
Beberapa menit ketika beberapa kelompok terus melaju ke hutan yang lebih dalam di titik timur penyerangan.
Seorang dengan wajah yang sangat tampan berambut hitam, memakai jubah hitam atau bisa dibilang dia memakai perlengkapan serba hitam. Dengan mata yang berwana birunya membuatnya terlihat lebih tampan, bahkan ketika dia membawa dan menyarungkan pedangnya di punggungnya.
Karena itulah dia hampir mirip dengan karakter utama yang diidam-idamkan oleh setiap orang. Namanya Fay dari kelompok ‘Pedang Tujuh Lautan’.
Di sampingnya, seorang pria yang sedang menguap karena merasa ngantuk, dengan sebuah kantung mata di setiap matanya ketika dia menyarungkan kedua pisaunya. Dia adalah Vord dari kelompok ‘Red Dagger’.
“Huh~ ngantuknya~” Vord mengatakan itu ketika menguap, namun di sebelahnya Fay memberikan sebuah pertanyaan.
“Apa kali ini misinya mengganggu waktu tidurmu sehingga kau mengantuk?” tanya Fay.
“Tidak juga. Aku hanya malas untuk melakukan banyak hal. Karena kebiasaanku ini, kadang-kadang aku merasakan rasa lelah yang berlebihan tanpa kusadari.”
Fay sedikit heran dengan pernyataan Vord. Padahal kelompok Vord adalah yang terkenal dalam sebuah kelincahan dalam pengeksekusi. Namun sebagai pemimpin, kebiasaan Vord mencerminkan dari kebalikan itu semua.
“Ah, begitu ya. Aku harap ini tidak memengaruhi kerja sama kita.”
“Semoga saja...”
Lalu seseorang datang dari belakang kerumunan petualang...
“Yoo kalian... Apa kalian sudah siap dengan pertempuran yang akan menjadi sangat menarik ini?”
Dia adalah Visco dari kelompok ‘New Roman’. Memiliki rambut pirang bergelombang seperti wanita dan memakai pakaian yang terlihat mahal dan mencolok. Dia mungkin datang dari kelompoknya dan mengejar mereka berdua, datang dengan membawa pedang panjangnya yang terlihat cukup berat.
“Hah, aku harap kau tidak meremehkan misi penaklukan ini.” kata Fay yang acuh tak acuh.
“Hah? Apa kau menyamakan diriku dengan Frank yang arogan itu? Tentu saja dia hanya memperlihatkan penampilannya yang megah itu untuk menutupi dirinya yang lemah. Tapi aku tidak begitu.”
“Apa itu artinya kau sama sekali tidak meremehkan misi ini?” tambah Vord.
“Tentu saja!” kata Visco dengan percaya dirinya mengibaskan rambutnya ke belakang.
“Kalau begitu bagus.”
Setidaknya Fay dapat memercayai ini kepada kelompoknya dan kelompok mereka. Dengan secara tidak langsung, perkataan Fay yang akan menjadi kunci dan komando dari seluruh rencana yang dimiliki oleh ‘Pasukan Garda Terdepan Pertahanan Umat Manusia’.
Namun tempo hari, Fay berhasil membututi sebuah kelompok tak dikenal. Mereka memiliki markas di tengah hutan yang jarang diketahui oleh orang-orang. Dalam hal kelompok itu memiliki motif baik atau jahat masih dipertanyakan.
Malam itu Fay mendapatkan beberapa informasi yang menurutnya sangat berguna untuk kemajuan kelompoknya, sampai seorang pria di malam itu mengetahui keberadaannya.
Seorang Fay yang memiliki kualitas dan kelas petualang yang berada di tingkat S adalah sebuah pencapaian yang bukan isapan jempol belaka. Namun, kalau keberadaannya sampai diketahui padahal dia dalam mode ‘mengintai’ seperti itu, berarti seorang pria yang menyadarinya—tidak, kelompok yang tidak diketahui tidak boleh dianggap remeh.
Ditambah dengan informasi yang telah didapat Fay dari pria tersebut, membuat Fay yakin kalau pria itu memiliki sebuah rencana di balik penaklukan ini.
Itu yang membuatnya kepikiran hingga saat ini. Keberadaan dari sebuah kelopok tersebut masih belum diketahui. Jejak terakhir kelompok asing itu adalah salah satunya di tempat rapat Guild petualang dan di rumah besar itu.
Namun untuk sekarang bukan itu yang seharusnya dia pikirkan. Fay harus mengantisipasi musuh yang akan datang dengan informasi yang didapat dari kelompok asing tersebut.
