
"Aku akan berikan tiga kelompok untuk tiga tugas yang akan kuberikan. Ini adalah misi sebelum misi penaklukan monster itu."
Yuuki mengangkat ketiga jarinya dan menatap para gadis untuk memberikan instruksinya. Para gadis cukup tidak menduga kalau mereka akan bekerja dalam kerja sama kelompok yang terpisah.
"Aku sendiri akan kerepotan ketika melakukan ketiga tugas ini sendirian di tiga tempat yang berbeda dalam satu waktu, tapi karena ada kalian, semua ini akan berjalan dengan lancar. Kalau begitu akan kuberitahu nama-namanya..."
Degupan para gadis semakin terdengar ketika mendengar perkataan Yuuki. Para gadis berterima kasih karena ini adalah misi pertama mereka, tapi di tempat yang berbeda membuat mereka takut kalau ini tidak akan berjalan dengan lancar, meskipun mereka sudah banyak belajar dan bekerja sama.
"Yang pertama, Amarilis, Lilac, Marrona, dan Astia..."
"Wah, bersama Astia sepertinya akan lebih lancar..."
Amarilis mengungkapkan rasa senangnya, Lilac juga diam-diam senang dalam hatinya, dan Marrona memang pemalu, tapi ketika ada orang yang berkompeten berada di sisinya dia akan bahagia.
"Baiklah yang kedua, Elma, Annastasia, dan Lilia..."
Yang pertama memberikan reaksi penolakan adalah Annastasia.
"H-hah?Kenapa aku harus satu tim dengan orang mulut tanpa rem ini?"
Setelah mendengar pembentukan tim dengan dirinya, Elma mungkin agak sedikit risih tapi dia masih menerimanya. Kemudian ketika Annastasia yang memulai duluan, Elma mulai kesal.
"Kenapa katamu? Kenapa kau tidak menerimanya saja?! Lagian yang mulut tanpa rem itu dirimu! Aku sebenarnya ogah denganmu, tapi karena itu yang diputuskan, aku harus menerimanya."
"Itulah sebabnya dirimu! Kau selalu bertindak tanpa memakai otak dan asal bertindak semaumu saja! Aku lebih baik dengan Lilia saja, kami tidak butuh dengan orang sepertimu."
"H-hah?" Elma terkejut dengan kalimat yang keluar dari Annastasia barusan, karena itu dia tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Anna hentikan, perkataanmu tadi sudah kelewatan. Tidak seharusnya kau mengatakan hal itu hanya karena ingin membela dirimu. Kau lebih baik memerhatikan perasaan orang lain sekarang." Kemudian Lilia yang menengahi itu.
Sebuah tim yang baru terbentuk sudah retak satu sama lain karena salah satu mereka tidak menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Inilah yang ditakutkan oleh Yuuki, karena mereka bisa menimbulkan pengkhianatan dan akan menyebabkan kehancuran.
Annastasia sepertinya menyadari kalau kata-katanya berlebihan dan menyebabkan keributan, karena itu dia ingin meminta maaf.
"Maaf Elma, tapi aku akan menanyakan ini... Maaf master sebelumnya, apa alasan master sehingga menyamakan kami dengan tim yang sama padahal kami tidak akur."
"Sebelum aku menjawabnya, aku ingin bertanya sesuatu..."
"Baiklah..."
"Apa kau membenci regu Tomoe?"
Jawabannya hanya ya atau tidak, hanya sesimpel itu, pikir Annastasia. Tapi bagi Annastasia ini adalah pertanyaan tentang masa depannya akan terhenti atau tidak. Kalau dia meyakinkan dirinya dan menyingkirkan keegoisannya, maka akan sangat mudah dengan menjawabnya.
Saat ini Annastasia merasa dia sedang berada di dalam genggaman Yuuki, ditatap dengan oleh mata yang dingin dan merah, diliputi dengan atmosfer yang berat, cukup meruntuhkan hati.
Apa yang kulakukan? Kenapa aku harus ragu? Apa aku lupa tujuanku datang kesini?
Kemudian, dia dalam ragunya terlintas tentang masa lalunya. Dia hampir melupakannya, tapi karena dia mencoba untuk tenang, akhirnya dia meyakinkan hatinya untuk tetap kuat seperti biasanya. Dan menjawab tanpa ragu.
"Aku tidak membencinya. Aku sangat menyayanginya, aku ingin memeluk mereka semua tanpa keraguan sedikitpun, aku ingin menangis atas kepedihan yang mereka alami... Aku— Aku ingin bersama mereka." Jawaban yang dipenuhi oleh kehangatan dengan mata yang berair oleh Annastasia.
