
Setelah merasakan nafas terakhir Leticia, Rose mengangkat tubuh Leticia yang dingin itu, dan membawa ke pasukan Mawar biru yang berada di belakangnya.
Dengan senyuman yang disertai air mata itu, Rose menyerahkan tubuhnya kepada anggota setimnya...
“Aku harap kalian menjaga baik-baik temanku ini...”
Senyumannya adalah kebohongan, Rose hanya terpaksa melakukan itu agar yang lain juga tidak merasakan kesedihannya. Di balik senyumannya ada sebuah perasaan yang hancur ketika teman satu-satunya meninggalkannya sendirian untuk selamanya.
Di sisi lain suara ledakan terus bermunculan di segala tempat.
“Ba-baik Nona Rose...”
Anggota pasukan dari Mawar biru yang melihat tubuh yang dingin dari pemimpinnya itu tidak mengelakkan rasa sakit yang sama. Mereka semua tidak percaya dengan itu padahal mereka terus mendukungnya dari belakang.
Bahkan pasukan medis pun dari awal sudah tidak bisa menyelamatkan Leticia. Sebuah tusukan pedang telah menusuknya dari belakang dan menembus jantung Leticia. Tidak ada keselamatan kalau lukanya separah itu.
Meskipun begitu, seseorang yang telah menusuk Leticia dari belakang telah mengabaikan Barrier milik Leticia.
Itulah yang membuat Rose membuat rasa dendam dan kebencian yang sangat besar terhadap akar permasalahan yang ada di tempat ini.
Rose kembali melihat ke medan pertempuran. Monster baru telah telah muncul. Monster itu berperawakan misterius yang berjubah dan melayang di udara. Seluruh tubuhnya dipenuhi kegelapan dan hampir tidak bisa terlihat. Bahkan jumlah mereka ratusan.
Para petualang yang menanganinya hampir kurang dari sebagian yang bisa menyentuh makhluk itu. Hanya dengan tebasan pedang tidak akan membuat makhluk itu tertebas, malahan menembus tubuh mereka tanpa memberikan efek apapun.
Itu artinya hanya dengan kemampuan khusus untuk menyentuh mereka.
“Apapun sosok kalian... aku akan membunuh kalian semua!!”
Rose berteriak dan langsung melesat ke garis depan. Tidak ada yang bisa diperjuangkan selain dendamnya terhadap sosok yang telah membunuh teman satu-satunya.
Hanya dengan kecepatan murni, Rose menghabisi makhluk itu tanpa ada jeda waktu. Dan itu berhasil...
Seluruh makhluk itu tertebas secara brutal dan tidak menyisakan bagian sedikitpun dari mereka. Hanya kematian yang sangat mengenaskan dan itu terjadi begitu cepat, sehingga petualang lain tidak bisa bereaksi terhadap apa yang terjadi.
Sekarang Rose telah merasakannya...
“Sekarang aku telah merasakan keberadaanmu sesungguhnya, ‘suara’ sialan!!!”
Rose merasakan ada sesuatu di ujung sana yang terlihat oleh mata. Sebuah kristal yang cukup bercahaya, namun itu masih jauh jaraknya dari pasukan petualang. Tapi itu tidak membuat masalah bagi Rose, dia langsung menggunakan kecepatan dan instingnya mengarah ke kristal yang cukup besar itu.
Rose melesat, mengeluarkan seluruh auranya yang mematikan dan ribuan hingga jutaan tebasan dia luncurkan, tapi dia terhalang oleh sebuah penghalang yang sangat tebal.
“Ugh!”
Lalu ‘suara’ itu kembali...
“Ternyata kau telah meluapkan amarahmu dan menyadari keberadaanku, manusia.”
Yakin dalam hal itu, Rose hanya ingin mengeluarkan rasa dendamnya terhadap asal dari suara itu datang, yaitu kristal tersebut.
“Matilah! Matilah! Matilah! Matilah! Matilah! Matilah! Matilah! Matilah! Matilah! Matilah!!”
Tidak ada kemarahan yang lebih besar daripada yang Rose rasakan. Dia hanya ingin membunuh sosok yang menjadi penyebab utama Leticia terbunuh.
Meskipun tebasannya sudah melampaui kejutaan kalinya, tapi Rose tetap tidak bisa menembus penghalang itu.
