
"Ahaha, benar-benar tadi itu kerja sama yang sangat ciamik tahu!"
Ketika langit sudah memerah, tepat di depan pintu utama terdengar suara yang tidak asing, itu Lilac. Mereka yang berada di dalam rumah dengan segera menuju ke depan pintu.
"Kenapa kalian lama sekali? Loh, Natasha bersama kalian?"
Ketika Lilia membuka pintu, dia melihat gadis-gadis lainnya berkumpul dan tertawa termasuk Astia berada di sana. Mereka semua masuk ketika kelelahan.
"Begini ya, Lilia, pemimpin kita terhebat..."
Ketika Lilac menjelaskannya dengan singkat dan bersemangat, kelompok gadis yang pertama menjadi iri karena tugas tambahan yang cukup penting itu.
"Ih curang begitu namanya, kalian tidak mengajakku."
"Fufufu!"
"Jadi, kenapa kalian tiba-tiba membawa anak serigala ini?"
Di dalam pelukan Marrona, ada seekor serigala bermata biru gelap yang tenang. Lilia bertanya hal itu karena keheranan. Marrona yang menjawabnya dengan gugup.
"Um, ini, kata Astia, serigala ini dipungut oleh Nona Astia dan master ketika serigala ini sedang terluka di tengah hutan dan dirawat di dalam istana. Jadi Astia mengambilnya kembali."
"Oh, beruntungnya kamu karena master menemukanmu." Katanya ketika mengelus bulu halus dari anak serigala itu.
"Ngomong-ngomong dimana master?" Tanya Lilia.
Tapi langsung dipotong oleh Annastasia, "Sebelum itu, dimana wanita itu?"
Elma, Annastasia dan Lilia tersadar dan melupakan itu, dan gadis lainnya mulai keheranan.
"Wanita itu?" Tanya Astia dengan memiringkan kepalanya kesamping karena bingung..
"Iya Astia. Dia datang kerumah ini memaksaku karena dia ingin menemui master." Kata Elma.
"Benarkah?"
Mereka saling menatap satu sama lain, memiliki pemikiran yang sama. Tanpa hitungan detik mereka langsung bergegas, pergi dengan cepat mencari ke seluruh ruangan untuk menemui wanita itu.
Tapi sebelum mereka menyadarinya, Ellena pergi tanpa ketahuan, mencari hal yang menjadi tujuannya. Dia merasakan kecurigaan ketika menemui gadis-gadis itu, makanya dia menyusup ke seluruh ruangan rumah itu.
Yang membuatnya kesal, dia tidak menemukan apapun yang berharga ataupun informasi yang mencurigakan. Dengan kata lain tidak ada yang aneh atau berbahaya di rumah besar itu. Dia menemukan banyak pintu, sepertinya itu kamar gadis-gadis itu, tapi di ujung lorong ada pintu yang cukup aneh.
Di pintu itu ada sebuah papan pintu yang tergantung yang berbentuk menyerupai hati dan berwarna merah muda. Di papan itu bertuliskan 'master'. Ellena dengan keterampilannya, masuk dengan diam-diam ke ruangan itu.
"Sepertinya ruangan ini."
Kumpulan buku tersusun rapih di lemari buku di ruangan yang dimasuki Ellena, kasur putih yang lebar cukup untuk dua orang, dan sebuah meja di sudut ruangan yang kekurangan cahaya penerangan. Di atas meja itu juga ada buku-buku dan kertas-kertas yang bertumpuk.
"Aku harus menguak kebenaran dari kelompok aneh ini."
Ellena mengambil sebuah buku dan mengambil yang lainnya untuk dibaca. Dia mencoba menggali informasi yang bisa didapat dari buku itu. Dia kembali kesal, Ellena tidak mendapatkan informasi apapun.
"Apa-apaan ini, kenapa semuanya buku novel?!"
Buku demi buku dia buka, tapi yang terus dia buka adalah buku novel, tapi setelah mengambil ke sekian buku, dia mendapatkan sebuah buku berjudul 'sejarah perang kerajaan'. Dia mengambil buku yang berbeda juga terdapat buku sihir yang terdapat informasi sihir di dalamnya. Setelah membuka buku yang berbeda dalam waktu yang sangat singkat, buku yang telah dia buka adalah buku yang mengenai kerajaan dan buku tentang sihir dan yang terakhir adalah tentang monster.
"Sepertinya orang ini, ingin melakukan sesuatu yang tidak dapat kuprediksi. Apa yang ingin dia lakukan, lalu hubungan apa yang membuat orang itu tertarik dengan buku ini? Apa jangan-jangan dia ingin..."
"Aneh sekali orang ini. Aku tidak bisa menebak orang macam apa yang sedang kucari. Apa jangan buku kesukaan gadis-gadis itu tercampur di lemari ini? Ya itu, itu bisa!"
Ellena berpikir sesaat dan menemukan kesimpulannya.
"Kalau kutarik dengan kesukaan gadis itu, mereka menyukai novel dan resep masakan. Lalu masternya yang ada hubungannya dengan buku sejarah perang dan buku sihir itu. Tuannya pasti sudah mengerti seluk beluk tentang kerajaan dan sihir dan perang. Itu berarti, bisa dipastikan tuan dari kelompok ini akan menghancurkan kerajaan?!"
Ellena harus memberitahu hal ini kepada pihak kerajaan. Dia harus keluar dari tempat ini secapat mungkin.
"Aduh!" Kepala Ellena ditabrak oleh sesuatu, dia melihat ke bawah dan ada kertas yang dibentuk menjadi sesuatu yang menabrak kepalanya.
Matanya langsung bergerak cepat ke arah kertas itu diterbangkan dan melihat seseorang.
"Omonganmu itu semakin ngawur kalau didiemin."
Sebuah suara laki-laki berasal dari arah meja yang tertumpuk kertas itu. Dia sedang duduk dan menatap Ellena dari tadi. Ellena merasa aneh kalau dia tidak merasakan orang tersebut.
"Siapa kau?!" Ellena berteriak karena penasaran. Pria itu menjentikkan jarinya, lalu sebuah lilin menyala di atas meja itu.
Betapa terkejutnya Ellena karena melihat pria itu dan menyebut namanya, "Yu-Yuuki...?"
"Ya, ini aku. Apa kau pikir aku akan menghancurkan sebuah kerajaan?" Kata Yuuki bangkit dari kursinya dan mendekati Ellena yang terkejut sekaligus malu.
"Ti-ti-tidak, bukan begitu. Oh iya, kenapa kau di sini?"
"Seharusnya itu adalah pertanyaanku."
"Eh,eh, apa itu artinya...?"
Kemudian sebuah langkah cepat terdengar dari luar ruangan, dan membuka pintu tanpa permisi.
"Master! Apa kau tidak apa-apa?" Suara Lilia yang panik, kemudian matanya bertemu dengan Ellena.
"Master katamu? A-apa jangan-jangan ini rumahmu?"
"Ya, secara teknis begitu."
Para gadis yang ada di luar menatap Ellena penuh dengan kecurigaan.
"Master! Wanita ini yang menyusup ke rumah kita. Kemungkinan besar dia akan menyerangmu!" Kata Lilia ketika dia menunjuk Ellena dengan mata yang tajam.
"Hmm, aku tidak yakin dia akan begitu..."
"Ellena?" Astia memanggil dari belakang para gadis, "Kenapa kau di sini?"
"Aku, aku— kupikir kalian adalah kelompok yang mencurigakan. Aku juga tidak tahu kalau Yuuki adalah master kalian..."
Ellena semakin terpojok, dia juga semakin malu kalau perkataannya tadi didengar oleh Yuuki ketika dia tidak menyadarinya. Para gadis juga sedikit terkejut ketika master mereka mengenal wanita yang bernama Ellena ini. Ketika tidak terjadi apa-apa pada masternya, para gadis menghela napas panjang.
つづく
Chapter selanjutnya akan berlanjut dengan sudut pandang MC
Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya!