I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 10 : Persiapan 2



Sebelum malam dan kesalahpahaman itu terjadi, pagi harinya kelompokku yang terdiri dari aku dan Natasha pergi ke garis depan untuk memeriksa segala medan dan ruang di sekitar pegunungan Yatze. Kami menaiki kereta kuda rombongan untuk melintas ke seberang kota. Sekitar seratus kilometer dari pusat ibukota sampai ke daerah Pegunungan Yatze.


Ketika rute jalanannya berubah, kami turun dari kereta karena rutenya tidak ada yang mengarah ke Pegunungan Yatze. Aku sudah membawa perlengkapanku untuk ke tempat itu, seperti peta dan bekal untuk dua orang. Obat-obatan juga kubawa.


"Apa master mengenal daerah sekitar sini?"


"Lumayan." Kataku ketika mengambil peta, "Aku juga pernah melewati tempat ini."


Sebelumnya aku pernah di sini ketika hari pertama aku terlempar ke dunia ini.


"Begitu ya... Um." Natasha gugup, sepertinya dia ingin bertanya sesuatu.


"Ada apa?"


"Um, apa aku boleh tahu kenapa master membantuku, yang seharusnya misi ini menjadi tugasku?"


"Memangnya kau bisa menyelesaikan tugas ini sendiri?"


Natasha menjadi ragu-ragu dan mencoba menjawabku dengan jujur.


"Jujur saja, aku tidak yakin. Tapi aku akan berusaha memenuhi permintaan master."


"Terima kasih, tapi yang sebenarnya adalah aku yang membutuhkan bantuanmu."


"Eh?"


"Pada awalnya aku memang sudah merencanakan untuk membentuk kelompok bersamamu, itu karena aku tidak bisa mengatasi ini sendirian."


"Jadi, yang master katakan tentang master ingin membantuku menyelesaikan tugas ini bukan untuk menggoda para gadis?"


"Tentu saja tidak, aku hanya menguji mereka. Tapi penilaianku tetap pada dirimu. Kau yang paling cocok untuk tugas ini."


Wajahnya memerah, tapi memang begitu, aku membutuhkannya karena dia lebih mengenal alam bebas, kecerdasannya dan indra tajamnya juga kubutuhkan. Lilac juga berpotensi besar untuk membantuku dalam misi ini karena dia selalu berpetualang dari kerajaan yang jauh, tapi sifatnya itu benar-benar terlalu bersemangat, mungkin aku yang tidak sanggup mengatasinya.


"Terima kasih master, aku jadi malu."


"Nah, kalau begitu ayo lebih mendekat ke tempat itu."


"Ya!"


Aku dan Natasha terus berjalan sampai melihat padang rumput yang sangat luas. Aku sampai teringat momen saat itu.


Pegunungan Yatze terlihat jauh di depan mataku, lalu hutan yang berbahaya berada di arah timur laut dan posisiku ketika bangun pertama kali di dunia ini adalah di hutan arah selatan. Mungkin berjalan ke arah timur aku bisa melihat sungai yang memotong dua daratan.


"Bagaimana Natasha, apa kau merasakan sesuatu?"


"Untuk saat ini tidak. Aku hanya bisa mendengar suara-suara hewan di dekat kita, tidak ada bahaya saat ini."


"Kalau begitu, ayo pergi ke selatan."


"Bukankah pegunungan Yatze ada di timur depan kita?"


"Ya benar, tapi yang kita lalui adalah ruangan terbuka yang sangat berbahaya. Aku akan mencoba mendekat dengan memutar ke arah selatan."


"Begitu. Aku mengerti."


"Sepertinya kita harus melewati sungai yang ada di depan kita untuk sampai ke daerah pegunungan itu."


"Tapi aku belum mendengar suara aliran sungai."


"Tentu saja, itu masih sangat jauh."


Aku masih mengidentifikasi peta yang kudapatkan dari toko senjata. Jalan yang paling aman adalah melewati jalur selatan, jalur utara tidak ada harapan karena di sana terlalu berbahaya dan kami juga tidak akan dapat apa-apa.


"Ayo..."


Dalam beberapa jam, aku berjalan melewati hutan selatan untuk mendekat ke Pegunungan Yatze, mengikuti sungainya dan mencapai di antara titik dua gunung.


Ketika kami sedikit kelelahan, kami beristirahat di dekat sungai yang deras.


Aku mengeluarkan bahan makanan mentah untuk kubakar di atas kayu bakar. Aku juga membuat sup dan memberikannya pada Natasha.


"Mmm! Ini enak."


Ketika Natasha masih terfokus pada makanannya, aku kembali membuka peta...


"Hmm, sepertinya peta ini masih berguna sampai saat ini."


"Um, kenapa master?"


"Aku hanya ingin memastikan sejauh mana peta yang digunakan oleh para petualang ini masih berguna."


"Begitu ya, apa artinya peta itu akan menjadi tidak berguna?" Penangkapan bagus dari Natasha.


"Untuk peta ini, dalam waktu dekat memang benar katamu. Jadi jika di tengah perjalanan kita nanti ada perbedaan yang mencolok tentang keadaan geografis, aku akan membuat ulang petanya."


"Eh?! Benarkah, itu hebat banget!"


"Yah, aku hanya bisa melakukannya sesederhana mungkin. Jadi itu bukanlah hal yang spesial."


"Wah, tapi tetap saja kalau itu hebat kalau master sudah terbiasa. Tapi aku— tidak, kami pasti akan mendapatkan pengetahuan master untuk kami." Natasha menaikkan senyumnya untukku, tapi sedikit menakutkan. Tapi tidak apa lah.


"Baiklah, ayo."


Setelah melakukan peristirahat yang tidak lama, kami melanjutkan perjalanan kami. Aku mengeluarkan tali tambang untuk menyeberang sungai deras ini. Saat penyeberangannya lancar, kami sudah lebih dekat dengan pegunungan itu.


Setelah beberapa saat, situasi sekitar mulai berubah. Kabut tiba-tiba muncul, pendengaran Natasha mulai terganggu sehingga dia sudah tidak bisa mendengar suara hewan sekitar, atau lebih tepatnya suara hewan memang menghilang ketika kami memasuki kabut itu.


Aku memutuskan untuk pergi ke dataran yang lebih tinggi dan tidak lupa memasang tanda untuk tidak tersesat. Ketika kami pergi lebih jauh, kami menemukan tempat yang tidak dilewati oleh kabut, dan tempat itu adalah Gua yang berada persis di pegunungan Yatze.


Gua itu terlalu besar untuk dimasuki oleh manusia, bahkan bisa dilewati oleh dinosaurus terbesar dengan mudah sekalipun. Tapi aku tidak bisa melihat ujung dari gua ini, terlalu gelap dan misterius.


"Apa ini?" Bingung Natasha.


"Tentu saja gua yang besar, bukan?"


"Ih bukan itu. Pasti ada sesuatu di dalamnya kan? Jauh di dalam sana... master juga merasakannya kan?"


Yang dikatakan Natasha mungkin bisa dikatakan benar. Aku bisa merasakan kengerian yang ada di dalam gua itu, tapi aku merasakan kalau itu tidak diarahkan pada kami, lebih tepatnya arah yang berbeda dengan kami.


Aku mengambil sebuah batu dan melemparnya ke Gua itu dengan cepat.


"Natasha, berapa detik saat suara batu itu mengenai objek?"


"Um, sepertinya lima detik."


"Begitu ya, sepertinya ada dinding di 50 meter di depan kita, kemungkinan akan ada arah lain setelah dinding batu itu."


"Apa kita akan masuk ke dalam Gua ini?"


"Tentu tidak, itu bukan tujuan utama kita datang ke sini. Kita hanya memeriksa lapisan luar dari medan pegunungan Yatze."


"Tapi tetap saja, kita tidak bisa tidak menghiraukan keberadaan gua ini. Yah, mungkin ini akan menjadi daftar belanjaku di akhir pekan."


"Istilah apa itu?" Natasha bertanya karena perkataanku menjadi aneh, tapi aku tidak menghiraukannya.


"Lupakan, ayo kita lanjut."


Kami melewati Gua itu tanpa memeriksanya lebih jauh, dan pergi sisi lain pegunungan. Aku tidak mempunyai informasi tentang daerah sekitar sini, makanya kami lebih waspada.


Setelah berada di sisi lain pegunungan dan berjalan beberapa kilometer, Aku melihat beberapa kerusakan di sisi dataran tinggi yang bukan disebabkan oleh alam, kami juga melewati daerah bekas kebakaran hutan.


"Ada apa Natasha?"


Karena jalan Natasha melambat, aku menanyakan keanehannya.


"Aku merasakannya. Sesuatu berkaki empat bergerak cepat ke arah kita."


"Seberapa jauh?"


Aku langsung melepas tasku dan mengambil beberapa barang.


"Sekitar satu kilometer, mereka akan sampai ke sini sekitar dua puluh detik lagi!"


"Ada berapa mereka?"


"Tunggu sebentar..." Natasha memokuskan telinganya beberapa detik, "Sekitar lebih dari lima."


"Baiklah kita sudah kehilangan lima detik, tapi itu sudah cukup. Bantu aku Natasha..."


"Baik."


Aku memberinya sebuah benda bulat dan kami menguburkannya di dalam tanah.


"Itu dia!"


Natasha berteriak, aku juga melihatnya ketika kami sudah selesai. Mereka sangat cepat dan besar, menyerupai anjing besar dan bertanduk. Kemungkinan besar mereka sudah menyadari keberadaan kami.


"Naik ke atas pohon, Natasha!"


Natasha mengangguk dan dia menaiki pohon yang besar. Aku menggengam sebuah benda bulat dan melemparkannya jauh ke arah hewan itu.


Benda yang kulempar membuat ledakan asap yang sangat tebal dan luas, menutup area kami juga. Saat itu juga aku menaiki pohon yang sama dengan Natasha.


"Mereka kebingungan." Kata Natasha.


Ketika di dalam kabut asap, hewan-hewan itu berhenti bergerak dan kebingungan. Tentu saja itu akan mematikan indra mereka.


"Tentu saja, bom asap yang telah kubuat akan efektif!"


Kataku sambil melempar beberapa belati ke beberapa titik. Ledakan di beberapa titik terjadi, belatikuku menyentuh peledak yang aku dan Natasha kubur di dalam tanah dan mengoyak daging hewan itu.


"Hewan macam apa itu, Natasha?"


"Yang kutahu, itu adalah binatang iblis. Tapi bagaimana mereka ada di tempat yang seperti ini..."


"Memangnya kenapa?"


"Seharusnya binatang itu jauh dari populasi manusia dan menempati daerah yang berbahaya."


"Petualang sudah tidak ada yang menjamah tempat ini dan di sisi lain pegunungan ada hutan yang berbahaya. Seharusnya itu cukup untuk memenuhi kriteria yang sudah kau sebutkan."


"Hmm benar juga. Binatang iblis itu memang kuat dan agresif, tapi pertahanannya lemah."


Tapi ketika Natasha mengatakan itu, satu binatang itu melompat dengan tiba-tiba ke arahku, mengarahkan mulutnya ke kepalaku. Aku menghindar, menjatuhkan diri dari atas pohon dan mendarat dengan sempurna.


"Master!" Teriak Natasha yang khawatir.


"Tidak apa, aku sedikit kaget tadi."


"Huh~syukurlah."


Yang kuheran kenapa ada yang selamat dari ledakan itu. Seharusnya itu akan mengoyak tubuh dan kaki mereka.


Kemudian kabut asap menghilang dan ada satu binatang iblis tepat di hadapanku. Kupikir tadi penglihatanku salah, tapi yang kulihat sekarang adalah binatang itu meregenerasi dirinya. Kulit dan daging yang terkoyak kembali pulih dengan dramatis.


Natasha turun dari pohon dan menghunuskan pedangnya, "Seharusnya mahluk hidup tidak bisa melakukan hal itu."


Natasha benar, pemulihan binatang itu sangat cepat untuk sekadar mahluk hidup dan seharusnya ada batasan tertentu. Kaki binatang itu yang rusak kembali tumbuh dan pulih.


"Itu artinya serangan kejutanku tadi gagal seluruhnya."


Aku sedikit terkekeh karena kegagalanku. Setelah kabut itu menghilang dengan sempurna, binatang-binatang iblis itu kembali pulih dengan sempurna dan menyerang kami dengan cepat.


"Awas!"


Kami tidak diberi ruang gerak ketika gerombolan binatang itu menyerang kami.


Natasha mencoba sebaik mungkin mengatasi serangan binatang itu dan mengatasi titik buta diriku dalam batas tertentu.


"Tutup mata dan telingamu, Natasha!" aku melemparkan granat kejut ke beberapa arah.


Ledakan cahaya dan suara membuat binatang iblis itu kesakitan dan bergerak tanpa arah. Tentu aku memanfaatkan celah itu.


Dengan gerakan cepat, aku memberikan beberapa tebasan dan memisahkan kepala dari tubuh mereka. Sebagian dari mereka tidak bergerak dan tidak bereaksi.


"Incar leher mereka, Natasha!"


"Baiklah!!" Teriak Natasha ketika aku mundur dan dia menggantikanku.


Beberapa saat kemudian, aku dan Natasha membersihkan seluruh tangan dari bekas darah binatang-binatang iblis itu. Kepala dari mayat yang berserakan, tersebar di segala arah.


"Jumlah mereka membuatku sangat kesulitan." Kata Natasha.


"Apa memangnya binatang-binatang ini sekuat ini?"


"Dari yang kudengar, seharusnya mereka tidak mempunyai kemampuan pemulihan. Aku tidak mengerti apa yang membuatnya seperti itu."


Tidak ada informasi tentang kenapa binatang iblis itu memiliki pemulihan secepat itu.


"Baiklah, kita harus bergegas. Ayo."


Daripada memikirkan itu lebih panjang, aku lebih memilih mengabaikan itu untuk sementara dan melanjutkan perjalanan.


"Baik, master!"


つづく


Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya!