I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 7.3



Di saat yang sama ketika para gadis sudah merencanakan rencana licik terhadapku.


Aku berada di ibukota kerajaan, tepatnya di alun-alun kota, duduk sambil melihat air mancur itu dengan bosan.


Setelah aku menyelasaikan sesi pelatihan malam atau lebih tepatnya bermain dengan para gadis, aku pergi untuk menyelesaikan latihanku sendiri dalam menggunakan sihir. Aku memang ahli dalam bela diri tapi ketika membicarakan sihir aku amatir. Karena itulah aku mencoba ke daerah yang tidak ada orang, dan di sana aku selalu melakukan percobaan-percobaan. Hasilnya yah... Aku tidak tahu apa itu akan berguna.


Ngomong-ngomong tentang monster kelas bencana itu... aku tidak punya ide untuk mengalahkannya. Rencananya besok aku akan menelusuri daerah bernaungnya monster itu sendirian. Mengenali medan peperangan adalah kuncinya pertamanya. Dengan banyaknya Wyvern tingkat tinggi yang berkeliaran di sana, aku memutuskan tidak akan mengajak siapapun. Dan tentunya aku akan nekat sedikit di sana.


Wyvern tingkat tinggi saja membuat kami kesusahan padahal hanya kroco-kroco, apalagi 'ibu' dari monster tersebut.


Dengan kekuatanku yang seperti ini, tidak akan cocok melawan musuh yang memiliki serangan dengan skala luas. Kelompok kami lebih cocok bertarung menggunakan otak kami daripada kekuatan. Akupun begitu.


Tentang kekuatanku... Yah tidak ada yang spesial selain [Balmung] yang memiliki kerusakan yang besar. Dan lainnya, aku hanya meningkatkan sihir-sihir dasar ketika latihan tadi. Mencoba membuat kekuatan baru? Aku tidak ada ide untuk itu.


Baiklah...


Aku berdiri dari bangku taman dan menuju ke Guild Petualang.


Hmm sepertinya kakiku yang patah sekarang sudah sehat dengan sempurna, ini semuanya berkat rekanku yang cekatan. Para gadis juga dianggap memberikan rehabilitas dengan bertarung ke sana kemari. Pagi, siang dan malam hanya untuk bertarung membuat kakiku sudah terbiasa.


Nah sekarang aku sudah di depan Guild Peualang, kemudian masuk. Saatnya mencari informasi.


Aku berjalan di tengah keramaian, melihat ke sekelilingku. Ini adalah waktunya para petualang pulang dari pekerjaannya, karena itu saat ini sedikit lebih ramai. Tujuanku saat ini hanya ingin mendapatkan informasi, yah kalau beruntung mendapatkannya.


Aku melihat papan besar yang berisikan quest, lalu aku pergi ke sana. Di papan itu ada kertas-kertas yang berisikan quest dari kesulitan terendah sampai tertinggi, dengan diposisikan secara tertata. Aku penasaran, aku melihat dari kesulitan terendah dulu.


Baiklah akan kujelaskan. Di kelas terendah kesulitan quest ada kelas D yang paling diminati oleh amatir atau pemula, kemudian ada C diatasnya ada B dan seterusnya. Untuk kelas A mungkin hanya untuk orang yang sudah berpengalaman atau mungkin petualang kelas A juga. Dan yang terakhir ada kesulitan yang paling sulit dilewati yaitu quest kelas S. Hanya orang yang terpilih atau orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya, aku hanya bisa menyebutnya dengan berbakat...


Tapi dengan kesulitan setinggi itu, hampir tidak ada quest yang ditawarkan dengan kesulitan setinggi itu dan juga hampir tidak ada petualang yang menerimanya. Aku pikir orang yang sekuat itu tidak akan muncul di depan semua orang dengan begitu mudahnya.


"Oh?"


Kemudian aku melihat quest itu. Di sana tertulis quest darurat dengan kesulitan 'Tidak diketahui', deskripsi dari quest tersebut hanya mengatakan menaklukkan monster kelas bencana dan tidak menjelaskan deskripsi tentang monster itu atau sebagainya. Hadiah dari quest itu kupikir cukup tinggi, dengan hadiah setiap orang dengan dua puluh lima keping emas.


