I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 17 : Perlawanan Kami



Sudah beberapa lama sejak kami berada di titik timur?


Mungkin sudah lama aku dan Elma mengawasi para petualang ini. Mereka terlihat kompeten dan berusaha semaksimal mungkin untuk bertahan hidup ketika anti sihir masih menyelimuti hutan di titik ini.


Pasukan pembalas yang dipimpin oleh seorang petualang bernama Elderich telah membantu pasukan Frank di garis depan atas arahanku. Namun, sepertinya bantuan mereka tidak terlalu berguna. Ketika anti sihir ini masih menyelimuti hutan ini, maka pasukan itu juga tidak bisa mengandalkan kemampuan sihir mereka.


Dengan keterbatasan yang seperti itu, mereka sangat kesulitan menghadapi monster-monster yang sekarang menjadi kelas tinggi karena sesuatu yang membuatnya seperti itu.


Karena itu, aku dan Elma berusaha mencari cara untuk menghilangkan anti sihir itu sebelum pasukan di titik ini dikalahkan.


Kalau kami terus membantu petualang dan tidak mencari akar masalahnya, maka itu bukanlah jalan keluarnya, dan itu akan membuat identitas kami terbongkar.


Aku dan Elma telah memutuskan pergi ke garis depan yang belum terjangkau oleh petualang lain. Karena itu kami hanya perlu waspada pada ancaman yang belum pernah kami temui.


“Elma... apa aku boleh menanyakan sesuatu?”


Untuk melanjutkan hal ini, ada yang harus aku tanyakan.


“Ya?”


“Aku ingin mengonfirmasi hal ini, kau itu keturunan Half Elf, bukan?”


“Ya, benar. Ayahku adalah seorang Elf dan ibuku adalah manusia.” Kata Elma.


Hmm begitu, ternyata perkawinan silang antar ras itu ada.


“Kalau begitu, kau dulunya hidup di hutan atau bersama penduduk Elf lainnya?”


Biasanya mereka, Elf itu hidup di pedalaman hutan yang jauh dari pemukiman manusia. Lalu mereka mempertahankan generasi mereka di tempat itu, karena itu kemungkinan besar Elma lebih mengerti seluk beluk dari hutan daripada aku.


Namun jawaban Elma adalah sebaliknya.


“Tidak. Dulu kami tinggal dan hidup di daerah manusia tinggal, ayahku yang memutuskan bersama ibuku dan meninggalkan penduduk desa. Jadi aku dibesarkan di dunia manusia juga.”


“Lalu, mereka dimana sekarang?”


Setelah aku menanyakan itu, ekspresi Elma tidak berubah dan mengatakan hal yang menyedihkan...


“Mereka berdua... meninggal.”


“Maaf, kau tidak apa?”


Ekspresi Elma tetap tidak berubah.


“Master tidak perlu meminta maaf. Lagipula itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu.”


Ternyata begitu. Elma sudah menjalani tahun-tahun berikutnya dengan kesendirian dan tidak ada yang memberi dukungan padanya. Keahliannya selama ini, dia asah sendiri dan dengan heroiknya Elma dapat bertahan hidup hingga sekarang.


Aku tidak yakin dia pernah bertemu seseorang. Kalaupun Elma bertemu dengan seseorang dan berteman dengannya, maka dia tidak akan pernah bertemu denganku...


Baiklah, aku akan merubah topik.


“Elma, apa kau pernah mendengar sesuatu tentang anti sihir ini atau cara mengatasinya?” tanyaku.


“Kupikir bangsa Elf dapat mengerti hal itu. Aku pernah mendengar kalau anti sihir adalah sebuah kemampuan seseorang atau sebuah kelompok untuk mempertahankan diri mereka. Itulah yang digunakan bangsa Elf ketika menghadapi ancaman dari luar. Tapi, aku tidak memahami hal itu hingga seluk beluknya.”


Dengan penjelasannya, aku mengerti kalau Elma tidak mengerti tentang anti sihir. Meskipun bangsanya mengetahui itu, tapi Elma tidak hidup di dunia mereka.


“Maaf, master. Ketika kita ingin menghancurkan anti sihir itu agar rencana kita berjalan lancar, tapi aku tidak mengetahui apa-apa padahal aku yang sepatutnya mengetahui tentang itu.” Kata Elma yang frustasi.


“Kau tidak perlu minta maaf. Aku juga berada di posisi yang sama denganmu. Mungkin akan lebih banyak memakan waktu, tapi kita akan memecahkan permasalahan ini dari awal.”


“Baik, master!”


Kami terus maju ke hutan yang lebih dalam. Petaku sudah disesuaikan dengan kondisi alam yang ada di hutan ini, jadi aku dapat pergi ke tempat apa saja selama itu tidak terlalu berbahaya.


“Ini apa, master?”


Ketika aku masih membuka petaku, Elma menunjuk ke arah titik yang tidak terlalu jauh dari tempat kami berada.


“Hmm, sepertinya ini yang disebut reruntuhan?”


“Reruntuhan ya... sebaiknya kita mulai dari sana. Tempat itu memiliki kemungkinan ada sesuatu...” kata Elma.


“Apa itu?”


“Biasanya tempat yang jarang dijamah oleh petualang adalah tempat yang memiliki sesuatu yang paling disembunyikan. Kalau kita ke tempat itu, mungkin kita akan menemukan sesuatu.”


Ternyata pendapat Elma cukup masuk akal. Ketika orang-orang sibuk mengurusi para monster yang ada di luar sana, maka tidak ada orang yang repot-repot untuk memasuki reruntuhan tua yang tidak memiliki apa-apa.


“Baiklah, kita bisa ke tempat itu.”


Lalu, kami berdua pergi ke tempat yang hampir tidak pernah dilewati oleh petualang. Namun itu bisa menjadi tempat yang paling dicurigai, kemungkinan kita akan menyatukan teka-teki untuk menghancurkan anti sihir itu.


Sebenarnya kondisi anti sihir ini adalah sesuatu yang mirip dengan kejadianku dan Astia pada saat di Kekaisaran Engrayn. Gorou juga pernah mengatakan kalau gelombang sihir yang ada di sana sedang kacau, sehingga mengeluarkan sihir akan sangat menyulitkan.


Apa itu memiliki kesamaan?


“Elma, apa kau pernah sekali memasuki reruntuhan dan mencurigai kalau ada aktivitas yang mencurigakan di sana?” tanyaku.


“Tidak, ini adalah pengalaman pertamaku. Aku juga tidak pernah mendengar kasus yang mengatakan kalau ada hal yang patut dicurigai di reruntuhan.”


Ternyata Elma tidak mempunyai pengalaman tentang itu sama sekali. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan dalam sebuah reruntuhan dan memang terjadi hal buruk di dalamnya. Kita bisa menumpasnya dan mencegah akibat dari keburukan itu terjadi.


“Kalau begitu kita harus berhati-hati.”


Karena kami berdua tidak memiliki pengalaman tentang reruntuhan, jadi kami memasuki reruntuhan yang gelap itu dengan waspada.


Aku menjentikkan jariku, lalu api keluar dan menerangi lorong yang gelap ini.


“Cih! Kenapa tempat ini sangat membuatku sesak?”


Aku juga tidak tahu jawaban dari pertanyaan Elma, tapi aku juga mengalami hal yang sama. Ini benar-benar terlalu sesak, seolah oksigen telah menipis di sini.


Tunggu, bukankah aku mengetahui situasi ini?


Kalau sesuatu terjadi dan membuatmu sesak, itu artinya energi sihir terkonsetrasi dan menumpuk di tempat ini. Semakin energi sihir liar yang menumpuk di satu titik, maka energi lainnya akan terpental. Itulah yang membuat oksigen seolah menipis di sini.


“Elma, apa kau tahu tentang mekanisme anti sihir?”


“Ya, itu sederhana. Alasan kenapa di dalam area anti sihir tidak bisa mengeluarkan sihir, itu karena energi sihirmu ditolak dan dibuang ke luar area anti sihir itu bekerja.”


Ternyata benar dugaanku.


“Kau tahu Elma, meskipun kita bisa menggunakan sihir karena berkat bantuan kemampuan Astia, di detik ini dan di tempat ini juga, sihir bisa bekerja.”


“Eh?!” Elma terkejut, “Bukankah kita masih di reruntuhan dan di dalam hutan? Itu artinya anti sihir masih bekerja di area ini juga, bukan?”


“Begitu ya... karena itu, percobaan kita tidak bisa dibuktikan.” Kata Elma.


“Tapi aku yakin reruntuhan ini mempunyai hubungan dengan anti sihir itu. Buktinya adalah kepekatan energi sihir yang ada di sini.”


Kemungkinan besar, energi sihir yang ada di tempat ini adalah hasil dari energi yang dikeluarkan oleh para petualang yang berada di anti sihir.


“Itu artinya, tempat ini bukanlah area anti sihir.” Tambahku.


Perkataan dari kesimpulanku membuatku lebih curiga terhadap reruntuhan ini. Kami berdua masih menelusuri ke setiap sudut reruntuhan ini dan memeriksa apa saja yang ada di dalamnya.


Setelah beberapa saat kami terus berjalan, kami menemukan sebuah pintu yang sangat besar. Bahkan itu hampi setinggi dua puluh meter. Aku tidak tahu itu, tapi sepertinya kita harus mencoba melihat apa yang ada dibalik pintu itu.


“Tunggu Elma...”


Sebelum kami memasuki ruangan itu, ada hal yang harus kukatakan padanya.


“Ada apa, master?”


“Aku tidak ingin membuat kesalahan yang sama seperti yang kulakukan di masa lalu... Jadi kita harus bersiap untuk menghadapi sebuah kemungkinan terburuk yang akan datang, Elma.”


Elma menatapku, terkejut karena suatu hal, tapi setelahnya dia mengangguk.


“Baiklah, master. Aku akan selalu mengingat itu.”


Lalu kami membuka pintu yang sangat berat itu. Kami juga mempersiapkan senjata kami masing-masing dan bersiap dengan kemungkinan yang terjadi.


Di sana, ada sebuah kristal besar berwarna kebiruan yang mengambang, dan di bawahnya ada sesuatu semacam reaktor yang sepertinya untuk membuat kristal itu mengambang di udara.


Di dalam ruangannya cukup gelap, tidak ada sinar matahari sedikitpun, hanya ada sebuah lilin-lilin yang menggantung di setiap sisi dinding.


“I-itu... Itu pilar anti sihirnya!”


Mata Elma melebar seolah dia menemukan sesuatu yang benar-benar menjadi keajaiban, dan benar saja, itulah yang kami temukan. Sebuah pilar anti sihir adalah penyebab dari anti sihir terjadi di hutan ini.


“Kau yakin Elma?” tanyaku.


“Itu tidak salah lagi! Salah satu bentuk dari kemampuan anti sihir adalah pilar yang mengambang itu!”


Ternyata begitu. Inilah yang membuat Elma terkejut. Dia tidak menyangka dapat menemukan pilar anti sihir itu secepat yang dia kita, dan itu tepat di bidang penglihatannya saat ini. Aku juga terpukau dengan pilar itu, itu karakteristik dari kristal terindah yang pernah kulihat. Namun...


Kita hanya perlu menghancurkannya...


“Bersiaplah, Elma...”


“Eh?”


Elma bingung, tapi aku sudah mengetahui kehadiran yang cukup menakutkan di depan kami, dan dia terus memerhatikan kami sejak kami memasuki ruangan ini.


Kemudian Elma juga menguatkan pegangannya pada sabit besarnya.


“Tamu yang tidak diundang... siapa kalian?”


Sosok itu mengeluarkan suara yang juga menakutkan, tapi kami sudah dapat melihat fisiknya. Dia menutupi tubuhnya dengan armor-armor berat yang berwarna gelap. Itu cukup mendominasi dengan tubuhnya yang tinggi dan tegap dan disertai oleh pedang yang juga besar.


Kehadiran itu seolah mengancam bersamaan dengan menantang kami.


“Seharusnya kami yang bertanya... siapa kau?”


“Aku adalah penjaga pilar ini selama ratusan tahun, dan orang yang memiliki niat untuk menghancurkan pilar ini adalah musuh kami.”


“Begitu ya...”


Itu artinya pertarungan tidak bisa kami hindari.


“Elma... ayo kita mundur.”


“Eh?” Elma juga bertanya-tanya tentang situasinya.


“Aku tidak bisa menemukan celah kemenangan untuk kita.”


Namun, setelah aku ingin berniat pergi dari ruangan itu dan menghindari pertarungan, tiba-tiba ruangannya berubah drastis menjadi ke ruangan yang lebih cerah disertai keramik-keramik yang melapisi dindingnya.


Aku melihat ke belakang, tapi pintu itu telah menghilang. Apa yang terjadi? Padahal aku tidak melewati satu detik pun untuk memahami situasi dan kondisi ruangannya.


Ini buruk.


“Kalian sudah diterima menjadi penantangku. Kalau kau berhasil mengalahkanku, kau akan diberikan akses ruangan ini dan kau dipersilahkan untuk melakukan apapun teradap pilar itu.” Katanya.


Suaranya benar-benar berat dan sangat mendominasi. Dia juga telah menguasai ruangan ini selama ratusan tahun. Itu artinya kamilah yang telah terperangkap di tempat ini.


Aku melihat tangan Elma yang bergetar saat memegang senjatanya. Aku tahu dia sangat ketakutan ketika melihat sosok itu, tapi dia berusaha menahannya.


“Baiklah... Dengan apa aku memanggilmu?” tanyaku kepada sesosok yang lengkap dengan armor gelap yang menyelimuti dirinya.


Kemungkinan besar, dia lebih kuat daripada Varvatos.


“Panggil saja aku Dark Knight.”


Pantas saja dia sangat mendominasi. Jiwa kesatrianya terlalu melekat pada dirinya. Pedangnya yang kokoh dengan tangannya di atasnya, membuat ancaman mental itu sendiri.


Kemudian, aku menepuk bahu Elma.


“Tenang saja. Kali ini kita tidak akan kalah.”


Mungkin Elma telah mendengar dari gadis lainnya bahwa diriku dan Natasha hampir menemui ajal saat aku memeriksa medan pertempuran yang ada di titik selatan.


“Master...”


Jadi aku menenangkannya agar dia tidak terbebani kalau keadaan kita benar-benar terancam.


“Baiklah, mari kita mulai...”


Aku menghunuskan pedangku, Dark Knight itu tidak memliki pergerakan apapun. Itu artinya dia mempersilahkan kami untuk menyerangnya terlebih dahulu.


Apa mungkin dia meremehkan kami karena pengalamannya dan jiwa kesatrianya yang membuatnya seperti itu?


Atau dia memang benar-benar kuat, sehingga dia bisa melakukan apa saja meskipun tidak menyerang kami terlebih dahulu?


Segala kemungkinan akan terjadi sebentar lagi. Karena itu kami telah bersiap menerima semua kemungkinan itu, bahkan yang terburuk sekalipun.


Setelah itu, Aku dan Elma bergerak, menyerang Dark Knight itu dari setiap sisi. Itu menjadi peluit pertarungan kami dimulai...


つづく


Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya untuk membuat Author semangat terus! Terimakasih!