
Aku tidak mengerti lagi... kenapa Astia yang dinyatakan sebagai pahlawan oleh monster itu?
“Astia kamu...?”
“Tunggu sebentar Tuan Yuuki... sepertinya ada kesalahpahaman di sini.” katanya.
Itu mungkin benar. Astia lebih muda setahun dariku, dan itu artinya tidak mungkin ada orang yang telah hidup selama 500 tahun. Apalagi monster itu menyebut Astia sebagai pahlawan— Astia tidak masuk ke dalam kriteria tersebut.
“Kenapa kau berbohong seperti itu pahlawan?! Apa kau memiliki tujuan lain sehingga kau menutupi itu semua?”
Hydra itu terus mengeluarkan dominasinya terus-menerus, tapi karena penghalang dari Astia, efeknya tidak akan berpengaruh kepada kami.
Astia saat ini kebingungan dengan pernyataan Hydra itu. Dia terlihat benar-benar tidak mengetahui tentang pahlawan tersebut. Bahkan aku bisa mengetahui kalau Astia hampir tidak pernah mendengar tentang sejarah pahlawan yang menyegel monster kelas bencana pada buku apapun.
Karena itu, aku hanya mengira bahwa Hydra itu telah mengatakan omong kosong.
“Tuan Yuuki, aku...” Dia benar-benar tidak tahu menjawab dengan apa.
“Tenang saja Astia. Aku percaya padamu... Aku tidak peduli kau itu siapa atau pahlawan sekalipun. Kau tetaplah Astia yang kukenal!”
Senyuman merekah padanya. Karena itu pertahanan milikinya menjadi lebih kuat.
Lalu Azaka menyatakan sesuatu...
“Begitulah yang dikatakan bawahanku... Kenapa dirimu semakin seperti kadal? Omong kosong itu tidak akan mempengaruhi kami!”
“Ugh!! Kau selalu ingin membuatku marah dasar manusia! Lenyaplah bersama pahlawan sialan itu!!”
Energi besar berkumpul di seluruh rahang Hydra itu. Ini lebih buruk daripada energi yang tadi. Sekarang kumpulan itu sangat membuatku sesak dan tekanan tinggi menyelimuti udara. Aku hampir tidak bisa bernapas.
“Yang Mulia! Kita tidak akan bisa menyerangnya kalau kita berada di penghalang ini terus-menerus!” kata Astia, kemudian dia melanjutkan, “Kita harus menyerangnya dari segala arah dengan bantuan pasukan kerajaan dan petualang!”
Namun itu tidak semudah itu.
“Itu benar Astia, tapi ‘pelenyapan’ miliknya selalu berada di luar penghalang ini dalam berbagai situasi.” Kata Azaka.
Itu artinya hanya Raja Azaka sendiri yang bisa menyerang dengan serangan jarak jauhnya tanpa membuat aktivasi di luar penghalang. Namun, hasil akhirnya selalu gagal karena penghalang yang telah menyatu di dalam tubuh Hydra itu.
“Baiklah untuk saat ini kita fokuskan dulu pada petahanan kita!” teriak Astia dengan semangat.
Mungkin dia mempunyai rencana, tapi sebelum itu...
Energi yang terkumpul oleh Hydra itu telah selesai dan itu berubah menjadi lebih gelap dan hitam.
“Tidak mungkin itu...” Azaka terkejut dengan sebuah kemampuan Hydra itu, kemudian dia melanjutkan, “Bersiap Astia! Itu adalah energi sihir hitam yang mutlak!”
Sebenarnya apa itu? Aku belum pernah mendengar tetang energi hitam tersebut. Aku juga tidak pernah melihat Azaka yang sampai seterkejut ini.
Karena itu aku berinisiatif membantu pertahanannya— Aku menancapkan pedangku ke tanah, lalu kusalurkan energi sihirku ke dalam tanah. Barrier api terkonsentrasi tercipta di luar penghalang Astia dan itu seolah membakar materi yang ada di udara.
Kemungkinan besar, kalau dilihat dari luar. Maka kami terlihat seperti bola api raksasa yang tidak terlihat sedikitpun apa yang ada di dalamnya. Itu karena kepadatan api energi api ini.
“Serangan datang!”
“!!”
Tidak ada yang bisa bereaksi terhadap serangan itu. Itu terjadi terlalu cepat dan intens. Energi hitamnya menabrak seluruh penghalang kami. Lebih mengejutkannya adalah serangannya menghancurkan Barrier api milikku seperti kertas. Sehingga tersisa penghalang milik Astia dan Azaka.
“Cih! Apa ini...! Terlalu berat!”
Energi hitam itu tidak ternetralisir oleh penghalang Astia, tapi terus menekan kuat pertahanannya dan menyebar ke segala tempat. Hasilnya monster yang berada di luar Barrier, lenyap dalam sekejap tanpa ada orang yang mengetahuinya.
“Bertahanlah Astia!”
“Aku tahu Tuan Yuuki, tapi ini... terlalu kuat!!”
Keringat terus mengalir di keningnya. Astia sudah berada pada batas pertahanannya.
Lalu, lingkaran sihir raksasa terkonstruksi di luar penghalang dalam jumlah puluhan.
“Cih!” Azaka berdecak.
Dia gagal dalam melakukan hal itu. Karena serangan Hydra itu terus tersebar karena ada distorsi dari penghalang Astia. Energi hitam itu tanpa sengaja menghacurkan lingkaran sihir yang telah diciptakan Azaka.
Sekarang bagaimana aku membantu mereka dalam kondisi ini?
Pasukan kerajaan dan petualang lainnya telah berhasil mengalahkan seluruh monster yang berada di dalam penghalang. Oleh karena itu mereka semua hanya bisa berharap dengan pertahanan kami.
Saat ini kita sedang dihantam oleh energi hitam yang terus menerus membanjiri pandangan dengan warna yang gelap. Seluruh penghalang ini telah tertutupi oleh energi hitam yang melesat itu dan membuat tekanan yang besar terhadap penghalang ini.
Aku tidak bisa membayangkan kalau serangan Hydra saat ini diserang di luar tempat ini. Kemungkinan besar serangan ini bisa menghancurkan sebuah kota besar— bahkan tidak menutup kemungkinan dapat melenyapkan negara ini.
Kemudian aku mendekati Astia.
“Astia, apa kamu bisa menetralkan serangan itu lagi?”
“Maaf Tuan Yuuki. Aku sudah mencoba untuk menganalisanya dan tidak mendapatkan jawaban apapun tentang kekuatan ini. Ini terlalu abstrak daripada konsep sihir biasanya.”
Pembengkokan ruang terjadi akibat tekanan yang tidak masuk akal itu. Lalu penghalang transparan milik Astia selalu ditekan hingga kebawah, seolah gravitasi mendorongnya.
“Huh~ baiklah, sepertinya aku harus mengeluarkan kekuatan ‘itu’.” kataku sambil menghela napas.
Tapi Astia langsung memotongnya.
“Jangan Tuan Yuuki! Ini belum saatnya, aku masih bisa menahan ini dalam beberapa menit.”
Mendengar pernyataan ini, Raja Azaka langsung memerintahkan pasukannya dengan segera.
“Semuanya bentuk kembali formasi! Persiapkan seluruh peralatan serang artileri!”
Dalam satu menit, seluruh pasukan kerajaan kembali pada posisi awal mereka dengan pasukan lengkap yang terdiri dari pasukan kavaleri, infantri dan artileri. Pasukan medis berada di belakang pasukan artileri dan para gadis bertugas di sana.
Tiba-tiba energi hitam itu menyusut dan menghilang. Namun bukan itu titik perhatiannya, tapi... Seluruh area yang ada di luar Barrier telah kacau dan hampir seperti neraka. Tanah bebatuan terbakar di segala tempat dan tidak ada yang tersisa selain tempat yang kami pijak.
“Ternyata kemampuanmu masih tetap bekerja sampai sekarang, pahlawan!”
“Cih, aku bukanlah pahlawan yang kau maksud!” teriak Astia.
“Itu tidak mungkin. Penilaianku tidak mungkin salah. Aku bisa melihat jenis energi milikmu dan tombak sialan itu adalah sama.”
Aku dan Astia menoleh ke arah tombak yang masih tertancap ke dalam tanah itu. Aku bahkan tidak bisa melihat seperti apa yang dikatakan Hydra itu, jadi aku tidak bisa membuktikannya.
Atau itu bisa dibilang— klaim sepihak.
“Ya, karena itu akan sulit bagiku untuk menyelesaikan semuanya sendirian.”
Setelah Astia mengatakan itu, dia menoleh ke arah Azaka.
“Yang Mulia, aku mempunyai rencana...”
“Apa itu Astia?”
Setelah Astia ditanya oleh Azaka, dia memberikan seluruh rencananya. Aku dapat merangkum apa yang dinyatakan oleh Astia.
Pertama, Astia yakin pada kemampuan pertahanannya. Lalu dia mengajukan penyerangan terbuka terhadap monster itu dengan pasukan yang telah terpilih secara pribadi oleh Astia. Itu artinya, penyerang tersebut akan keluar dari penghalang ini dan langsung melakukan penyerangan meskipun ada kemungkinan ‘pelenyapan’ itu kembali.
Namun Astia meyakini bahwa dirinya dapat mengatasi hal itu.
Kemudian, Astia mengajukan pasukan infantri kerajaan yang akan bertugas melindungi pasukan medis. Pasukan artileri dan kelompok Angel Queen akan berpartisipasi dalam serangan jarak jauh di dalam penghalang ini.
Yang terakhir adalah, Barrier milik Azaka harus dihentikan dalam aktivasinya, karena itu menjadi penghalang terbesar bagi serangan dari pasukan jarak jauh.
Sebagai gantinya, penghalang Astia yang akan menyelimuti area tersebut dan menggantikan Barrier milik Azaka. Itu karena penghalang Astia tidak akan membuat distorsi untuk serangan dari dalam penghalang.
“Bagaimana kalau monster-monster itu datang kembali. Apa penghalangmu akan tertap bekerja sebagai pembatas jumlah mereka?” tanya Azaka.
Ternyata begitu. Raja Azaka ingin menggunakan rencana lamanya untuk mengantisipasi jumlah musuh yang terlalu banyak dengan menggunakan Barriernya yang bisa dikonstruktifkan dengan instan.
Namun Astia memberikan jawaban lain.
“Musuh yang seperti itu tidak akan ada. Kalau status ‘pelenyapan’ yang dikeluarkan Hydra itu di luar penghalang, maka sama saja dengan monster-monster itu, mereka semua akan lenyap.” Kata Astia
“Begitu. Itu artinya kalau binatang iblis itu dan monster lainnya menyerang kita dari segala arah, itu artinya tidak ada aktivasi dari ‘pelenyapan’ dari Hydra tersebut?”
“Benar sekali, Yang Mulia. Kalau binatang iblis dan monster lainnya menyerang, aku akan melepaskan penghalang milikku. Lalu semuanya akan kuserahkan pada pasukan Yang Mulia.”
Itu artinya, ada sebuah regu yang khusus untuk sebagai penyerang Hydra dan ada pasukan yang bertugas menangani binatang iblis dan monster lainnya. Di antara penyerang regu khusus tersebut adalah orang yang telah terhindar dari pelenyapan. Sekarang aku mengerti.
“Baiklah.” Kata Raja Azaka, kemudian dia bertanya, “Lalu siapa ‘orang terpilih’ yang kau maksud itu Astia?”
Jawaban selanjutnya dari Astia tidak membuatku menyangka hal itu.
“Lebih tepatnya adalah pasukan khusus kerajaan Yang Mulia, yaitu kami— Tomoe Garden!” jawab Astia.
Hah?
Itu artinya para gadis dan aku termasuk ke dalam regu garis depan yang akan menyerang langsung monster sebesar itu?
“Kau yakin Astia?” tanyaku
Mungkin Astia telah mengubah formasi pasukan kerajaan dengan memindahkan posisi pasukan infantri untuk menjaga pasukan medis. Tapi— aku tidak menyangka kalau posisi para gadis yang seharusnya menjadi penjaga pasukan medis, malah berada di garis depan.
“Itulah satu-satunya jalan Tuan Yuuki. Meskipun persentase kemenangan kita sangat kecil, tapi aku yakin hanya penghalang transparan milikku yang bisa bertahan dari ‘pelenyapan’ itu.”
Pada dasarnya, sejak awal penghalang transparan milik Astia sudah melekat di seluruh tubuh para gadis. Ternyata begitu...
“Tapi kamu tidak punya bukti tentang hal itu Astia.” tambahku.
Mungkin penghalang area milik Astia yang menjadi bukti konkrit dalam menghalau ‘pelenyapan’ tersebut, tapi masih belum ada bukti kalau pertahanannya yang sama juga bekerja pada manusia seutuhnya.
“Aku punya bukti itu Tuan Yuuki...”
“?”
Aku kebingungan terhadap pernyataan yang terus dilontarkan oleh Astia. Oke aku kalah dalam kasus ini, tapi bagaimana bisa?
“Buktinya adalah keberadaan Ellena dan Gorou. Sebelum penaklukan ini dimulai, beberapa hari sebelumnya, penghalang transparanku sudah terikat pada mereka.”
Benar-benar di luar dugaan.
“Itulah alasan kenapa Ellena dan Gorou tidak menjadi korban ‘pelenyapan’ itu.” Tambah Astia.
Dari sekian ratusan petualang yang telah lenyap, hanya Ellena dan Gorou yang selamat dari peristiwa itu. Mungkin Fay atau Rose memiliki faktor lain, tapi tentang Ellena dan Gorou...
“Huh~ baiklah Astia, aku kalah darimu. Lagipula aku tidak mengerti kenapa kamu menambahkan istilah ‘Garden’ itu.”
“Fufufu— bukankah akan lebih lengkap dengan sebutan itu?” Astia tersenyum kepadaku.
Setelah mendengarkan percakapan kami berdua, Raja Azaka langsung mengambil keputusan.
“Baiklah semuanya! Seperti yang telah kalian dengar, jalankan posisi itu!”
“Dimengerti!”
Setelah beberapa saat, seluruh pasukan mengganti posisi dan tugas mereka menjadi seperti yang telah direncanakan oleh Astia. Lalu...
Aku memegang sambungan telekomunikasi yang tersambung ke para gadis.
“Baiklah kalian... semuanya berkumpul di garis depan. Ini saatnya kita menjalankan tugas kita.”
Beberapa detik kemudian, satu persatu gadis bertopeng datang ke arahku dan Astia. Dan tujuh gadis yang memiliki ras berbeda dengan persenjataan lengkap yang mereka miliki.
“Kami datang sesuai perintahmu master.” Itu adalah suara dari Natasha.
“Baiklah! Ini adalah adrenalin terbesar kita!” teriak Lilac dengan semangat.
“Yah jangan terlalu bersemangat sih.” Kata Amarilis.
“A-aku akan melakukannya sebaik mungkin.” Dengan terbata-bata Marrona mengatakan itu.
“Yoo! Mari kita tunjukkan apa arti sebenarnya dari bersenang-senang!” semangat Elma yang mengangkat sabitnya lalu membenturkannya ke tanah.
“Mari kita membuat ledakan yang berarti!” kata Annastasia sambil meninju tangannya.
Dan yang terakhir adalah...
“Semua anggota telah berkumpul. Tomoe Garden— siap beraksi!” yang terakhir adalah pemimpin para gadis, yaitu Lilia, yang semangat dalam menggunakan belatinya.
Sekarang semuanya sudah siap.
Dengan bencana terburuk dan mimpi buruk yang telah menjadi kenyataan. Pertarungan kami di garis depan akan dimulai.
つづく
Terima kasih telah membaca. Kalau ada typo boleh dikoreksi ya. Jangan lupa like, komen danklik favorti!