I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 16.5 : Kemarahan Astia



****


Kembali ke masa sekarang...


Ketika Annastasia telah menghancurkan monster yang berbentuk golem itu, gadis lain mengaguminya karena telah berhasil menjalankan rencana yang dibuat oleh Annastasia sendiri. Namun, Annastasia tidak menyombongkan hal itu.


“Setidaknya aku sudah menunjukkan kualitas itu.”


“Itu yang kau katakan tadi bukan?!” tanya Lilia dengan semangat.


“Ya, aku sudah menepati janjiku.”


Annastasia merasakan kelegaan yang tidak pernah dia rasakan selama ini. Dia telah melawan kelemahannya dan berhasil dalam menangani hal itu.


“Baiklah, kita tidak punya urusan lagi di sini... mari kita mundur.” Kata Astia ketika dia melepaskan kemampuannya pada hutan itu.


Namun kegelisahan yang secara tiba-tiba menyerang Marrona, dia menjadi panik.


“Um, maaf teman-teman... aku terlambat menyadari ini... sepertinya kita sudah dikepung dari berbagai tempat.”


“Hah?! Oleh siapa?” Amarilis juga terkejut mendengar itu, tapi dia segera waspada dengan daerah sekitarnya.


Gadis lainnya juga mengeluarkan seluruh senjatanya untuk mempertahankan diri dari musuh yang datang secara tiba-tiba. Mereka juga tidak melepas topeng mereka dari awal, agar penyamaran dan identitas mereka tidak diketahui.


Lalu, sebuah suara berasal dari belakang mereka dan itu bukan dari hutan, yang artinya itu bukanlah sebuah monster.


“Baiklah! Kalian semua sudah tertangkap dalam operasi ini— gadis bertopeng~”


Itu adalah suara Fay dari Pedang Tujuh Lautan. Dia sengaja menyembunyikan dirinya dan membuat penjagaan para gadis tidak bisa mendeteksinya.


“Dia terlalu ikut campur...” gumam Astia.


Gadis lainnya juga menyadari kalau mereka tidak diawasi oleh satu orang saja, tapi puluhan hingga seratus orang yang berkumpul dan menyudutkan mereka. Oleh karena itu para gadis menjadi sangat waspada.


“Apa maumu?!” teriak Lilia.


“Ooh? Kau gadis yang memperingatkan aku dan Vord tadi ya... Sebelumnya kami berterima kasih padamu, tapi saat ini kalian harus kami bongkar identitas asli kalian.” Kata Fay bersama petualang lainnya.


“Inilah kenapa aku membenci pria sepertinya...” Astia kembali menggumamkan itu.


“Tapi tenang saja... Selama kalian membuka topeng kalian dan memberitahu rencana kalian, kami akan melepaskan kalian.”


“Bukan hanya itu. Kami juga ingin kalian membantu kami secara terbuka hingga penaklukan ini berakhir.” Petualang lainnya juga menambahkan persyaratan itu.


“Cih!”


Itu permintaan yang tidak masuk akal. Di sisi lain para gadis ingin menjalankan tugas mereka dengan prisnip yang mereka jalani dan itu murni agar misi penaklukan monster kelas bencana dapat diselesaikan. Namun, sisi lainnya para petualang itu berkeinginan yang berlebihan dan mengedepankan egoisme mereka.


Itulah yang membuat para gadis berpandangan buruk terhadap para petualang saat ini karena sifat mereka.


“Bagaimana kalau kami menolak?” sebagai pemimpin para gadis, Lilia memberanikan membuat pertanyaan itu.


“Maka kami tidak akan segan-segan membuat kalian menjadi daftar buronan setelah penaklukan ini berakhir.”


“Itu tidak akan mungkin terjadi! Itu hanya sebuah fitnah!” Lilia masih membantah hal itu.


Ketika mereka seharusnya bersatu dengan jalannya masing-masing dalam menaklukan sebuah misi itu, tapi saat ini mereka membuat konflik yang tidak ada artinya. Itu berasal dari emosi buruk yang ada di dalam lubuk hati manusia.


“Pada faktanya kalian adalah kelompok yang mencurigakan dan motif kalian masih tidak diketahui.” Kata Fay.


“Bukankah aku sudah meyakinkan dirimu kalau kami bukanlah musuhmu?” Annastasia juga membantah pernyataan Fay.


“Siapa yang tahu? Hanya dengan sebuah ucapan tidak akan membuktikan bahwa kalian itu bukan musuh kami.”


“Hanya dengan ucapan katamu?” Inilah yang membuat Annastasia marah.


“Yah membuat tuduhan palsu kepada Guild Petualang tentang kalian itu tidak sulit untuk kami. Jadi jika kalian tidak mengikuti persyaratan yang kami, kalian akan dipastikan akan menjadi buronan di masa depan, dan kalian tidak boleh menolak itu.”


“Apa?”


Perkataan Fay terus memprovokasi para gadis, dan itu membuat para gadis marah. Itu tidak bisa dihindari lagi, satu-satunya jalan keluar telah dihalangi oleh banyaknya petualang kelas tinggi. Kalaupun mereka berlima ingin membuat keributan, tapi mereka harus berhadapan langsung dengan petualang kelas tinggi itu.


Semakin dirimu mempunyai pengaruh dan kekuatan, maka akan semakin membuatmu rusak.


Pernyataan dari lubuk hati Astia telah dibuktikan di depan mata mereka sendiri.


Lalu, Fay maju perlahan-lahan dan mendekati posisi para gadis, khususnya ke arah Astia. Kemudian Fay mengucapkan kalimatnya...


“Karena itu aku tertarik pada pemikiranmu dan cara pandangmu dalam mengatur kelompokmu.” Kata Fay kepada Astia.


“Bukan saatnya kita terlibat konflik pribadi dan menyingkirkan masalah yang lebih besar.” Kata Astia.


“Maka karena itu, kami— tidak, aku akan menawarkan hal itu kepada kalian...”


Semakin Fay mendekati posisi Astia, maka semakin kecil juga suaranya, sehingga petualang lain samar-samar mendengar itu.


“Itu bukan tawaran...” Astia terus-menerus menahan emosinya.


“Baiklah, kalau kau tidak mau, aku akan berikan tawaran lainnya... Setelah semua ini berakhir, aku akan memberikan ruang kosong di kelompok petualangku dan kau boleh mengajak rekan-rekanmu. Tentu saja kau pasti akan memiliki banyak hal yang tidak kau miliki sebelumnya.”


Fay mengatakan itu semua karena kesadarannya sejak awal telah tertarik dengan kepribadian milik Astia. Lalu dengan alasan itu, akan tumbuh motif-motif atau alasan-alasan lain terhadap Astia bersamaan dengan berjalannya waktu.


“Jadi, apa kau pribadi bersedia masuk ke dalam kelompokku?” tanya Fay ketika dia ingin mencoba membuka topeng milik Astia, kemudian dia melanjutkan, “Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun... termasuk pria itu...”


Astia sudah diambang batas kesabarannya. Ketika tangan Fay mencoba meraih topeng Astia, Astia langsung mencengkeram tangan Fay.


“Akh!!”


Astia tidak peduli dengan rasa sakit yang dialami oleh Fay dan reaksi petualang lainnya.


“?!” Lilia juga bereaksi terhadap kejadian itu.


Dengan kemarahannya yang tenang Astia berkata, “Aku baru saja menyadari kalau kau yang sebenarnya menguping pembicaraan kami pada malam itu... Apa aku salah?”


Astia telah merasakan itu dan mendapatkan kejanggalan itu pada malam waktu itu, dan hari ini dia mendapatkan buktinya ketika Fay mengatakan di kalimat akhirnya dengan “...Pria itu...”


Tidak ada yang mengetahui identitas Yuuki dan sambungan informasi telah terputus dari titik timur laut. Itu artinya hanya seseorang yang menguping pada malam itu yang mengetahui identitas Yuuki, dan Astia berkesimpulan Fay adalah orangnya.


“Oh maaf aku telah berlebihan...” kemudian Astia melepaskan cengkeraman itu.


Ketika Fay memegangi tangannya yang kesakitan, Astia menambahkan hal lain...


“Sebelum itu aku juga ingin meminta maaf, untuk tawarannya kami akan menolaknya...” Astia tersenyum ketika mengatakan itu.


Namun, itu sudah terlambat. Para petualang sudah terlanjur marah karena perbuatan Astia terhadap Fay. Mereka semua menyerang para gadis dengan seluruh arogansi mereka.


“Hah! Apa kau tidak menyadari kalau kau telah berhadapan dengan petualang kelas atas seperti kami?” Fay tersenyum seolah-olah dia ingin membuat penderitaan kepada para gadis.


Namun Astia tetap tersenyum, “Memang tidak. Bukankah mereka semua adalah sekelompok orang yang menjijikan?”


Setelah kalimatnya, elemen air membentuk sebuah penghalang transparan yang mengelilingi area itu dari serangan luar. Seluruh kemampuan petualang tiba-tiba menghilang seolah-olah itu lenyap begitu saja. Dengan serangan fisik atau serangan magis itupun percuma.


