambah Lilia.
Aku mengangguk, setelah itu Lilia menoleh ke arah lain, yaitu ke arah posisi Amarilis berada. Mereka berdua saling bertatapan dan mengangguk setelahnya.
“Akan kubantu.” Kataku.
“Aku juga.” Tambah Natasha.
Kalau begitu, mari kita serang...
Kami bertiga langsung melesat— menghampiri dan mendekat ke arah Hydra dengan kecepatan penuh.
Belati-belati Lilia tetap terjaga, lalu binatang iblis tiba-tiba menyerang dari titik buta.
“A—!”
Natasha hampir panik karena itu, tapi belati-belati Lilia langsung bergerak memenggal musuhnya dalam sekejap. Itu terlihat seperti memiliki kesadaran sendiri dalam belati itu.
Aku melihat mayat binatang iblis itu, tapi tidak ada tanda-tanda regenerasi. Jadi itu sangat efisien.
“Kenapa kau mengabaikan senjatamu itu, pahlawan? Padahal itu adalah barang berhargamu yang telah menyegelku di masa lalu. Kalau kau ingin berhadapan denganku secara langsung, aku akan menghadapimu sekuat tenaga.” Kata Hydra itu.
Aku bingung. Kenapa Hydra itu tidak memperhatikan kami?
Tapi sepertinya bukan begitu. Monster itu tidak menganggap kami ada, dia hanya ingin berhadapan dengan musuh alaminya yaitu pahlawan. Namun dia terus menganggap Astia adalah pahlawan itu.
Selain itu... Cahaya berkilau melesat di atas diriku, itu adalah serangan dari Amarilis. Dengan begitu cepat, cahaya itu menghantam tepat di area dada dari Hydra itu— menghantam dan membuat ledakan besar yang memekakkan telinga. Energi itu terus meledak dan membuat putaran angin yang padat.
Kami sudah sangat dekat dengan Hydra itu dan tetap berlari ke arahnya...
“Abaikan saja... Abaikan saja penghalang itu...” gumam Lilia ketika dia menutup matanya.
Aku tidak tahu apa yang direncanakan Lilia, tapi dia berusaha fokus pada sesuatu.
Lalu Lilia membuka matanya, menatap tajam dan berkata...
“Abaikan semua penghalang... Abaikan seluruh halangan yang ada dan putarbalikanlah kenyataan!”
Seluruh belati yang melayang itu, langsung melesat mengarah ke Hydra itu tanpa keraguan sedikitpun pada dirinya.
“Apa?”
Kebingungan Natasha juga tersalurkan pada diriku.
Serbuan belati Lilia telah menembus penghalang itu dan merobek kulit dan daging Hydra itu. Tanpa membuat kebingungan yang lain dan membuat orang bertanya-tanya, Lilia berteriak.
“Semuanya! Sekarang!”
“Ugh! Apa ini?!”
Posisiku sudah siap, begitu pula dengan Natasha. Kami berdua berlari dan mendekat sedekat mungkin dengan tubuh Hydra itu.
Dia telah meremehkan keberadaan kami dan inilah akibatnya.
“SONICALLY AIR!!”
Sebuah serangan masif dari Natasha mengarah ke arah jantung pertahanan Hydra. Seluruh kekuatannya membuat lubang besar di daerah tubuhnya dan membuat Hydra itu sedikit mundur.
Tidak hanya itu...
Aku sudah berada di udara dan menarik tumpuanku pada udara serta pedangku. Sekarang aku telah melapisi seluruh pedang dengan energi ‘Inferno Beam’ yang pekat dengan warna merah gelap.
Meluncur seperti anak panah, lalu memutar tubuhku dan terus berputar. Hasilnya tebasan berputar tanpa henti yang diberikan. Aku mengoyak seluruh tubuh Hydra yang memiliki daya tahan yang besar dan tebal. Ratusan tebasan kulancarkan dengan energi merah yang ada di pedangku.
Ini jauh lebih cepat daripada kecepatanku sebelumnya.
Ini belum selesai! Aku menggunakan tumpuan Hydra itu untuk melompat lebih tinggi. Melihat sekilas pasukan kerajaan itu, hanya seperti orang-orang yang sanagat kecil dan jauh dipandang.
Oleh karena itu aku akan menghabisinya saat ini...
“INFERNO BEAM!!”
Energi merah kegelapan dengan area yang diperluas hingga mencakup seluruh tubuh Hydra itu. Menghantam habis seluruhnya...
“Sepertinya belum cukup.”
Seranganku dinetralisir oleh gelombang kejutnya.
Ternyata dia bisa bertahan dari semua serangan itu. Sungguh tidak masuk akal.
Aku masih berada di udara, tapi Hydra itu sudah membuka mulutnya kepadaku dan mengumpulkan energi yang terkonsentrasi.
“Sial!”
Aku tidak akan bisa menghindari serangan itu!
Boom!!
Sebuah ledakan terus-menerus dari arah ketujuh kepala Hydra tersebut. Berwarna merah menyala dan biru air. Ternyata itu adalah serangan jarak jauh dari Angel Queen dan Astia. Karena itu serangannya terhadapku tergagalkan
Huh~ Aku terselamatkan... tapi tidak dengan ketinggian ini.