"Begitu... Jawaban yang bagus... kalau begitu aku akan menjawabnya, tapi sepertinya kau sudah mengetahui jawabannya..."
"Benar, master. Semua ini salah satu tujuannya adalah untuk pelatihanku, bukan? Koordinasi tim dan penyesuaian yang paling buruk itu bukanlah Elma atau siapapun, tapi aku. Master ingin aku belajar ketika aku berada di posisi yang tidak menguntungkanku."
"Syukurlah kalau kau menyadarinya."
"Terima kasih master, ini berkatmu dan berkat kalian semua..."
Karena itu para gadis tersenyum, Elma adalah pengecualian.
Setelah itu, Lilia menyadari kalau ada yang sedikit aneh.
"Tunggu, kalau yang lain sudah memiliki kelompoknya, berarti untuk kelompok ketiga hanya satu orang, yaitu..." Perkataan Lilia mewakilkan semuanya, dan pandangan mereka menuju kepada satu gadis yaitu...
""Natasha...?"" Para gadis serentak mengatakannya
"Ya benar... aku akan menyarankan sesuatu... Apa ada yang mau bertukar dengannya?" Sebelum para gadis berkeinginan menjawab, Yuuki melanjutkannya dengan tenang, "Ah ngomong-ngomong tugas tim tiga adalah yang paling sulit... Mungkin nyawa taruhannya..."
"Eh?" Natasha tekejut meskipun dia tidak tahu apakah itu benar.
"Ahaha, mungkin aku terlalu awal untuk mengalami itu."
"Mungkin Lilia benar dengan itu, aku belum menjelajahi banyak buku di kota ini." Annastasia mengikuti penolakan Lilia.
"Hah! Mana ada orang gila yang mau melakukan tugas bahaya itu sendirian." Elma dengan ciri khasnya berkata demikian.
Tentu saja gadis lainnya juga mengungkapkan penolakan jika kerugiannya lebih besar.
Yuuki menghela napas, "Huh, kalau begitu aku sajalah yang menemaninya..."
"Eeh, mana bisa begitu... Kalau begitu aku mau bertukar dengan Natasha."
"Benar! Kalau aku tahu ini dari awal, apapun rintangannya aku akan bersedia bertukar dengannya."
"Anna, kenapa kau juga ikut-ikutan?"
Lilia dan Annastasia memperdebatkan itu, tapi di sisi lain Natasha menghela napas dengan tenang.
"Begitukah? Kalau itu mau kalian, bagaimana dengan pendapat Natasha. Apakah dia mau berpindah tugas ke tim yang lain?" Tanya Yuuki sambil melihat Natasha.
"Ihh curang... Hanya berdua dengan master membuatmu sombong ya Natasha!" Lilia mengeluh menekan jarinya ke tubuh Natasha, tapi Natasha cuek dengan itu.
"Baiklah akan kulanjutkan... Kelompok satu akan bertugas ke istana kerajaan, untuk lebih detailnya kalian bisa menanyakan itu kepada Astia nanti... Untuk kelompok dua, kalian bertugas mengawasi dan mengumpulkan informasi tentang penaklukan atau semacamnya di Guild Petualang. Kalian juga perhatikan setiap orang yang menghadiri pertemuan petualang, jangan tertinggal detail sedikitpun. Tapi banyak orang buruk dan licik di sana, jadi kalian berhati-hatilah."
""Dimengerti, master!"" Serentak kelompok satu dan dua.
"Dan untuk kelompok tiga, Natasha dan aku... kami akan pergi memeriksa medan yang akan kita semua lewati di daerah Pegunungan Yatze. Banyak monster tingkat tinggi di sana, makanya ini disebut tugas yang berbahaya."
"Dimengerti master, aku akan membantumu sebaik mungkin, bukan— Setidaknya aku tidak akan menjadi beban." Kata Natasha.
"Baiklah kalau kalian semua sudah mengerti. Oh iya aku punya sesuatu untuk kalian... Lihatlah di meja aula."
Para gadis penasaran dengan itu, kemudian mereka membalikkan pandangan mereka dan melihat ada sesuatu dia atas meja aula yang sering mereka tempati untuk mengobrol.
Tujuh buah pasang seragam yang terlipat rapih, didesain seperti pakaian tentara yang berwarna hitam gelap dan dibuat bahan yang dapat menyerap keringat dan elastis, sehingga pakaian itu cocok untuk bertarung atau pertemuan formal bahkan pakaian sehari-hari.
