
Dunia sedang dipenuhi rasa sakit dan penderitaan...
Semua yang tersisa di dunia berada di ambang kehancuran, setelah titik awal Kerajaan Fioresd mengerahkan pasukan dan para petualang mereka untuk berperang melawan monster kelas bencana.
Sebagian besar orang mengatakan momen itu adalah momen terburuk untuk para petualang kuat dan pasukan Kerajaan Fioresd itu sendiri. Korban mencapai 90 persen, sehingga menyisakan yang masih bertahan mendapatkan tekanan mental yang sangat luar biasa. Pada akhirnya, mereka yang bertahan tidak dapat menahan tekanan itu lagi, dan akhirnya menjadi gila.
Kerajaan Fioresd telah menjadi salah satu negara yang menderita setelah peperangan melawan monster kelas bencana. Sebelum peperangan dimulai, Kerajaan Fioresd adalah salah satu negara dengan tingkat kebahagiaan penduduk tertinggi, tapi setelah para petualang kuat kehilangan nyawanya dan propaganda terjadi di mana-mana, membuat kerajaan itu rentan dijajah.
Tidak hanya itu. Pada dasarnya Kerajaan Fioresd adalah kerajaan yang makmur dan tidak mendapatkan ancaman selama ratusan tahun karena pertahanan mereka yang kokoh. Namun, di titik ini situasi telah berubah. Dunia menjadi sangat cepat berubah. Setelah momen itu, kekacauan terjadi di seluruh belahan dunia akibat dari propaganda yang tidak tahu darimana asalnya.
Kerajaan Fioresd adalah kerajaan yang paling lemah saat ini dan yang paling di titik kehancuran. Ekonomi mulai menipis akibat perang, kemajuan ilmiah terhenti dan penduduk menjadi sangat ketakutan. Karena itu semua, Kerajaan Fioresd menjadi kerajaan dengan kriminalitas tertinggi.
Satu bulan setelah situasi menjadi sedikit lebih damai..
"Kuh!!!" Seorang wanita berteriak kesakitan.
Hari itu adalah pengecualian. Wanita itu diikat di sebuah gubuk kecil di tempat yang tidak terjamah oleh orang. Setelah memukul wanita itu berulang kali, pria itu menjadi lebih kesal.
"Apa kau sudah ingin bicara? Betapa susahnya dirimu untuk bernegoisasi."
"Heh!" Wanita itu meludahkan darah ke sepatu pria itu. "Kau yang masih keras kepala. Padahal kau sudah tahu aku tidak akan berkata apapun kepadamu."
"Aku akan terus menyiksamu kalau kau tidak memberikan informasi tentang kelompok yang selamat dari peperangan itu." Pria itu memegang dagu wanita itu dan tersenyum. "Setidaknya untuk saat ini aku akan terus menyiksamu. Kalau aku mendapatkan informasi itu dari mulut orang lain. Kau akan kubunuh."
Tapi sebagai balasannya wanita itu terus terseyum mengejek.
"Orang lain katamu? Hahahaha!!" Wanita itu tertawa. "Lucu sekali dirimu ini. Kau pikir orang lain akan tahu? Tidak ada satupun di dunia ini yang mengetahui tentang keberadaan kelompok itu!"
"Tunggu sebentar..."
"Kuh!!!"
Wanita itu kembali berteriak dan memuntahkan darah yang lebih banyak lagi. Pria itu yang memukulnya
"Apa kau tidak puas terus memprovokasiku? Aku sudah memukul perutmu berulang kali untuk membuatmu diam. Ah, apa kau ingin aku memukul dan merusak wajah cantikmu itu?"
Pria itu seperti melakukan pemanasan dan mengayunkan tinjunya beberapa kali seolah dia sedang menari.
Pakaian dan kulit dari gadis itu kotor dan lusuh, seperti dia sudah disiksa di gubuk itu berhari-hari. Namun, dia masih berharap kalau seseorang akan menolongnya suatu saat nanti, meskipun itu hampir mustahil.
"Se— se..." Wanita itu ingin berkata sesuatu.
"Apa kau bilang?" Pria itu mendekat ke bibir wanita itu.
"Se— selamatkan a— aku..."
"Ha—" Kemudian pria itu tertawa terbahak-bahak. "Hahahahahahahahahahahhahahaha!! Pada akhirnya kau membutuhkan pertolongan bodoh! Siapa yang kau mintai tolong? Pacarmu atau siapa, hah!? Hahaha! Tidak ada satu orang pun yang dapat mengetahui tempat ini. Sadari posisimu murahan!
Ekspresi wanita itu sudah dapat dikatakan menyerah atas rasa sakit yang dideritanya. Berhari-hari dipukuli dan kekurangan makanan tiap harinya, hanya bisa mengutuk kelemahannya. Rambut hitam panjangnya terurai, tangannya bergetar ingin memegangi perutnya karena rasa sakit yang luar biasa, tapi dia tidak bisa, tangannya diikat dengan rantai yang menariknya ke atas.
"Sekali lagi, kau adalah salah satu orang yang selamat dari perperangan itu bukan?" Pria itu menanyakan wanita yang terlihat hampir menyerah di depannya.
"...."
Tidak ada jawaban darinya, hanya ada sebuah erangan rasa sakit dari wanita itu.
"Ah, baiklah. Kalau itu maumu, aku akan bertindak sesuai kemauanmu."
Pria itu mengubah cara tinjuannya, dia mengarahkannya lebih naik ke atas, ke arah wajah wanita itu.
"!!"
Erangan kembali terdengar. Tertinju di area wajah, terdapat luka yang membiru di wajah wanita itu. Meminta pertolongan dan ampunan terakhir, tapi tidak ada yang datang kepadanya.
"Bagaimana, apa kau ingin terus berharap kepada seseorang untuk menyelamatkanmu? Yang bahkan tidak ada orang yang seperti itu?"
"...."
"Yah, aku tidak peduli dengan itu. Selama kau punya harapan untuk hidup, aku juga mempunyai harapan untuk mendapatkan informasi darimu."
Tidak ada yang tahu siapa pria itu, tapi dialah yang membuat wanita itu menari di telapak tangannya. Pria itu memiliki motif tersembunyi di balik peperangan melawan monster kelas bencana. Saat ini dia hanya bermain-main dengan pukulannya dan mempermainkan psikologi wanita itu tanpa membuatnya bosan.
"Ah, maafkan aku karena sudah memukulmu berulang kali di wajah. Aku memang tidak tertarik dengan wanita sepertimu, tapi kau pasti menyayangkan wajahmu yang cantik itu dipukuli bukan?"
Tidak ada jawaban dari wanita itu, matanya terdapat kekosongan seolah tidak melihat harapan. Tubuhnya dipenuhi luka dari benda tumpul dan pukulan. Tapi selama dia tidak memberi tahu apa yang diminta oleh pria itu, masih ada harapan untuknya.
"Baiklah aku akan mengungkapkan sedikit rahasiaku." Kata pria itu. "Namamu XXXX bukan?”
"....!" Ada perubahan ekspresi dari wanita itu.
"Sudah kuduga. Kalau kau berpikir aku tidak akan mendapatkan informasi darimu karena kau tidak akan membuka mulut, itu salah. Aku dapat mengetahui tentang identitas kelompok itu kalau aku mau."
"...."
"Kalau begitu, kenapa kita tidak mengungkapkan semuanya tentang alasan kerajaanmu berada di ambang kehancuran, atau kenapa para petualang dan pasukan kerajaan menjadi korban amukan monster itu, yang padahal pasukan kalian sangat terorganisir dan yakin akan kemenangan?" Pria itu tersenyum pada wanita itu. "Dan pada akhirnya aku telah mengungkapkan identitas kelompok yang menjadi kunci kemenangan peperangan pada saat itu."
Pria ini memanipulasi korbannya, memainkan perasaan korbannya dan pintar membolak-balikkan keadaan sesuai hatinya. Orang ini tidak lebih dari seorang Psikopat. Tidak ada harapan dari wanita itu untuk lepas dari genggaman pria itu.
"Baiklah, mari kita mulai dari seseorang yang menjadi eksekutor kemenangan dari peperangan itu, yang bernama XXX--" Pria itu memulai, dan membuat wanita itu berkeringat.
つづく
Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya! Kalau ada typo mohon dikoreksi ya, terimakasih!