Aku jatuh bebas dengan ketinggian ratusan meter.
Hampir sepuluh meter dari tanah, sebuah gelembung air besar memantulkan tubuhku. Itu sangat lembut dan benar-benar efisien. Ternyata ini adalah salah satu kemampuan Astia.
Karena tubuhku memantul ke atas kembali dengan lembut, akhirnya aku bisa melakukan pendaratan sempurna...
“Master!”
Natasha dan Lilia mendatangiku dengan khawatir. Di sisi lain, serangan jarak jauh terus dilancarkan bertubi-tubi dari Astia dan pasukan artileri. Angel Queen, Lilac dan Amarilis juga berpartisipasi dalam hal itu.
“Seranganku tetap tidak bisa menembus ketebalan tubuhnya.” Kataku, "Meskipun Barrier yang menyelimuti tubuhnya sudah menghilang, tapi monster itu tetap bertahan.”
Ada hal yang kubingungkan sejak tadi.
“Sebenarnya kenapa Barrier Hydra itu lenyap dan menghilang begitu saja? Apa yang kau lakukan Lilia?” tanyaku.
“Aku hanya— Ugh!!” Tiba-tiba Lilia langsung tumbang dengan memuntahkan darah.
“Lilia!” tapi langsung ditahan oleh Natasha.
Apa yang terjadi? Kenapa Lilia seperti ini? Apa ini salahku? Apa ini adalah akibat dari tekanan luar biasa yang diberikan monster itu?
Rasa bersalah mulai menghantuiku. Aku tidak mengerti tentang apa yang terjadi dengannya...
“Maafkan aku master. Aku sudah terbiasa dengan ini...” kata Lilia yang sedikit lemah.”
“Apa yang terjadi padamu?” tanyaku.
“Ini adalah efek dari kemapuan itu— aku telah membalikkan realita untuk monster itu. Jadi itulah alasan kenapa kita bisa menembus pertahanannya, itu karena aku telah ‘mengabaikan’ penghalangnya.”
“Itu artinya penghalang yang terdapat pada Hydra itu, telah lenyap?” tanya Natasha
“Ugh! Iya, benar sekali. Dia tidak memiliki kemampuan itu lagi.”
Itu tindakan yang terlalu berani dan mengancam kehidupan Lilia. Aku tidak tahu kenapa dia berani nekat dalam mengambil keputusan itu, tapi pada akhirnya Lilia menjadi lemah.
“Huh~ Aku tidak menyangka akan seburuk ini... Ternyata tekanan besar yang diberikan oleh monster itu juga mempengaruhi efek ini.” Tambah Lilia.
Lilia terbatuk dan mengeluarkan darah sesekali.
“Baiklah, sekarang kau istirahat saja. Kau telah melakukan hal yang sangat besar di sini. Jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kerja kerasmu, Lilia.”
“Terima kasih master.”
Lalu, Lilia pingsan. Aku memeriksa denyut nadinya, dan hasilnya tidak ada yang bermasalah. Lilia hanya tertidur untuk saat ini karena kelelahan dan pengaruh dari efek kekuatannya.
Aku menoleh ke arah lain untuk mencari seseorang. Ternyata Annastasia berada di sana, sedang menghalau serangan dari monster golem dengan bom peledaknya.
“Annastasia!” aku berteriak memanggilnya.
“Aku datang master!”
Setelah Annastasia beranjak pergi dari sana, Elma dan Marrona menggantikannya dalam bertarung. Memang koordinasi mereka sudah sangat baik.
“Ada apa ma— Lilia?!” dia terkejut ketika melihat Lilia bersimbah darah di mulutnya.
“Tenang saja. Dia hanya tertidur karena kelelahan, Annastasia.”
“Ta-tapi darahnya...?”
“Karena itu aku ingin meminta bantuanmu untuk membawanya ke pasukan medis.”
Melihat wajah pemimpinnya yang sedang tidak berdaya, Annastasia hanya bisa khawatir.
“Baiklah! Aku akan segera membawanya.”
Kemudian Annastasia menggendong Lilia di punggungnya. Dia mengangguk sebelum beranjak pergi dari sini.
“Sekarang Natasha, mari kita mulai kembali.”
“Baik!”
Sudah beberapa menit Hydra itu diserang bertubi-tubi oleh penyerang jarak jauh dan Angel Queen. Tapi mereka semua tidak memberikan dampak yang besar kecuali menahannya untuk sementara.
Oleh karena itu, aku dan Natasha serta dibantu oleh Elma, Annastasia dan Marrona. Kami akan menemukan titik lemah dari Hydra itu.
Astia juga selalu mengawasi pergerakan kami, jadi perlindungannya dari jarak jauh terus dibutuhkan. Dengan peralihan dan serangan kami yang bertujuan mencari kelemahannya, aku akan membarikan kesempatan untuk pasukan Angel Queen mengisi kembali daya serangnya.
Dengan begitu, kerja sama akan terus terbentuk.
つづく
Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya! Oh iya klo ada typo mohon dikoreksi ya