Astia memberikan masing-masing kepada setiap gadis dengan ukuran yang sesuai. Para gadis terlihat sangat senang ketika melihatnya.
"Inikah pakaian resmi kita?!" Amarilis yang pertama menunjukkan kegembiraannya. Dia membolak-balikkan pakaian atas dan bawahnya, melihat-lihatnya tanpa ada satupun yang tertinggal.
"Woah ini super keren banget." Reaksi Lilac mengikutinya. Reaksi gadis lainnya pun hampir sama.
"Ketika kami bersama master, kau sudah memakainya lebih dulu Astia?"
Lilia terheran karena keberadaan Astia yang tidak diketahui sejak tadi, ternyata setelah Astia diobati dia pergi ke kamarnya dan langsung mengganti pakaiannya.
"Iya, apa kau tidak menyadarinya? Sejak tadi aku duduk menunggu kalian selesai lho. Bagaimana, apa kau suka?"
"Tentu! Sejak Astia bilang kalau pakaian bagus itu mahal makanya aku menyimpan uangku dengan hati-hati, tapi karena pakaian ini aku bisa menyimpan uangku untuk hal lain."
"Fufuu, memang begitulah."
Begitulah pembicaraan pemimpin gadis dengan Astia, karena mereka adalah yang paling mengakrabkan diri dari pada yang lainnya. Di sisi lain, Yuuki pergi menghampiri Natasha yang sedang memeriksa pakaiannya.
"Bagaimana, apa itu terlihat nyaman bagimu?"
"Eh master? Oh iya, semuanya sempurna. Mereka memikirkan ruang untuk ekorku, jadi aku sudah bisa menilai kalau ini akan nyaman ketika aku pakai."
"Begitu... Syukurlah."
Yuuki senang menyerahkan ukuran dan bagian khususnya diberikan pada Astia ketika dia memberikan desain pakaian baru untuk mereka. Semuanya berjalan dengan lancar.
"Oh iya master, aku ingin bertanya sesuatu." Tanya Natasha.
"Hmm?"
"Apa pakaian ini semuanya master yang memikirkannya?"
"Yah, begitulah."
"Fufu, sudah kuduga! Master benar-benar serius dengan kami! Kalau gitu aku ingin bertanya lagi..." setelah itu Natasha menurunkan volume suaranya "Kalau boleh tahu kenapa master memilihku?"
"Aku rasa kau memang penasaran dengan itu, tapi kau bisa menanyakan itu lagi saat diperjalanan. Sekarang adalah waktumu bersiap-siap."
Natasha menyadari itu "Ah iya, baiklah aku akan bergegas!"
Kemudian para gadis pergi ke ruangan mereka untuk bersiap-siap, mengganti pakaian dan memakai sepatu yang sudah dipersiapkan untuk mereka.
Beberapa menit kemudian, para gadis kembali berkumpul di aula, berbaris dan menegakkan postur tubuh mereka sambil menunggu intruksi dari Yuuki.
"Aku selalu heran kenapa perempuan selalu lama ketika mereka bersiap-siap, padahal aku sudah selesai dari tadi. Kesampingkan hal itu... Apa kalian sudah siap dengan tugas ini?" Kata Yuuki ketika dia sudah selesai mengganti pakaiannya seperti yang dilakukan para gadis.
"""Siap master!""" Serentak para gadis.
"Umu... Oh iya Astia, apa kamu sudah menutup semua jendela dan memeriksa semuanya?" Yuuki bertanya kepada Astia yang di sampingnya.
"Sudah kuperiksa semua Tuan Yuuki, tidak ada yang terlewatkan."
"Sudah beres kalau begitu."
Ketika obrolan singkat Yuuki dan Astia, para gadis terkagum ketika melihat pakaian resmi yang sama yang dipakai oleh Yuuki, bedanya sekarang adalah aura petualangnya lagi sudah menghilang.
"Sekali lagi, jangan pernah meremehkan misi ini dan tetap waspada. Objektif pada misi, jangan lalai sedikitpun. Kalau tidak, itu akan membuat kehancuran pada misi."
"""Dimengerti master!!"""
"Baiklah... Ayo kita berangkat!"
""Hooo!!""
Teriakan para gadis sangat bersemangat, itu yang menandakan masa muda mereka yang cerah dengan segala rintangan yang ada. Mereka senang dan gugup meskipun mereka tidak tahu bahaya apa yang menanti.
Setelah menutup semua pintu Mansion Tomoe, mereka semua berpencar sesuai dengan tujuan kelompok masing-masing.
つづく
Jangan lupa like, komen dan klik favoritnya ya!