“A-apa ini?” Fay terkejut ketika melihat petualang lain tidak menembus sesuatu di baliknya.


“Bukankah kau sudah pernah merasakan dan melihat ini sebelumnya?” tanya Annastasia.


Ini adalah pertahanan yang sama ketika Astia menyelimuti area perkemahan dengan penghalang transparan sebagai pengganti Force Field.


Fay langsung menghunuskan pedangnya dan menyelimuti pedangnya dengan petir, langsung menyerang Astia secara frontal.


“Apa...?”


Namun pedang itu langsung terpental dari tangan Fay ketika pedangnya mengenai sebuah penghalang transparan yang menyelimuti Astia.


Di saat itu juga Astia mendekat ke arah Fay, melepaskan topengnya, mengarahkan tangannya ke leher Fay dan mencengkeramnya. Dengan kemarahan yang seperti itu, Astia berkata...


“Kau terlalu ikut campur urusan kami. Kau menguntit dan menguping pembicaraan kami. Kau juga menghina orang yang paling kuhargai dan kusayangi. Jadi, apa yang tidak menjadi alasanku untuk membunuhmu saat ini juga?”



“Khh!!”


Fay menderita sakit yang luar biasa dan terus mencoba melepaskan tangan Astia dari lehernya, tapi dia tidak bisa. Karena itu Fay melepaskan energi guntur dari tangannya, menyerang ke arah kepala Astia secara langsung.


Namun, penghalang transparan mengnihilkan serangan itu. Tidak terjadi efek apa-apa pada Astia.


Astia terus memberikan cengkeramannya dan berkata, “Apa kau ingin terus membanggakan statusmu sebagai petualang kelas tinggi di hadapanku sekarang? Kalau begitu, apa kau ingin mencoba rasa sakit yang diterima oleh para Wyvern itu sekarang juga?”


“Bu-bukankah k-kau i-ingin membantu ka-kami?” kata Fay yang terbata-bata karena dicekik oleh Astia.


“Padahal kau sendiri yang meragukan keberadaan kami di sini. Apa hanya sebatas ini tekadmu dalam meragukan kami?”


“K-kalau ka-kau membunuhku, kau akan me-menjadi buronan yang se-sebenarnya!”


“Kalau kau terbunuh oleh buronan yang tidak terkenal, kau hanya menjatuhkan harga dirimu sendiri sebagai petualang kelas atas.”


Perkataan Astia membuat harga diri Fay menjadi jatuh ke bawah. Ini memang bisa menjadi kemungkinan, bahwa kalau seseorang yang terkenal kemampuannya dengan kelas tertinggi namun terbunuh dalam duel satu lawan satu melawan seseorang yang tidak dikenal, maka petualang kelas atas tersebut yang akan dipermalukan.


“Aku bisa menghancurkan sistem tubuhmu kalau aku menginginkannya, tapi aku tahu batasanku dalam bertindak dan tidak menuruti egoku sendiri. Jadi ketahuilah batasanmu dan jangan ikut campur urusan kami.”


Setelah kalimat itu, Astia melepaskan cengkeraman lehernya. Kemudian Fay jatuh dan terbatuk berkali-kali karena kesulitan bernafas dan rasa sakit yang luar biasa dideritanya.


“I-itu hanya sebuah gertakan!”


Ketika Astia ingin mengacuhkan Fay, tapi tiba-tiba Fay mengatakan itu.


“Hah? Apa yang dialami oleh para Wyvern itu juga sebuah gertakan menurutmu?”


Fay langsung terdiam. Dia menyadari kalau dirinya mengetahui tanpa sadar kalau regenerasi dan perilaku Wyvern yang berubah secara drastis, bukan tanpa sebab, melainkan akibat dari kemampuan dari seseorang yang di depannya saat ini.


“Kami sudah tidak memiliki urusan di sini...” kata Astia ke arah Fay, “Semoga kalian berhasil dalam menaklukan misi ini... lakukan Anna.”


“Baik!”


Kemudian Annastasia mengeluarkan sebuah bom asap dari tas pinggangnya, lalu dia lemparkan ke tanah. Hasilnya ledakan asap mengepul di daerah sekitar itu. Di saat itu juga penghalang transparan yang mencegah serangan petualang lain masuk, juga menghilang.


“Tunggu!”


Ketika Fay berteriak, Astia dan gadis lainnya sudah menghilang dari tempat itu.


Meskipun ada konflik yang tidak berlangsung lama, Astia segera melupakan kejadian itu dan pergi ke lokasi berikutnya.


つづく


Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya!


Oh iya untuk chapter ini kemungkinan besar akan ada ilustrasinya, jadi tunggu aja. Terima kasih!