I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II

I Was Thrown Into Another World, IsThis Alright II
Chapter 24 : Kekaisaran Engrayn




(Special Illustration for Amarilis & Lilac)


Esok harinya aku bangun pagi-pagi sekali, membersihkan seluruh tubuhku lalu memakai perlengkapan, pakaian misi, senjataku dan barang bawaan lainnya.


Ngomong-ngomong untuk pakaian misiku yang lama sudah tidak bisa dipakai karena sudah robek di segala sisi karena aku terluka tempo hari. Untuk mengatasi itu aku sudah menyiapkan pakaian misi cadangan untuk misiku hari ini.


Seluruhnya sudah kupersiapkan tadi malam sebelum aku tidur. Mungkin para gadis lainnya juga melakukan hal tersebut. Meskipun aku tahu bahwa ada yang tidak bisa tidur karena kegugupannya untuk esok hari.


Aku juga mempersiapkan mental dan fisik. Pada dasarnya aku masih muda, dan gadis lainnya juga sepertinya sepantaran denganku. Jadi untuk menghadapi misi ini atau misi kami seterusnya maka akan dibutuhkan sesuatu yang melebihi mental orang dewasa.


Tok Tok


Sebuah ketukan pintu terdengar.


“Masuklah.”


Astia yang pertama kali membuka pintu, lalu diikuti oleh ketujuh gadis lainnya. Mereka asik mengobrol ketika masuk ke kamarku dan membawa peralatan mereka.


Mereka seolah-olah menjadi orang yang sangat berbeda dari tadi malam. Memakai seragam serba hitam militer yang dirancang seunik mungkin oleh mereka sendiri, dan membawa senjata masing-masing mereka. Itulah seragam misi resmi milik kami ketika kami masih menjadi bawahan Raja Azaka.


Yah sekarang kami masih menjadi bawahannya sih.


Padahal mereka semalam hanya memakai seragam pelayan restoran yang ditujukan untuk menarik para pelanggan. Namun, mereka sekarang berubah drastis, dan menjadi lebih elegan dan memikat.


“Ada apa master? Apa master sudah terbiasa dengan pakaian maid kami yang imut? Jadi matamu tidak terbiasa dengan pakaian kami dan terus menatap kami seperti itu?” kata Annastasia dengan senyum nakal.


Huh~ aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang sok dewasa, yang selalu menggodaku di usia yang sama sepertiku.


“Buat apa? Aku yang merancang semua pakaian misi kalian, jadi kau tidak perlu takut untuk terus ditatap olehku.” Jawabku.


“Cih! Seperti biasa, master selalu tidak asik!”


Kenapa dia selalu kecewa? Bukannya aku tidak tertarik dengan kecantikan Annastasia, tapi dengan godaannya seperti itu, tetap tidak akan membuatku tertarik hanya karena sebuah godaan receh.


Kemudian aku menatap Astia... sepertinya dia mengalami mimpi buruk itu lagi. Sebenarnya aku sangat simpati padanya, tapi bagaimana caranya aku menenangkan mentalnya?


Baiklah, aku akan mengalihkan pemikiran itu untuk sementara...


“Baiklah aku akan mulai. Tujuan pertama kita adalah Kekaisaran Engrayn...” kataku dengan pasrah, “Sebelumnya aku punya pengalaman buruk di sana, tapi karena ada beberapa petualang yang memiliki hubungan dengan penaklukan monster itu menghilang di sana, kita tidak ada pilihan lain ke tempat itu.”


“Itu juga karena Kekaisaran Engrayn adalah tempat yang paling dekat untuk dijangkau.” Tambah Astia.


Kekaisaran Engrayn— kami semua akan menuju ke tempat yang paling berbeda dalam kebudayaan dan kemajuan teknologi daripada Kerajaan Fioresd. Negeri itu adalah pusat yang menjadi kecurigaan semua orang, yang menjadi dalang dari propaganda yang terjadi di mana-mana. Di masa lalu, negeri itu dipenuhi dengan iblis yang menyamar sebagai manusia, sehingga petinggi kekaisaran itu dirumorkan adalah para iblis.


Kemungkinan besar itu masih terjadi hingga saat ini.


Ketegangan terjadi di wajah Astia, itu karena aku dan dirinya mempunyai mimpi buruk yang sama di masa lalu. Namun kami teringat kembali dengan hal itu karena misi darurat ini. Jadi apa boleh buat.


Setelah itu, aku membagi kelompok dengan masing-masing dua anggota. Di antaranya yaitu—


Astia dengan Marrona.


Annastasia dengan Elma.


Natasha dengan Amarilis.


Yang terakhir yaitu, pemimpin para gadis, Lilia— bersama dengan Lilac.


Aku pikir itu semua sudah menjadi komposisi terkuat yang pernah kupikirkan. Aku sudah menduga kalau ada perdebatan di antara dua orang, aku sudah pasti bisa menebaknya.


“Aku sudah menduga hal ini, master pasti memasangkan aku dengan gadis murahan ini.” Kesal Elma.


