Female Villainess

Female Villainess
95. Naura



Sejak saat itu, gadis kecil yang ditolong oleh Luxoriyus mulai hidup di kerajaannya. Walaupun gadis kecil itu sedikit lebih pendiam dibandingkan anak seusianya. Gadis yang bernama Naura Lekta Grandis itu lebih sering datang ke istana milik Luxorius. Raja naga itu memberikan izin agar gadis kecil itu bisa keluar masuk istananya dengan mudah. Luxorius merasa kasihan dengan nasib gadis kecil yang sudah tidak memiliki keluarga.


Sebenarnya dia ingin mengajak Naura tinggal di istana bersamanya. Agar dia dapat lebih mudah mengawasinya. Tapi banyak orang yang tidak mendukung keinginannya. Hal utama para bawahannya menolak adalah fakta mengenai orang tuanya. Walaupun begitu tidak ada satupun naga di kerajaan ini yang mencemooh kehadiran Naura.


Mereka malahan merasa sangat kasihan dengan nasib gadis kecil itu. Para naga memang lebih pengertian dari para manusia. Mereka tahu Naura tidak pernah meminta terlahir dari penyihir hitam. Selain itu mereka juga yakin ibu Naura yang notabennya seorang naga pasti tidak pernah menginginkan kejadian itu terjadi.


"Kamu datang lagi." ucap luxorius yang baru saja keluar dari ruang rapatnya. Dia sudah tidak aneh dengan Naura yang berkeliaran di istannya. Para naga lain pun tidak mempermasalahkannya. Sikap dan tingkah Naura sangat baik tidak seperti para penyihir hitam.


"Yang muliah sibuk?" tanya Naura.


Naura hanya dekat dengan raja saja. Dia takut saat berinteraksi dengan kaumnya yang lain. Dia takut mendapatkan perlakuan buruk seperti para manusia yang memandangnya rendah. Walaupun selama dirinya hidup di sini, dia belum pernah mendapatkan perlakuan buruk itu.


"Kalau dikatakan sibuk, raja ini selalu sibuk nona kecil. Jadi ada urusan apa nona kecil ini menemui raja?" tanya Luxorius yang sedikit menundukkan badannya sehingga bisa sejajar dengan tubuh gadis itu.


Perlakuan Luxorius membuat para bawahannya terkejut. Bahkan Yirlendi yang notabennya tangan kanan raja ini. Dia tidak pernah melihat raja dapat memperlakuan seseorang selembut ini. Bahkan suara sinisnya seperti tiba-tiba menghilang begitu saja.


"Apakah itu benar raja Luxorius yang dingin itu." gumam Yirlendi. Luxorius yang memiliki pendengaran yang tajam langsung menatap naga muda itu dengan tajam. Yirlendi yang ditatap oleh rajanya langsung mengalihkan tatapan dari Luxorius. Sedangkan para naga lain langsung meninggalkan raja secara pelahan-lahan. Mereka tidak ingin mendapatkan hukuman dari rajanya itu.


Naga di hutan ini memang pada umumnya menggunakan wujud manusia. Sangat jarang mereka kembali ke wujud sebenarnya. Mereka tidak ingin suatu hari ada manusia yang bisa melewati sihir perlindung dan melihat wujud naga mereka. Walaupun sihir perubah wujud membutuhkan energi sihir yang cukup banyak. Tapi mereka tidak khawatir karena semasih di hutan lindung ini, mereka tidak akan kekurangan sihir karena penyihir terdahulu sudah memberikan pohon sihir abadi.


Luxorius kembali menatap gadis kecil itu yang sedang menundukkan kepalanya. Kedua tangannya dia remas karena posisinya saat ini sangat dekat dengan sang raja. Mungkin raja naga itu tidak tahu kalau gadis kecilnya itu sudah berusia 17 tahun. Tapi tubuhnya saja yang memang terlahir dengan porsi minimalis.


"Hey kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Luxorius. Yirlendi yang pada dasarnya lebih peka dibandingkan atasannya hanya menggelengkan kepala.


"Dia sedang malu." ucap Yirlendi yang membuat Luxorius bingung dengan ucapan bawahnya itu.


"Apa maksud kamu?" tanya Luxorius yang membuat Yirlendi membuang nafas dengan kasar. Mungkin setelah ini tugasnya akan bertambah.


"Bagaimanapun gadis kecil ini sudah berusia 17 tahun dan kamu menatapnya terlalu dekat." ucap yirlendi yang sudah berbicara tanpa menggunakan bahasa formalnya.


"Dia baru 17 tahun? Ternyata gadis ini memang masih kecil." ucap Luxorius yang membuat Yirlendi semakin sebal dengan naga tua di depannya. Beruntungnya naga tua ini memiliki paras yang rupawan walaupun usianya sudah beribu tahun.


"Kamu yang terlalu tua." ucap Yirlendi yang sebelum pergi.


"YAK APA KAMU BILANG YIRLENDI." teriak Luxorius tapi orang yang diteriakinya malah meninggalkannya. Sedangkan Naura tidak bisa menahan tawanya melihat tingkah lucu raja di depannya.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan nona Naura?" tanya Luxorius yang sudah bisa mengontrol dirinya kembali. Dia sepertinya harus berjauhan dengan Yirlendi jika tidak ingin cepat tua. Naga muda itu memang selalu membuat Luxorius naik darah seperti saat ini.


"Aku hanya ingin mengajak raja untuk keluar dari hutan ini, Ada tempat yang ingin aku perlihatkan padamu raja." ucap Naura dengan suara yang pelan dan nada lembutnya. Bahkan Luxorius tidak sadar kalau dia sempat terpesona dengan penampilan gadis ini.


Gaun biru langit dengan pola bunga lili sangat terlihat cocok dengan kulit putihnya. Rambut hitam sepanjang bahu yang dibiarkan tergerai. Penampilannya sangat manis menurut Luxorius.


"Yang mulia raja." panggil Naura saat melihat Luxorius hanya terdiam sambil menatapnya.


"Tidak kamu hari ini sangat cantik." ucap Luxorius yang membuat Naura tersipu malu. Bahkan kedua pipinya sudah berubah menjadi merah muda. Sedangkan Luxorius yang melihat itu merasa sangat gemas dengan gadis kecil ini.


"Baiklah, hari ini aku akan mengantarkan tuan putriĀ  ke manapun yang diinginkan oleh tuan putri cantik ini." goda Luxorius yang semakin membuat Naura tersipu malu dengan ucapan raja itu.


"Yang mulia raja. Jangan menggodaku." ucap Naura dengan kedua pipinya dikembungkan. Luxorius yang gemas dengan kedua pipi gadis secara sepontan menarik kedua pipi itu.


"AW sakit yang mulia."


"makanya jangan melakukan itu kamu terlihat menggemaskan gadis kecil. Sekarang kita akan pergi ke tempat yang kamu inginkan." ucap Luxorius sebelum mereka berpindah ke tempat yang diucapkan oleh Naura. Luxorius tidak perlu menunggu gadis itu mengucapkannya. Dia bisa membaca isi pikiran gadis kecil itu. Karena itu dia denganmudah tahu tempat yang dituju oleh Naura.


"Tapi aku belum memberi tahu yang mulia." ucap Naura yang dijawab dengan sebuah senyuman manis dari wajah tampan Luxorius yang membuat Naura terdiam karena terpesona dengan ketampanan pria di sampingnya.


"Aku tahu tempat yang kamu ingin kita kunjungi." ucap Luxorius.


Tidak membutuhkan waktu yang lama sekarang keduanya tiba di sebuah danau di pinggir kota dekat hutan para naga. Danau itu memang menjadi pembatas antara beberapa pemukiman manusia dengan hutan para naga. Tentu saja ada alasan kenapa danau itu dibuat. Salah satunya untuk membatasi para manusia untuk masuk kedalam hutan para naga.


Danau itu penuh dengan jebakan yang dapat membahayakan para manusia. Karena itu sangat jarang manusia pergi ke dekat danau. Para manusia tahu seberapa bahaya danau itu. Tapi danau itu tidak berbahaya untuk para naga ataupun Naura yang merupakan manusia setengah naga.


Danau ini dijaga oleh naga legendaris yang sangat tidak suka dengan manusia. Naga itu juga tidak pernah merubah wujudnya menjadi manusia. Tapi dia tidak mempermasalahkan bagi naga yang menggunakan wujud manusianya.


"Salam saya yang mulia raja, pemimpin para naga yang sangat kami agungkan." sapa seorang naga yang muncul dari dalam danau. Naga yang memiliki ukuran cukup besar dengan warna kulit hijau seperti warna danau itu. Selama ini naga itu tertidur di dalam danau dan hanya bangun ketika ada penyusup ataupun raja Luxorius yang berkunjung seperti saat ini.


"Salam kamu saya terima, Northest." ucap Luxorius.


"Ada urusan apa raja para naga datang di tempat hina ini." ucap Northest yang masih menggunakan wujud naganya. Dia memberikan tatapan ketidak sukaan pada Naura. Karena Northest merasa aura manusia dari gadis kecil itu.


"Tidak ada urusan yang ingin aku bahas denganmu. Aku hanya datang ke sini untuk menemani gadis kecil ini. Selain itu hilangkan tatapan ketidak sukaanmu pada Naura. Dia masih termasuk kaum kita hanya saja dia harus terlahir dengan dara hina dari para penyihir hitam. Tenanglah dia tanggung jawabku." ucap Luxorius.


"Kalau begitu saya tidak akan mempermasalahkan kehadiran nona manis ini." ucap Northest dengan senyuman manis pada Naura terkejut melihatnya. Dia merasa disambut dengan baik.


"Terima kasih sudah menerima keberadaanku." ucap Naura.


"Aku tidak tahu nasib buruk apa yang menimpamu selama ini. Tapi aku berharap kamu bisa merasa bahagia mulai saat ini. Mungkin tertai ini bisa membantu kamu suatu hari." ucap Northest sambil memberikan sebuah bunga teratai indah. Naura menatap Luxorius yang tersenyum padanya. Naura menerima bunga teratai itu setelah bunga itu menghilang begitu saja. Naura terkejut saat melihatnya.


"Bunga teratai itu akan melindungi kamu di masa depan. Dia bisa memberikan kesempatan untuk kamu hidup sekali lagi jika hal buruk terjadi." ucap Northest sebelum kembali lagi ke dalam danau.


"Kamu sangat beruntung."


"Apa yang beruntungnya?" tanya Naura bingung dengan ucapan Luxorius.


"Tidak setiap orang mendapatkan bunga teratai itu. Bahkan pada raja terdahulu saja dia tidak ingin memberikannya. Naga tua itu sangat misterius." jelas Luxorius.