“Teruslah ciptakan emosi jahatmu itu, manusia. Dengan begitu kau bisa membuatku bangkit dan mendapatkan kekuatan yang lebih besar untukku, manusia!”
Meskipun begitu, Rose tidak dapat mendengar dari perkataan dari suara kristal itu. Rose hanya melancarkan serangannya yang membabi buta dengan instingnya tanpa ada emosi lain selain dendam.
Karena instingnya, Rose mundur ke belakang dalam sekejap. Lalu dia memasang kuda kuda, dan menarik pedangnya, lalu tangan kirinya sejajar dengan pedangnya.
Mata merahnya yang menyeramkan dan disertai amarah yang sangat mendalam, tidak akan membuat musuhnya terampuni.
“Mari menari dan lantunkan suara kematian~”
Dunia telah membeku dan kecepatan murni yang diberikan.
Pedangnya berubah menjadi beraura merah gelap dan mendominasi area sekitar. Batu-batu besar berubah menjadi abu ketika pedang itu melewati aura dari pedang itu.
Itu memang menjadi mimpi buruk untuk musuhnya.
Meluncur dengan garis lurus, berusaha menembus dari penghalang itu. Cahaya yang sangat terang yang menjadi akibat dari efek serangan itu, yang menabrak ke arah sebuah penghalang kristal itu. Namun itu masih tidak bisa tertembus.
“Ternyata ini kemampuan terbaikmu...”
Kristal itu menyuarakan hal itu, dan seolah mengejek Rose. Oleh karena itu, Rose memberikan tekanan yang lebih besar terhadap pedangnya, untuk menghancurkan penghalang itu.
“YAH!!!!!”
Rose berteriak, mengeluarkan seluruh energi dan kemampuannya dalam serangan itu. Sedikit demi sedikit sebuah retakan terdengar dan terlihat. Karena itu Rose menggunakan kemampuannya di dalam titik penghabisan. Ini adalah rasa dendamnya yang tak tertahankan.
“Namun sayang sekali...”
Retakan kecil itu kembali pulih dalam sekejap ketika masih dalam serangan Rose.
Kemudian gelombang kejut menghempaskan seluruh materi yang ada di sekitar penghalang itu.
“Apa...?”
Hasilnya pedang Rose andalannya hancur berkeping-keping, karena itu Rose tersentak. Lalu, gelombang kejut kedua terjadi, membuat Rose terhempas ke belakang hingga ke barisan paling belakang petualang.
BOOM!!
Sebuah suara tabrakan terdengar. Para petualang yang mendengar itu langsung melihat ke arah belakang mereka, tepat sebuah dinding bebatuan yang tinggi.
“Nona Rose!!”
Petualang Rosevelt yang menyadari itu, melihat Rose tersungkur tidak berdaya, menabrak dinding batu besar dan menghancurkannya. Kondisinya saat ini tidak memungkinkannya untuk bergerak, seluruh tubuhnya hampir memiliki kerusakan, darah membanjiri kepala dan keluar dari mulutnya karena hempasan tersebut...
“Rose!!”
Fay yang juga menyadari itu langsung meninggalkan garis depan dan langsung menuju ke tempat Rose berada.
Rose yang hampir tidak bisa bergerak di saat dia hanya memegang gagang pedangnya saja, Fay khawatir tentang keadaannya.
“Bertahanlah Nona Rose!”
“Apa yang terjadi?” tanya Fay ketika petualang Rosevelt lainnya membuat mantra penyembuhan magis terhadap Rose
Rose hanya membuat suara yang hampir tidak bisa didengar dan tatapan matanya kosong.
“Kita semua... akan mati...”
“Apa...”
Fay telah mendengar sebuah pernyataan dari salah satu petualang terkuat di dunia, namun sekarang petualang itu sedang sekarat. Fay yang berusaha menolak pernyataan itu, tapi keadaannya sudah menimpa Rose.
Kemudian Rose kembali bersuara dengan suara lemahnya...
“Kita... tidak ada kesempatan untuk membunuhnya...”
“Siapa?!”
Fay tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Rose, tapi tadi Fay menyadari kalau Rose langsung pergi ke tempat yang lebih jauh dan membuat serangan yang sangat mencolok. Mungkin itu yang dimaksud oleh Rose.
“Monster kelas bencana itu— Ultimate Hydra...”
“Apa?!”
Meskipun dia terkejut, dia mencoba menenangkan diri dengan menghela napas.
Mungkin Fay tidak terlalu mengerti tentang pernyataan Rose, tapi dia kembali menatap ke arah pertarungan, atau lebih tepatnya ke arah yang lebih jauh dari arah sana.
Kalaupun ada sesuatu ada di jauh sana, atas pernyataan Rose, Fay mengasumsikan memang ada monster kelas bencana itu dengan manifestasi yang berbeda atau...
“Monster itu... belum sepenuhnya bangkit, jadi—” tambah Rose di belakangnya.
Kemudian Fay menengok ke belakang, “Kau tidak perlu khawatir, sekarang adalah giliran kami!”
Rose ingin membuat suara lainnya, tapi dia hanya membuka mulutnya tanpa mengeluarkan suaranya. Itu kemungkinan kondisinya saat ini sudah terlalu parah dan membutuhkan perawatan medis yang cepat. Ini agar tidak terulang kembali seperti kasus Leticia.
Fay menghunuskan pedangnya, berteriak dan memberikan instruksi kepada petualang.
“Semuanya! Pergi dan fokuskan pada ujung penglihatan kita pada sebuah kristal besar yang ada di sana!”
“Ternyata kalian semua sudah menyadari keberadaanku... Kalau begitu waktu bermain-mainnya sampai sini saja...”
“““Wooaah!!!”””
Namun...
“Baiklah, saatnya giliranku...” sejenak, kemudian kristal itu berkata, “Lenyaplah kalian—”
Mimpi buruk telah menjadi kenyataan. Perlahan-lahan, seluruh tubuh dan jiwa mereka terurai menjadi abu...
“Kenapa ini...?!”
“Apa yang terjadi pada tubuhku?!!”
Satu persatu petualang berteriak kepanikan. Mereka semua melihat ke arah tubuh mereka sendiri menjadi abu, tidak ada rasa sakit yang ditimbulkan tapi kesadaran mereka juga perlahan menghilang bersama tubuh itu.
“Tidak! Aku tidak mau menghilang!!”
“Banyak hal yang belum aku lakukan! Tidak!!!”
Seluruh bagian depan, pasukan artileri, pasukan medis, bahkan petualang kelas tinggi pun dengan cepat menghilang beserta tubuhnya. Mereka semua tidak ada hal lain selain ketakutan dan rasa panik yang di luar batas.
Itu terjadi begitu cepat, sehingga tidak tidak ada yang menyadari itu.
Mereka semua mementingkan diri mereka sendiri ketika tubuh mereka menghilang. Namun, ada beberapa orang yang bertahan terhadap peristiwa itu.
“Vord!”
“Fay! Tolonglah aku! Aku tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi... Tidak Fay! Tolong aku—”
Sebelum Fay menolongnya, tubuh Vord langsung menjadi abu. Itu pun terjadi pada Visco dan Elderich, bahkan petualang terkenal kelas tinggi sekalipun tidak bisa terhindar atas penghilangan massal seperti itu.
“Semuanya!!” Fay hanya berteriak pasrah.
Kemudian dia melihat ke arah lain.
“Tidak! Frank! Apa yang terjadi pada tubuhmu!”
Frank terjatuh dan seseorang menghampirinya, itu adalah tadi memperingatkan mereka semua terhadap bahaya, Ellena.
****
Ini terjadi begitu cepat.
Ellena mendengar sebuah suara yang menggelegar di segala arah setelah instruksi Fay. Beberapa detik setelahnya, seluruh tubuh dari petualang menghilang secara dramatis dan menjadi abu.
Ellena yang bersama Gorou terjebak dalam ‘penghilangan’ massal tersebut. Oleh karena itu dia tidak dapat mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan hanya panik dalam perubahan itu.
“Apa yang terjadi padamu?” tanya Ellena kepada salah satu petualang.
“Tidak! Tubuhku!!”
Namun sebagai jawabannya, petualang itu panik terhadap tubuhnya yang menghilang satu persatu.
“Ini buruk Ellena...” kata Gorou.
“!!”
Tapi Ellena langsung pergi tanpa menanggapi pernyataan Gorou, karena itu dia mengikutinya dari belakang.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Ellena yang sedang berlari, menanyakan itu dalam hatinya, tapi tujuannya bukan itu...
“Frank!!” teriak Ellena.
“Ellena...?”
Ellena melihat ke arah Frank yang tubuhnya satu persatu menghilang menjadi abu. Kemudian dia melemah dan terjatuh.
“Tidak! Tidak! Frank! Tubuhmu...?!” Ellena panik dan tangannya bergetar ketika memegang tubuh Frank yang perlahan menghilang...
Sebelum Frank menghilang seutuhnya, dia mengatakan satu hal pada Ellena.
“Maafkan aku Ellena... Aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untukmu—”
Sebelum Ellena menanggapi hal itu, tangannya memegangi suatu yang kosong. Keberadaan Frank telah menghilang dari pandangan Ellena.
“Ini tidak mungkin terjadi...”
Air mata menetes dari matanya. Kemudian Gorou datang dari belakangnya...
“Ellena! Kau tidak apa-apa?”
“Keluargaku satu-satunya... telah lenyap.” Kata Ellena.
“Aku tahu kesedihanmu itu, tapi kita harus menghindar dari pemusnahan massal ini.”
Ellena juga tahu itu, tapi di sisi lain kesedihannya, Ellena bingung kenapa tubuhnya tidak menghilang seperti petualang lainnya. Itu juga berlaku pada Gorou.
“Hey kalian!” itu adalah suara Fay dari arah lain.
“Huh?”
“Hanya kalian berdua yang selamat...”
“Kau juga?” tanya Gorou.
Karena suatu hal, mereka tidak terkenal efek dari penghilangan massal tersebut. Penyebabnya tidak diketahui, tapi kejadian itu sangat tidak masuk akal sehingga petualang yang telah menghilang juga sangat panik. Sekarang hanya mereka bertiga yang masih bertahan, namun masih belum dikatakan bertahan kalau mereka belum keluar dari tempat itu.
“Ya... Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi, tapi kita harus selamat dari tempat ini.” Kata Fay
“Itu benar...”
Ellena berusaha mengatasi sementara kesedihannya dulu, kemudian dia perlahan bangun dan berusaha mencari cara terbaik untuk masalahnya saat ini.
“Itu...?” Gorou menyadari sesuatu.
“Rose!” Fay yang sadar langsung pergi ke arah Rose yang masih dalam tatapan kosongnya.
Sepertinya Rose masih dalam keadaan mental yang paling lemah.
“Ini...?”
Ketika Ellena mengejarnya, dia menyadari bahwa mayat-mayat dari petualang, tidak ikut menghilang termasuk mayat dari Leticia.
“Apa maksudnya semua ini...?” tanya Gorou.
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Gorou, hanya mereka berempat yang tersisa di dalam gua yang sangat besar itu, termasuk keberadaan Rose. Namun suara itu kembali...
“Terima kasih atas hidangannya... akan membutuhkan waktu— tapi saatnya aku bangkit...”
Kemudian suara itu menghilang.
“Apa?”
“Ternyata semua ini adalah penyerapan kekuatan untuknya!” kata Fay, “Seluruh nyawa petualang yang ada di sini adalah untuk kebangkitan Hydra itu!”
“Tunggu, ada yang datang!” kata Ellena.
Kemudian dari arah lain yang jauh, ada sebuah suara yang berbondong-bondong, seperi suara dari logam yang bergemericik. Itu terdengar hingga ke arah Ellena dan yang lain, artinya sesuatu itu dalam jumlah yang banyak.
Sesuatu itu muncul, datang dari arah yang tidak pernah diperkirakan oleh petualang, dan itu jauh arah timur dari tempat mereka berada.
“Mereka!”
Mereka itu adalah pasukan kerajaan serta kelompok Angel Queen.
Itu adalah secercah harapan yang selalu mereka dambakan, dan akhirnya pasukan bantuan datang. Meskipun mereka telah terlambat, tapi mereka tidak boleh merenungkan kegagalan masa lalu mereka saat ini.
Kemudian Ellena berkata sesuatu di saat kebuntuannya perlahan menghilang, Itu karena dia menyadari beberapa orang di belakangnya secara tiba-tiba.
“Akhirnya kalian datang... Yuuki.”
“Maafkan kami, banyak masalah yang membuat kami terlambat...” seseorang mengatakan itu secara tiba-tiba dari belakang.
Oleh karena itu, dengan bantuan yang sangat banyak itu. Peperangan mereka semua melawan monster kelas bencana— kembali dimulai...
つづく
Jangan lupa like, komen dan, klik favorit ya. kalau ada typo mohon dikoreksi, terimakasih!