I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 10.1



Ketika kami berjalan beberapa menit, aku tidak mendapatkan keanehan apapun, di sini memang lembab dan panas. Katanya burung-burung pemakan daging berkeliaran di sini, jadi aku membiarkannya selama itu tidak mengganggu perjalanan kami.


Kami juga menghindari hewan-hewan buas lainnya, dan kami dengan lancar melewatinya.


"Master sepertinya, tumbuhan dan segala flora yang ada di sini sudah berubah, dan aku sudah tidak melihat hewan buas pemakan daging lainnnya."


"Sepertinya begitu." Kataku ketika aku memeriksa rumput liar dan tumbuhan lainnya.


"Ya bisa dikatakan hutan ini terkutuk. Jika ada orang yang tersesat di sini, mereka tidak akan selamat. Hutan ini dipenuhi keanehan-keanehan yang rumit untuk dikatakan."


"Apa itu?"


"Yah mungkin mereka akan diculik oleh mahluk mitos di hutan ini."


"Ayo."


Setelah menyelesaikan sedikit pengamatan aku melanjutkan perjalanku dan lebih mewaspadai apapun yang mengganggu perjalanan kami. Tapi ada yang harus kukonfirmasi pada Natasha.


"Natasha, sebaiknya kalau kau memiliki pengetahuan itu atau tentang apapun yang ingin kau katakan, jangan ragu untuk mengatakannya."


"Baiklah, tapi tentang cerita tadi kukira master sudah mengetahuinya."


"Huh~" Aku menghela napas, "Di situ masalahnya. Aku bukan orang yang memiliki segala pengetahuan. Aku memiliki batas tersendiri untuk mencerna dan memiliki pengetahuan itu. Seperti yang kau ceritakan tadi, bahkan aku tidak mengetahuinya sedikitpun."


"Maafkan aku, aku sungguh menyesal."


"Selama kau mengerti itu tidak masalah. Tentang hutan ini dan cerita yang kau katakan tadi, aku akan membahasnya."


"Hm?"


Natasha memiringkan kepalanya. Wajar saja ada orang yang mempercayai cerita itu dan hal yang berkaitan dengan keanehan hutan ini, tapi itu masih bisa dijelaskan.


"Aku tadi sempat memeriksanya... hutan ini adalah hutan yang paling berbahaya yang pernah kudatangi. Tentang kalau ada orang yang tersesat tidak akan selamat karena keanehan hutan ini, itu bisa dijelaskan. Itu karena semua komponen yang menyusun hutan ini adalah beracun, bahkan kalau kau terkena tumbuhan yang ada di sini sedikit saja, kau akan mengalami kelumpuhan."


"Eh? Tumbuhan yang sangat cantik itu memiliki racun?"


"Benar."


Memang, sejak kami melewati tanaman-tanam indah dengan segala jenis warna, Natasha terlihat kegum akan keindahan itu. Tapi dia tidak mencoba menyentuhnya karena dia mungkin berpikir kalau itu adalah daya tarik yang berduri.


"Panas di sini juga dapat membuatmu dehidrasi dan mendapatkan halusinasi, mungkin itu yang membuat orang sering menghilang di hutan ini. Mereka terkena hal yang kujelaskan tadi, dan mayatnya bisa saja sudah dihabisi binatang dan burung pemakan daging di sini... Itulah yang membuat hutan ini menyebabkan mitos itu tercipta."


"Hmm, aku sekarang mengerti. Aku akan lebih berhati-hati sekarang."


"Untung saja aku sudah membawa perlengkapan untuk mengatasi itu semua. Tapi untuk menjelaskan tentang mahluk mitos yang menculik orang, seperti yang kau katakan, aku belum menemukannya."


"Tidak apa-apa, lagipula itu hanyalah mitos."


Angin berhembus, kami sudah mencapai setengah perjalanan untuk mengelilingi pegunungan ini.


"Baiklah kita menyelesaikan perjalanan kita sampai sini saja."


"Eh, bukannya kita belum menelusuri semua medan pegunungan ya?" Tanya Natasha dengan heran.


"Aku tidak ingin mengambil resiko, lagipula informasi yang telah kudapatkan sudah melebihi cukup. Keadaan sekitar pegunungan yang belum kita lewati juga kemungkinan akan sama seperti yang telah kita lalui sampai sini." Kataku ketika aku membongkar isi dalam tasku.


"Baiklah, kalau begitu. Jadi apa yang sedang kau lakukan, master?"


"Daripada aku lupa, aku sekarang akan membuat peta topografi. Banyak kejadian dan tempat-tempat berbahaya yang tidak tercantum di informasi milik kerajaan."


"Eeh, hebatnya... Kelihatannya itu rumit."


Karena aku sedikit bosan, aku membuat petanya sesuai peraturan-peraturan yang dimiliki ketika ingin membuat peta topografi. Dan aku juga menghitung ketinggian gunung ini.


"Tidak juga, kau dapat melakukannya hanya bermodal mengerti matematika dasar." Aku berbicara tentang mengukur ketinggian gunung.


Tapi di saat itu juga, Natasha diam tanpa reaksi. Aku melihatnya, matanya tampak kosong. Aku juga merasakan keheningan di sekitarku ketika aku melihat ke sekeliling.


"Natasha... Natasha, sadarlah."


Pandangannya kuhalangi, matanya tetap kosong ketika mata kami bertemu.


"Hey, Natasha sadarlah!" Aku sedikit menepuk pipinya, tapi tidak ada respon.


Aku kembali melihat keadaan sekitar.


Ini sangat aneh, keheningan ada di mana-mana. Aku menendang sebuah pohon, dan itu terdengar keras. Kupikir pendengaranku terganggu tapi tidak. Kemudian Natasha mengatakan sesuatu tanpa ia sadari.


"Aku sangat mencintaimu master, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian."


Apapun yang Natasha katakan adalah sebuah keanehan yang nyata. Dia tiba-tiba mengungkapkan perasaannya ketika matanya kosong. Tidak ada kesadaran dalam kata-katanya.


Apakah ini yang Natasha ceritakan tentang keanehan ini? Tapi kenapa hanya Natasha yang mengalaminya?


"Khh!" Aku memukul wajahku, dan itu sakit. Dan itu artinya aku tidak dalam halusinasi.


"Kau sangat baik master. Aku akan memberikan seluruh tubuh dan jiwaku hanya untukmu master." Natasha kembali tanpa sadar mengatakan itu dengan mata yang kosong.


Aku juga bisa memastikan kalau ini bukan sebuah tipuan. Kesadarannya benar-benar menghilang.


"Siapa kau?" Aku menatap Natasha untuk memastikan.


Tapi tidak ada respon.


"Natasha, sadarlah."


Kembali tidak ada respon.


Aku sekali lagi ingin memastikan kalau dia masih Natasha seorang. Tapi masih tidak ada respon.


Aku membuat beberapa perhitungan untuk mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi sekarang. Aku sudah mendapatkan kesimpulan yang dapat mengambil kesadaran Natasha atau hal yang lain. Tapi sebelum itu aku menunggu Natasha berbicara.


"Natasha, apa kau benar-benar mencintaiku?" Kataku yang memiliki maksud tertentu.


"Ya, tentu saja..." Akhirnya dia berbicara, tapi tetap saja kosong kesadarannya. Kemudian dia melanjutkan, "Aku sangat mencintaimu sejak master menyadarkanku tentang semuanya. Aku cemburu ketika master dekat sekali dengan Astia."


"Khh! Ternyata itu masih dirinya, meskipun sekarang Natasha tanpa kesadaran."


Rencanaku berhasil, tapi dia tetaplah Natasha, bukan orang lain yang merasukinya. Hanya aku dan Natasha yang mengetahui tentang pembicaraan hal itu. Tapi aku punya rencana lain, orang yang dapat memengaruhi pikiran seseorang.


"Ellena! Apa itu kau?! Jawablah!" Aku berteriak ke sekeliling.


Menurut pengalaman Ellena dan yang kuketahui, dia dapat melakukan hal itu dengan mudah seolah seperti bernapas. Tapi sayangnya tidak ada respon dan tetap hening. Aku juga tidak merasakan keberadaan siapapun yang mengancam.


Aku tepat persis di depannya, menyilangkan tanganku saat aku berpikir.


Aku kembali melihat ke sekeliling untuk melihat hal yang janggal. Tanaman dan bunga yang berkemungkinan beracun terlihat di mana-mana.


"Apa jangan-jangan dia menghirup aroma bunga-bunga itu?"


Itu bisa terjadi, angin juga berhembus dari lereng gunung dan menyebabkan serbuk-serbuknya membuat halusinasi. Mungkin?


Dan sekali lagi, kenapa hanya Natasha yang mengalaminya?


Untuk memastikannya, aku membakar 360 derajat ke sekitarku untuk menghilangkan serbuk dan aroma dari bunga dan tanaman apapun.


Kobaran api membara, menjulang tinggi membentuk sebuah lingkaran yang mengelilingi kami, kemudian menyebar ke segala arah dengan dramatis. Aku juga menghindari hal-hal yang bisa membuat kebakaran.


Nah, setelah kobaran apinya kuhentikan, situasinya kembali ke seperti biasa. Keheningan dan tatapan kosong Natasha tetap berlanjut. Aku kembali menatapnya dan menepuk pipinya berulang kali.


"Hey, Natasha... Natasha, sadarlah."


Tetap masih tidak ada jawaban darinya.


つづく


Jangan lupa like, komen dan klik favorit ya untuk membuat author semangat terus!!