Dia menyayangkan rencanaku di titik ini? Apa-apaan, memangnya siapa dia itu?
Fay hanya bisa kesal di dalam hatinya di saat dia mengingat perkataan pria itu yang mengkritisi rencananya di titik timur.
“Tunggu, mereka datang...” Vord menyadari ada sebuah gerakan yang sangat cepat dari jauh.
Kemudian Fay yang merespon itu dan memberitahukannya kepada yang lain.
“Semuanya bersiap! Sepertinya yang diinformasikan dari Angel Queen, binatang iblis itu akan bersiap menerjang kita dengan kemampuan regenerasi tingginya!”
Setelah itu setiap petualang mengeluarkan senjatanya masing-masing.
Dan di saat itu juga, sebuah penghalang magis yang tebal menyelimuti seluruh kelompok. Itu adalah sebuah mantra yang dilakukan oleh Magic Caster untuk membuat dukungan pada petualang lain. Ini adalah sebuah penghalang tingkat tinggi yang sulit ditembus.
“Mereka datang!” Seseorang berteriak.
Sebuah raungan terdengar, kemudian dengan kecepatan yang tidak masuk akal menabrak ke sebuah penghalang. Para binatang iblis itu satu persatu keluar dari balik kegelapan dan menyerang para petualang.
Ditambah dengan sebuah penghalang tersebut membuat motivasi para petualang menjadi berani untuk menghancurkan setiap binatang iblis.
“Incar kepalanya! Di situ kelemahannya!”
Ketika ada beberapa petualang yang menebas dan membuat anak panah sihir ke arah binatang iblis itu dan membuat serangan fatal, itu tidak membuat mereka mati tapi malah ditimpa dengan fakta selanjutnya, yaitu regenerasi yang tinggi.
Sebelum mereka menebas kepalanya, maka binatang iblis itu tidak akan mati.
Setelah mereka mengetahuinya, perlahan-lahan mereka maju dan menyerang mundur binatang iblis itu. Di sisi lain Fay, Vord dan Visco adalah seorang yang ahli dalam pertarungan jarak dekat. Dengan itu kemenangan mereka yang pertama dapat dilewati dengan mudah.
Meskipun begitu, para petualang lain tidak ingin memiliki ketergantungan terhadap mereka bertiga. Jadi para petualang berusaha untuk menghilangkan batas maksimal kekuatan mereka dan memukul mundur para binatang iblis yang keluar dari segala sisi hutan.
Namun mereka melupaka suatu hal...
“Jangan keluar dari formasi!!”
Sebelum mereka menyadarinya, sekelompok Wyvern menunjukkan dirinya dari berbagai arah mata angin. Wyvern itu memuntahkan nafas berapinya dan bola apinya ke berbagai sudut. Monster itu memiliki sebuah kepintaran dalam beradaptasi, karena itu Wyvern itu menargetkan tanah yang berada di dekat barisan petualang.
Mereka semua berhamburan ke mana-mana setelah beberapa ledakan kejut dan melukai mereka karena luka jatuh dari terpental.
Karena sebuah kejutan yang seperti itu, sebuah penghalang yang telah dikendalikan menjadi tidak aktif, itulah yang membuat mereka rentan terhadap serangan jarak dekat.
Wyvern adalah monster dengan gerakan yang tidak terlalu gesit dan cepat, tapi kerusakan yang dihasilkan olehnya cukup merusak. Ketika para petualang mengatasi serangan beruntun dari binatang iblis, mereka juga terbebani dengan serangan jarak jauh dari Wyvern.
Mereka hanya bisa berharap agar tidak ada monster lain yang datang.
Setelah beberapa petualang pulih, pelindung itu kembali aktif dan menyelimuti mereka semua. Karena itu seseorang berteriak dan sebuah guntur mengamuk.
“Kaminari no kami!!” dia adalah Fay
Sebuah guntur turun dari langit dan meluluhlantakan barisan depan binatang iblis itu dan beberapa Wyvern itu dengan cepat. Namun dengan ukuran yang besar dari Wyvern tidak terlalu berefek padanya, karenanya Wyvern itu dapat meregenerasi tubuhnya. Dan itu berlangsung sekejap mata.
“Tidak ada informasi sejauh itu! Bagaimana Hydra itu bisa beregenerasi secepat itu?!”
Seseorang berteriak. Dia benar, masih belum ada informasi terkait regenerasi monster selain binatang iblis. Dengan jumlah yang sebanyak itu, bahkan petualang kelas S yang setara Fay sekalipun akan sulit membunuh mereka.