“Yah, apa boleh buat. Misi tetaplah misi, kau tidak bisa menolak komposisi ini hanya karena kau berpikir ingin menghindariku karena kau tidak suka padaku.” Kata Annastasia.


Annastasia melayangkan pernyataan yang cukup menarik menurutku. Dia hanya tidak ingin menjadi beban karena keterbatasan kemampuannya, jadi Annastasia tidak masalah berharap bantuan dari Elma— yang bisa dianggap mereka adalah salah satu pasangan dari koordinasi terbaik dalam pertarungan jarak dekat.


“Huh~ baiklah.” Elma menghela napas, “Setidaknya aku sudah terbiasa denganmu dan mengatasi kesombonganmu, tapi ada satu hal yang penting... tidak usah sok akrab kepadaku.”


“Iya, iya.” Annastasia hanya bisa tersenyum.


Sepertinya semuanya sudah siap.


“Baiklah, aku akan menyerahkan rencananya pada masing-masing dari kalian. Bagaimana caranya untuk mendapatkan informasi sebaik mungkin, itu tergantung kalian sendiri.”


Tidak ada penolakan dari mereka, itu berarti mereka semua mengerti. Tapi ada satu orang yang bertanya satu hal.


“Kalau begitu, master dengan siapa?” pernyataan datang dari Lilac.


Mereka semua juga mempunyai pertanyaan yang sama seperti yang Lilac tanyakan.


“Aku akan bersama rekanku saat di Kekaisaran Engrayn nanti, aku akan meminta bantuan padanya. Jadi kemingkinan besar dialah yang menjadi penolong besar bagi kelompok ini.”


“Ah begitu...”


Kemudian, sekilas aku bisa mendengar Astia menggertakkan giginya karena kesal, tapi aku tidak terlalu memikirkan kekhawatirannya.


“Nah, karena sudah tidak ada yang dipertanyakan lagi... Mari kita berangkat!”


“YOO!!” para gadis berteriak semangat.


Karena itu, aku tidak tahu bahaya apalagi yang menanti kami semua...


Beberapa hari kemudian, seluruh anggota Tomoe Garden melalui perjalanan yang cukup jauh, dan tiba di Kekaisaran Engrayn. Di dunia penuh penderitaan— di Kota Ensokin ini, penuh harapan dan keputusasaan dalam pencarian mereka, pertempuran mereka dimulai.


****


Tomoe Garden, sebuah pasukan khusus yang dibentuk sendiri oleh Raja Azaka di bawah otoritasnya, dengan pelaksanaan misi di balik layar. Membuka restoran adalah salah satu topeng Tomoe Garden itu sendiri. Dengan kepemimpinan dari seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, mereka bersembilan menemukan beberapa petualang yang menghilang di Kekaisaran Engrayn dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan.


Namun, keadaan kali ini sangat berbeda, mereka tidak akan menjalankan misi di negeri mereka sendiri atau yang dikenal sebagai Kerajaan Fioresd. Mereka menuju ke sebuah negeri dengan banyak rumor dan kekacauan dunia yang berakar dari sana. Dari identitas palsu, kepribadian palsu, hingga mempelajari seluruh medan dari kekaisaran tersebut, dan masih banyak hal yang harus diperhatikan.


Sementara itu—


“Huh~”


Seorang gadis berambut perak, menatap keluar di jendela dan menghela napas ketika dia berada di tempat itu. Dia adalah Lilia.


Sekitar seminggu sejak mereka tiba di Kekaisaran Engrayn, lalu membuat dan identitas palsu selama jangka waktu tersebut. Semua anggota Tomoe Garden saat ini sudah mempunyai pekerjaannya masing-masing untuk menutupi identitas mereka sebenarnya, dan tentunya juga untuk mencari uang untuk kehidupan mereka saat ini.


Membiayai uang sewa penginapan pribadi adalah tujuan mereka utama saat ini.


Saat ini, Lilia bekerja sebagai petualang kelas rendah sekaligus menjadi pemimpin komando para gadis, dan posisi itu sudah terbiasa untuknya.


“Membosankan sekali.”


Hampir setiap hari dia mengalami kebosanan yang seperti itu, hanya menatap sebuah kedamaian dari penduduk ibukota. Keramaian yang terlalu biasa, arus jual beli yang juga biasa, bahkan dia dapat melihat orang-orang dapat mengobrol tanpa takut dengan kematian.


“Sangat berbanding terbalik dengan Kota Florend.” Gumam Lilia.


“Yah mau bagaimana lagi, inilah tempat yang berkemungkinan dari salah satu musuh kita.”


Gadis berambut hijau datang membawakan secangkir teh di pagi hari kepada Lilia, itu adalah Lilac. Saat ini dia juga mempunyai pekerjaan yang sama seperti Lilia.


“Terima kasih.” Lilia menerima secangkir teh itu.


“Tidak, tidak apa-apa, malahan aku yang seharusnya berterimakasih padamu. Hari ini kau yang bertugas menyiapkan sarapan, bukan? Ditambah setiap hari kau harus menulis laporan informasi dari gadis-gadis lain dapatkan. Seharusnya kau yang paling direpotkan.”


Lilac tersenyum kepada Lilia, menunjukkan ketulusan itu padanya, membuat Lilia tersipu malu.


“Ahaha! Itu tidak terlalu merepotkan kok!” Lilia membusungkan dadanya dengan bangga, “Lagipula aku ini pemimpin kalian, jadi aku tidak bisa menunjukkan kelengahanku pada musuh, apalagi rekanku sendiri!”


Meskipun sebal, Lilac tetap tersenyum karena tingkah Lilia, “Iya iya.”


Kemudian Lilia menata kembali rambutnya dan pakaiannya, dia melihatnya untuk memastikan tidak ada yang aneh dengan penampilannya. Lalu Lilia berdiri.


“Apa mereka semua sudah pergi ya?” tanya Lilia.


Karena Lilia tidak mendengar dari kebisingan dan pertengkaran rutin dari Elma dan Annastasia, serta percakapan gadis lainnya, Lilia merasa dia hanya berdua dengan Lilac di penginapan itu.


“Ya, sejak kau melamun di jendela, mereka semua sudah pergi ke tempatnya masing-masing.” Jawab Lilac.


“Begitu ya...”


Pantas saja aku merasa kesepian dari tadi.


Lilia membuka lemari bajunya, dan memakai pakaian misinya.


“Apa kau juga ingin pergi?” tanya Lilac.


Sambil mengambil peralatan dan kedua belatinya, Lilia menjawab, “Ya, apa kau ingin ikut?”


“Tentu, aku mempunyai pekerjaan yang sama sepertimu. Lagipula kita kan sepasang kelompok yang sama.”


“Baiklah, ayo!” kata Lilia dengan semangat.


Sebelum mereka pergi, Lilia mengambil sebuah roti panggang yang sedikit gosong di atas meja makan. Itu adalah roti yang disisakan oleh Lilia sendiri saat menyiapkan sarapan untuk para gadis, tapi dia langsung pergi ke kamarnya dan menatap dunia luar.


Mereka pergi dari penginapan itu hingga sampai sebuah bangunan besar dan luas yang dinamakan Guild Petualang. Mereka menyadari kalau di setiap kota dan negara, Guild Petualang itu tidak lebih seperti ini.


“Apa yang kau pilih hari ini?” tanya Lilac.


Mereka menatap sebuah dinding papan yang berisi berbagai macam misi dari yang termudah hingga yang tersulit.


“Sepertinya aku harus memakai cara itu lagi...” Lilia tersenyum ketika menatap dinding papan itu.


“Cap cip cup lagi?!” Lilac heran karena Lilia hampir setiap mengambil sebuah misi, dia selalu bermain dengan asal tebak.


“Ya! Aku tidak peduli kita akan ditolak oleh resepsionis yang ada di sana karena memilih sebuah misi yang tidak sesuai dengan kelas petualang kita. Aku pasti akan memaksanya dan mengatakan bahwa kita mampu!”


Pada dasarnya, Lilia dan Lilac adalah petualang kelas rendah, yaitu kelas E, meskipun kemampuan mereka jauh melampaui itu. Namun Lilac hanya bisa menghela napas, dia berpikir bukan karena mereka akan ditolak karena tingkat kesulitannya yang membuatnya begitu.


“Huh, padahal bukan itu yang kumaksud.”


“Baiklah akan kumulai!” Lilia menutup matanya dengan tangan kirinya, lalu menggunakan tangan kanannya untuk menunjuk, “Cap cip cup kembang kuncup! Misi mana yang akan kita jalankan ha-ri i-ni!”


Lilia menghentikan jarinya, lalu menekan dinding papan itu dan mencabut sebuah kertas, menariknya ke atas.


Lilac sudah tidak heran dengan sifat kekanak-kanakan dari Lilia. Setelah itu Lilia membuka matanya dan melihat tulisan dari kertas itu. Lilac mendekat...


“Hah? Menghabisi para goblin lagi?!!” teriak Lilia.


“Fufu— hahahahaha!! Kenapa kau begitu kecewa Lilia? Itu kan sudah menjadi takdirmu fufu...” Lilac hanya bisa tertawa lepas kegirangan sampai menahan perutnya.


“Lagian! Setiap hari kita mendapatkan misi ini terus berulang kali!”


“Fu—” Lilac berusaha meredakan gelak tawanya, “Huh~ tidak apa-apa kita mengambil misi itu untuk sementara, anggap saja ini adalah latihan rutin kita.”


“Baiklah kalau begitu...” Lilia menerimanya dengan pasrah.


Kemudian mereka pergi ke tempat resepsionis untuk mendapatkan proses lebih lanjut untuk misi itu.


Menurut kebijakan sebuah misi dari Guild Petualang, petualang kelas rendah boleh mengambil misi dengan satu kesulitan di atasnya. Itu bertujuan agar petualang dapat lebih cepat untuk naik ke kelas berikutnya. Maka dari itu mereka berdua mengambil misi itu dengan kesulitan ‘D’ padahal mereka hanya kelas ‘E’.


Dengan itu, setelah mendapatkan proses dan informasi lebih lanjut dari resepsionis, mereka berdua pergi ke tempat yang dituju.


つづく


Jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya!