
Astia menghampiri mereka yang terluka, tapi mereka bilang ini tidak masalah. Lalu Astia menjelaskan tentang tugas pertama yang harus dilakukan, yaitu mereka harus mengatur kelompok untuk bersih-bersih tiap harinya.
Mereka juga diperintah untuk membeli bahan dan peralatan secara berkelompok, mengerjakan hal lain sebagai gantinya, dan semua orang mengerjakan salah satu bagian.
Dengan semua gadis dengan keahlian pribadi mereka dan pengalaman mereka ketika berpetualang, mereka relatif terampil dalam pekerjaan rumah tangga.
Ketika mereka dijelaskan tentang proyek baru Yuuki, mereka penasaran dengan itu.
"Apa ini Astia?"
"Begitu ya, Tunggu sebentar. Aku akan memberikan sampelnya masing-masing satu untuk kalian."
Ketika Astia kembali, dia membagikan sampelnya ke para gadis.
"Apa ini Astia? Emm baunya lumayan harum." Kata Natasha ketika memegang biji berwarna hitam kecoklatan.
"Oke, ini dinamakan biji kopi. Ketika kalian menumbuknya hingga seperti ini lalu disaring dengan air panas, maka hasilnya seperti ini. Kau bisa memberinya dengan susu ataupun gula. Keduanya kau masukan juga tidak masalah."
Masing-masing dari mereka melakukan kembali seperti apa yang Astia lakukan. Hasilnya bau harum menyelimuti dapur.
"Apa tidak masalah mencoba air yang menghitam ini?"
"Ya cobalah."
Lilia melihatnya, mencium baunya, lalu meminumnya dengan ragu-ragu.
"Umm!! Ini hebat!! Memang pada awalnya ada rasa pahit yang menusuk lidah, tapi kenapa minuman ini membuatku ketagihan...?!!"
"Eh, Lilia, kau yakin?"
"Benar!!"
"Fufufu, Lilia, tapi itu belum menu utamanya lho."
"Oh iya."
Lilia memberinya dengan susu kemudian sedikit ditambahkan gula. Lilia pikir, ketika menambahkannya dengan porsi yang pas itu akan menjadi nilai yang sempurna.
"Oh!! Ini yang terbaik!"
Namun gadis lain berbicara, dengan gerakan yang anggun dan menawan, Annastasia meletakkan cangkir telah ia minum ke meja.
"Iyakah, tapi menurutku kopi pahit itu lebih nikmat ketika diminum saat lelah."
"Oh kau juga menyadari itu ya, Anna? Memang itu komposisi yang bagus, tapi inilah yang terbaik." Sejak mereka akrab, Lilia memanggil Annastasia dengan Anna.
"Kalian bercanda ya? Kenapa kalian harus meributkan hal sepele? Ini adalah penemuan terbaik dari master! Tanpa kalian harus ributkan, mereka semua adalah spesial."
"Kau ada benarnya, Elma."
"Yah, tapi kopi gula memang paling nikmat untukku."
Para gadis meributkan hal sepele, tapi menjadi tertawa setelahnya. Memikirkan kehidupan seperti ini bagi Lilia, adalah yang terbaik.
****
Setelah Astia menjelaskan tugas yang harus dikerjakan, para gadis diantarkan ke kamarnya masing-masing. Mereka senang ketika melompat ke atas kasur yang nyaman dan empuk. Kebahagian dan kerja keras mereka dimulai dari sekarang.
Salah satu dari mereka diajak oleh Astia, Lilia, untuk membeli bahan-bahan di kota. Dia menerimanya dan langsung pergi ke luar bersama.
Di sisi lain, setelah para gadis memasuki kamar dan menikmatinya, ada satu gadis duduk merenung tentang kejadian yang tadi.
Ketika perasaannya campur aduk, dia memutuskan untuk pergi dari kamarnya lalu ke kamar yang lainnya. Dia berdiri di depan kamar orang yang ditujunya sambil menjatuhkan pandangannya.
Dia mengetuknya.
"Master, aku ingin bicara sesuatu, ada yang harus aku katakan."
"Masuklah."
Itu adalah suara yang tenang, membuka pintu. Seorang gadis yang masih menjatuhkan pandangannya ke bawah, memiliki rambut berwarna coklat oranye dan ada telinga rubah di atasnya, tubuhnya sangat ramping sehingga kau bisa menghawatirkan kesehatannya dengan anggota badan yang sama langsingnya. Namanya – Natasha.
Natasha melihat masternya, sedang duduk di kursi dan ada sebuah buku yang ditaruh menutupi wajahnya. Sepertinya master sedang kelelahan, pikir Natasha.
"Ada apa Natasha?"
"Maaf, aku mengganggu waktu istirahatmu master."
"Ah tidak masalah. Aku malah penasaran denganmu, sepertinya kau yang kelelahan. Jadi apa yang ingin kau katakan?"
Ketika di depan para gadis Natasha adalah gadis yang tegas dan berwibawa, tapi ketika dia berhadapan dengan masternya, dia menjadi kikuk dan malu. Sedikit mengeluarkan suara 'ah!' mendesah sedikit karena hampir salah berbicara. Kegugupan ketika berbicara di depan orang banyak adalah hal sama yang dirasakan Natasha saat ini.
"Master, mungkin pertanyaanku ini sedikit lancang. Tapi kalau aku tidak menanyakannya aku tidak bisa menjadi diriku."
"Hmm?"
"Master... apa master menerima kami hanya karena kasihan pada kami?"
"Kenapa tiba-tiba?"
"Aku pikir kami memang tidak layak menjadi bawahanmu, ketika kami kalah tadi itu berarti kami tidak memenuhi syarat yang diberikan olehmu."
Yuuki menutup bukunya lalu menatap Natasha dengan tatapan dingin seperti biasa.
"Tidak, aku tidak berpikir begitu. Kalian memang layak, pilihanku juga tidak sesulit itu. Aku juga bukan orang yang memilih orang karena bakat mereka. Lagipula aku tidak pernah bilang kalau mengalahkanku akan menjadi syarat dari kelulusan kalian, bukankah sudah kubilang aku akan mengenal kalian dari pertarungan?"
"Lalu apa yang menjadi alasan kami semua lulus?"
"Begitu ya, aku sangat senang mendengarnya. Tapi..."
Inilah adalah bidang yang tidak dikuasai Natasha. Dia mendapati dirinya kebingungan dengan menjelaskan perasaannya dan tindakannya dengan benar.
"Tapi master seharusnya menyingkirkan beberapa orang, yang selayaknya dibenci. Contohnya seperti aku."
Telinganya melayu, pandangannya kembali jatuh ke bawah. Dia merasakan kembali perasaan ketika dia berada di dunia manusia. Beberapa kali dia mencoba membuat topeng kepribadian kuat dan tegas, tapi perasaannya tidak tahan dengan semua itu.
"Kenapa kau mengatakan itu?"
"Karena aku demi-human. Manusia sepatutnya membenci orang sepertiku. Ras menjijikan yang tidak tahu diri menyebut diri mereka bagian dari manusia. Tapi... tapi aku bingung... kenapa master tidak menganggapku begitu?"
"Begitu ya, aku juga tidak tahu. Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar, jadi aku tidak pernah menganggapmu dan menganggap rasmu menjijikan. Kau tahu? Aku juga pernah melihat demi-human sepertimu sebelumnya, dia berada di penangkaran budak, tempat yang paling kubenci. Mereka memperlakukan ras apapun seperti barang dagangan. Tapi ketika aku mendengar manusia mendiskriminasi ras lainnya aku sangat menyayangkan hal itu. Itu adalah hal yang paling menyedihkan untukku."
Natasha menekan jarinya, mendengar dari masternya yang juga seorang manusia— membuat dirinya melepas belenggu di hatinya. Dia bertanya-tanya, apa masih ada harapan untuk mencintai dirinya sendiri?
"Mereka yang memiliki kekuatan sering mendiskriminasi orang yang lebih lemah darinya, meskipun itu di dunia manusia sendiri, yah itu memang salah satu sifat buruk manusia. Tapi hanya ada satu yang ingin kukatakan padamu... Kehidupan itu memang kejam, tapi ketika kau bisa mencintai dirimu sendiri, dengan itu kau bisa mencintai orang lain."
Seolah-olah kata-kata Yuuki langsung masuk ke dalam hatinya dan menyadari Yuuki mendukungnya, membuat hatinya senang.
"Master memang curang." Gumam Natasha dengan pelan.
Natasha memeluk erat tubuhnya, dengan pandangannya jatuh kebawah saat matanya berlinang air mata. Sebuah perasaan tumbuh di hatinya, dia memang menyadari itu, tapi karena ini adalah pertemuan pertamanya, dia tidak ingin membuat kesan buruk pada masternya.
Akhrinya, Natasha angkat bicara, sedikit ragu-ragu.
"Master."
"Kenapa?"
"Jika master baik-baik saja dengan ini, tolong biarkan aku memelukmu."
"Seolah aku baik-baik saja dengan itu?"
Pemikiran macam itu? Namun Natasha tidak peduli dengan perkataan Yuuki, dia hanya membuka tangannya lebar-lebar.
"Aku tidak bisa membiarkan perasaan ini menghalangi pekerjaanku. Biarkan aku memanjakanmu sesuka hatimu."
"Apa kepalamu terbentur sesuatu?"
Yuuki bertanya-tanya, apa gadis-gadis lainnya memberi pengetahuan aneh padanya?
"Aku ingin bertanya, maaf ini sedikit kasar. Apa sebelumnya kau sering melakukan ini pada orang yang tidak kau kenal?"
"Tidak, tidak, aku menjaga baik-baik tubuhku. Master..." Natasha menunduk, sedikit kecewa,"Master, kalau itu master... aku tidak apa-apa."
"Huh~ kau sedikit mirip dengan Astia."
Yuuki memutuskan untuk tidak berbuat apa-apa. Baginya ini termasuk hal yang merusak, dan tidak ada keuntungannya sama sekali. Hanya ada yang tersakiti di salah satu pihak.
"Aku senang atas perhatianmu, tapi aku ingin kau fokus pada pekerjaanmu untuk saat ini. Aku juga sedang memutuskan metode pelatihan yang baik untuk kalian."
"Pelatihan dengan master!!" Suara Natasha semakin tinggi.
Yuuki hanya menghela napas dalam.
"Natasha, lain kali ketika kau datang ke kamarku, ajak orang lain bersamamu. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman."
"Semua gadis sekaligus...!"
"Aku tidak bisa mengatasi itu."
Yuuki menyadari bahwa gadis-gadis yang berada di bawah perintahnya akan menjadi orang-orang aneh.
"Terima kasih untuk itu."
Natasha berbalik, ingin kembali ke kamarnya. Tapi ketika dia membuka pintu, para gadis yang lain kecuali Astia dan Lilia sedang bergerombol melakukan sesuatu.
"Sejak kapan kalian menguping?"
"Hehehe, aku penasaran kenapa kau bisa mengetahui kamar master, ternyata ini tujuanmu sebenarnya. Makanya kami semua mempunyai pikiran yang sama untuk mengikutimu."
Setelah Amarilis, Annastasia berkata hal yang serupa.
"Untuk mencegah dirimu berbuat berlebihan, makanya kami ada di sini untuk mengawasimu."
"Fufufu, kau pikir kau bisa menguasai master sendirian? Aku tidak akan membiarkan hal itu." Kata Lilac.
"Apa yang kalian katakan, aku tidak pernah berpikiran seperti itu!"
"Apa yang kalian lakukan di situ? Kalian menghalangi jalan."
"Baik master! Maafkan kami."
Setelah itu para gadis pergi ke tempat yang lain agar tidak mengganggu master mereka berisitirahat.
Mereka hanya membicarakan hal sederhana, seperti hebatnya Natasha dalam mencari-cari kesempatan untuk mendekati Yuuki, tapi langsung dibantah olehnya kalau itu sepenuhnya salah. Natasha juga memberitahu kepada gadis lainnya bahwa akan ada pelatihan yang akan dijalani para gadis. Mereka gugup sekaligus senang, tapi mereka menunggu hal itu.
Setelah itu mereka berpisah dan kembali ke kamar mereka masing-masing, dan beberapa dari mereka sedang merencanakan rencana liciknya sendiri, untuk 'menguasai' masternya.
つづく
Jangan lupa like, komen dan tekan favorit ya...