
Keesokan harinya, ada masalah yang terjadi.
“Master! Master!” seseorang memanggil dari luar pintu kamarku dan mengetuk pintunya dengan cepat.
Karena itu aku pergi membuka pintunya, dan mendapati Lilac yang masih menggunakan pakaian tidurnya.
“Ada apa?” tanyaku.
“Itu, sejak tadi malam kondisi Lilia tidak berubah! Badannya masih terkujur kaku dan dia juga belum siuman.” Katanya.
“Tunggu sebentar, bukankah seharusnya kau...”
Tapi ketika aku ingin menjelaskan sesuatu padanya, Lilac langsung menarik tanganku dan diajak ke kamar Lilia.
“Ayo master cepat!”
Aku hanya menghela napas karena kekhawatirannya yang berlebihan.
Sekarang aku telah berada di kamar Lilia, aku bisa melihatnya masih tertidur di kasurnya dengan terlentang menghadap ke atas. Aku tidak melihat gadis lainnya, sepertinya mereka masih belum bangun.
Aku mendekat ke arah Lilia untuk memeriksa kondisinya.
“Bukankah sudah kubilang untuk memberikan efek kejut padanya?” kataku kepada Lilac, tapi dia terlihat tidak mendengarku, “Tidak dengar ya...”
Baiklah. Sepertinya Lilac tidak terlalu bisa membuat efek kejut yang bisa membangunkan Lilia, oleh karena itu aku yang akan menggantikannya. Huh~ padahal kalau dia tidak bisa, dia bisa memanggil gadis lainnya.
Sekarang aku membuka matanya yang tertutup, memastikan kalau kesehatannya baik-baik saja. Sepertinya bagian matanya cukup bereaksi atas pergerakanku...
Tapi tiba-tiba matanya langsung menatapku— gerakan selanjutnya dia memelukku dengan sangat erat hingga aku tidak bisa bergerak dari tubuhnya.
“Apa?” untuk kali ini aku terkejut.
“Teman-teman! Saatnya beraksi!” teriak Lilia membuat sinyal.
Sebuah suara dari pisau terdengar dari jarak dua meter dari tubuhku, aku tidak bisa melihat mereka karena sedang dipeluk habis-habisan oleh Lilia. Huh, sepertinya ini rencana mereka.
Aku langsung membalas pelukan Lilia, lalu kuangkat Lilia— kugunakan tubuh Lilia untuk menyerang mereka.
“Eh?” Lilia tidak bisa membuat ekspektasi tentang ini.
“Sekarang giliranku.” Itu sangat jelas bahwa itu adalah suara Elma.
Elma sepertinya akan menyerangku dengan sebuah pisau yang diarahkan di titik butaku. Namun, dia tidak melihat kemungkinan aku akan menggunakan Lilia sebagai tongkat pemukul.
“Tidak mungkin... ugh!”
Elma telah kalah saat ini. Dia terkena kaki Lilia saat kulayangkan tubuh Lilia, dan mengenai wajahnya.
“Maafkan aku, Elma!!” teriak Lilia karena kakinya sendiri yang tanpa sengaja melayang ke arah wajah Elma.
“Tidak akan kubiarkan!” kata Lilac yang akan menyerangku.
Karena penglihatanku terbatas karena ada Lilia di pelukanku, Lilac memanfaatkan momentum ini untuk menendang kakiku dan berusaha menjatuhkanku...
Namun dia menendang udara dan berakhir menendang sebuah lemari.
“Aduh!” teriak Lilac yang kesakitan karena menendang tempat yang salah, lemari itu sedikit retak tapi menyebabkan kakinya kesakitan.
Dengan begitu aku akan memberikan saran kepada Lilia.
“Lilia, lepaskan pelukanmu ini kalau kau tidak ingin berakhir menyerang pihakmu sendiri.”
“Uh...”
Anehnya dia langsung melepaskan pelukannya ketika aku masih melayangkannya di udara— inilah yang membuatnya terlempar dan menabrak dinding.
“Aku pikir kalian akan benar-benar serius untuk menyerangku. Ternyata ini hanyalah permainan anak-anak.” Kataku kepada mereka.
Di sisi lain Elma tidak kembali menyerangku karena wajahnya tertendang tanpa sengaja karena Lilia, lalu aku bisa melihat Lilac yang masih memengangi kakinya yang kesakitan. Saat ini aku bisa melihat Lilia berusaha berdiri.
Sepertinya tubuhnya yang masih kaku itu— hanyalah tipuan.
Lalu gadis lainnya datang dari luar kamar.
“Sudah kubilang kan kalau ini bukanlah ide yang bagus untuk menyerang master?” itu adalah Natasha yang bertanya kepada Lilia.
“Tapi itu tinggal sedikit lagi...” kata Lilia yang pasrah
Aku menduga kalau ide ini yang mengajukan adalah Lilia.
“Huh~ ‘sedikit lagi’ itu belum cukup untuk mengalahkan master. Padahal kau sendiri tahu kalau kekuatan fisik perempuan tidak akan bisa mengalahkan laki-laki. Lagipula di tempat yang sempit seperti ini...? Huh~”
Natasha menghela napas berkali-kali atas perbuatan dan rencana Lilia.
“Hehehe, iya aku salah. Kalau begitu ayo kita buat makan.”
Ketika Natasha meninggalkan kami, di sisi lain Lilia bersujud-sujud meminta maaf kepada Elma karena tidak sengaja menendangnya, padahal itu bukan kesalahannya. Lalu, aku berjongkok di depan Lilac dan menatapnya.
“Apa kau baik-baik saja?” aku mengulurkan tanganku kepadanya.
“Fufu— sepertinya tidak, setelah ini sepertinya pemilik penginapan akan memarahiku karena merusak lemari ini. Huh~ pada akhirnya aku melakukan kesalahan yang sama seperti saat aku menyerang master untuk pertama kali.”
Oh itu... salah tendang ya? Seperti ketika dia pertama kali bertemu denganku dan menyerangku tapi malah menendang Marrona.
“Kau tidak perlu khawatir tentang itu, untuk keluhan dari pemilik penginapan, aku akan mengatasi masalahnya.”
Ketika aku dan Lilac berniat untuk keluar dari kamar Lilia, aku mendengar keluhan dari Lilia yang datang dari arah ruang tamu.
“Master!!” teriak Lilia.
“Ada apa?” tanyaku.
Sepertinya Lilia adalah ahlinya dalam membuat kegaduhan.
“Ini gawat!! Astia— Astia memukul seseorang di luar!”
“Apa?” kali ini, ini memang mengejutkan.
Sekarang, masalah apa lagi yang akan menimpaku.
****
Sebelum masalah kecil itu terjadi...
Seseorang petualang membuka matanya di pagi hari. Kesenangan yang dialaminya selama ini telah menghilang ketika insiden penaklukan monster kelas bencana itu. Rekan satu-satunya yang masih hidup— telah menghilang.
Saat ini dia berada di hutan, tidur di hutan dan mencari makanan untuk hidup juga di hutan. Itu bukan karena dia tidak ingin menyewa penginapan dan tinggal sementara di sana, tapi untuk saat ini dia ingin mengumpulkan uangnya untuk mencari rekannya yang hilang. Itu akan dibutuhkan di saat waktu yang darurat.
“Apa yang harus kulakukan saat ini?”
Meskipun dia mempunyai tujuan untuk mencari rekannya yang menghilang, tapi kesadarannya untuk menggapai tujuan itu terus terkikis hari demi hari. Makanan dari sate kelinci yang dia bakar tadi malam sekalipun dia makan itu meskipun keras.
Perjalanannya saat ini dan kegiatannya untuk mengisi waktunya selama ini, dia hanya akan merampok barang berharga dari bandit jalanan itu sendiri. Dengan barang hasil curiannya itu, dia akan menjualnya dan mendapatkan uangnya hanya untuk membeli minuman yang memabukkan. Bahkan dia tidak segan-segan untuk membunuh kalau para bandit itu menyerang dia balik.
Dengan ketahanannya seperti itu, membuat dirinya seolah seperti petualang kelas S— tapi kenyataannya memang begitu.
Meskipun tindakannya cukup buruk seperti itu, tapi dia tidak ada pilihan lain karena sudah pasrah dan melupakan apa yang terjadi dengan minuman yang memabukkan.
Kemudian dia menggigit daging kelinci yang sudah dia bakar tadi malam
“Ini keras...”
