
Pagi hari buta tahun— kalender Kekaisaran Engrayn.
Sepuluh kelompok petualang besar dengan jumlah keseluruhan hingga 100 orang berkumpul di dataran hijau yang cukup luas. Lalu kelompok petualang menengah dan kelompok kecil dengan total keseluruhan hingga mencapai 500 orang.
Mereka semua dapat melihat dekatnya Pegunungan Yatze di tempat itu meskipun cahaya matahari belum terlihat oleh mata.
Di saat itu juga seorang dengan jubah hitam panjang dan pedang panjang di punggungnya berbicara di depan seluruh petualang.
“Tetap sesuai rencana. Semua titik penyerangan dikoordinasikan dengan kuantitas petualang yang setara. Lalu kelompok khusus yang bertugas menyampaikan pesan dari masing-masing titik di tempat ini, adalah hal yang utama untuk berbagi informasi tentang keadaan dan kondisi dari seluruh titik penyerangan.”
Dalam ketidaksengajaan, Fay yang menjadi pemimpin dan pengatur rencana dari penyerangan monster kelas bencana.
Seperti yang dikatakan Fay, Seluruh petualang yang berpartisipasi dalam penyerangan itu, mereka diharapkan untuk tersebar di dalam semua titik tanpa ada kekurangan atau kelebihan pasukan. Lalu kelompok khusus yang dimaksud adalah kelompok petualang ke sepuluh dalam pertemuan tempo hari.
Mereka adalah kelompok petualang dengan nama Angel Queen, dengan pemimpin seorang perempuan berambut panjang yang berkibar seperti kobaran api. Seperti namanya, mereka sangat cocok untuk memberikan bantuan dari jarak jauh dengan kemampuan mereka yang beragam, lalu dengan kecepatan penyampaian informasi yang cepat, yang membuat mereka terampil dalam penyerangan dan pertolongan.
“Setelah semua titik terselesaikan, kita semua akan berkumpul di titik timur penyerangan. Dan di sanalah adalah tujuan kita bersama.”
Seperti yang dikatakan Fay, setelah mereka semua membunuh monster-monster yang tersebar di seluruh titik yang dapat mengganggu rencana mereka, mereka semua akan berhadapan langsung dengan monster kelas bencana sendiri yaitu Ultimate Hydra.
Untuk mengantisipasi hal buruk lain, mereka semua harus berkumpul untuk menghadapi itu semua. Itulah yang diharapkan oleh semua orang.
“Hanya itu yang bisa kutakan...” Suara selanjutnya, Fay mengatakannya dengan suara yang keras, “Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan! Kita harus membunuh monster itu! Mari kita mulai!!”
“““HOOOO!!”””
Teriakan para petualang menggema di dataran hijau tersebut, mereka semangat untuk menghancurkan tembok tebal yang menghalangi keberlangsungan hidup mereka. Karena itu mereka hanya bisa berteriak sekeras-kerasnya...
Di saat itu juga, mereka semua berpencar ke seluruh titik yang telah direncanakan. Hanya tersisa kelompok petualang Angel Queen yang ada di tempat itu, karena mereka yang bertugas di titik itu.
****
Di sebuah tempat yang bisa dikatakan dekat dengan hutan selatan Pegunungan Yatze— Kelompok petualang yang bernama Rosevelt yang dipimpin oleh Rose, wanita cantik dengan rambut panjang pirang cerahnya yang membuat orang bertanya-tanya kenapa wanita secantik ini bisa menjadi pemimpin dari sebuah kelompok besar.
Ketika mereka telah selesai membangun tenda untuk bermukim sementara, Rose si pemimpin Rosevelt duduk sambil meminum anggurnya di tenda tersebut.
Namun, tidak ada yang menemaninya minum selain wanita muda bertubuh kecil di sampingnya yang tersenyum ketika melihat wajah Rose. Dia adalah Leticia.
Leticia adalah seorang pemimpin dari kelompok petualang bernama Mawar biru. Dengan proporsi tubuhnya dan penampilannya seperti anak-anak, banyak orang yang mengira kalau Leticia bukanlah pemimpin dari sebuah kelompok besar.
“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?”
Karena Rose merasa risih saat ditatap dengan senyuman seperti itu, dia mengeluh dan merasa ingin menjauh dari tempat duduk itu.
“Kenapa? Aku hanya ingin menatapmu saja. Aku juga penasaran kenapa kau malah memilih dalam posisi ini... Bukankah kau bisa saja langsung ke tempat yang lebih berbahaya? Atau jangan-jangan kau mengkhawatirkan aku?”
Setiap kalimat yang telah dilontarkan Leticia selalu diikuti dengan senyuman ejekannya.
“Jangan selalu mengira kalau aku bersikap baik padamu, bukan berarti aku mengkhawatirkanmu. Aku bukan lagi anak kecil saat ini, jadi jangan samakan aku yang sekarang dengan yang dulu.” kata Rose.
“Hahaha, itulah kenapa aku selalu memanggilmu dengan ‘nonaku’! Sifatmu yang menjadi sok dewasa membuatku ingin sekali memanggilmu dengan sebutan itu. Padahal sifatmu saat kecil itu sangat imut bagiku.”
Rose hanya mendiamkan atas tanggapan Leticia. Dia tidak ingin menjawabnya karena tidak ingin perasaan aslinya keluar.
Meskipun tampilan Rose lebih dewasa daripada Leticia, tapi usia Leticia lebih tua darinya. Inilah yang membuat Rose kesal saat dipanggil denga ‘nonaku’, karena dia merasa tersindir atas kelakuannya sendiri.
Mereka berdua sepertinya telah berteman sejak kecil, namun setelah bertambahnya usia dan bertambahnya masalah hidup. Mereka berdua akhirnya berpisah dari arti kata teman itu.
Setelah mereka diketemukan kembali, Leticia menemukan bahwa sifat Rose menjadi berubah 180 derajat. Seolah dia tidak ingin merasa dikasihani atau merasa berhutang pada Leticia. Itulah yang menjadi sebuah kemungkinan bahwa Rose ingin membantu Leticia di titik itu untuk mengungkapkan bahwa Rose tidak ingin diperlakukan lagi seperti anak kecil.
“Yah aku tidak merasa kalau kau harus menjawab, tapi aku hanya bisa bangga padamu karena telah membangun sebuah kelompok yang sebesar dan terkenal seperti ini.”
Inilah adalah sebuah pembicaraan untuk pertama kalinya sejak mereka masih kecil. Rose hanya tersenyum atas tanggapan Leticia.
“Aku tidak mempunyai banyak komentar untukmu...” kata Rose yang tenang ketika dia melanjutkan, “Tapi aku hanya bisa berharap... semoga di masa depan kita mempunyai hubungan ‘itu’ kembali.”
Leticia menghentikan senyuman ejekannya, lalu sekilas dia memperlihatkan senyuman ramah dan manisnya, “Aku juga berharap begitu...”
Lalu Leticia kembali dengan senyuman ejekannya...
“Nah! Itulah yang kumaksud nonaku!! Tinggal bilang saja perasaan jujurmu itu. Buat apa sisi dinginmu selama ini? Apa itu hanya kau keluarkan untuk kau berpenampilan selayaknya seorang pemimpin? Haha! Lucu sekali!”
“Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu!!”
Meskipun Rose sedikit kesal tapi perasaannya diakhiri dengan senyuman tipis.
Setelah saat itu juga matahari perlahan muncul dan menyinari semua orang. Lalu, di saat itu juga terompet penyerangan terdengar di seluruh titik, yang menandakan penyerangan pertama dimulai.
つづく
Jangan lupa like, komen dan klik favorit untuk membuat Author semangat ya!!
Terima kasih!!