Oh, itu artinya selama kau mempunyai rekan yang banyak kau akan lebih aman. Inti dari quest ini adalah kerja sama antar petualang maupun siapapun untuk menaklukan monster. Mungkin untuk petualang solo akan lebih terampil dan tidak memakan lebih banyak korban nanti, tapi Konsekuensinya kalau kau terluka tidak ada yang menolongmu, mungkin ada, hanya regu medis. Tapi resikonya terlalu tinggi ketika sendirian dan tidak ada namanya kerja sama antar anggota kelompok.


Apa ini, setiap petualang yang telah membentuk party dengan terdaftar dan telah menyelesaikan quest darurat ini akan diberi hadiah dua ratus keping emas?


Wah ini cukup menyakitkan pikirku untuk keuangan kerajaan kalau mereka membuat kebijakan ini...


Yah aku tidak terlalu memikirkan itu.


Untuk semuanya, menurutku, tidak ada yang tahu, rasa kemanusiaan mereka diuji ketika mereka dihadapkan dengan kematian.


Dan untuk jadwal operasi penaklukannya yaitu besok lusa.


Selama aku fokus dengan melihat-lihat quest yang ada di papan besar ini, orang lain sedang memerhatikanku dan membicarakanku dari belakang. Oke aku tidak peduli, aku tidak membalikkan penglihatanku sedikitpun.


Aku menyadarinya, ada orang lain yang menghampiri ke tempatku.


"Apa kau juga ingin mengambil quest ini?"


Artinya dia juga atau orang lain?


"Tidak. Aku baru tahu ada quest yang dinamakan darurat di sini."


Membuat wajah polos seperti tidak tahu apa-apa sangat sulit bagiku


"Hm begitu ya. Jadi bagaimana menurutmu?"


Apa ini, apa dia mencoba menginterogasiku?


Aku hanya meliriknya sebentar untuk mengamati. Emm untuk penampilannya sepertinya dia juga petualang, dengan atmosfer seperti seorang playboy. Pria sepertinya kemungkinan besar dilirik dan dipuja-puja oleh banyak wanita dalam artian tertentu.


"Tidak banyak. Untuk 'menaklukkan monster kelas bencana' bagiku berlebihan. Meskipun hadiahnya cukup besar, tapi kesulitannya tidak diketahui itu benar-benar aneh."


Aku hanya mengada-ada, dengan tingkat kesulitan tidak diketahui itu artinya belum pernah ada orang yang mendapatkan quest seperti itu. Memikirkan tentang besar hadiahnya yang tinggi, itu berarti kesulitannya juga tinggi.


"Hehe, Itu tidak terlalu aneh. Tingkat kesulitan itu hanya basa-basi. Kau bisa melihat kesulitannya dari tinggi hadiahnya, itu adalah opsi lain."


Aku sudah tahu itu. Tapi aku hanya ingin mengikuti alur pria ini.


"Ah begitu ya, berarti quest darurat ini sangat sulit ya."


"Benar. Aku dan kelompokku akan mengambil quest ini, dengan hadiah sebesar itu orang mana yang tidak tertarik dengan questnya."


"Jadi kau tidak takut dengan kesulitannya?"


Dia menatapku dengan senyum sombong. "Jelas tidak. Kelompokku sudah berpengalaman melawan monster-monster langka, kami juga ahli mengurus hal-hal yang berhubungan dengan mitos."


"Ah begitu ya. Hebat juga kelompokmu." Kataku ketika dia meresponnya dengan senyuman sombong


"Lagipula besok lusa banyak petualang-petualang kelas tinggi yang akan menaklukkan monster itu. Jadi kemungkinan kami kalah akan sangat kecil."


"Apa kau tahu kira-kira banyaknya petualang yang mengambil quest itu?"


"Benar juga ya. Emm coba kuingat. Ada sekitar sepuluh petualang dengan kelas tertinggi yang akan mengambil quest itu, lalu setiap sepuluh orang itu memiliki rekan rata-rata sebanyak tujuh sampai sepuluh orang."


Itu artinya dalam satu kelompok aku asumsikan ada sepuluh orang, jadi akan ada seratus orang yang akan mengikuti quest darurat itu. Cukup banyak.


"Apa sepuluh orang itu adalah para pemimpin dari kelompok petualang yang cukup terkenal?"


"Bukankah sudah kubilang? Tentu saja. Kelompok mereka sangat terkenal dan kuat, mereka bisa dibilang bisa menaklukan quest apapun dengan ciri khas setiap kelompoknya sendiri... Kalau begitu apa kau sudah tenang karena ada mereka? Kau sudah memutuskan untuk ikut? Kalau masih ragu aku bisa merekrutmu ke dalam kelompokku, dengan begitu kami bisa melindungimu."


Apa begitu? Aku merasa perkataannya tentang merekrutku itu meragukan.


"Aku masih bingung untuk memutuskan. Mempertimbangkan dengan adanya mereka dan hadiahnya yang cukup besar, tapi..."


"Ah ya, katanya mereka akan mengadakan rapat besar di sini besok untuk membicarakan tentang quest ini. Oh iya tadi apa katamu? Apa kau sudah memutuskannya?"


Huh, kalau dia memaksa mau bagiamana lagi.


Aku mengeluarkan plat petualangku untuk memberitahunya.


"Ah~ begitu ya..." Nadanya dan tatapannya menjadi kecewa. "Kalau begitu maaf aku mengganggu waktumu."


"Tidak apa-apa. Terima kasih berusaha mengajakku mengambil quest itu dan mengajakku ke dalam kelompokmu, tapi aku harus menolaknya."


Masih dalam alur pembicaraannya, setelah dia mendengar perkataanku dia mengeluarkan ekspresi sebenarnya. Dia melotot dan alisnya berkedut.


"Hah! Sejak kapan aku punya niat untu merekrutmu? Apa kau gila! Dengan kelas rendahan seperti kau, mana mungkin aku melakukannya untuk orang lemah sepertimu!"


Pria ini berteriak di depanku dan di semua orang secara terang-terangan, membuat seluruh perhatian orang ke arah kami.


"Jangan salah paham, rekanku bilang kalau kau adalah orang kuat yang dikenalinya. Ternyata dia hanya salah paham. Heh! Karena kau mendapatkan informasi tadi, aku jadi ingin melubangi kepalamu. Tapi itu tidak akan membuatku keren di depan gadis-gadisku hanya karena aku membunuhmu dengan mudah."


Begitulah katanya. Pria gampangan ini dengan angkuhnya ingin melubangi kepalaku hanya karena kesal kepadaku, dan mengurungkan niatnya karena dia berpikir itu tidak keren. Lalu dia berdecak dan pergi dari tempat ini.


Huh~ Mempunyai kekuatan dan kekuasan yang besar hanya akan cenderung membuatmu rusak.


Dia mungkin memiliki kelas yang diatas jauh dari kelas petualang milikku, yah itu wajar dengan orang sepertinya.


Di duniaku dulu dan duniaku saat ini, setiap orang yang berkomunikasi denganku hanya akan membuat kemarahan pada mereka yang tidak kuketahui alasannya. Aku selalu bertanya-tanya dari dulu, apa keberadaanku ini memang tidak diterima? Meskipun aku mencoba untuk bersikap ramah tapi hasilnya akan seperti kejadian tadi.


Untungnya aku sudah terbiasa dengan hal itu, jadi aku tidak terlalu memikirkannya.


Nah, Orang-orang yang memerhatikan kami kembali melanjutkan aktivitas mereka. Yah reaksi mereka hal yang wajar ketika ada orang yang membuat keributan di tempat umum. Mereka juga terlihat tidak ingin berurusan dengan kejadian tadi.


Setelah menerima kemarahan pria itu tadi, aku hanya berdiam diri tanpa memberikan ekspresi apapun, aku juga tidak menunjukkan mataku selama aku berbicara padanya tadi. Dengan warna mata ini hanya akan membuat mereka menaruh kecurigaan dan ketakutan yang tidak perlu kepadaku.


Oh aku jadi penasaran tentang rekannya yang memberitahu pria itu tentangku.


Sudah kuputuskan, aku akan mengikuti pria itu. Dimana ya, sepertinya belum jauh.


Aku keluar dari Guild Petualang, mencari ke tempat yang kukira dia tuju untuk menemui rekannya, mungkin.


Itu dia.


Aku telah sampai di sebuah bar dekat Guild petualang. Ada pria itu di sana bersama rekan 'gadisnya'. Di dalamnya cukup ramai tapi aku masih bisa mendengar percakapannya.