Tentu saja itu keras, bahkan dia sudah tidak memikirkan nutrisi yang ada di dalam masakannya sendiri.
Dia sudah mencari keberadaan rekannya sejak insiden penaklukan monster kelas bencana, namun saat ini dia sudah hampir pasrah untuk mencarinya. Itulah yang membuat dirinya seolah tidak mempunyai tujuan hidup seperti itu.
Itulah dirinya— Fay, petualang dari kelompok Pedang Tujuh Lautan yang terkenal. Namun saat ini kelompok itu sudah lenyap karena mereka semua sudah mati karena insiden penaklukan monster kelas bencana itu.
Setelah dia membasuh wajahnya di dekat sungai terdekat, dia mengingat sebuah momen dia dikalahkan oleh seseorang tempo hari. Fay kesal dengan itu, tapi orang itu mengatakan kepada Fay bahwa dia akan membantu menemukan petunjuk tentang rekannya— yang bernama Rose.
Tapi bagi Fay ada satu masalah, orang yang menyarankan itu kepada Fay adalah pemimpin dari kelompok misterius yang cukup dibencinya, bahkan Fay tidak tahu namanya.
Namun orang itu mengetahui tujuan Fay bahwa dirinya sedang mencari seseorang.
“Sepertinya tidak ada salahnya untuk mencoba.” Gumam Fay.
Telah diputuskan untuk saat ini. Fay akan pergi ke tempat yang diberitahukan oleh orang itu. Meskipun Fay sedikit membencinya, tapi dia tidak ada pilihan lain untuk meminta bantuannya.
“Mungkin aku juga bisa mengetahui tentang organisasi misterius itu.” yang dimaksud Fay adalah orang yang sama seperti yang dibencinya.
Setelah membereskan peralatannya, Fay akhirnya pergi ke tempat itu. Setelah beberapa saat berjalan dan menuju kota, akhirnya Fay berada di sebuah penginapan yang cukup besar.
“Bukankah penginapan ini dikhususkan untuk keluarga bangsawan?”
Bahkan ruangan di dalam penginapan itu terdapat lebih dari sepuluh ruangan— bahkan itu hanya untuk satu pelanggan.
Lalu Fay masuk ke dalam penginapan itu, dan pergi ke sebuah ruangan yang terdapat penginapnya di dalamnya.
Sekarang dia berada di depan pintu dari sebuah ruangan.
“Semoga aku mendapatkan jawabanku dengan jelas.” Kata Fay ketika dia mengetuk pintu ruangan itu.
Beberapa detik kemudian, seorang gadis membuka pintunya— gadis berambut hitam kebiruan dengan mata hijau emerald yang sangat cantik. Ketika gadis itu menyadari bahwa orang yang mengetuk pintu adalah Fay, dia langsung mengubah ekspresi tenang di wajahnya menjadi sangat marah.
“Kenapa kau tahu tempat ini?” tanya gadis itu yang menggertakkan giginya.
“Yah, aku...” Fay langsung gugup ketika dia juga menyadari bahwa gadis di depannya ia kenal.
“Bukankah sudah kubilang jangan pernah menampilkan wajahmu di depanku lagi?” kata gadis itu yang marah.
Fay langsung menghilangkan kegugupannya dalam sekejap, dia langsung mengatur kata-katanya sedemikian rupa.
“Saat ini aku tidak mempunyai urusan denganmu, aku ingin bertemu dengan pemimpinmu—”
Bahkan Fay belum sempat bereaksi atas momen itu, namun Fay langsung mendapatkan pukulan keras di wajahnya sebelum Fay ingin menjelaskan maksud kedatangannya.
“Ugh!”
Fay tersungkur, wajah rupawannya kembali dirusak oleh gadis yang sama.
“Sepertinya aku tidak akan bisa menghalau pukulanmu itu ya...?” kata Fay ketika dia mengelap darah yang keluar dari mulutnya.
“Berani-beraninya kau ke tempat ini dan ingin memanggilnya. Apa kau merasa tidak merasa cukup mendapatkan pukulan di wajah, hah?!”
Itulah masalah yang terjadi ketika Fay bertemu dengan orang yang dibencinya, malahan kesialan yang menimpa dirinya sendiri.
つづく
Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya. Kalau ada typo mohon dikoreksi, terimakasih!