Menghiraukan hal itu, dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata, Fay bergerak menembus pepohonan dan memenggal beberapa Wyvern dalam hitungan detik.
“Itu berhasil?” tanya Fay.
Ini adalah sebuah percobaan yang dilakukan olehnya untuk membuktikan sampai mana efektifitas kemampuannya dalam menaklukan musuh.
Hanya sekejap mata, kepala dari Wyvern itu kembali tumbuh tanpa membuat mereka tumbang ke tanah. Para petualang hanya bisa terkejut dengan perubahan yang signifikan dari yang mereka ketahui tentang Wyvern.
Perubahan kekuatan mereka sangat cepat.
Penyebabnya masih belum diketahui.
“Kalau serangan yang seperti itu tidak dapat menumpaskan Wyvern itu, bagaimana dengan diriku? Ini masih jauh dari kata bagus.”
Bahkan Vord yang ahli dalam membunuh musuhnya, tidak dapat berkutik melawan regenerasi dari Wyvern itu. Kecepatan regenerasinya lebih cepat daripada kecepatan serang Vord.
“Baiklah, kalau begitu sekarang giliranku...” kata Visco yang percaya diri.
Dia menghunuskan pedang panjangnya dan mengarahkannya ke depan. Kemudian tumbuhlah aura kegelapan yang menyelimutinya ditambah aura kemerahan.
“Rasakan ini pedang terkutukku, Wyvern sialan!”
Dia melompat tinggi dan menjangkau salah satu Wyvern, dia menekankan seluruh kemampuannya pada pedang panjangnya. Lalu dia memotong kepala dari Wyvern tersebut.
Setelah Visco menginjakkan kakinya di tanah, dia berbangga diri, “Bagaimana, dengan pedangku yang terkutuk, aku bisa pastikan regenerasinya akan menghilang!”
“Yah, aku tidak yakin~” Fay yang mengatakannya ketika dia melihat sebuah pertumbuhan kepala dari Wyvern itu secara dramatis.
“Sepertinya kita harus memiliki kekuatan yang dapat mencakup seluruh tubuh Wyvern itu.”
Ketika Vord mengatakan itu di saat dia membasmi binatang iblis yang lain, sebuah ledakan terjadi di sisi lain pertempuran. Para petulang itu sedikit terlambat dalam menghindari bola api raksasa yang mengenai mereka, tapi mereka cukup belajar dari kesalahan.
Sebuah kebakaran terjadi dan udara menipis di area tersebut, tapi dengan salah satu kemampuan dari seorang petualang, dia dapat mengatasi itu dengan elemen airnya.
“Apa tidak ada cara lain untuk mengatasi hujanan serangan dari kedua arah musuh?” tanya Fay.
“Hmm, salah satunya adalah menghabisi salah satunya, tapi jumlah dari binatang iblis itu tidak berkurang. Meskipun begitu, Wyvern itu juga sulit dijangkau.”
Setelah Vord memberikan pendapatnya, Visco datang dengan gesit setelah bertarung di area sisi lain.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita mundur terlebih dahulu?”
“Aku tidak masalah dengan itu.” Jawab Fay.
“Aku juga. Aku merasakan kalau kita akan terus terpojok dalam situasi ini. Kita harus mendiskusikannya juga pada pasukan pembalas dan dapatkan juga informasi dari kelompok Angel Queen.”
Mereka semua ahli dalam menjalankan tugasnya, tapi untuk saat ini musuh lebih banyak dan lebih berkualitas dari informasi yang mereka punya. Rencana terbaik adalah mundur sebelum semuanya terlambat.
“Kalau begitu telah diputuskan...” kata Fay ketika melanjutkan, “Semuanya! Bentuk formasi bertahan dan mundur untuk sekarang!”
Fay berteriak ketika menyampaikan pengumuman penting itu kepada seluruh petualang di titik timur penyerangan.
Lalu mereka semua membentuk formasi yang membentuk segi empat, di tengah formasi itu, petualang bertarung jarak jauh ditempatkan untuk mengatasi serangan lanjutan dari para Wyvern.
Pelindung dari Magic Caster juga sangat berguna untuk bertahan dari serangan binatang iblis yang mengganggu. Ketika mereka semua berusaha berlari dan mendapatkan jalan keluar, mereka juga tidak lupa dengan ancaman dan pengalaman itu.
Kemudian, akhirnya penaklukan di titik timur ditunda untuk sementara, atau lebih tepatnya mereka dapa mengtahui informasi di balik hutan di titik timur...
つづく
Jangan lupa like, komen, klik favorit ya! Oh iya kalau ada typo mohon dikoreksi ya!