"Apaan, dia hanya pecundang lemah yang tidak tahu tempat."


"Kau yakin? Apa kau tidak salah orang? Aku yakin orang yang memakai jubah hitam itu adalah orang yang kuat."


"Kau kali yang salah lihat."


"Tidak. Aku yakin dialah orangnya. Penampilannya, pakaiannya dan semuanya masih terlihat sama ketika pertama kali aku melihatnya."


Gadis itu mencoba meyakinkan pria itu tentang orang yang dia maksud, tapi pria itu masih terlihat tidak yakin.


Sebenarnya aku tidak mengenal gadis itu sama sekali, tapi kenapa dia bisa mengenaliku?


"Dari mana kau mengetahui itu?"


"Sebulan yang lalu, aku mengetahuinya ketika dirinya bertarung di arena melawan petinggi dari kekaisaran."


Oh, sekarang aku mengerti maksud dari gadis itu. Dia mengenalku karena saat aku bertarung di arena pertarungan melawan Giorgino, dia juga melihatku bertarung di sana.


"Kau yakin dia orangnya?! Orang yang mengalahkan petinggi kekaisaran yang dikenal kekuatannya. Kalau benar dia orangnya kita benar-benar membutuhkannya..."


"Tapi mungkin seperti katamu. Sepertinya aku salah orang, aku yakin penilaianmu tidak akan salah. Jadi orang itu hanyalah orang palsu."


Apa ini, pemikiran gadis itu langsung berubah cepat?


"Yah memang. Orang seperti itu hanya ingin mengambil penampilan orang untuk membuat dirinya dikenal dan mendapatkan ketenaran dan uang juga. Kelas petualangnya adalah buktinya."


Kedua orang itu tertawa jahat dengan ciri khasnya. Membicarakan keburukan orang yang belum tentu benar.


"Dia berakhir gagal karena aku mengetahui semuanya kalau dia adalah palsu. Dia hanya orang palsu yang mencoba meniru orang aslinya. Kalau kita memberitahu semua orang tentang kepalsuannya, habislah sisa kehidupan orang itu."


"Hehehe. Jangan begitu lagi, bukankah kau pernah membuat seseorang bunuh diri karena kau melakukan hal kejam itu."


"Yah itu salahnya sendiri."


Gadis itu tetap tertawa tanpa merasa bersalah


"Huh~ itu menggelikan sekali... Hmm, misalnya kalau orang yang kukenal itu adalah orang aslinya bagaimana?"


"Kau masih yakin dengan itu? Yah, kalau begitu seharusnya dia menerima tawaranku dan mengambil quest darurat itu. Kalau dia benar-benar mengambil tawaranku, bukankah sudah jelas jawabannya?


Ketika dia ditanya, gadis itu menahan tawanya sekali lagi, seolah ada kebusukan dari dalam dirinya.


"Kita bisa membuatnya di garis depan bukan? Dengan begitu kita bisa mendapatkan dua ratus keping emas dengan mudah."


"Hahaha! Dalam situasi lain, dia hanya akan mati dalam pertempuran setelah mengerahkan seluruh kemampuannya. Dan aku akan membuat serangan kuat untuk membunuh monster itu, dengan itu aku akan disebut pahlawan!"


"Dengan kata lain..." Kedua orang itu berkata dengan bersama-sama


"""Dia adalah bidak kita"""


Mereka tertawa dengan lepas sampai orang-orang di sekitarnya terganggu karena keberadaannya.


Ternyata tidak ada gunanya mengikuti pria itu. Hanya itu saja.


Tapi informasi yang kuperoleh dari pria itu cukup berguna untukku


Aku langsung pergi dari tempat itu tanpa mendengar mereka lebih lanjut.


Oh iya, meskipun di kertas quest itu tertulis akan diimbalkan dua ratus keping emas dengan syarat membuat party, ada halnya ketika kau memberikan seluruh tugasmu kepada anggota kelompokmu dan membiarkan dia bekerja sendirian, tapi ketika kau akan menerima imbalannya kau juga akan diberi imbalan itu, meskipun kau tidak mengerjakan apa-apa.


Seperti yang kupikirkan, kalau kau adalah pemimpin yang melakukan hal itu, kau adalah orang yang berkuasa dengan cara yang rusak.


つづく


Jangan lupa like, komen dan klik favorit ya!