I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 16.2 : Bantuan Dari Belakang Layar



Di garis depan...


Ketika para petualang melepaskan kekuatan yang membabi-buta kepada ular raksasa itu, mereka mengawasinya dan terus menerus mengeluarkan sihir terbaik mereka ke satu titik. Mereka terus melakukan itu agar regenerasi instan ular raksasa akan menghilang bersama monster itu.


Itulah yang mereka harapkan.


Setelah asap dan debu menghalangi pandangan mereka karena efek dari serangan itu, mereka menghentikan serangannya.


“Apa serangan itu berhasil?” tanya seorang petualang.


“Seharusnya begitu. Dengan seluruh kemampuan yang kita miliki, kemungkinan besar ular raksasa sialan itu telah hancur berkeping-keping.”


Namun, hancur berkeping-keping tidaklah cukup untuk membunuh ular raksasa itu. Itulah akibatnya, kemudian mereka semua merasakan getaran yang berasal dari dalam tanah.


“Apa ini?”


Di saat seorang petualang menanyakan itu, tanahnya semakin bergetar sampai ke titik seperti gempa bumi. Beberapa detik kemudian, tanah itu meledak dan keluar seekor ular raksasa. Itu artinya serangan tanpa ampun dari petualang telah gagal?


“Semuanya mundur! Hindari lintasan serang dari ular raksasa itu!”


Namun semua itu sudah terlambat.


Ular raksasa itu mengacak-acak formasi petualang, membunuh mereka dengan kecepatan yang sudah tidak bisa dilihat lagi oleh petualang kelas atas. Ular raksasa itu telah beradaptasi dengan cepat, dia tidak memiliki fokus tertentu pada segelintir orang tapi sekarang ular raksasa itu membuat barisan garis depan menemui ajalnya tanpa pandang bulu.


Di sisi lain Vord berusaha menghentikan korban dengan mengejar kegesitan ular raksasa itu. Namun semakin dia kejar maka ular itu akan semakin menjauh dari Vord. Karena itu dia membutuhkan rencana.


Vord beruntung karena dia melihat Fay yang juga mengejar ular itu.


“Fay! Hubungi Angel Queen kalau kita membutuhkan bantuan serang lagi!”


“Tapi, aku tidak yakin serangannya dapat mengejar kecepatan ular raksasa ini!”


“Kalau begitu kita yang akan menjadi umpan.”


Itulah yang dikatakan Vord. Ular raksasa itu sudah memiliki rasa kewaspadaan yang tinggi terhadap Fay dan Visco, makanya ular raksasa itu dapat mengerti dan terus melancarkan serangannya kepada para petualang lain.


“Aku juga akan bantu.” Visco datang dari arah lain.


Dengan begitu mereka bertiga bekerja sama dalam memberantas kecepatan dan serangan ular raksasa itu. Petualang kelas tinggi lain menjaga jaraknya dari ular raksasa dan memilih berurusan dengan binatang iblis. Itu lebih baik untuk mereka daripada kematian menghampiri dengan sekejap mata.


“Mari kita mulai.”


Mereka bertiga mengejar ular yang masih memborbardir para petualang yang berada di garis depan hingga membuat ancaman ke garis belakang. Saat ini Fay memiliki tujuan untuk memberikan ‘tanda’ bantuan kepada Angel Queen agar memberikan serangannya kepada ular raksasa itu. Di sisi lain, Vord dan Visco yang berurusan langsung dengan monster itu.


Untuk menghentikan monster itu dibutuhkan kecepatan atau serangan yang dapat melumpuhkan ular raksasa dengan kecepatan yang melebihi ular raksasa itu. Salah satu orang yang paling memaksimalkan kekuatannya adalah Fay.


Karena itu, dia yang mengajukan diri sendiri.


“Semuanya menjauh dari ular raksasa itu!”


Ketika Fay berteriak, dia mengangkat pedangnya ke atas. Lalu dengan pandangannya yang melihat ular itu menjauh darinya, sebuah guntur turun dari langit secara tiba-tiba dan mengenai ular raksasa itu.


Itulah jawabannya. Untuk mengejar kecepatan ular raksasa dibutuhkan kecepatan yang melebihinya, yaitu kecepatan cahaya.


“Ini kesempatan!”


Visco dan Vord mengerti hal itu. Ketika ular itu sedang melakukan regenerasi dalam sekejap, tapi mereka berdua telah sampai ke tubuhnya. Dengan begitu, Visco melancarkan pedang terkutuknya. Seluruh tubuh ular itu menjadi melambat serta regenerasinya, kemudian bercak-bercak aneh keluar di kulit ular itu.


Ketika Visco melancarkan serangan terkutuknya, ini adalah kesempatan Vord untuk mencabik-cabiknya ke potongan yang paling kecil dengan kedua belatinya.


Ketika ular raksasa itu menggeliat karena rasa sakit yang luar biasa, di sisi lain Fay sudah memokuskan energi listrik di pedangnya. Lalu di saat itu juga dia menarik dan melepaskannya ke langit.


Sebuah energi biru gelap mengarah ke langit dengan cepat. Itu terlihat oleh setiap petualang yang berada di tempat itu. Hanya menunggu waktu untuk mendapatkan bantuan. Namun di sisi lain mereka harus menahan ular raksasa itu selama mungkin.


Karena itu Fay mengejar ke posisi Visco dan Vord, lalu dia menebas kepala ular raksasa itu. Meskipun regenerasinya melambat, tapi itu masih terbilang sangat cepat. Setelah itu juga, mereka menjaga jarak ketika sebuah guntur kembali menyerang ular raksasa.


Beberapa detik kemudian, cahaya merah terlihat dari langit. Hanya sebuah cahaya merah yang sedikit menakutkan, namun itu adalah rencana yang paling efektf untuk meniadakan regenerasi ular raksasa.


Sedikit demi sedikit cahaya itu terus membesar dan terlihat sangat dekat.


“Semuanya menjauh!”


Mereka bertiga menjauh dari lintasan serang cahaya merah itu. Fay juga masih di udara dan turut menyerangnya dengan kombinasi yang menjadi cocok.


Fay menarik pedangnya ke belakang dan melepaskan energi gunturnya. Dia berteriak,


“Erasure of Thunder!!”


Di saat yang bersamaan, serangan Fay dan serangan Angel Queen menumpas habis ular raksasa itu tanpa sisa. Meskipun ular raksasa itu berusaha menghindarinya, tapi itu terlambat karena ‘Erasure of Thunder’ milik Fay yang memiliki kecepatan cahaya dalam sekali serang.


Pada akhirnya, sebuah kawah kembali terbentuk karena serangan kombinasi yang dipadukan oleh ‘Erasure of Thunder’ milik Fay.


“Akhirnya berhasil...” Fay lega telah mengatasi kesulitannya.


“Aku tidak pernah berpikir ini lebih sulit dari yang kukira.” Visco datang dan mengatakan itu.


“Jangan lengah. Kita tidak tahu dengan ancaman apa lagi yang akan datang kepada kita.” Tambah Vord.


Tepat seperti yang dikatakan Vord. Prediksi dari ancaman yang akan datang yang telah dia nilai benar-benar terjadi.


Tiba-tiba sebuah kabut menyelimuti seluruh area dari garis depang penyerangan. Kabut itu menjadi sangat tebal secara dramatis.


“Ini...”


“Ini yang dimaksud dengan pengendalian pikiran itu!” kata Vord, lalu dia mengumumkan kepada yang lain, “Semuanya mundur! Pergi ke barisan belakang apapun yang terjadi! Pergi ke dalam Force Field sekarang juga.”


Setelah Vord berteriak hal itu, Visco menancapkan pedangnya ke tanah. Lalu sebuah hempasan yang besar terjadi.


BOOM!!


Itu memekakkan telinga ketika didengar. Angin telah dihempaskan beberapa kali oleh Visco untuk menghilangkan kabut itu.


“Hey! Jangan berada di kabut itu!” sebuah suara dari gadis berteriak dari jauh.


Ketika mereka bertiga bereaksi terhadap suara itu, sesuatu yang menyerupai tanaman bergerak dan merambat di tanah. Fay yang menyadari itu, secara tiba-tiba melompat ke belakang. Namun karena pergerakan Fay, sesuatu itu menyerang Fay dengan mematikan.


Kecepatannya setara dengan ular raksasa itu!


Fay hampir tidak bisa menghalaunya, tapi dengan pedangnya dia dapat menangkis serangan yang super tajam itu.


Visco dan Vord yang melihat tindakan Fay yang tiba-tiba juga mengikuti gerakannya, tapi serangan juga terjadi kepada mereka berdua. Visco menangkis itu dengan pedangnya dan membuatnya terlempar ke kejauhan, sedangkan Vord.


“Kuh!!”


Dia terkena oleh serangan itu. Hampir tidak ada pertahanan fisik yang dimiliki oelh Vord, jadi apa yang diharapkan?


Namun, dengan keahliannya dan kualitasnya sebagai pemimpin petualang yang terkenal, dia hanya tergores di bagian sisi kanan perutnya dan itu tidak memiliki kefatalan. Vord hanya beruntung dalam hal ini.


“Vord! Kau tidak apa-apa?”


Vord mundur hingga ke tempat Fay diserang, karena itu Fay dapat mengetahui kalau monster yang dibalik kabut ini lebih berbahaya daripada sebelumnya. Fay juga mengetahui kalau Visco terlempar lebih jauh daripada mereka berdua.


“Apa ini monster yang disebutkan dari informasi yang kita terima dari titik selatan?” tanya Fay.


“Sepertinya begitu.”


Pada dasarnya, kabut itu semakin tebal meskipun Visco sudah melakukan hempasan udara tadi. Mereka tidak bisa melihat apa-apa dan pandangan mereka hanya sejauh lima meter saja. Jadi tidak ada yang bisa diharapkan kalau mereka tidak bisa bereaksi dengan kecepatan yang sama seperti ular raksasa.


“Sebelum semuanya memburuk, mari kita mundur untuk sementara.” Kata Fay.


Setelah Visco terlempar ke kejauhan, Visco tidak kunjung kembali. Sepertinya dia memiliki luka yang cukup serius sehingga dia tidak menyusul ke tempat Fay berada. Kemungkinan lain kalau Visco telah mundur.


Menurut informasi dari titik selatan, monster di balik kabut ini kalau dikejar maka monster itu juga akan semakin menjauh. Dengan begitu, monster itu tidak memiliki alasan untuk bertarung dengan jarak yang dekat. Monster itu juga membutuhkan segala jenis tanaman yang berada di hutan untuk melancarkan serangan.


Jadi selama mereka berdua menjauh dari hutan maka kemungkinan selamat juga akan tinggi.


“Baiklah, ayo.”


Sebelum mengangkat kakinya, mereka berdua mendengar suara yang memerintah mereka dari jauh.


“Hey! Jangan pergi selangkah dari tempatmu berada!” itu adalah suara gadis yang sama ketika dia memperingatkan Fay dan Vord tadi.


Namun Fay merasa aneh.


“Bukankah kau yang menyuruh kami keluar dari kabut ini? Lalu kenapa kau sekarang mengatakan hal yang sebaliknya?” tanya Fay.


“Itu sudah terlambat!” kata gadis itu, “Kalau kau beranjak dari tempat itu, maka kau akan dipastikan mati!”


Fay terkejut sekaligus bertanya-tanya tentang siapa gadis itu.


Dengan peringatan yang seperti itu, apakah ada sebuah penghalang atau jebakan yang akan membunuh mereka kalau mereka salah pergerakan? Fay juga ingin mengantisipasi hal itu tapi jarak pandang mereka berdua sangatlah terbatas.


Kemudian Vord yang bertanya, “Kalau begitu bagaimana caranya kami bisa keluar dari tempat ini? Apa jangan-jangan pikiran kami sudah termanipulasi sehingga kami bisa salah pergerakan ketika kami bergerak?”


“Bukan itu!” jawab gadis itu, “Kalian masih belum termanipulasi, tapi umm... intinya di sekitar kalian ada sesuatu yang sangat berbahaya!”


“Kalau begitu bagaimana caranya kami keluar?!” teriak Fay.


“Umm, um— tunggu sebentar.” Kata gadis itu yang menjadi ragu-ragu.


Terlihat dari cara bicaranya, gadis itu terlihat seperti masih remaja dan tidak mempunyai karakteristik petualang dewasa pada umumnya.


Ketika gadis itu berkata “Tunggu sebentar”, Fay dan Visco dapat mendengar sebuah bisik-bisikan dari arah gadis tersebut. Mungkin dia sedang berdiskusi secara rahasia dengan orang lain.


Sedikit bosan, Fay menanyakan seseuatu kepada gadis misterius itu.


“Hey kau, dimana Visco dan petualang lainnya? Kami tidak mendengar apapun lagi selain keheningan dan suara kalian.”


Yang dikatakan Fay adalah kenyataan.


“Tenang saja, mereka sudah kami intruksikan untuk mundur dan hanya kalian yang masih terjebak di garis depan.”


“Begitu, syukurlah.”


Namun, Fay mendapatkan kejanggalan.


“Eh, ‘kami’?”


Sebelum Fay mendapatkan jawabannya, gadis itu memotong perkataan Fay.


“Baiklah, kalian tetap di sana. Rekanku akan menembakkan sebuah anak panah dan menyerap seluruh kabut itu.”


“Baiklah... Hah?!”


Sebuah suara dari anak panah terdengar dari kejauhan, lalu tidak perlu menunggu satu detik anak panah itu sudah menancap di dekat posisi Fay dan Vord berada. Kemudian sebuah suara yang seolah menyerap sesuatau dan benar. Kabut itu terserap dan berkumpul ke arah anak panah itu, memutarinya dengan sangat cepat, lalu terhempas ke langit.


Dengan begitu, seluruh kabut menghilang dengan sempurna.


Ketika seluruh pandangannya kembali dia dapatkan, Fay terkejut dengan semak berduri yang sangat beracun mengelilingi mereka. Kalau mereka salah sedikit saja dan asal pergi, maka dipastikan mereka akan mati.


“Sudah kubilang kalian itu sudah terlambat, makanya kalian tidak boleh pergi dari sit—” Kalimat gadis itu terhenti ketika melihat Fay.


Fay juga terkejut ketika melihat lima gadis yang tidak terlalu jauh dari posisinya. Dia cukup mengenal beberapa dari gadis tersebut.


“H-hey! Bukankah kau yang memata-matai kami saat di kemah itu?!” itulah yang membuat Fay menaikkan suaranya seperti itu.


Salah satu gadis yang dikenalinya juga sedikit terkejut dengan keberadaan Fay, tapi dia langsung tersenyum di balik topengnya yang masih misterius itu.


“Akhirnya aku mengetahui identitas kalian sebenarnya!”


Namun Fay juga masih bingung dengan identitas suara dari gadis yang membantunya barusan. Dari kelima gadis tersebut, bisa saja salah satu dari mereka yang mengucapkan kalimat arahan tersebut. Namun tidak ada yang jelas dari identitiasnya, karena mereka memakai topeng mata di wajahnya.


“Kenapa kau begitu bangga? Seharusnya kau yang melihat posisimu berada.” Kata gadis berambut hitam kebiruan dengan warna mata hijau emerald, kemudian dia melanjutkan, “Kalau kami tidak membantu kalian sampai sejauh ini, usaha kalian selama ini akan berakhir dengan kematian.”


“Ugh.”


Fay diserang oleh tekanan mental. Itu semua karena perkataan gadis itu benar.


“Tunggu Fay, sebenarnya mereka siapa?” tanya Vord di sampingnya.


“Merekalah organisasi asing yang kumaksud saat kita rapat tadi.”


“Apa itu artinya mereka juga musuh kita?”


Fay juga kebingungan dalam menjawab pertanyaan Vord. Namun berkat bantuan kecil mereka dapat membuat dampak besar dalam kemajuan penaklukan itu.


“Yah aku tidak yakin. Tapi selama ini mereka telah membantu kita dari belakang layar. Kemungkinan besar di titik selatan juga begitu.”


Kemudian, gadis bermata hijau menepuk tangannya, “Baiklah, cukup untuk basa-basinya. Sekarang kalian boleh kembali ke tenda masing-masing.”


“Hah? Lalu bagaimana dengan kalian?”


“Huh~” gadis itu menghela napas, “Baiklah aku akan sedikit terbuka... Kami akan menghabisi makhluk besar yang ada di sana.” Kata gadis itu ketika menunjuk ke arah yang dibelakangi oleh Fay.


Monster yang sangat besar menyerupai golem, dengan seluruh tanaman merambat padanya. Tidak hanya itu, tinggi monster itu hingga mencapai 30 meter.


“Apa itu monster yang menyerang pasukan petualang di titik selatan?” tanya Vord.


“Bisa dibilang begitu.” Kata gadis itu.


Namun Fay memiliki penolakan kepada gadis-gadis yang berinisiatif untuk mengalahkan monster itu.


“Kalian gila?! Bagaimana caranya membunuh monster itu yang informasi mengatakan kalau dia bisa memanipulasi pikiran seseorang?”


Tapi gadis itu tidak terlalu memedulikan emosi negatif yang dikeluarkan oleh Fay.


“Aku tekankan untuk kali ini...” kata gadis itu, kemudian melanjutkan, “Kami memiliki pengalaman yang lebih memadai dalam hal ini. Meskipun kau mengklaim bahwa dirimu jauh lebih kuat dari kami berlima, tapi kau tidak akan memiliki kesempatan untuk membunuh monster itu meski dengan seluruh anggota kelompokmu.”


Itu terasa menghina Fay tapi dengan kejadian yang selama ini dia rasakan di medan perang, Fay menyadari bahwa dia masih kesulitan melawan monster-monster itu.


“Apa itu artinya kau mengetahui kelemahannya?” tanya Fay.


“Kau tidak perlu tahu itu.”


“Cih!”


Kemudian di sampingnya, Vord menenangkannya.


“Tenanglah Fay, mari kita lihat dari kejauhan dan menilai pergerakan kelompok mereka. Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi mereka.”


“Baiklah.”


Setelah melakukan pembicaraan yang cukup membosankan bagi gadis-gadis itu, kemudian mereka pergi ke garis depan yang sesungguhnya dan berhadapan dengan monster yang manghalangi di setiap titik penyerangan. Dengan teratur dan komposisi kerja sama yang telah mereka asah selama ini, dapat meningkatkan persentase kemenangan mereka di depan mata.


Setelah itu, Fay dan Vord pergi dari semak berduri yang beracun itu. Kemudian mereka memandangi pergerakan gadis-gadis itu ketika melawan monster berbentuk golem itu dari jauh.